1.20.2009

Ma'rifatullah


Makna Ma’rifatullah
Kewajiban bagi seorang hamba Allah SWT yang mengikrarkan dirinya Muslim adalah mengenal Allah SWT ( ma’rifatullah ), sebagai Tuhan semesta alam. (Q.s. Al–Fatihah: 2).

Syaikh Muhammad Tamimi menyatakan bahwa ma’rifatullah adalah meyakini Allah SWT yang telah memelihara manusia dan memelihara semesta alam ini dengan segala nikmat yang dikarunikan-Nya. Dialah sesembahan yang haq.


Sebagaimana firman Allah SWT :
“ Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan ( yang patut di sembah ) selain Allah SWT. “(Q.s.Muhammad: 19)
“ Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia: ( demikian pula ) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, maka tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha perkasa, Maha bijaksana” (Q.s. Ali imran: 18)

Sebagaimana perintah pertama Rasulullah SAW kepada Mu’adz ke Yaman yaitu :
“ Hendaklah yang pertama kali kamu serulan kepada mereka adalah bersdaksi “ Sesungguhnya tidak ada tuhan ( yang berhak disembah ) kecuali Allah. Dalam riwayat lain “ agar mereka mengesakan Allah “ (Muttafaq alaih)

Ibnu Rajab berkata “ Al-Ilaah ( Tuhan ) ialah Dzat yang dita’ati dan tidak dimaksiati, dengan rasa cemas, pengagungan, cinta, takut, pengharapan, tawakkal, meminta dan berdo’a (memohon ) kepada-Nya. Ini tidak selayaknya ( diberikan ) kecuali untuk Allah Azza wa Jalla”. Dalam surat Ar-Ra’du ayat 14 Allah SWT menegaskan “ Hanya kepada Allah lah do’a yang benar “

Menurut Ali bin Abi Thalib makna ayat ini adalah Tauhid, sedangkan menurut Ibnu Abbas adalah Tidak ada tuhan selain Allah SWT
Maka ma’rifatullah adalah kewajiban pengenalan seorang hamba kepada Allah SWT yang merupakan pintu pertama dari tiga landasan pokok ( Ushuluts Tsalatsah ) bagi seorang muslim.

Jalan Ma’rifatullah
Seorang muslim harus senantiasa berusaha mengenal Allah SWT melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya, sehingga dengan melihat kekuasaan Allah SWT dia lebih yakin untuk menyembah –Nya.

A. Ayat Qur’aniyyah
Yaitu tanda – tanda dari firman Allah SWT yang tersusun dalam kitabullah Al- Quranul Karim, seorang muslim wajib membaca, mengkaji, memahami dan mengamalkannya.
Allah SWT berfirman :
“ Wahai manusia ! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang – orang sebelum kamu,agar kamu bertaqwa …(Q.s. Al-Baqarah : 21)
“ Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada satu dalil pun baginya tentang itu.Maka perhitungannya hanya pada Tuhannya. Sungguh orang-orang kafir itu tidak akan beruntung” (Q.s. Al-Mu’minun ; 117), ( Q.s. Al-Hajj ; 62 )

B. Ayat Kauniyyah
Yaitu tanda – tanda seluruh kekuasaan dan ciptaan Allah SWT yang ada di bumi dan di alam ini seperti : malam, siang, matahari, bulan, tujuh langit bumi dan manusia.
Allah SWT berfirman :
“ Dan di antara tanda- tanda kekuasaan-Nya ialah malam,siang, matahari dan bulan. Janganlah kamu bersujud kepada matahari dan janganlah pula kamu bersujud kepada bulan,tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu benar-benar hanya kepadanya beribadah” (Q.s. Fushshilat: 37 ), (Q.s. Ar-Rum ; 20-25 )

Cara Ma’rifatullah
Pengenalan seorang hamba kepada Allah SWT haruslah melalui jalan yang diperintahkan Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Inilah rangkaian yang terpadu dalam Ibadah, sebagaimana Ibnu Katsir mengatakan berkaitan dengan Q.s. Al-Baqarah ayat 21-22 : “ Hanya Pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak disembah dengan segala macam ibadah “

Diantaranya : Islam, Iman, Ihsan, do’a, khauf, tawakkal, cinta, cemas, khusyu dan macam lainnya.
Allah SWT berfirman :
“ Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan-Nya “ ( Q.s. An-Nisaa’ :36 )
“ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah kepada-Ku” (Q.s. Adz-Dzariyat: 56 )

Syaikh Muhammad Tamimi berkata : Ibadah disini adalah Tauhid. Perintah Allah SWT yang paling agung adalah tauhid yaitu memurnikan ibadah untuk Allah SWT semata-mata.
Ibadah adalah segala perbuatan yang di ridhai Allah SWT baik perbuatan hati, lisan maupun anggota badan yang dilakukan oleh manusia dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab dengan mengharap keridhaan Allah SWT

Ibadah akan diridhai apabila memenuhi 3 prinsip,yaitu :
1. Ketaatan yaitu taat dan patuh menjalankan apa yang diperintahkan Agama Islam. ( Q.s.An-Nahl: 97 )
2. Ilmu dan Faham yaitu memahami dasar dan tata cara ibadah sehingga benar ibadah kita ( Q.s.Al-Isra : 36 )
3. Ikhlas yaitu membersihkan tujuan ibadah dari selain mengharap keridhaan Allah SWT semata { Q.s. Al-Bayyinah : 5 ), ( Q.s. Al-Baqarah : 139 )

Oleh karena itu Ma’rifatullah merupakan kewajiban pertama bagi seorang muslim, sehingga keyakinan kepada Allah SWT lebih mantap. Maka marilah kita senantiasa mengenal Allah SWT dalam rangkain ibadah. wh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar