1.28.2009

Al-Wala’ wal Bara’

Wala’ adalah dekat kepada kaum muslimin, dengan mencintai mereka, membantu dan menolong mereka atas musuh-musuh mereka dan bertempat tinggal bersama mereka.
Bara’ adalah memutus hubungan atau ikatan hati dengan orang-orang kafir, sehingga tidak lagi mencintai mereka, membantu dan menolong mereka serta tidak tinggal bersama mereka.
QS. Al-Maidah: 55-56
QS. Al_maidah: 51
QS. Al-Mumtahanah: 1
QS. Al-Anfal: 73
QS. Al-Mujadilah: 22

“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. Ibnu Jarir)

“Siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi wala’ karena Allah dan memusuhi karena Allah maka sesungguhnya dapat diperoleh kewalian Allah hanya dengan itu…….(HR. Thabrani)
Mudahanah artinya berpura-pura, menyerah dan meninggalkan kewajiban amar ma’ruf nahi munkar serta melalaikan hal tersebut karena tujuan duniawi atau ambisi pribadi.
QS. Al-Ma’idah: 78-80
Mudarah adalah menghindari mafsadah (kerusakan) dan kejahatan dengan ucapan yang lembut atau meninggalkan kekerasan dan sikap kasar, atau berpaling dari orang jahat jika ditakutkan kejahatannya meninbulkan kejahatan yang lebih besar.

“Sejahat-jahat kamu adalah orang-orang yang ditakuti manusia karena mereka khawatir akan kejahatannya.” (HR. Ibnu Abu Dunya)
Beberapa contoh tentang setia dan memusuhi karena Allah:
• Sikap Nabi Ibrahim as dan pengikutnya terhadap kaumnya yang kafir. QS. Al-Mumtahanah: 4, 6
• Sikap kaum Anshar terhadap saudaranya kaum Muhajirin. QS. Al-Hasyr: 9
• Sikap Abdullah bin Abdullah bin Ubay bin Salul terhadap kemunafikan ayahnya yang berkata dalam salah satu pertempuran. QS. Al-Munafiqun: 8
Menyayangi dan memusuhi para ahli maksiat dari kalangan kaum muslimin?
Bagaimana hukum menyambut dan merayakan hari raya dan pesta orang kafir atau berbelasungkawa atas duka mereka?
Hukum meminta bantuan kepada orang kafir dalam bidang bisnis. QS. Ali Imran: 118. Dalam urusan perang?
Mengutamakan tinggal dan bekerja di Negara kafir?
Hukum meniru kaum kuffar, macam dan dampaknya:

“Barangsiapa menyerupai dengan suatu kaum maka ia termasuk dari mereka.” (HR. Ahmad)
Macamnya ada 3:
1. Meniru dalam ajaran mereka yang batil. QS. At-Taubah: 31
2. Meniru dalam bid’ah-bid’ah agama mereka yang mereka adakan dalam hari-hari raya yang batil.
3. Meniru dalam adat istiadat dan akhlak mereka yang buruk dan budaya mereka yang buruk. QS. Al-A’raf: 32, Al-Anfal: 60, Al-Hadid: 25
Dampak negatif taqlid kepada kaum kuffar: kecintaan, kekaguman, pengekoran dan peleburan, melemahkan kaum muslimin, membantu kemusyrikan dan kebid’ahan mereka dan merusak agama kaum muslimin.
Bentuk-bentuk taqlid kepada kaum kuffar yang buruk: dunia seni, dunia gambar dan dunia olahraga ?
Sikap pasif kaum muslimin dan problematikanya:

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kecintaan, kasih sayang dan kelembutannya adalah bagaikan satu jasad. Manakala satu anggota tubuhnya kesakitan, maka sekujur tubuhnya itu menanggungnya, tidak tidur malam dan demam.” HR. Bukhari dan Muslim)
QS. Al-Anfal: 1, Al-Hujurat: 10, At-Taubah: 123, An-Nisa: 141

Wal HamduliLlah wa Nastaghfiruh……..

1 komentar:

  1. afwan..artikelnya ana copypast yach..syukrn

    BalasHapus