3.23.2011

Kajian Tafsir II

• Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kamo memohon pertolongan.
1. Iyyaka merupakan objek yang didahulukan untuk tujuan pembatasan, supaya tujuan pembicara terfokus pada apa yang hendak diutarakan.
2. Sebagian ulama mengatakan bahwa al-Fatihah adalah rahasia al-Qur’an dan ‘Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in’ adalah rahasia al-Fatihah.
3. ‘Hanya kepada Engkaulah kami kami beribadah’ merupakan penyucian dari kemusyrikan.
4. ‘Hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan’ merupakan penyucian dari usaha dan kekuatan, lalu menyerahkan semuanya kepada Allah swt.
5. Iyyaka na’budu didahulukan daripada iyyaka nasta’in, karena ibadah merupakan tujuan, sedangkan permintaan tolong merupakan sarana untuk mencapai ibadah.

• Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus.
1. Setelah menyampaikan pujian kepada yang Diminta, maka layaklah untuk melanjutkannya dengan permintaan.
2. Ayat ini mengandung dalil yang menganjurkan ber-tawassul dengan sifat-sifat yang tinggi dan amal saleh.
3. Hampir seluruh doa di dalam al-Qur’an diawali dengan tawassul kepada Allah swt dalam beragam bentuk.
4. Kisah Dzannun yang ditelan ikan, ia berdoa dengan mengesakan Allah dan mengakui dosanya yang telah mendzalimi dirinya sendiri.
5. Taubat merupakan salah satu induk amal saleh yang diterima Allah sebagai sarana untuk meraih maghfirah.
6. Seperti kisah Adam dan Hawa tatkala keduanya melakukan pelanggaran (QS. Al-A’raf: 23).
7. Lihat juga (QS. Ali Imran: 193)

• (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
• Orang yang diberi nikmat seperti yang dituturkan di surat An-Nisa: 69-70.
• Orang yang dimurkai (Yahudi) dan orang yang Sesat (Nasrani)
• Jalan orang yang beriman mencakup pengetahuan akan kebenaran dan pengamalan. Sementara kaum Yahudi tidak memiliki amal dan kaum Nasrani tidak memiliki pengetahuan.
• Sifat Yahudi yanag paling khusus adalah kemurkaan (QS. Al-Maidah: 60).
• Sifat Nasrani paling khusus adalah kesesatan (QS. Al-Maidah: 77).
• Perhatikan surat al-Kahfi: 17, al-A’raf: 186, Ali Imran: 7, Yunus: 88-89.


Wallahu Musta’an

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar