3.21.2011

Kajian Akhlaq I

• Jaami’ yaitu yang merangkum masalah-masalah adab, akhlaq, kebaikan, hubungan silaturahim, zuhud, wara’, dzikir dan doa.

BAB ADAB (ETIKA)

• HADITS I; “Dari Abu Hurairah ra berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: apabila engkau bertemu dengannya hendaklah engkau memberikan salam kepadanya, apabila ia mengundangmu hendaklah engkau penuhi undangannya, apabila ia meminta nasihat kepadamu hendaklah engkau menasihatinya, apabila ia bersin lalu mengucapkan alhamdulillah hendaklah engkau mendoakannya, apabila ia sakit hendaklah engkau menjenguknya, dan apabila ia mati hendaklah engkau mengiringi jenazahnya.” (HR. Muslim)
• Yang dimaksud dengan hak disini adalah sesuatu yang tidak pantas untuk ditinggalkan dan hukumnya berbeda-beda, boleh jadi wajib atau sunnah muakkad yang hampir sederajat dengan hukum wajib.
• Mengucapkan salam ketika bertemu: Perintah disini menunjukkan wajib hukumnya mengucapkan salam. Namun Ibnu Abdil Barr dan ulama-ulama lain menyebut salam hukumnya sunnah dan menjawab salam hukumnya wajib.
• Perintah menyebarkan salam merupakan sebab timbulnya rasa kasih sayang. (HR. Muslim)
• As-Salam adalah salah satu dari nama Allah Ta’ala yaitu penyelamat.
• Adab-adab salam: yang muda kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, yang berkendaraan kepada yang berjalan, rombongan yang sedikit kepada rombongan yang banyak (cukup diwakili satu orang).
• Para sahabat apabila sedang berjalan bersama sekalipun kemudian terpisah oleh tembok atau pohon lalu bertemu kembali mereka mengucapkan salam. (HR. Abu Dawud)
• Apabila ia mengundangmu hendaklah engkau penuhi undangannya: Memenuhi undangan hukumnya sunnah kecuali undangan walimah yang hukumnya wajib.
• Apabila ia meminta nasehat kepadamu hendaklah engkau menasihatinya: Hal ini termasuk larangan kita memanipulasi keterangan.
• Hal ini termasuk ke dalam bagian kewajiban untuk amar ma’ruf nahi munkar.
• Apabia ia bersin lalu mengucapkan alhamdulillah hendaklah engkau mendoakannya: Hadits ini menunjukkan wajibnya menjawab orang bersin yang mengucapkan tahmid.
• Rasulullah saw bersabda; “Apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaklah mengucapkan: “alhamdulillah,” dan hendaklah saudara atau temannya menjawabnya dengan ucapan: “yarhamukallah,” jika temannya tersebut mengatakan “yarhamukallah,” hendaklah ia menjawabnya dengan ucapan “yahdikumullahu wa yuslihu baalakum.” (HR. Bukhari)
• Kisah Abu Dawud dan surga seharga satu dirham
• Rasulullah saw bersabda: “Apabila salah seorang kalian bersin, hendaklah ia letakkan kedua telapak tangannya di wajahnya agar ia meredam suaranya.” (Hadits hasan, shahih Al-Jami’: 685)
• Rasulullah saw bersabda: “Apabila salah seorang kalian bersin, hendaklah orang yang satu majelis dengannya mengucapkan tasymit. Jika bersinnya lebih dari tiga kali berarti orang tersebut sedang flu. Lebih dari tiga kali tidak perlu diucapkan tasymit.” (HR. Abi Dawud)
• Hadits ini menunjukkan betapa besar anugerah nikmat Allah kepada hamba-Nya, dengan bersin seseorang dapat merasakan nikmat dan manfaat dengan keluarnya uap yang terhenti di otak.
• Apabila ia sakit hendaklah engkau menjenguknya: Pendapat jumhur ulama mengatakan menjenguk orang sakit hukumnya sunnah baik kenal maupun tidak.
• Apabila ia meninggal maka antarkanlah jenazahnya: Hadits ini menunjukkan wajib hukumnya mengiringi jenazah muslim baik kenal ataupun tidak.

• HADITS 2: “Dari Abu Hurairah ra ia berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Lihatlah kepada orang yang keadaannya di bawahmu dan janganlah engkau melihat orang yang keadaannya di atasmu, karena yang demikian itu lebih patut, sehingga engkau tidak menganggap kecil nikmat Allah yang diberikan kepadamu.” (Muttafaq Alaih)
• Hadits ini menganjurkan seorang hamba agar senantiasa mensyukuri nikmat Allah Ta’ala.
• Maksud orang yang ada di bawahmu adalah dalam urusan dunia sementara dalam urusan agama justru harus melihat ke atas, yaitu kepada orang yang memiliki kualitas agama yang lebih tinggi.
• Itsar (mendahulukan orang lain) dalam urusan dunia dianjurkan dan itsar dalam urusan ibadah hukumnya makruh.
• Nikmat akan ditambah apabila disyukuri sebaliknya nikmat akan menjadi azab apabila dikufuri. (Qs. Ibrahim 14: 7)


Catatan:

1. As-Sab’ah adalah Imam Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah
2. As-Sittah adalah perawi yang enam selain Ahmad
3. Al-khamsah adalah perawi yang lima selain Al-Bukhari dan Muslim
4. Al-Arba’ah adalah perawi yang empat selain Al-Bukhari, Muslim dan Ahmad
5. Ats-Tsalatsah adalah perawi yang tiga, yaitu Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i
6. Muttafaq Alaih adalah Al-Bukhari dan Muslim

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar