4.18.2012

Fakta Majapahit, Gajah Mada dan Islam

QUESTION 14 : Kerajaan Majapahit berhasil menyatukan wilayah Indonesia karena kehebatan Patih Gajahmada yang terkenal dengan Sumpah Palapa-nya.
(A. SETUJU B. TIDAK SETUJU). —

Penjajah berkepentingan untuk mengubur Islam sebagai akar budaya nasional dan menggantinya dengan Hindu (atau selain Islam). Sehingga dilakukan berbagai usaha seperti penyimpangan sejarah dan mengangkat budaya dan tradisi hinduisme sebagai akar budaya nasional, misalnya membongkar kembali borobudur dan prambanan yg sudah hancur dan terkubur dll.

Kepentingan kolonialisme sebagaimana kita mafhum adalah penyebaran ajaran Kiristen (Gospel) serta motivasi balas dendam atas kekalahan Kristen dalam perang Sabil (salib). Sehingga apapun yang berbau Islam dimusnahkan.

Demikian pula, Majapahit dan hinduisme diangkat terus serta dipaksakan dalam penulisan sejarah sebagai cikal bakal dan nenek moyang bangsa. Padahal tidak demikian.

Oleh karena itu, cobalah tanyakan kepada anak2 kita sekarang, apakaha meraka mengenal Raden Fatah, Raja Muslim pertama di Tanah Jawa. Raden Patah adalah putra Raja Majapahit, sekaligus santri dari Sunan Ampel. Tanyakan kepada para Siswa di Sekolah2 Islam, apakah mereka mengenal dan mengagumi Sultan Agung yang mengirimkan tentaranya dari Yogyakarta ke Jakarta untuk mengusir penjajah Portugis?

Tapi, kita dan anak2 kita dicekoki sebuah cerita bahwa Nusantara pernah disatukan oleh Gajah Mada. Bahwa kerajaan Hindu itulah yang berhasil yang berhasil menyatukan Nusantara. Sehingga opini yang disampaikan kepada anak2 kita tampaknya: "Islam datang untuk menghancurkan kejayaan Indonesia yang sudah berhasil dibangun oleh Majapahit!"

Sebab, setelah itu - sebagaimana digambarkan dalam buku pelajaran sejarah - muncul kerajaan2 Islam yg tdk pernah berhasil menjelma menjadi kerajaan nasional, sebagaimana Sriwijaya dan Majapahit. Jadi, Islam digambarkan sebagai faktor yg tdk kondusif sebagai "pemersatu Indonesia". Dengan kata lain, Indonesia hanya bisa disatukan bukan dengan Islam, tetapi dengan ideologi lain, apakah ateisme, animisme, atau sekularisme. Pada akhirnya sampai saat ini msh byk yg phobi kepada syariat Islam.

Padahal, coba diperiksa dan pertanyakan; kapan Majapahit benar2 berhasil menyatukan Nusantara, wilayahnya sampai mana, dengan cara apa Majapahit menyautkan Nusantara? katanya, Gajah Mada pernah bersumpah, namanya Sumpah Palapa! Apakah sumpah seseorang bisa dijadikan bukti bahwa dia berhasil mewujudkan sumpahnya?

Prof. C.C. Berg, termasuk yg mengkritik upaya pengkultusan dan pemitosan kebesaran majapahit. (Maret 1952)

Mitos kebesaran dan keruntuhan Majapahit banyak dikisahkan dalam kitab Darmogandul (kitab yang isinya penuh penghinaan terhadap Islam, Nabi Muhammad dan Al-Qur'an) yang juga meratapi keruntuhan Majpahit dan mencerca para penyebar Islam di Tanah Jawa (Wali Songo).

Serat Darmogandul begitu menggebu-gebu menyerang Islam dan mengharapkan orang jawa berganti agama, dengan meninggalkan Islam. (Lihat, Anonim. Darmogandul. Cet IV. Kediri: Penerbit Tan Khoen Swie, 1955)

Setelah diteliti ternyata serat Darmogandul merupakan karya dari seorang Kristen bernama Ngabdullah Tunggul Wulung atau dikenal dengan nama baptis Ibrahim Tunggul Wulung. Ngabdullah merupakan sosok yang intens bersentuhan dengan sejumlah pendeta Kristen Belanda.

maka jelas nampak benang merah antara upaya mengunggulkan Majapahit dengan kolonialisme.

Hidayatullah.com--DISAMPING banyak berisi penghinaan melalui pemaknaan istilah Islam dengan ungkapan-ungkapan jorok, ternyata Darmagandul juga berisi banyak kisah-kisah yang bersumber dari Bible. Lebih dari itu, ungkapan-ungkapan di dalamnya berisi ajakan untuk meninggalkan ajaran Islam dengan memeluk ajaran Kristen.

Di sisi lain, Darmagandul sendiri banyak memiliki cacat ilmiah. Baik itu karena ada kesalahan dalam data sejarah, kontroversi mengenai identitas penulisnya atau karena karya lain yang menjadi rujukan dalam penulisannya sendiri amat bermasalah.

Namun anehnya, ada pihak-pihak yang masih menjadikan Darmagandul sebagai sumber sejarah dan diperlakukan sebagaimana layaknya sebuah karya ilmiah. Nah, bagaimana pemaparan selengkapnya?

Tulisan ini lanjutan dari tulisan sebelumnya berjudul: “Otak-Atik Gathuk” Serat Darmagandul [1]

***

Dalam Darmagandul, wali diartikan sebagai walikan (kebalikan). Artinya, para ulama Walisongo telah diberi kebaikan namun kemudian membalas dengan keburukan.

“Punika sadat sarengat, tegese sarengat niki, yen sare wadine njengat, tarekat taren kang estri, hakekat nunggil kapti, kedah rujuk estri kakung, makripat ngretos wikan, sarak sarat laki rabi, ngaben ala kaidenna yayah rina.”

Artinya, ”Lapal semacam itu adalah dinamakan syahadat Syari’at. Sarengat artinya, kalau sare (tidur) kemaluannya jengat (berdiri). Ada perkataan lain yang selalu dihubungkan dengan sarengat, yaitu tarekat, hakekat, dan ma’ripat. Tarekat artinya taren (bertanya, minta setubuh) kepada isteri, hakekat artinya: bersama selesai, lelaki dan wanita harus rukun (solider), ma’ripat artinya: mengerti, yakni mengetahui sarat pernikahan, dan dilakukan di waktu siang juga boleh.”

Demikianlah Serat Darmagandul berbicara mengenai beberapa istilah Islam dan memlesetkannya menjadi ungkapan-ungkapan jorok yang sama sekali jauh dari arti yang sesungguhnya. Hal ini ditunjukkan oleh Prof. H.M. Rasjidi dalam buku “Islam dan Kebatinan”.

Ungkapan uthak-athik gathuk yaitu usaha menghubung-hubungkan sejumlah istilah yang sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan permainan kata-kata agar sesuai dengan kepentingan yang menjadi misinya yang merendahkan Islam banyak dijumpai di Serat Darmagandul. Disamping berbicara mengenai syari`at, tarekat, hakikat atau ma`rifat, ia juga berbicara mengenai Al-Qur`an beserta para rasul.

Al-Qur`an sendiri “ditafsirkan” secara serampangan dengan plesetan. Misalnya, dalam penafsiran Surat Al Baqarah, penulis Darmagandul mengungkapnkan sebagai berikut:

“Tetep ing alame lama, kasebut Dalil Kurani, alip lam mim, dallikale kitabul rahepa pami, lara hudan lilmuttakin, waladina tegesipun, alip punika sastra, urip boten kenging pati, lami-lami mung ngangge alame lama. Alame lam mim dallikal, yen turu nyengkal ing wadi, tegesipun kitabulla,natab mlebu ala wadi,tegese rahabapi, rahaba kang nganggo sampur, hudan lil muttakiina, yen wus wuda jalu estri, den mutena wadi ala jroning ala.”
Artinya, ”Tersebut dalam Al-Qur`an: Alif Lam Mim, dzalikal kitabu la raiba fihi, hudan lilmuttaqien, alladzina ...artinya: (menurut Damogandul) Dzalikal, jika tidur kemaluannya nyengkal (berdiri) kitabu la; kemaluan lelaki masuk di kemaluan perempuan dengan tergesa-gesa; raiba fihi perempuan yang pakai kain; hudan; telanjang (bahasa Jawa: wuda) Lil muttaqien; sesudah telanjang kemaluan lelaki termuat dalam kemaluan wanita ... “
Utak-atik kata dari istilah-istilah, yang bertujuan merendahkan Islam dan para utusan Allah bisa juga ditemui di bagian lain dari Darmagandul:

“Niku agami muchammad, saminipun agamine Nuh Nabi, nuh neh remeh kawruhipun, niku nabine bocah, remen rumat abang kuning nedi tuwuk, …”

Artinya, “Itu agama Muhammad, sama dengan agama Nabi Nuh, Nuh adalah remeh pengetahuannya, itu nabinya untuk anak-anak (kekanak-kanakan), suka menyimpan merah kuning (maksudnya: sifat tercela) dan makan kenyang …”

Walhasil, cara pembahasan yang digunakan dalam Darmagandul tidak memiliki patokan metodologi yang jelas dan hanya menyandarkan pada teknik otak-atik gathuk. Dari upaya-upaya yang didukung dengan teknis yang tidak elegan ini, secara jelas telah menunjukkan bahwa Serat Darmagandul memang sekedar ditulis untuk sebuah “permainan” dalam artian perbuatan yang tidak bertanggungjawab. Oleh karena itu, seharusnya sukar menjadi referensi kepustakaan yang bersifat ilmiah, apalagi menjadi sebuah ajaran.

Ada Bible di Darmagandul

Marginalisasi ajaran Islam dilakukan penulis Darmagandul dengan menyatakan bahwa hukum dalam Al-Qur`an sudah tidak berlaku dan sebagai gantinya adalah hukum Kristen.

“Panjenengan Nabi Dawud, putranira kang tuwa, Abe Salam ingkang nami, mungsuh bapa anggege keprabonira. Dawud kengser saking praja, Abe Salam kang gumanti, sawise antara warsa, Nabi Dawud sarta dasih, wangsul amukul nagri, Sang Abe Salam lumayu, angungsi wana-wana, ginawa mbandang turanggi, pan kecantol tenggaknja oyoding wreksa. Kudane mberung lumajar, Abe Salam iku kari, tenggaknya ketjantol lata, gumatung wreksa ngemasi, iku kukume Widi, yen wong mungsuh bapa ratu…”

Itulah sepenggal kisah dari Serat Darmagandul yang mengisahkan tentang perebutan kekuasaan antara Nabi Dawud dan Absalom, puteranya. Demikian terjemahnya lengkapnya, “Putra Nabi dawud yang tua bernama Absalom, melawan ayahnya untuk merebut tahta. Dawud terusir dari istana dan Absalom menggantikannya sebagai raja. Setelah beberapa tahun Dawud kemudian menyerang Absalom dan berhasil merebut negerinya. Absalom melarikan diri dengan mengendarai kuda. Kudanya terus berlari kencang meskipun kepala Absalom menyangkut di dahan pohon, itulah hukum Tuhan, jika anak bermusuhan dengan ayahnya yang seorang raja…”

Kisah kedurhakaan putra Dawud di atas tarnyata hanya dapat dijumpai dari kitab II Samuel pasal 15 hingga 18. Kisah lain adalah cerita Darmagandul bahwa Nabi Dawud menghendaki (berzina) dengan Batsyeba, istri bawahannya yang bernama Uria. Dawud kemudian membuat muslihat agar Uria maju ke barisan terdepan medan pertempuran. Harapannya, Uria akan terbunuh dalam peperangan dan Batsyeba dapat diperistri oleh Dawud. Sumber cerita ini dapat ditelusur berasal dari II Samuel pasal 11 dan 12.

Penyisipan isi Bible ke dalam Darmagandul disamping menggunakan ungkapan yang amat gamblang seperti kasus di atas, terkadang juga menggunakan simbol-simbol. Sebagai contoh, adalah penggunaan ungkapan wit kawruh (pohon pengetahuan), wit kuldi (pohon Kuldi), dan wit budi (pohon budi). Wit kawruh digunakan sebagai simbol untuk mendeskripsikan Agama Nashrani, wit kuldi merupakan simbolisasi Agama Islam, dan wit Budi merepresentasikan “agama asli Jawa” yang oleh Darmagandul disebutkan sebagai Agama Budha. Hal ini dapat dilihat dalam contoh sebagai berikut:

“Lamun seneng neda woh wit budi, mituruta babon, Buda-Budi karan agamane, anyebuta Dewa Batara Di, Lamun seneng bukti, woh wit kajeng kawruh, Anyebuta asmane Jeng Nabi Isa kang kinaot, mituruta Gusti agamane, lamun seneng neda woh wit kuldi, njebuta Jeng Nabi Muhammad Rasulun.”

Artinya, “Jika suka memakan buah Pohon Budi, maka ikutilah induk, Agama Buda-Budi, Sebutlah nama Dewa Batara Di. Jika suka bukti, makanlah buah Pohon Pengetahuan, Sebutlah nama Nabi Isa yang termuat, turutilah Agamanya. Jika suka memakan buah Pohon Kuldi maka sebutlah nama Nabi Muhammad.”

Dari kutipan di atas telah cukup dimengerti bahwa istilah-istilah tersebut mewakili sebuah makna secara khusus. Ide penggunaan simbolisasi agama dengan meminjam nama “jenis pohon” dapat dilacak sumbernya sebagai berikut:

“Darmogandul matur, nyuwun diterangake bab enggone Nabi Adam lan Babu Kawa pada kesiku dening Pangeran, sabab saka enggone padha dhahar wohe kayu kawruh kang ditandur ana satengahing taman firdaus. Ana maneh kitab kang nerangake kang didhahar Nabi Adan lan Babu Kawa iku woh Kuldi, kang ditandur ana ing swarga. Mula nyuwun diterangake, yen ing kitab Jawa diceritaake kepriye, kang nyebutake kok mung kitab Arab lan kitabe wong Srani.”

