3.25.2013

Aroma busuk liberal Cak Nun

Bukan lagi aroma, tapi hakikatnya memang pluralism. Sesat pikirnya Cak Nun, tidak menggunakan Islam sebagai worldviewnya. Ia mengukur Islam dgn standar rasa nafsunya. Bukan rasa nafsunya diukur oleh Islam.

Sebagaimana slogan "Al Islam ya'lu wa la yu'la alaih", maka segala hal mesti tunduk utk distandarisasi oleh Islam; apakah itu keadilan, kemanusiaan, kejujuran, kedamaian, kekerasan dsb. Bukan sebaliknya. Pluralism meniscayakan liberalism, oleh karenanya tdk punya teori batas. Sehingga konsep2 kehidupan (keadilan, kejujuran dll) tdk punya batas, mesti relatif. Sementara Islam sebagai Dien yg final dan syumul adalah standar dari semua bahasa kemanusiaan itu.

Martin Luther divonis kafir oleh Katolik karena dia memprotes dogma2 baku dalam Kristen. Gus Dur melakukan hal yang sama terhadap pokok2 inti ajaran Islam, sehingga ia boleh disebut sbg salah seorang pembangkang Islam atau yg katanya disebut 'Islam Protestan."

Perlu dicatat; Kristen Katolik dan Kristen Protestan adalah agama yang berbeda. Apakah para pengasong pluralism semacam Gus Dur dan Cak Nun ini layak disebut sebagai penganut agama 'Islam Protestan' ?

Terkait kekerasan, saya pernah tulis beberapa waktu lalu; http://www.voa-islam.com/islamia/liberalism/2010/08/20/9368/islam-tidak-anti-kekerasan/

188 komentar:

  1. opo toh mas??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jarno ae rek... Mas wildan iki sek sinau... Jupuk sing apik buak sing elek...

      Timbangane ngelekno dulur dewe... Ndungakno aeee ben dulur2 kabeh luweh apik... Yoo ga ?

      Hapus
    2. Lumayan ngetop ndek blogger....
      Wildan,,, selamat mencari kebeneran,,, ohh yaaa hargai caknu sebagai orang tua kalo ga bs menghargai beliau sebagai sahabat muslim yg baek... Suwun,,,,

      Hapus
    3. Wildan iku arek-e kopet, cewok-ae rung pecus.

      Hapus
    4. Aq kok seneng karo mas Adi Yasa...
      yo wes mas, aq yo melu ndungo mas supoyo kabeh oleh safaat Rasulullah Muhammad

      Hapus
    5. Sangat setuju dengan WILDAM.HASAN





      Hapus
    6. Sesat pikir Wildan iku..isih cetek nalar-e..aq setuju cak nun rek..

      Hapus
    7. kq anda langsung menjudge wildan sesat? padahal menurut cak nun dilarang saling menyesatkan, belajar lagi sono...

      Hapus
    8. Buat pencinta cak nun, kenapa cak nun berhubungan dekat sekali dengan orang kristen dan syiah... Anda ini tidak mau mempelajari Al-Quran dan Hadits, dan hanya mendengarkan ceramah cak nun saja...

      Hapus
    9. pluralisme itu tidak terbatas pada suatu sudut pandang agama, ras ataupun suku.
      tapi secara lebih menyeluruh dengan kesadaran penuh bahwa kita semua ini adalah makhluk Tuhan yg sama2: hidup dibumi yg dihidupkan oleh Tuhan itu sendiri.
      Tidak pakai Qur'an dan Hadist saya gak ngerti..

      Hapus
    10. Klo lihat gajah jangan cuma gadingnya saja... Lihatlah gajah secara keseluruhan dan utuh

      Hapus
    11. Yo dongakne ae mas wildan hasan iki rak isih mencari bentuk, dadi ne ngelek elek cak nun maklim wae... isih ono tataran "DURUNG BECUS SELAK KESUSU BESUS"

      Hapus
    12. Kang wildan pintar. Pintar membusukkan orang. Cuma kang wildan yang nggak busuk.

      Hapus
    13. Assalamualaikum senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman-teman disini. barangkali ada teman-teman yang sedang kesulitan masalah keuangan. Beberapa waktu yang lalu perusaan percetakan saya dirundung hutang yang cukup besar. Hal itu di akibatkan melonjaknya harga kertas dan tenaga upah yang harus saya bayar kepada para karyawan saya. Sementara itu beberapa tender yang nilainya cukup besar gagal saya menangkan. Akibatnya saya harus menjaminkan mobil saya saya untuk meminjam hutang dari bank. Namun hal itu belum cukup menutup devisit perusaan. Bahkan pada akhirnya rumah beserta isinya sempat saya jaminkan pula untuk menutup semua beban hutang yang sedang dilanda perusaan. Masalah yang begitu berat bukan mendapat support dari istri justru malah membuat saya bersedih bahkan sikapnya sesekali menunjukan rasa kecewa. Hal itu di sebabkan semua perhiasan yang sempat saya hadiahkan padanya turut saya gadikan. Disaat itulah saya sempat membaca beberapa situs yang bercerita tentang solusi pesugihan putih tanpa tumbal dan akhirnya saya bertemu dengan Kyai Sukmo Joyo. Kata pak Kyai pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan penarikan uang gaib 5milyar dengan tumbal hewan. Tanpa pikir panjang semua petunjuk pak.kyai saya ikuti dan hanya 1 hari. Alhamdulilah akhirnya 5M yang saya minta benar benar ada di tangan saya. Perlahan hutang-hutang saya mulai saya lunasi. Perhiasan istri saya yang sempat saya gadaikan kini saya ganti dengan yang lebih bagus dan lebih mahal harganya. Dan yang paling penting bisnis keluarga yang saya warisi tidak jadi koleps. Jika ingin seperti saya. Saya menyarankan untuk menghubungi kyai sukmo joyo di 0823.9998.5954 situsnya www.sukmo-joyo.blogspot.co.id agar di berikan arahan

      Hapus
  2. ”Sebaik2 orang adalah yg bermanfaat untuk orang lain”

    menurut saya cak nun sangat2 lebih bermanfaat bagi kebanyakan orang dan orang banyak ketimbang pribadi anda,jd kata2 anda di atas sgt tdk layak dan melukai perasaan kebanyakan orang dan orang banyak,dan itu jd berpotensi keluar "kata2" buruk trhdp anda dr kbanyakan orang dan orang banyak walapun sy hrap "kata2" itu bukanlah mjdi suatu doa utk anda..sebab akan sangat kasihan anak dan istri anda bila itu mjdi terkabul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda betul sekali saya sangat setuju

      Hapus
    2. Silahkan pelajari quran dan hadits, baru anda bandingan ajaran cak nun, islam ideologinya juga harus islam, dan ingatlah, diakhir zaman ini hanya sedikit saja yg berpegang teguh ajaran islam yg benar, dan mereka seakan akan dikucilkan dimasyarakat... Ingat ini akhir zaman dimana banyak bidah yg kabur dan tak jelas, saya setuju dengan mas Wildan...

      Hapus
    3. Islam yg benar yang mana sih ?..trs yang punya otoritas menentukan yang benar juga siapa sih ?..aahh bikin bingung aja...

      Hapus
    4. Islam yang benar adalah yang sesuai dengan Quran dan Sunnah Rasulullah Shallahu 'alaihi wasallam. Dan dalam memahami Quran dan Sunnah harus sesuai dengan pemahaman generasi terbaik ummat ini, Rasulullah, para Sahabat, Tabi'in dan orang orang yang mengikuiti mereka dengan baik hingga Akhir Zaman. Setiap hal dalam agama wajib ditimbang dengan Quran dan Sunnah sebagai patokan kebenaran..

      Hapus
    5. sebaik baik orang adalah bermanfaat bagi orang lain( sangat se7 )...selama tidak mengorbankan ajaran islam. jangan demi alasan pluralisme dan toleransi ajaran agama di kesampingkan...oke bro....

      Hapus
    6. sebaik baik orang adalah bermanfaat bagi orang lain( sangat se7 )...selama tidak mengorbankan ajaran islam. jangan demi alasan pluralisme dan toleransi ajaran agama di kesampingkan...oke bro....

      Hapus
    7. Buat mas masterz@diakhir zaman ini hanya sedikit saja yg berpegang teguh ajaran islam yg benar, dan mereka seakan akan dikucilkan dimasyarakat...
      (Lh iki cak nun sedang dikucilkan oleh njnengan dan mas wildan rohimakumulloh apa nda???)

      Hapus
    8. Buat mas masterz@diakhir zaman ini hanya sedikit saja yg berpegang teguh ajaran islam yg benar, dan mereka seakan akan dikucilkan dimasyarakat...
      (Lh iki cak nun sedang dikucilkan oleh njnengan dan mas wildan rohimakumulloh apa nda???)

      Hapus
    9. Cak nun bilang siapa bilang gurbernur itu pemimpin?
      Ini untuk memanipulasi pemikiran orang orang awan dalam pilkada dki
      Karna di al quran seorang muslim di larang untuk mengambil yahudi dan nasrani sebagai pemimpin,jadi kalo gurbernur bukan pemimpin kita boleh memilih ahok sebagai gurbernur dan tdk bertentangan dgn Alquran.
      Apa apaan itu

      Hapus
    10. Cak nun bilang siapa bilang gurbernur itu pemimpin?
      Ini untuk memanipulasi pemikiran orang orang awan dalam pilkada dki
      Karna di al quran seorang muslim di larang untuk mengambil yahudi dan nasrani sebagai pemimpin,jadi kalo gurbernur bukan pemimpin kita boleh memilih ahok sebagai gurbernur dan tdk bertentangan dgn Alquran.
      Apa apaan itu

      Hapus
  3. saya rasa anda tidak tau maksud stp ceramah Cak Nun

    BalasHapus
  4. usap dulu ingusmu

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum, Mas Wildan coba deh memperdalam maksud setiap ucapan Cak Nun. Kalau saya pribadi saya bisa merasakan manfaatnya, minimal tentang bagaimana sih caranya tidak mudah tersinggung dan bagaimana menanggapi oranglain saat menyerang kita. Maaf, saya belum bersih beragama jd saya tdk membawa2 mslh agama. Tp sy rasa Cak Nun bermanfaat di ceramahnya. Suwun hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya saya mengerti maksud anda, dan saya minta maaf atas kelancangan saya dalam menulis dikarenakan Islam saya itu Islam Wahabi jadi lebih banyak salahnya dari pada benarnya. Sekali lagi maaf

      Hapus
    2. maz wildan g usah naek motor g usah pake kacamata....

      itu bidah :)

      Hapus
    3. Bid'ah yang dimaksud itu bukan dalam maslah dunia. Silahkan anda berinovasi, menciptakan pesawat kecepatan cahaya, dll. Yang dinamakan bid'ah adalah segala sesuatu yang diada-adakan dalam urusan agama, dalam konteks ibadah... Jadi Bid'ah adalah pendekatan diri setiap manusia kepda Allah dengan apa yang tidak sesuai dengan tuntunan atau sunnah Rasulullah. Pelaku bid'ah berpikir dia telah mendekatkan diri kepada Allah, akan tetapi sesungguhnya dia menyelisihi Rasulullah. Setiap ibadah wajib memiliki dalil yang akurat.

      Hapus
    4. Setuju sama bang anonim kita mah islam nya masih islam ktp jadi takut bawa masalah agama

      Hapus
    5. nuwun sewu dulur2. aku yo ra paham agomo. ning nek menurutku, paling ndak kita bisa mneladani sikap kerukunan agomo dari dskusi2nya cak nun. dan itu jauh lebih bermanfaat untuk keutuhan nusantoro (NKRI) tinimbang koe do nuduh kae salah, kae sesat. opo maneh mendekreditkan golongan lain. sepuntene nggih. aku ngomong ngene dudu seng paling bener. ojo percoyo aku. oke boss?

      Hapus
  6. nih orang calon teroris. 11 12 lah. dancuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. wildan opo caknun ?

      Hapus
    2. aku pikir tampang fotonya wildan kayak pastur, gak berjengkot juga gak pake kupyah. kalo caknun islam jowo tulen. di internet fotonya caknun, rambutnya gondrong tapi pake kopyah. stlye aliran rambutnya aliran "GONDES" YAITU GONdrong DESa. hohohoho. tahu sendirikan orang desa itu urakan, sama seperti aku yang nulis ini juga urakan, neng lagi ngenal islam selam 29 tahun, umurku pas semono je. cuk cuk, dancuk tenan ki jan.

      Hapus
    3. Bukan cuma teroris rek tapi si Wildan iki tukang nglonte

      Hapus
  7. Aroma busuk tulisan Wildan

    Bukan lagi pakai otak dan hati, tapi hakikatnya ga pakai keduanya. Sesat pikirnya dangkal, tidak menggunakan Islam sebagai worldviewnya. Ia mengukur Islam dgn standar rasa nafsunya. Bukan rasa nafsunya diukur oleh Islam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maklum aja lah mas si Wildan iki wong Wahabi otaknya cingkrang di dengkul hahaha

      Hapus
  8. islam iki opo to mas...
    kok ndadak kakean ngecap.
    wis talah sing penting koen iku madang wareg ngising lancar beres, ga usah ngomong sing neko neko.

    sing penting ora di anggep bathang mlaku karo Sing ngecet lombok.
    pun nggih su.........

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAGUUUUUUSS......

      Hapus
    2. Apa mmg seperti ini kata2 yg keluar mayoritas fans cak nun? Coba rekan2 lihat ceramah2 Ust. Syafiq Basalamah atau yg semarga, Ust. Khalid Basalamah. Mereka suka dituduh Wahabi. Dulu tak pikir mmg seperti itu. Setelah sy bandingkan ceramah2 mereka, ternyata baik sekali. Tidak ada kata2, "Asu, Bajingan" dalam ceramahnya. Yang saya kurang respek dg Cak Nun adalah pembenaran2nya terhadap rokok, makian2, walau maksudnya bercanda, yg dapat ditiru oleh fans nya (dalam QS Al Humazah ayat 1: Celakalah bagi setiap pengumpat & pencela). Rasulullah SAW sendiri apa pernah mengajarkan mengumpat walau maksudnya bercanda? "Oo Rasul bukan org Jawa", paling2 itu yg jadi pembenaran2 lagi. Tapi selain dr itu, ceramah2 Cak Nun tetap saya dengarkan, dan saya ambil yg baik2. Satu hal yang saya impikan adalah, Cak Nun duduk berakrab2 dg Habib Riziq, dan mereka2 yg dituduh Wahabi, melebihi keakraban Cak Nun dg tokoh2 Gereja. Kepada sesama muslim tidak boleh benci, tapi mengingatkan, menasehati, duduk bareng kl ada ketidakcocok, kepada non muslim secukupnya saja dalam bermuamalah. Jangan terbalik.

      Hapus
    3. Sebenarnya CN sudah dekat dan pernah dialog dengan yang Anda sebut, tapimemang gak semua itu keluar di koran atau internet. Kalau orang lingkaran satu CN biasanya tahu. Bahkan pernah mengajak Habib Riziq ketemu dengan tokoh Tionghoa. Sering diskusi dengan pimpinan ikhwah, HTI. Cuman memang gak semua itu orang harus tahu.

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  9. "Islam itu bukan sekadar salat, puasa, zakat, haji, atau syariah, tapi Islam adalah jujur kepada manusia. Islam adalah cinta kepada manusia, Islam adalah keindahan. Jadi, kalau Anda mengaku Islam tapi tidak indah atau suka kekerasan, Anda belum tentu Islam,"

    BalasHapus
  10. Rukun Islam (syahadat, salat, puasa, zakat, haji, dan syariah lain) itu hanya 3,5 persen dari ajaran, sedangkan 96,5 persen dari ajaran Islam yang sesungguhnya adalah keindahan, penghormatan kepada sesama, jujur, adil, bersih, bersatu, dan seterusnya.

    BalasHapus
  11. Janganlah seperti orang barbar. yang hanya mengerti kulit luarnya saja sudah berani menghakimi/memvonis orang. kalau memang anda orang beriman & bertaqwa. anda pasti tau kebenaran yg sejati hanya milik Allah & hanya Allah lah yg berhak. bukan hak anda untuk menghardik sesama manusia. (semoga anda mengerti & kembali dijalan Allah)

    BalasHapus
  12. Maqom seseorang kuwi bedo bedo om ono sing pinter ono sing bodoh dadie nikmati wae perbedaan gak usah ngono lah islam kuwi rahmatan lilngalamin ,

    BalasHapus
  13. Sudah jelas kan disini, Siapa yg sesat
    WILDAN kacian deh loe,propoganda loe gk laku wkkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Propaganda wahabi kunyuk ala Wildan ora payu wkwkwkwkwk

      Hapus
  14. ubrug wae! tangi banjur raup lagi omongan.

    BalasHapus
  15. Kayaknya mas Wildan yang sempit pikirannya..

    Peradaban Islam itu perdaban yang bisa diterima dan menerima umat lain, dari zaman khulafaur rasyidin smpe kesultanan Ottoman TUrki, Islam mengayomi selruh umat di dunia ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang si Wildan manusia picik, soknya jadi juara debat lagi wakakakakak

      Hapus
  16. cah wingi sore a ngoceh.... wis kocomoto nan isih picek, wis sekolah isih budeg, wis di didik ro bapak ibu mu isih kakeyan jeplak... wis ono ALQURAN isih kleru olehe ndelok....

    Bahkan sekelas Nabi Muhammad tak pernah menilai mahluk apapun dimuka bumi ini....

    BalasHapus
  17. silakan klik www.caknun.com untuk lbh mengenal cak nun lebih dalam, bukan sepotong via berita media. banyak bahasa cak nun yang pake mbombong, parikan, sampiran, sanepo. pahami bahasa komunikasi dong!

    BalasHapus
  18. Haha lucu...biar blog saudara laku, pakek cara ginian?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasalah terpaksa pake cara wahabi, supaya ngetop kalo perlu main bom hahahaha

      Hapus
  19. saya mendukung cak wildan, mesakne rek gak enek kancane.. akeh mungsuhe.. tak dukung awakmu cak wil.. ben ae, arek iki duwe cangkem jarne ae njeplak.. bebas! ngono ae ko repot.. gusdur opo cak nun sayang mesti karo arek siji iki.. lha arek arek ngene iki sing nambahi ganjaran ngelongi dosa..

    BalasHapus
  20. cak nun koe sesat, pasti sesat,agamnya dah ga karuan, campur aduk antara Islam,Kejawen, kristen,dll..cak nun. semoga beliau diberi hidayah kembali kepada ajaran Islam yang benar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  21. Cak Nun itu maunya pengin hatimu seneng, pengin memompa semangat hidupmu. Urusan Agama urusan dapur rek, yang penting apa yang bisa kau hidangkan untuk tamu. Bener ora bener, tanya langsung aja pada Tuhan.

    BalasHapus
  22. Sesama muslim itu saudara mas bro.., kenapa harus saling hujat. Matengin dulu syariat baru ngomong hakekat mas wildan. Hargailah orang laen kalo anda pengen dihargai orang !!!

    BalasHapus
  23. Dalam kreatifitas kehidupan, kita sering merasa milik kita yang paling benar sehingga seringkali memaksakan orang lain harus sama dengan pikiran kita. Dalam keseharian secara tidak sadar, kita merasa lebih baik daripada orang lain. Misalnya ketika membaca al-Quran dan menemui kata-kata kafirun itu mesti orang lain, musyrikun itu anak sana, dan dzalimun tetangga sebelah dan lainnya. Kalau muslimun nah itu saya, mukminun nah itu saya, keluarga saya. Tidak dipungkiri selalu yang jelek-jelek kita lemparkan kepada orang lain. Sedangkan yang baik itu kita ambil. Pada intinya kita belum menyadari apa yang dipahami dan diyakini kita sendiri benar atau salah. Orang seringkali mengatakan dirinya paling benar, punya sendiri yang paling bagus dan baik. Sementara punya orang lain salah ataupun kurang baik, apalagi kalau berbeda dengan yang di yakininya.
    Sesungguhnya kedewasaan dan keselamatan terletak di ruang yang sebalik.

    (sedikit dpt pelajarn dari cak Nun tuh.. )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maklum aja lah si Wildan ini wahabi tulen penyiar radio DAKTA yang disponsori wahabi saudi jadi kalo menganggap Islam kelompok lain salah, hanya Islamnya wahabi yang benar maka harap maklum namanya juga WAHABI GOBLOG

      Hapus
  24. Kita ini sedang disuruh makan makanan-makanan yang sesungguhnya tidak kita mengerti betul, misalnya, hak asasi. Hak itu bahasa inggrisnya human right. dalam Bahasa Indonesia kita sebut hak. Itu bukan kata asli Indonesia, itu diambil dari bahasa Al Qur’an, Al Haq, yang artinya “yang benar”. Jadi kalau yang benar itu memberi ya harus memberi, kalau yang benar itu menerima ya harus menerima,artinya keniscayaan. itu namanya hak.

    Nah sekarang human right. Saya bukan tidak setuju human right, saya setuju untuk perjuangan hak-hak kemanusiaan, cuma tolong jangan diputus hubungannya dengan akar sejarahnya manusia sendiri. karena kalau dilihat dari akar sejarahnya, manusia tidak punya hak apa-apa. Apa hak anda atas mata anda, sedangkan anda tidak pernah bisa menciptakan mata anda sendiri. Orang tua anda pun tidak pernah bisa menciptakan mata anda. Apa hak anda atas hidung anda, atas tangan dan kaki anda. anda tidak punya hak apa-apa. Yang berhak adalah yang menciptakan dan yang memiliki. Sementara tidak ada satu helai rambutpun dari kepala kita yang kita pernah mampu menciptakannya dan kita pernah mampu memilikinya. Jadi sesungguhnya kalau mau ngomong hak, itu hak pinjaman. makanya sosialisme dan kapitalisme bertengkarnya disitu, sosialisme menganggap semua milik negara, individu tidak punya hak. kalau kapitalisme, individu punya hak, sehingga ada liberalisme, dan seterusnya. Dalam islam ditengah-tengahnya itu hakmu dalam batas tertentu, itu bukan hakmu dalam batas yang lain. katakanlah tangan kita ini, kita diberi hak pakai, tapi Tuhan kapan aja bisa ambil. terserah kalau besok dibikin stroke ya diambil. jadi hak itu harus dalam batas pengertian asal usul, bahwa sesungguhnya kita tidak berhak apa-apa.

    Jadi kalau ngomong hak, menurut saya, pakailah hak asasi ketika engkau melihat orang lain. tapi ketika engkau melihat dirimu sendiri jangan katakan hak asasimu, tapi katakanlah kewajiban asasimu. karena harus seimbang antara wajibmu dan hakmu.

    Nah sering kali, kalau kita melihat diri kita, kita inget hak, kalau melihat orang lain kita inget kewajiban. kalau orang lain disuruh-suruh, kalau kita dibebas-bebaskan. Tapi memang manusia sukanya memang begitu. Kalau baca Al Qur’an ada kafirun, itu mesti orang lain, musyrikun, itu anak sana itu musysrikun, fasikun, nah itu politisi-politisi. Kalau muslimun nah itu saya, mukminun nah itu saya, keluarga saya. Jadi kalau yang baik-baik selalu kita ambil, kalau yang jelek-jelek selalu kita lempar kepada orang lain. Demikian juga soal keuntungan, asal yang namanya hak itu milik kita, asal namanya kewajiban milik orang lain. Sesungguhnya kedewasaan dan keselamatan terletak di ruang yang sebalik.

    BalasHapus
  25. Saya sangat mendukung tulisan Bung Wildan. Saya dan banyak "teman" siap menjadi supporter Anda. Saya tunggu ulasan selanjutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha..... hanya orang goblog saja yang mendukung tulisan orang tolol

      Hapus
    2. Owalah..katut pethox arek iki..hahaha..

      Hapus
  26. Bedes bedes do ngopo.... dasare aku edan....

    BalasHapus
    Balasan
    1. laah....
      cak nun mana pulak ini koq tiba2 nongol.
      hati2 loh mas kalo bawa2 nama beliau.
      "abott"
      :)

      Hapus
  27. mas wildan iki sopo, soale jare qur'an barang siapa yang suka mengkafirkan orang yg blm tentu kafir maka orang yg menuduh adalah termasuk orang yg mengkafirkan dirinya sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi si Wildan ini termasuk kafir akibat mulut sendiri hehehe

      Hapus
  28. besok diliat aja profesor kyai haji wildan, surganya elitan punya situ apa punya cak nun.. beress..

    BalasHapus
    Balasan
    1. surganya Wildan diatas perut lonte xixixixi

      Hapus
  29. Assalamualaikum kang wildan, kapan saya ampiri tak boncengke ke pengajianya Mbah Nun? siapapun boleh datang kok, biar kita saling mengenal..........

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo nggak mau sm mas ini, sm aq jg boleh koq mas wildan, yang penting ikut ngaji duluu biar "faham"
      dan nggak nyebar informasi mutannajis lagi :)

      relaa aq buat jemput kamuu:)

      Hapus
  30. sekedar iseng saja, wong kayaknya jenengan juga iseng...... kapan tolong digarap tentang "kenapa pohon di kebun itu tidak ada satupun yang menjelekan pohon lain?"
    kita belajar jadi pohon dululah sebelum jadi manusia....
    pripun kang....

    BalasHapus
  31. terimakasih, kritik saran dan masukannya... :-)

    Saya wildan hasan sebenarnya, anonim di atas yang mengatasnamakan wildan hasan adalah orang lain.

    Saya tahu bahwa sebagian besar komentar yang tak beradab di atas sebenarnya ditulis oleh satu atau dua orang yang nampaknya membenci saya secara pribadi. padahal saya tdk tau salah apa saya sama dirinya.

    sekian, barokallahu fiikum :-)

    lanjutkan diskusi dengan ilmu dan hikmah......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bocah iki ra dong..sing ora beradab iky tulusanmu mbloooh..

      Hapus
  32. DISKUSI DI DUNIA MAYA....???? SESUATU YANG PICIK RASANYA.. :)

    BalasHapus
  33. sudahlah. manusia tempat salah dan lupa. juga benar dan ingat. sesama Muslim itu bersaudara. kita harus saling mengingatkan dengan cara-cara yang baik. biar silaturahim antar sesama muslim itu tetap terjaga.

    BalasHapus
  34. kita dan semua orang sudah mengenal dan tahu siapa itu cak nun bahkan sudah sering diundang di berbagai unversitas ternama di jawa ( undip,ugm dll ) yang semua orang mengakui kepintaran dan kebaikan nasehat yang disampaikannya , tapi kita tahu dan semua orang tidak mengakuinya siapa itu si WILDAN ??? orang waras / tidak waras , orang gila kah , idiot kah , orang islam kah ... ?? jadi masih meragukan dan jangan dipercaya tulisan propaganda nya ..... dibuang jauh jauh ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan kunjungi blog saya supaya argumentasinya bukan sekedar olok-olok: dipanugrahablog.wordpress.com

      Hapus
  35. APIK TENAN BUNG WILDAN IKI..MUTLAK KUDU MESTI MASUK SURGA!NEK ORA GUSTI ALLAH BAKAL TAK DEMO!

    BalasHapus
  36. Sesama murid dilarang mengisi rapot.. :D

    BalasHapus
  37. kalau mau menerapkan se-Islam islamnya jangan menggunakan internet mas.........

    BalasHapus
  38. Allahku Rohman-Rohim kok... jadi mugo2 koen-koen meblu Suargo Kabeh!!!

    BalasHapus
  39. Weh, Jiancuk iki wong...
    Monyong-monyong ora nggenah...

    BalasHapus
  40. seandainya saudara Wildan ini beragama Islam hanya untuk mengenal dan dekat hingga manunggal dg Allah SWT, bukan berat menuhankan ke wahabiannya maka akan malu dan menyesal seumur hidupnya nulis ini.

    @wong jowo

    BalasHapus
  41. Tulisan Wildan Hasan ini menarik sebab sejatinya beberapa hal yang digaungkan oleh Cak Nun di dalam khotbah-khotbahnya rujukannya memang meragukan. Cak Nun sering menggunakan anekdot, yang entah darimana sumbernya, berbicara dengan konteks Tuhan, para malaikat, para nabi dengan nyamannya dan seakan-akan narasinya valid terverifikasi. Namun saya ragu. Ia memang memukau untuk 'hiburan' lintas agama namun 'menyesakkan' bagi puritan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasanya Cak Nun terus Ngomong Mas "tapi ini karanganku dewe"

      Hapus
  42. Hey tuhan apa kamu yg bikin blog , sok tau bgd
    Anda mngkin pintar tp kurang cerdas ,jgn karena orang tua anda muslim anda terlahir sebagai muslim ,,,,, lah kalo orang tua anda kristian atau bahkan yahudi pasti anda kadir noh ,

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan kunjungi blog saya supaya argumentasinya bukan sekedar olok-olok: dipanugrahablog.wordpress.com

      Hapus
  43. ISLAM...Islam itu nama yg sgt keramat,sgt sakti, di pk utk kgiatan apapun pasti efeknya dahsyat...tinggal manusianya sj yg memilih mw di pk utk kehancuran atau keselamatan,mw di pk utk pemusnahan atah rahmatan,mw di pk utk menebar kbencian atau kasih sayang,mw di pk utk egoisme nafsu atau kerendah hatian,dan seterusnya... monggo silahkan pilih pilihan anda masing-masing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan kunjungi blog saya supaya argumentasinya bukan sekedar olok-olok: dipanugrahablog.wordpress.com

      Hapus
  44. saat seseorang menuduh orang lain sesat, kelihatan ilmu agamanya yang cukup dangkal. ilmu agama bukan teks book teori loh mas. wong kerjamu cuma seputar sekolah dan masjid kok bicara kehidupan dan islam. dangkal mas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan kunjungi blog saya supaya argumentasinya bukan sekedar olok-olok: dipanugrahablog.wordpress.com

      Hapus
  45. ra kober komentar, lha kabeh ra serius... mas wildan neng endi koe?

    BalasHapus
  46. Ojo saling menghakimi,,,sing berhak nilai benar/salah, elek opo apik kwi Gusti Allah, kabeh menungso mong terimo nglakoni,,golek "selamet" dewe dewe,,yen wis modar ora ono sing nulungi,,ojo geger kapling surgo,,,surgo iku hak tunggale Gusti Allah,,yen jatahe dewe iku neroko yo diterimo aja,,tinggal golek RidhoNya, api neraka jika Allah meridhoi dadine ora panas, adem, podo kyo nek surgo,
    Surgo iku( asore Rogo) ,lembah manah, golek sangu dewe dewe,,,lan intine golek Ridhone Gusti Allah,

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan dalam mencari ridha Allah harus sesuai dengan apa yang Allah firmankan yaitu quran dan sesuai dengan yang Rasulullah ajarkan yaitu Sunnah

      Hapus
  47. Mas Wildan dan teman2 semua, Islam tidak mengajarkan untuk saling mengolok-olok sesama manusia, bahkan apa saja yang ada di alam semesta ini. Ketika Nabi Saw tidak suka dengan makanan beliau cukup meninggalkan, tidak mencela makanan tsbt. Sayapun mungkin juga salah (silahkan ingatkan saya, demi keslamatan saya di akhirat). Mari kita lihat sabda Rasulullaah Saw : Barang siapa yang di hatinya masih ada iman sekecil apapun, maka ia tidak akan masuk neraka, dan barang siapa yang di hatinya terdapat kesombongan sekecil apapun, maka ia tidak akan masuk syurga, ... dst, kesombongan adalah orang yang menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. (HR. Ibnu Hibban).

    BalasHapus
  48. wildan hasan terlalu tolol menafsirkan kajianya cak nun

    BalasHapus
  49. wildan..mbangane koen mabuk ora jelas becik mreneo gabung cangkruk rokokan mbek arek-arek....nyam-nyam...

    BalasHapus
  50. mas wildan hasan, sudah seberapa dalam anda belajar islam ?, sudah seluas apa wawasan anda, sehingga berani memvonis orang lain ? tampak sekali kedangkalan anda dalam memahami agama ini serta dalam memahami gus dur / cak nun..., terlepas dari apa yg anda bicarakan di atas, apakah anda telah memahami bahwa agama ini bukan sebatas syari'ah, syari'ah itu baru kulit luar saja, belum isi apalagi inti..., mari kita sama2 belajar lagi, sama2 meningkatkan kearifan dalam memahami... maaf tidak bermaksud menggurui sobat :)

    BalasHapus
  51. benar sekali kata pepatah, air beriak tanda tak dalam...,

    BalasHapus
  52. caknun ya caknun bukan wildan gitu aja kok repot

    BalasHapus
  53. saudara2ku semua, agama itu nasihat bagi siapa pun jadi mohon yang arif dan santun dalam melakukannya jauhkan dari dendam dan kebencian kedepankan cinta, kasih sayang dan keikhlasan

    BalasHapus
  54. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  55. lha kira penilaian anda ini secara Islam sebagai worldviewnya atau mengukur Islam dgn standar rasa nafsumu?

    BalasHapus
  56. Budak informasi...
    Coba 3 x aja ikut acaranya caknun, insya allah punya pandangan yang berbeda...

    BalasHapus
  57. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  58. Baru belajar Islam ya mas? Tlg belajar lg yg tekun agar bsa menghargai perbedaan antara roti dan keju

    BalasHapus
  59. sudah2, agama itu bukan suatu hal yang kasat mata yang bisa dilihat dan dinilai.
    kalo anda (wildan) belum bertabayun, lebih baik gak usah berkomentar.

    saya setuju dengan mas 'Anonim' diatas, iki mesti jamaah maiyah.

    lapangkan hati, lapangkan pikiran.

    tapi untuk arek2 maiyah juga jgn ngono lho mas, jangan kasar.
    kita kan tidak diajarkan untuk menjudge atau menilai orang lain.

    Buat mas wildan, silahkan sekali2 coba ikut maiyahan, di Jakarta ada di TIM minggu ke2 setiap bulannya. Syaratnya, hati dan pikirannya dibuka dulu. Urusan mau diterima atau tidak materinya, nanti setelahnya boleh dipertimbangkan. Tapi harus objektif. Insya Allah kalo memang pikiran anda berkembang, anda akan punya pandangan2 baru tentang kehidupan.

    BalasHapus
  60. Sangat setuju dengan WILDAM.HASAN

    BalasHapus
  61. soal “casting”. Hidung seindah dan semancung apapun menjadi mengerikan kalau letaknya tergeser setengah sentimeter. Shalat menjadi kebaikan kepada Tuhan hanya kalau dilaksanakan pada interval waktunya. Berdzikir siang-siang itu buruk ketika berbarengan dengan istri bingung tak punya beras. Bernyanyi dan bermusik dangdut itu sangat dilaknat kalau dilaksanakan di halaman Masjid ketika orang sedang shalat Jumat berjamaah

    BalasHapus
  62. Asu asu...
    Balajar jadi manusia dulu baru belajar islam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju mas, anda emang asu
      salam matamu jancuki

      Hapus
  63. reinkarnasi jadi nyamuk tak ceples cangkemu

    BalasHapus
  64. Mas Wildan anda tau gak Kristen katholik dan protestan yg asli kristen itu yang mana?
    kalo gak tahu saya jawab gak ada yg asli, kristen yang sekarang itu bukan nasrani, gereja katholik itu lahir 300 tahun sebelum Jesus lahir dan jesus yo gak punya gereja (kesimpulan cari sendiri)

    BalasHapus
  65. jangan menilai cara seseorg untuk berdakwah dengan caranya, menurut ane, cak nun itu berdakwah dengan bahasa yg sehari" di pakai orang" supaya dakwahnya itu mudah di serap mudah di pahami, contoh saja sunan kalijaga berdakwah dengan wayang itu bertujuan untuk berbaur dengan kebiasaan tempat berdakwah dan mudah diterima, karena islam itu cinta damai, anti kekerasan, cara itulah sejatinya dakwah, jdi jngn lngsng menilai seperti itu,

    saya juga mau tanya ke mas wildan, kontribusi apa yg anda lakukan dlm penyebaran islam???, dan klo cak nun salah dlm cara berdakwah, bagaimana seharusnya???,.

    BalasHapus
  66. Wildan GOBLOK hasan. Wkwkwk kasian...

    BalasHapus
  67. hehehee... saya baca komentar jadi ketawa2 sendiri.. kasian mas wildan.. 2 tahun di cemooh krn kebodohannya....

    BalasHapus
  68. Kalau penulis masih suka meng kafirkan orang lain, berarti hatinya masih kotor dengan prasangka buruk, perlu tahanut seperti rosul Ahmad sebelum menjadi nabi supaya dapat mengalahkan hawa nafsu.

    BalasHapus
  69. heuheuuu,,,gemar sekali bilang orang kafir,,ilmu mu belum seberapa mas..

    BalasHapus
  70. Jika kalian Bertemu orang yang dungu,,Kalian akan di debat habis habisan,,dan saya bisa pastikan kalian kalah,,,Jika demikian Allah lah yang akan Menghakimi atas Perselisihan kalian di dunia ini,,Dan jika kalian belum merasa cukup dengan Itu ,pasti di dunia kalian akan saling menumpahkan darah,,,Yang berkata kotor pastilah dia jauh lebih kotor dari yang di katainya,,,,,Jika kalian mencintai Rosullullah kenapa menyelisihinya?

    BalasHapus
  71. Mas Wildan, yg anda alami tak lain hanya manusia akhir zaman yg menafsirkan islam sesuai kehendak nafsunya, anda wahabi, sy tdk mencela anda walau saya bukan wahabi, saya hanya ingin berpesan kepada anda, yang istiqomah saja, semoga mereka mendapat pentunjuk dari Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ya... Menghadapi manusia akhir zaman memang berat...

    BalasHapus
  72. Mending mas wildan datangi aja cak nun pas ada acara maiyah debat langsung demi kebenaran .

    BalasHapus
  73. Mending mas wildan datangi aja cak nun pas ada acara maiyah debat langsung demi kebenaran .

    BalasHapus
  74. sembahen Tuhan rek...ojok nyembah agama...agama iku cuma sarana untuk mengenal Tuhan..lek ancene percoyo islam yo wes sembah Tuhan yang islam ajarkan lewat Nabi Muhammad SAW, pertanyaane kita ini nyembah islam opo nyembah Allah SWT? ngenal Allah gak cukup masalah syariat tok, sakdurunge mangan ..kenali panganan iku onok manfaate gak, ojok angger di pangan ae, luwih becik sinau ae trus diaplikasikan nang urip, daripada debat kusir sing gak onok titik temune. sak ngertiku cak nun slalu ngitung secara syar'i apapun sing arep didakwahkan. kenali Al Quran dan hadist ojok sepotong2 ..pahami dan ambil pelajarannya ...ojok angger njeplak iki bid'ah...iku bid'ah, iki kafir iku kafir. wong sholat sing khusyuk ae lho blm bisa....weslah mending koreksi diri masing2...daripada sibuk golek pembenaran...suwon

    BalasHapus
  75. Ngaji kok sama budayawan. Kamu tahu po kalo cak nun itu shalat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. urusan agama ibadah itu dengan tuhannya kenapa di perdebatkan

      Hapus
    2. Saya juga gak tahu apa sampeyan sholat.. trus kenapa coba

      Hapus
  76. tingkat pemahaman berbeda beda tiap manusia. jika kamu cerdas kamu ga bakal ngomong seperti itu, sepertinya kamu kurang cerdas jadinya kurang paham, belajar jangan setengah setengah jadinya salah kaprah. Lah wong edan ae tingkatane macem macem trus kamu termasuk tingkatan mana ????.......jangan baru bisa bismillah trus tuduh orang macem2 JANGAN......mending belajar lagi cari jawaban yang bener dan pemikiran yang WARAS ok...........selamat belajar lagi biar tahun depan bisa masuk SD. ????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

    BalasHapus
  77. Saya se7 sekali pendapat kamu. Tapi mereka para penggemar cak nun mata hatinya telah buta mereka tidak bisa melihat mana yg islam dan mana yg bukan. Saya sangat miris tiap kali harus berdebat dengan orang pengikut cak nun yang wawasannya dangkal.. Aq kasihan dengan mereka tapi mereka merasa meraka pintar dan paling benar. Biarlah

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih kasihan lagi hidup mu karna hanya menilai org hanya dr informasi yang belum tentu jelas sumbernya.
      saya sarankan anda ikuti jadwal pengajian nya cak nun(untuk jadwal buka aja web "jadwal cak nun" atau buka di youtube tp versi lengkap, jangan yg cm sepotong2) spy xan lebih "faham"
      atau kalo masih nggak mau, silahkan k jogja setiap bulan tanggal 17 untuk ikut mocopat syafaat, klo nggak ada boncengan, saya yang bonceng wess
      rela aq, seng penting xan "faham" dan nggak nulis sembarangan lagi.

      piyeee ???

      miris koq sm hidup org lain, emang hidup mu, aq udah bener ??
      nek bener nggak usah sholat lg, nggak usah bc alfatihah lg, krn d surat alfatihah itu ada ayat "ihdinasyirotol mustaqiim" tunjukkan aq jalan yg lurus/benar
      klo udah bener yo brrti nggak perlu sholat lg xan.

      muangkell aq :(

      Hapus
  78. Maka sesungguh nya islam agama itu menginstropeksi diri sendiri bukan orang lain,suka mengkafirkan orang lain tp kafirnya sendiri tidak dilihat,dr bewudlu saja kalian bisa tau bagian mana yg disucika,telapak tangan,mulut,hidung,tangan,rambut,telinga hingga kaki itu suatu pertanda sudah siapkah bagian tersebut disucikan?ketika kalian bermanfaat dan berbuat baik bagi orang lain, orang tidak melihat agama mu,tp perilakumu perbuatanmu,perkataanmu. . . .bila tidak bisa mengasihi jangan membenci,bila tidak bisa menghargai jangan menghina,bila tidak bisa menolong jangan menyakiti,ingat bahwa semua yg dilakukan akan kelak dipertanggungjawabkan kelak di akhirat. . .

    BalasHapus
  79. Saya merasa yg pro cak nun sama yg wahabi beda beda tipis lae (anak sumut)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alah... kamu pun gak ada bedanya cuk

      Hapus
    2. Woi kelen dua.. ngapain komen hal yg gak bermanfaat... mendingan kita ngedalamin islam secara al-quran dan hadis nabi... bukan ngurusin cak nur sama wildan

      Biarin aja bro...

      Hapus
    3. Sy sgt s7 dgn ente...

      #Biarin_Aja_Bro

      Hapus
    4. Akeksdbdueudhdkdkejdj Bzxzzzudjxnzkz...

      Kelen gak tau apa apa tntg cak nun...

      Justru cak nun yg lebih "islam"

      Bzzzjsbzbzbzbzzbzbzzz...

      Sy rbt cak nun...

      Hapus
    5. Minta digebuk ni anak...

      Otak kayak��

      Hapus
  80. lucu ya, baca komen-komennya :D
    mau komen bingung, wong saya sendiri jg nggak ngerti apa yg diperdebatkan.
    mending akeh-akeh ngaji, sinau bareng, gak lali guyon e.
    ben urip e gak kaku.
    :) :D

    BalasHapus
  81. wes podo pinter saiki wong ndk dunyo iki yo,mugo2 bener kbeh mugo2 yo salah kbeh!wes rasah geger koyo ngunu,urip iku turuten miline banyu ae(asor)ben g duwe musuh!!wasalam

    BalasHapus
  82. kok pendukung cak nun tidak sesantun cak nun-nya ya? ini namanya kena tampar satu kali langsung digebuki rame2. buat wildan: kalau mau dakwah bisa dimulai dengan belajar menulis yg baik dan benar.

    BalasHapus
  83. mas wildan, saya miris saya tidak perduli anda islam wahabi,syiah,suni,atau pun islam ktp.. tapi memurut pemikiran saya islam itu adalah rahmat untuk semua mahkluk. yuk mas sama sama kita belajar bermanfaat bagi semesta tanpa menjelekan muslim yang lain.

    BalasHapus
  84. Tirulah Rosul, dakwah tidak perlu kompromi dg budaya lokal. Bisa beri contoh dakwah rosul yg memakai budaya lokal jahiliyah?

    BalasHapus
  85. duh, lek baca komen-komene marakke ngguyu ae :D , aku gak melu2 lah ..penting ORA SETUJU karo mas wildan ae wes. ..

    BalasHapus
  86. Aku menyebut diriku muslim saja ga berani, karena itu hak prerogatifnya Alloh untuk menilai aku ini muslim atau bukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika seperti itu km tidak punya pendirian dan tergolong ling lung.kl orang nalar slagi kita mngakui agama kita islam,pernah shadat sholat skali seumur hidup brarti itu muslim.skur2 zakat juga.
      Kl km sudah mlkukan shadat shlat minimal itu sja dan kmu msih bingung km mau mngakui muslim atau kafir???lah opo kui jnenge wong sehat?sehat to mas.
      Islam agamanya muslim pngikutnya/orangnya.
      Kristen agamanya nasrani orangnya.
      La nek bingung agamamu opo yo pantes lah awakmu bingung muslim nasrani opo kjawen kentir

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  87. Hidup adalah sebuah pilihan :)
    kita yang memilih, kita yg berbuat dan kita yg mempertanggung jawabkan nanti
    terserah mereka, kalian atau saya ini hidup kita masing2 :D
    asal kita nggak mengganggu dan merugikan orang lain itu cukup :d peace love

    BalasHapus
  88. Terus berkarya mas wildan...dengan demikian kita akan makin cerdas menyikapi segala sesuatu dengan bijak....saya yakin sebelum anda mengkritisi sesuatu pasti anda sudah mempelajarinya terlebih dahulu.selanjutnya biarlah mereka yang memilih. kewajiban anda yang mengetahui hanya menyampaikan saja. kalo anda tahu tidak disampaikan malah nanti di tuntut ilmu anda sendiri.

    BalasHapus
  89. wis kadung gandrung karo caknun,,,,sampe ga ngerti salahe...coba anda ngaji pada ulama-ulama bermanhaj salaf, anda akan menemukan kekeliruan guru anda

    BalasHapus
  90. Cuma Allah yang punya hak menilai hambanya Beriman atau Kufur. Manusia memang kodratnya bersifat sombong, merasa paling mulia, jadi terlalu gampang buat menilai orang lain Kafir, Pluralism dll (melebihi Allah kayaknya).

    BalasHapus
  91. Gek kamu ki siapa to Dan Wildan. Dengan tulisanmu ini nampak sekali kekerdilanmu. Gak usah menghakimi seseorang dengan keterbatasanmu. Kafir atau tidaknya manusia tidak satupun manusia bisa tentukan. Yang jelas sikap penilaianmu ini menunjukkan kekerdilanmu. Walau jagat raya ini sekalipun kau telan tak akan m3njadikanmu menjadi manusia .....

    BalasHapus
  92. Mas wildan sepertinya kalau makan buah jeruk yg dimakan langsung dengan kulit2nya ya..mas wildan jika berkenan monggo mas kapan2 kita sharing sama2..

    BalasHapus
  93. Manusia hidup itu sebagai khalifa atas kebesarannya yg membawa cinta kasih dalam hidup ini..manusia rahmatallil alamin..kepada semesta alam ini (memahayu hayuning buwana)..itu kodrat kita sebagai manusia meskipun tidak dipungkiri kita manusia juga berbuat angkara murka,(ketidak bajikan)..kita tidak hidup sendiri di alam ini..dan soal kebenaran itu adalah milik yang hakiki mas wildan..

    BalasHapus
  94. Yang nulis pengen terkenal saja kali. Biar blognya banyak dikomen orang. Hikhikhik....

    BalasHapus
  95. Yang nulis pengen terkenal saja kali. Biar blognya banyak dikomen orang. Hikhikhik....

    BalasHapus
  96. Jangan bawa-bawa nama 'Cak Nun' Mas, berat lho. Mending dikenali dulu siapa itu Cak Nun, bagaimana sepak terjangnya, pola berfikirnya, cara dakwahnya, dn lain2. Sinau maneh Mas, ben gak ditawur wong akeh ... Heuheu.

    BalasHapus
  97. buat para pendukung Cak Nun yg MERASA BAGIAN DARI ISLAM,
    kenalilah Quran & Hadist terlebih dahulu sblm mengenal Cak Nun agar tau mana yg benar & mana yg salah..
    saya tidak mendikte anda, anda buktikan sendiri..hehe

    BalasHapus
  98. buat para pendukung Cak Nun yg MERASA BAGIAN DARI ISLAM,
    kenalilah Quran & Hadist terlebih dahulu sblm mengenal Cak Nun agar tau mana yg benar & mana yg salah..
    saya tidak mendikte anda, anda buktikan sendiri..hehe

    BalasHapus
  99. Welas asih marang sopo wae rek..becik ketitik ala ketara.

    BalasHapus
  100. Judul dan isi tulisan belum memenuhi ekspetasi saya....kirain bakal menerangkan panjang plus banyak dalil...

    BalasHapus
  101. pendek sekali penjelasannya. argumen km belom bnyak mendukung cuma menyampaiakan kebencian terhadapa seseorang

    BalasHapus
  102. dari yang baca dari atas sampai bawah,.maaf kenapa bahasa pendukung cak nun kasar2 ya,.apa karena cak nun sering "katanya" dakwah dengan menyebut *su,Baji*ngan dll?..ojo nesunan nopo,.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ada pengajian / sinau bareng cak nun, monggo mas datang biar tidak "katanya" lagi . Kalau mas berhalangan hadir cukup lihat di YouTube saja. Biar ndak penasaran

      Hapus
  103. Maju terus,saudaraku. Sampaikanlah kebenaran meskipun menyakitkan dan meskipun mendapatkan cemoohan dari para pendukung agama nenek moyang nusantara yang sarat dengan bid'ah,khurafat,dan klenik.

    BalasHapus
  104. bunuh ayo bunuh bunuh saja

    ayo cepat bunuh

    yang tidak sama bunuh saja \

    ayocepattt

    BalasHapus
  105. Assalamualaikum senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman-teman disini. barangkali ada teman-teman yang sedang kesulitan masalah keuangan. Beberapa waktu yang lalu perusaan percetakan saya dirundung hutang yang cukup besar. Hal itu di akibatkan melonjaknya harga kertas dan tenaga upah yang harus saya bayar kepada para karyawan saya. Sementara itu beberapa tender yang nilainya cukup besar gagal saya menangkan. Akibatnya saya harus menjaminkan mobil saya saya untuk meminjam hutang dari bank. Namun hal itu belum cukup menutup devisit perusaan. Bahkan pada akhirnya rumah beserta isinya sempat saya jaminkan pula untuk menutup semua beban hutang yang sedang dilanda perusaan. Masalah yang begitu berat bukan mendapat support dari istri justru malah membuat saya bersedih bahkan sikapnya sesekali menunjukan rasa kecewa. Hal itu di sebabkan semua perhiasan yang sempat saya hadiahkan padanya turut saya gadikan. Disaat itulah saya sempat membaca beberapa situs yang bercerita tentang solusi pesugihan putih tanpa tumbal dan akhirnya saya bertemu dengan Kyai Sukmo Joyo. Kata pak Kyai pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan penarikan uang gaib 5milyar dengan tumbal hewan. Tanpa pikir panjang semua petunjuk pak.kyai saya ikuti dan hanya 1 hari. Alhamdulilah akhirnya 5M yang saya minta benar benar ada di tangan saya. Perlahan hutang-hutang saya mulai saya lunasi. Perhiasan istri saya yang sempat saya gadaikan kini saya ganti dengan yang lebih bagus dan lebih mahal harganya. Dan yang paling penting bisnis keluarga yang saya warisi tidak jadi koleps. Jika ingin seperti saya. Saya menyarankan untuk menghubungi kyai sukmo joyo di 0823.9998.5954 situsnya www.sukmo-joyo.blogspot.co.id agar di berikan arahan

    BalasHapus
  106. Kalo sampeyan gethuk po kripik po gaplek po tape sing paling bner y monggo aku pilih TELOne wae..

    BalasHapus
  107. Kalo sampeyan gethuk po kripik po gaplek po tape sing paling bner y monggo aku pilih TELOne wae..

    BalasHapus
  108. yaelah,,, ini bocah. Coba lihat link partnernya :

    http://eramuslim.com
    http://republika.co.id
    http://detik.com
    http://nahimunkar.com
    http://hidayatullah.com
    http://dakta.com
    http://voa-islam.com
    http://arrahmah.com

    Dah ketahuan wahabi tulen.
    Itu situs2 kurang bertanggung jawab, bnyak bikin berita hoax dan tanpa data akurat. Jurnalistik satu pihak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kwi sijeh link bokepe lo ganπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  109. Saya baru tau... Kok orang yang membuat jarak dengan kesenangan duniawi atau zuhud ini bisa dibilang busuk?.. Barang kali.. Hatinya mas wildan saja yg belum mampu melihat sebuah keistimewaan dari seorang mbah nun..

    BalasHapus
  110. Mas wildan... mugi" cepet ole hidaya teko sing kuoso... mbok solawatan bareng ojo mung kemerungsung tok atimu... yo wes lnjutkan pencarianmu.. semangat teneng. Rilex.. jgn lupa senyum okee

    BalasHapus
  111. Arek siji dikeroyok wong sak abrek, mungkin mas wildan inilah murid kebanggaan cak nun

    BalasHapus
  112. Cak nun dan gus dur adalah guru bangsa,

    BalasHapus
  113. begini lho mas mas yg dimuliakan Tuhan.. ibarat nasi campur atau sego rames.. karna dicampur itulah menjadikan nikmatnya nasi campur.. mbokya mari kita sareng" bareng" menuju indonesia yg utuh , tidak perlu menjatuhkan satu sama lain hanya soal pemikiran" yg kita anggap (penting) untuk bangsa ini , toh semua udah ada jatahnya masing".. ada yg ngurusin masing".. kamu biru , saya hitam.. kita sama sama lahir , besar , hidup , bernafas , bertetangga , mencari nafkah , dsb di negeri indah ini.. mari saling menghormati dan membantu dengan dasar MANUSIAWI atas alasan senegara dan satu bendera.. setuju mboten?

    BalasHapus