4.16.2012

Hukum membawa anak ke Mesjid

Bismillah…
Bila nanti 'diadili' oleh pengurus DKM :-)

Pertama, Tidak ada larangan membawa anak kecil atau balita ke masjid untuk mendengarkan dan menyaksikan atau mengikuti sholat berjama’ah. Bahkan Rasulullah saw sendiri sering mengajak kedua cucunya; Hasan dan Husein ke Masjid dan rela punggungnya dinaiki oleh keduanya saat beliau sujud. Serta menggendong cucunya saat dalam sholat.

Kedua, Uminya sedang nyuci dan mandi sehingga saat waktu sholat datang saya bawa dede Gozi ke masjid. Sementara dede Gozi belum bisa dititip ke yang lain, ia hanya lengket sama Abi, Umi dan Mbahnya saja (Mbahnya lagi ga ada).

Ketiga, dede Gozi dalam kondisi demam sehingga dia teriak2 terus saat sholat sedang ditegakkan. Biasanya aman, damai, adil dan sejahtera he…

Sholat dengan tenang, khusuk dan thuma’ninah memang harus, namun tidak harus serta merta mengkambing hitamkan anak2 saat diri belum mampu khusuk. Bagaimana pula saat sholat khouf, yang bukan lagi dicoba dengan kebisingan bahkan ancaman kehilangan nyawa ? Lha..lalu kita salahkan saja peperangan atau sesuatu yang mendesak itu ???

Keempat, saya sengaja memang sesering mungkin mengajak kedua anak saya untuk pergi sholat berjama’ah ke masjid. Saya termasuk yang tidak sepakat bila anak2 dilarang ke masjid dengan alasan membikin ribut. Bagi saya lebih baik anak2 itu ribut di masjid (tentu lebih baik lagi tdk ribut dengan bimbingan dari semua orangtuanya) daripada dengan khusuk dan thuma’ninah di depan TV atau sibuk dengan kawan2nya di luaran.

Saya tidak ingin Masjid menjadi tempat yang menyeramkan dan tidak menyenangkan bagi anak2.. :-(

Mengerikan bila para orang tua itu merasa khusuk sholat di masjid tanpa anak2 yang bagi mereka mengganggu, kemudian di hadapan Allah Ta’ala kelak tergagap-gagap didakwa oleh anak2nya: “Kenapa kami tidak diakrabkan dengan masjid ???” Dijauhkan dari masjid, lalu menempuh jalan salah akibat bimbingan TV dan kawan2 sepermainannya.

*Curhat setelah tadi sholat Dzuhur dimarahin habis-habisan oleh sesepuh Masjid hehehe…. Dan saya pun habis-habisan minta maaf :-)

8 komentar:

  1. salam gan ...
    menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
    di tunggu kunjungan balik.nya gan !

    BalasHapus
  2. saya juga mengalami masalah yang sama dengan tulisan yang saya baca di sini.. saya ikut mengiyakan apa yang anda tuliskan...
    saya juga sering mengajak anak-anak saya ke masjid, dan tentu saja mereka bermain, menaiki punggung ayahnya, bersuara lantang saat jamaah sedang dilaksanakan, bahkan berlari-lari. kata sang imam masjid, itu mengganggu kekhusyuk'an salat. namun, sesungguhnya kekhusyukan itu muncul dari dalam hati kita sendiri, bukan karena suara-suara dari luar.. bahkan kita seringkali lebih khusyuk di depan tv dari pada salat, padahal tv kan bersuara lebih keras, hehe.

    saya menduga, kenapa masjid banyak yang sepi, bisa jadi karena banyak larangan di dalamnya, seperti tidak boleh ramai, tidak boleh lari-lari, tidak boleh bermain-main, tidak boleh makan minum di dalam masjid.
    jangan-jangan larangan ini telah terstigma ke dalam diri anak-anak kita, sehingga mereka tidak lagi dekat dengan masjid.

    BalasHapus
  3. Coba pakai ilmunya dahulu, Pak, sebelum komen yang landasannya tidak jelas. Ada hadis yang menerangkan untuk menghindari keributan anak-anak di masjid. semoga jernih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf hadist yg anda maksud itu yang mana? apakah yg menjauhkan anak2 dan orang gila dari mesjid? maaf mengecewakan pak tapi hadist itu dhoif/lemah, silahkan lihat di banyak laman page mengenai hal ini

      Hapus
  4. Ribut2 di masjid memanng harus dihindari, tapi tidak dengan melarang mereka (anak2 dan orangtua yang membawa anak-anak) ikut shalat berjamaah di masjid. Kalau dilarang, ini artinya tidak sesuai dengan teladan Rasulullah SAW yang justru memimpin shalat berjamaah di masjid sambil menggendong Umamah binti Zainab binti Rasulullah SAW (Hadits dari Abu Qotadah Al Anshari) dan memerintahkan orang tua yang anak-anaknya sudah masuk usia tamyiz (mulai tujuh tahun) untuk shalat (termasuk shalat berjamaah di masjid) (HR Abu Daud, Turmudzi). Pahami hadits dengan melihat dan merujuk pada hadits2 lain yang bertema sama sehingga kita bijak mengambil jalan keluar. Kalau anak2 ribut dimasjid, tetaplah tenang dan teruskan shalat. Selesai shalat panggillah anak tersebut dengan orangtuanya, beri pujian atas kehadirannya di masjid setiap jam shalat. Lalu beritahu anak itu untuk ikut menjaga ketertiban pelaksanaan shalat. Begitu terus setiap terjadi. Ini bukankah lebih indah dan sesuai ajaran Islam, daripada melarang mereka datang ke masjid?.

    BalasHapus
  5. Kalau menurut pendapt beberpa org, Dan saya termasuk yg setuju, jika anak kita masih nengganggu org lain, maka saya lebih baik mendidiknya dahulu di rumah tentang adab menghormati mesjid Dan org lain, kemudian coba bawa ke masjid, bila belum berhasil didik lagi di rumah, kemudian coba bawa lagi ke masjid, sampai anak tersebut benar2 mampu tertib Dan punya adab menghormati masjid.
    Usia anak saya skrg 15 th, alhamdulillah secara dhohir dia rajin ke masjid, Dan bila hari jum'at dia memilih menghindar dari kumpulan anak2 sebayanya yg masih suka bikin gaduh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pendapat bapak Suherman yg cocok menurut saya,betul sekali kekhusyukan datangnya dari hati akan tetapi bila telinga kita terganggu dgn kebisingan saya kira sulit untuk khusyuk. Kita harus mengakui kapasitas iman dan taqwa diri kita dan tidak semua jama'ah masjid mempunyai iman dan taqwa selevel para alim ulama bisa dikatakan mereka mampu menahan tingkat kebisingan tertentu.Menurut saya ikuti saja kesepakatan para ulama yg membolehkan membawa anak ke Masjid diusia 7 th keatas.

      Hapus