Artinya, “Darmagandul berbicara, minta diterangkan bab cerita Nabi Adam dan Hawa yang dihukum oleh Pangeran, sebab telah memakan buah pohon pengetahuan yang ditanam di tengah taman firdaus. Ada lagi yang menerangkan bahwa yang dimakan Nabi Adam dan Hawa itu buah Kuldi, yang ditanam di Surga. Maka minta diterangkan, jika dalam kitab Jawa diceritakan bagaimana, yang menyebutkan mengapa hanya kitab Arab dan kitab Agama Nashrani.”

Ternyata, ide penggunaan istilah “wit kawruh” rupanya diperoleh pengarang Darmagandul dari kitab Suci Kristen. Hal ini dapat dilihat dalam Kejadian 2:16-17 sebagai berikut: “Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Jika demikian faktanya, pengarang Serat Darmagandul bisa dipastikan merupakan penganut Kristen yang telah bersentuhan dengan sejumlah cerita Perjanjian Lama. Ide-ide dari kitab tersebut lantas diolah sehingga menghasilkan jalinan cerita dalam Serat Darmagandul. Tidak mengherankan jika kitab berbahasa Jawa berbau pornografi ini kental dengan kisah yang bersumber dari Perjanjian Lama.

Kedekatan Serat Darmagandul dengan Kekristenan ini diakui oleh sejumlah penulis dan akademisi. G. W. J. Drewes, orientalis Belanda, dalam tulisannya “The Struggle Between Javanism and Islam as Illustrated by Serat Dermagandul” di Jurnal BKI mengungkapkan bahwa buku ini menghadirkan term-term yang menunjukkan adanya pembahasan tentang ajaran Kristen di dalamnya. Philip Van Akkeren, orientalis Belanda lainnya, bahkan berspekulasi bahwa Darmagandul merupakan karya dari seorang Kristen bernama Ngabdullah Tunggul Wulung atau dikenal dengan nama baptis Ibrahim Tunggul Wulung. Ngabdullah merupakan sosok yang intens bersentuhan dengan sejumlah pendeta Kristen Belanda. Teori ini memang mampu menjelaskan keberadaan anasir Kristen dalam Serat Darmagandul. Namun ketidakjelasan argumentasi Van Akkeren dan ketidaksesuaian dengan sejumlah fakta, justru menguatkan bahwa teori ini lemah dan dapat dibantah.

Belakangan, teori Van Akkeren ini nampaknya mendapat dukungan. Bambang Noorsena, tokoh Kristen Orthodoks Syria (KOS), dalam bukunya “ Menyongsong Sang Ratu Adil: Perjumpaan Iman Kristen dan Kejawen”, senada dengan Van Akkeren menganggap bahwa Tunggul Wulung dimungkinkan merupakan pengarang serat tersebut.

Kristenisasi

Pengarang Serat Darmagandul sejak awal beritikad menampilkan bahwa agama Nashrani lebih unggul dibandingkan agama-agama lainnya. Motif ini dapat ditelisik, dimana Islam senantiasa ditampilkan dalam image negatif. Ajaran Kristen sendiri ditempatkan secara positif dalam gambaran sebagai berikut:

“… Kang diarani agama Srani iku tegese sranane ngabekti, temen-temen ngabekti mrang Pangeran, ora nganggo nembah brahala, mung nembah marang Allah, mula sebutane Gusti Kanjeng Nabi Isa iku Putrane Allah, awit Allah kang mujudake, ...”

Artinya,”… Yang disebut agama Nashrani adalah sarana berbakti, benar-benar berbakti kepada Tuhan tanpa menyembah berhala, hanya menyembah Allah, maka sebutannya Gusti Kanjeng Nabi Isa itu Putra Allah, sebab Allah yang mewujudkan.”

Selain itu Serat Darmagandul juga mencoba mengetengahkan upaya marginalisasi ajaran Islam dengan menyatakan bahwa hukum dalam Al-Qur`an sudah tidak berlaku dan sebagai gantinya adalah hukum Kristen. Simak ungkapan berikut:

”Kitab ‘Arab djaman wektu niki, sampun mboten kanggo, resah sija adil lan kukume, ingkang kangge mutusi prakawis, kitabe Djeng Nabi, Isa Rahullahu.”

Artinya, “Kitab Arab pada jaman ini sudah tidak terpakai sebab hukumnya meresahkan dan tidak adil. Yang digunakan untuk memutuskan perkara adalah kitab Nabi Isa Rahullah.”

Adapun puncak dari seluruh motif dan kepentingan dalam penulisan buku Darmagandul digambarkan dalam suara kutukan roh Prabu Brawijaya terhadap Raden Patah sebagai berikut :

“…eling-elingen ing besuk, yen wis ana agama kawruh, ing tembe bakal tak wales, tak ajar weruh ing nalar bener lan luput, pranatane mengku praja, mangan babi kaya dek jaman Majapahit.”

Artinya, “Ingat-ingatlah besok, jika ada agama pengetahuan, maka akan kubalas, akan kuajari pengetahuan yang benar dan salah, peraturan tata negara, memakan babi seperti jaman Majapahit.”

Puncaknya, Serat Darmagandul ingin mengatakan bahwa Islam akan kalah oleh agama kawruh, dalam hal ini sebangun dengan pohon pengetahuan yang maksudnya adalah Kristen. Serat Darmagandul seolah-olah sedang memberikan ramalan masa depan bahwa Islam di Jawa akan ditundukkan oleh Kristen yang dianggap akan mengajar benar dan salah serta menghalalkan babi. Maka telah jelas bahwa penulisan Darmagandul sejak awal dimaksudkan guna kepentingan misi penginjilan, bukan kitab bagi kalangan kebatinan. */Susiyanto, SAHID

46 komentar:

  1. Eeh... Wildan Hasan, menurut ente gimana itu para pahlawan (Imam Bonjol atau Diponegoro) yang kemana2 selalu bawa keris? Apa ente mau bilang musyrik seperti keyakinan wahabimu itu? Kalo ente gak bisa jawab mending pulang kampung aja luh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngawur ajah ente masa bawa keris ko musrik. Kalo buat senjata untuk melindungi diri itu sah2 saja. Kalo disembah atau diagung2 kan ada karomahnya misalkan itu baru musrik. Ono ono wae ente. Perlu belajar lagi tuh tapi pake hati yg jernih yo

      Hapus
    2. Bawa mobil juga bisa musyrik... bila karena mobil kita lupa sholat dan agama kita ...kalau dipakai sebatas memperingan kerjaan yaaa apalah artinya.... ngawur aja sampeyan bilang musyrik.... belajar lagi ah,,, M. bin Abd Wahab....

      Hapus
    3. Saudara Wildan teruslah menulis untuk orang-orang bodoh disini, anda cukup ilmiah memaparkan tulisan anda, sementara kebanyakan komentator disini hanya bisa berkata "tolol", "sarap", "sampah", "monyet" dll dibalik ketololan mereka sendiri. Wajar apabila yg berbicara demikian adalah orang2 kafir, nah ini yang muslim berusaha mempermalukan saudaranya sendiri. Stigma negatif atas pemikiran Syekh Abdul Wahab (ulama pemberantas musyrik dan bid'ah) seolah menutup hati mereka untuk mempelajari Islam dengan benar dan tanpa disertai taklid buta kepada ulama, kiayi, ustadz, atau habaib. Imam Syafi'i pernah berpesan, "Janganlah ikut-ikutan kepada seseorang dalam urusan agama kalian, karena orang itu juga mungkin salah" (Majmu Fatawa), renungkan nasihat ini kalau memang anda (M. bin Abd Wahab) mengaku bermadzhab Syafi'i. Barakallahu...Anda (mas Wildan) pemberani dengan menampilkan nama anda, sementara kebanyakan makhluk disini menggunakan nama sebagai Anonim untuk menghujat, anak TK saja akan menyebutnya PENGECUT.

      Hapus
    4. Syekh Abdul Wahab itu bukan ulama pemberantas musyrik dan bid'ah tapi untuk memerangi Syiah dan keturunannya. Jadi seandainya dikaji dengan teliti dan ternyata Syiah yang benar, berarti Syekh Abdul Wahab itu ulama kentut

      Hapus
  2. Kalau saya sih sebagai manusia Indonesia baru pertama kali tahu serat Darmagandul....seperti The Divine Comedy nya Jawa berarti. Mungkin juga Ngabdullah itu orang liberal, bukan Kristen, walaupun dekat ma gereja bukan berarti dia orang Kristen kan. Dari pengalamn saya berbincang-bincang, orang non-Islam itu banyak yang respek sama kita, tapi ada orang-orang Islam yang 'rela' menghinadinakan agama cuma untuk tampil baik di wajah Barat. Ya gitu deh....Bagi saya kenyataan bahwa Majapahit adalah negara Hindhu atau Borobudur adalah candhi Buddha tidak melunturkan iman saya. Saya malah makin yakin ma Islam. Kata guru Sejarah saya (yang kebetulan seorang muallaf), beberapa faktor mengapa nenek moyang kita yang Hindhu-Buddha memilih Islam sebagai agama baru mereka adalah karena Islam waktu itu tak mempunyai kasta (seperti Buddha, tak spt Hindhu) dan tidak memiliki sistem kependetaan serta mudah dijalankan (tanapa biaya, ritual Buddha dan Hindhu pada waktu itu memakan biaya mahal). Itu artinya nenek moyang kita adalah bangsa yang cerdas. Saya seorang Muslimah
    tradisionalis....jadi kalau ada artikel kaya begini dikaji dulu...jadi saya minta ijinnya untuk menulis komen ini :)

    BalasHapus
  3. He he he Wildan Hasan alias Ceceng Rucita diem aja bingung kaleeeeee

    BalasHapus
  4. menurut urut urutan nya alangkah baik nya di urut menurut ahli urut nya...uruttan jasad walau dari kepala akan turun ke kaki...jika dari kaki akan naik ke kepala.urutan silsilah riwayat agama lebih baik anda urutkan lebih teratur lagi hingga menemui kebenaran bukan muter2 tapi ga sampe...sampekan salam,hingga di jawab wassalam.....

    BalasHapus
  5. lihat aja sekarang. indonesia dipimpin oleh pemimpin-pemimpin dari satu agama minoritas, dan lihat apa yang di dapat bangsa ini ?, banyak penderitaan dan bencana ! terlalu egois dan munafik !

    BalasHapus
    Balasan
    1. dimana mana juga yg minoritas yg mimpin gan dari amrik sampai singapur juga gitu apa lou mau bilangs emua negara di dudnia ini munafik, ngomong mikir jangan kaya kentut asal enak kelaurnya saja......, lou lihat mana mau orang ameriak yg mimpin Orang Muslim..., waktu obama tahu dia da nama Husainya saja dia langsuang ralat bahwa dia adalah seoarang Nasranai... lou mau bilang apa.... di amrik yg byk kristenya mana mau di pemimpinanya seroang muslim atau di india juga sama.., sekelas kota saja manamungkin walia kota atau wakil wali kotanya bukan seagama yg mayoritas tapi pengecualian untuk JAKARTA cuman satu satunya orang non muslim yg di percaya mimpins ebagai wali kota............, apa lou mau bilang kita (indonesia) ini munafik.., asal lou tahua ja ya sob pak Basuki itu sebelaum jadi wakil wali kota ia jadi pemimpin di salah satau di tempat kelahiranya mas ikhal (novelis laskar pelangi) dan asal lou tahua aj bro di situ mayoritas muslim bro....,apa lou masih bsia bilang indonesia munafik., yg kaya gini cuman ada di indoensia bro. orang msulim Indonesia sudah sangat terbuka......., hanya saja orang-orang non muslim di luars ana ( luar negeri) yg intoleran,s ekali lagi ya sob aman mau texas gubernurnya seorang muslim..........., kecuali orangnya sudah mayoritas muslim.... di amrik gak bakal ada. gak bakal ada. cuamndi indoensia

      Hapus
  6. bagi saya, Islam menentramkan jiwa. perbedaan pendapat wajar saja,sepanjang tali persaudaraan tetap terjaga.

    BalasHapus
  7. "Sultan Agung yang mengirimkan tentaranya dari Yogyakarta ke Jakarta untuk mengusir penjajah Portugis."

    Salah, Sultan Agung mencoba mengusir Belanda. Justru ada indikasi, Mataram minta bantuan Portugis di Malaka dalam serangan ini.

    Kedua, sejarah Majapahit bukan diambil dari buku Dharmogandhul, itu buku termasuk baru kok.

    Sejarah Majapahit diambil dari lontar seperti Sutasoma dan Negara Kertagama. Juga dicocokkan dengan catatan dari Cina.

    BalasHapus
  8. heh monyet, nggak usah ngespam sembarangan lo
    ngotorin forum aja

    klo pengen blognya laku, bukan gini caranya!!!

    BalasHapus
  9. Mendingan bikin undang-undang aja....klo hanya yg beragama Islam boleh tinggal di Indonesia......ngerasa rugi ya klo ada orang non muslim di Indonesia?....justru Indonesia rugi ada manusia keparat seperti lu disini...lu tinggal aja di negeri onta....

    BalasHapus
  10. Bener kata Ahok....ngga usah bicara Ahlak....yg penting perbuatan aja deh....berbuat yg baik utk sesama...Si Wildan ini ada contoh dari manusia yg cuma bicara Ahlak tapi kelakuan dodol....lu pikir dgn lu bicara tentang Islam seperti yg lu tulis banyak yg kagum? Justru ngerasa aneh...koq Islam benci banget sama orang Non Muslim...emang klo lu benci sama non muslim ente bakal masuk surga? Yg ada masuk jamban lu....

    BalasHapus
  11. Goblok kok dipelihara :)

    baca yang banyak ya, lihat dari berbagai perspektif

    BalasHapus
  12. Orang sarap. Ngotorin kaskus cuman buat blog sampah dan enggak ada gunanya kayak gini. Udah sana balik ke SD lagi belajar jangan bolos ato pacaran. Modelnya hit and run gitu, nyampah di setiap trit kaskus! Bocah ababil! Bangsat!

    BalasHapus
  13. hei wildan, mendingan lo kut atheis aja sama kayak gue, daripada lo dihujat kaum lo sendiri..

    kita free man... uyeeee...

    BalasHapus
  14. wah nih orang spam molo dikaskus, anda orang yg benci sekali ya dg kristen?

    BalasHapus
  15. Teruslah menulis untuk orang-orang bodoh diatas, anda cukup ilmiah memaparkan tulisan anda, sementara kebanyakan komentator disini hanya bisa berkata "tolol", "sarap", "sampah", "monyet" dll dibalik ketololan mereka sendiri. Wajar apabila yg berbicara demikian adalah orang2 kafir, nah ini yang muslim berusaha mempermalukan saudaranya sendiri. Stigma negatif atas pemikiran Abdul Wahab (ulama pemberantas musyrik dan bid'ah) seolah menutup hati mereka untuk mempelajari Islam dengan benar dan tanpa disertai taklid buta. Barakallahu...Anda pemberani dengan menampilkan nama anda, sementara kebanyakan makhluk diatas menggunakan nama sebagai Anonim, anak TK saja akan menyebutnya PENGECUT.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggak usah sok bego, orang juga gak bakal ngehujat yg punya blog klo dia sendiri ga ngespam sembarangan di kaskus

      Hapus
  16. Ini Wildan menulis kayak kutu loncat, mula2 menghujat Belanda, lalu Majapahit kena getahnya jg, blom puas lalu pribadi Gajahmada jg dicecar, ujung2-nya ternyata itu cuma pengantara utk ekspresi kebencian kepada non-muslim.

    Ada-ada saja....

    BalasHapus
  17. Barakallahu...Anda pemberani dengan menampilkan nama anda, sementara kebanyakan makhluk diatas menggunakan nama sebagai Anonim, anak TK saja akan menyebutnya PENGECUT.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba renungkan,,tpi jgn sambil ngelamun "antara awal dan akhir itu hanyalah proses perlu kita pahami hal itu karena proses awal itu hanya merekalah yang tau kita hanyalah pengikut pohon apapun yg kita ikuti,,,kita jgn sampai jadi benalu "tak ada yg sempurna,,itu mutlak"

      Hapus
  18. Mantab Gan lanjutkan ....

    BalasHapus
  19. he he he pantesan anonim atheis

    BalasHapus
  20. Om.... kalau belajar sejarah jangan setengah-setengah, kebesaran kerajaan majapahit itu di awali dari kerajaan kediri karena majapahit (Raden Wijiaya) itu masih ada garis keturunan dari Kediri. Dan tak lepas pula dari kebesaran dari Sriwijaya.

    nih.... om ada link tentang bekas - bekas kekuasaan wilayah majapahit
    http://oase.kompas.com/read/2012/08/07/12022947/

    Om.... tau nggak kalau perang bubat itu adalah juga politik gajah mada untuk menaklukan campa "Kamboja"...... kira - kira sudah pernah baca critanya belom.....

    BalasHapus
  21. Tidak baik saling menggurui. Ketika anda agresif dalam beragumen maka terbukalah siapa sebenarnya anda. Saat ini pembaca (kita) sudah cukup "dewasa" dalam mencerna berita dan informasi.

    BalasHapus
  22. Darmagandul ngono wae di gol-golke.....
    Iseh apik cerito karangtane cah SMP...

    BalasHapus
  23. Cah edan.
    Crito edan.

    BalasHapus
  24. ah...pada ngaco, terlalu bnyk berprasangka, Islam ga mengajarkan itu.

    BalasHapus
  25. Kenapa kita selalu mendengar hasutan dari provokator seperti ini??? Semua agama sama, mengajarkan kebaikan... Gak usah saling hujat..... Kita ini orang indonesia, bukan orang arab atau orang amrik.. Kita ini satu, seperti yg dicita2kan gajahmada dalam sumpah palapanya..

    Kepada admin.. Tolong, jangan merusak negara ini.. Anda belajar di negara yg hoby perang seperti arab.. Tidak bisa disamakan dengan negara indonesia yg sebenarnya persaudaraan tinggi..

    Menurut saya, amerika tuh negara yg menggunakan akalnya untuk menhancurkan negara lain agar dapat dikuasai.. Negara2 dataran arab hanya suka berperang, bahkan sampai saat ini,, bukan hanya perang dengan amerika, tapi juga sesama saudaranya.. Jadi ngapain kita mengikuti keduanya???

    BalasHapus
  26. Untuk sikkahoder apa anda tahu hubungan amerika dan dunia arab (Islam) ? Sy pikir admin tidak ada hubungan dengan argumen anda. Komen anda kurang berbobot

    BalasHapus
  27. saya tidak percaya dengan karangan manusia yang di buat di web gratisan.

    matilah dulu untuk mencari kebenarannya

    BalasHapus
  28. padahal yang engkau bela, tidak ingin ada yg seperti ini.

    BalasHapus
  29. D̶̲̥̅̊ị̲̣̥̂̇ dlm al-qur'an surh 7:179 jg D̶̲̥̅̊ị̲̣̥̂̇ katakan bahwa akan D̶̲̥̅̊ị̲̣̥̂̇ isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, ♈ªи̣Ҩ mereka memiliki pendengAran tetapi tidak D̶̲̥̅̊ị̲̣̥̂̇ gunakan untuk mendengarkan ayat2 اَللّهَ mereka memiliki mata tetapi tidak digunakan untuk melihat tanda2 kekuasaan اَللّهَ dan mereka memiliki hati nurani tetapi tidak dipergunakan untuk memahami ayat2 اَللّهَ mereka seperti binatang ternak bahkan lebih sesat ƪªa̲̅ƍϊϊ,

    Dan orang2e kafir tidak akan pernah suka ika orang mukmin menerangkan teentang kebenaran kepadanya,
    Tetap S̤̈̊ε♏αηgαΤ mas allahuakbar

    BalasHapus
  30. Tidaklah ada sejarah yang lengkap ditulis, kecuali layaknya ia saling melengkapi. Setiap tulisan sejarah tentunya memiliki cita-rasa perspektif tersendiri dari penelusuran penulisnya. Bagaimana penulis menemukan data, bagaimana ia gunakan metodologi dan teori penelitian sejarah, bagaimana ia mengolahnya, di situlah lahir cita-rasa.

    BalasHapus
  31. yang buat artikel ini SESAT!. Dasar wong GENDENG bin SABLENG

    BalasHapus
  32. Arep agomone Hindu, Budha, Rak duwe agomo, Protestan, Katolik, Gatoloco, Darmogandul, Islam, Wahabi, Tasawuf, Naqsabandi, SAK KAREPMU.

    Sing penting aku janji sama kalian.
    ASSALAMUALAIKUM agar WAROHMATULLAHI menjadi WABAROKATUH.

    BalasHapus
  33. mas heru susanto, kutipan yang bagus (saya idem dengan ANDA karena Anda sudah menulis apa yang mau saya tulis)

    mas wildan, pengungkapan pendapat yang bagus, jujur saya tidak menelan informasi anda mentah2, namun pendapat Anda bisa menjadi catatan saya dalam mencari informasi lanjutan termasuk referensi-referensi yang relevan. Hanya 1 pesan dari saya "ketika ada 100 orang menyukaimu, maka ada 100 orang pula yang membencimu (berlaku sebaliknya)"

    untuk semua orang saja, baik yang muslim dan non-muslim.... Ada sebuah kutipan untuk kalian "TIDAK akan bisa umat mu (Muhammad) untuk dihancurkan kecuali oleh sesamanya" dengan kata lain seperti hal nya {ada wanita yang lebih hebat dibalik pria hebat} maka jika ada muslim berperang BAIKNYA lihatlah ORANG DIBALIK MEREKA [yang pasti maen underground :-P]

    BalasHapus
  34. mantap , sekilas info jika sedang mencari dan ingin memaharkan pusaka dan mustika gaib berkhodam dan bertuah dasyat, silahkan cari dan lihat disini www.mustikapengasih.blogspot.com pin BB 2B2779DF terima kasih

    BalasHapus
  35. Lanjutkan gan postingannya..hati hati rencana yahudi untuk meyahudikan umat..contoh sudah jelas ajaran nabi isa di kaburkan oleh yahudi....nabi isa tidak pernah menyebutkan agama kristen...nama kristen juga tidak tertulis dalam injil sekarang yg sudah banyak perubahan...lanjutkan gan postingannya..smoga bermanfaat

    BalasHapus
  36. Lanjutkan gan postingannya..hati hati rencana yahudi untuk meyahudikan umat..contoh sudah jelas ajaran nabi isa di kaburkan oleh yahudi....nabi isa tidak pernah menyebutkan agama kristen...nama kristen juga tidak tertulis dalam injil sekarang yg sudah banyak perubahan...lanjutkan gan postingannya..smoga bermanfaat

    BalasHapus
  37. Dah nulis banyak banyak isinya zooooonk..... Wkkkwkwkwkwwkk....

    BalasHapus
  38. Dah nulis banyak banyak isinya zooooonk..... Wkkkwkwkwkwwkk....

    BalasHapus