12.27.2008

HAKIKAT MANUSIA

HAKIKAT MANUSIA

Oleh : Wildan Hasan

Apa faktor utama yang menjadikan derajat manusia lebih tinggi dan lebih mulia dari makhluk Allah yang lainnya?
Jawaban dari pertanyaan ini atau pertanyaan apapun harus kembalikan kepada al-Qur’an dan as-Sunnah.

Di dalam al-Qur’an, Allah sedikitnya menyebut manusia dengan lima predikat: ‘Abd (QS. Ad-Dzariyat: 56), Khalifah (QS. Al-Baqarah: 30), an-Nas (QS. An-Nas: 1), al-Basyar (QS: al-Kahfi: 110), dan al-Insan (QS. At-Tin: 4).

‘Abd dan Khalifah menetapkan tugas manusia adalah beribadah kepada Allah.

An-Nas menurut bahasa bermakna atau ditujukan secara umum (lil ‘ammah). Dengan ayat ini seluruh manusia dengan berbagai keadaannya terpanggil dan disebut sebagai hamba Allah termasuk orang-orang kafir dan musyrik. Orang kafir dan musyrik dipanggil oleh Allah sebab pada hakikatnya mereka juga adalah hamba Allah. Namun, kemudian mereka divonis kafir dan akan menghuni neraka selamanya karena mereka mengingkari ke-Esaan Allah (QS. al-Bayinah: 7). Dengan demikian, manusia tidak bisa berbangga lebih baik dari makhluk Allah yang lain jika keadaannya kufur kepada Allah. Karena orang yang kufur kepada Allah justru lebih hina daripada binatang.

Al-Basyar menurut bahasa bermakna atau ditujukan kepada fisik atau jasmani manusia (lil hissiyah). Secara fisik, Rasulullah sama keadaannya dengan manusia lainnya. Salah satu hikmah Rasulullah diutus dari kalangan manusia adalah bisa dicontoh oleh manusia maupun jin. Bisa dibayangkan jika Rasulullah diutus dari kalangan jin, bagaimana bisa manusia meneladani perilaku kehidupan Rasulullah seperti yang diperintahkan. Secara fisik apakah manusia bisa berbangga dari makhluk Allah yang lain? Belum tentu. Jika dievaluasi justru banyak kelebihan makhluk lain seperti binatang daripada manusia:

1. Kekuatan otot. Bandingkan kekuatan otot manusia dengan seekor gajah

2. Kecepatan berlari. Bandingkan kecepatan berlari manusia dengan seekor kuda

3. Kecantikan. Manusia justru lebih banyak yang menyukai kecantikan tumbuhan dan binatang. Bahkan sampai menghinakan dirinya dengan menjadikan makanan dan perawatan pohon dan hewan peliharaannya jauh lebih mahal daripada untuk dirinya.

4. Kotoran. Kotoran binatang berharga jika dijual ke pasar

5. Rambut. Bulu ayam berharga jika dijual ke pasar

Maka secara fisik manusia tidak ada apa-apanya dibanding binatang. Lalu faktor apa yang membuat manusia lebih mulia kedudukannya di sisi Allah dibanding makhluk Allah lainnya? AKAL! Betulkah, mari kita evaluasi juga:

1. Seekor kambing masuk ke kebun singkong orang yang akan dicuri hanya daunnya saja itupun kalau nyampe. Tapi jika ada manusia masuk ke kebun singkong orang tidak hanya daunnya diambil, juga batang dan singkongnya. Karena dia punya akal dia bawa gerobak dan mengajak orang lain. Kehancuran dan kerusakannya lebih dahsyat dibanding apa yang dilakukan oleh seekor kambing.

2. Sekawanan gajah merusak hutan, yang rusak paling hanya beberapa hektar saja. Tapi jika ada manusia masuk hutan, dia punya akal, harta dan jabatan. Maka yang dirusak ratusan juta hektar (ilegal loging). Jauh lebih dahsyat kerusakan yang ditimbulkan dibanding sekawanan gajah padahal dia punya akal.

3. Sebuas-buasnya dan sejahat-jahatnya harimau tidak ada bapak harimau yang memperkosa anak kandungnya sendiri. Tapi manusia yang katanya punya akal?

Maka pantas saja Allah berfirman:

“al-A’raf: 179……..

Dan kelima adalah al-Insan yang bermakna manusia yang memiliki ruhani penuh keimanan (lil Ruh wal Iman). Yang dimaksud Allah telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk, bukan sebaik-baik bentuk penciptaan fisik manusia. Karena dengan contoh-contoh di atas telah terbantahkan. Lalu apa yang membuat manusia bisa lebih mulia dari makhluk Allah lainnya? Jawabannya terdapat pada ayat selanjutnya surat at-Tin 5 dan 6. Sesungguhnya allah akan menjerumuskan manusia ke dalam keraknya neraka. Yaitu orang-orang munafiq yang mengaku Islam tapi sesungguhnya kufur kepada Allah (QS. An-Nisa: 145). Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh (at-Tin: 6). Jadi, sesungguhnya faktor yang bisa membuat manusia lebih unggul dari makhluk yang lain adalah keimanan dan amal shaleh. Karena jika manusia dalam hidupnya tidak dibimbing oleh keimanan maka amalnya akan jauh lebih buruk daripada binatang.

Maka yang dimaksud manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk adalah sebaik-baiknya bentuk penciptaan. Manusia diberikan seluruh potensi kehidupan oleh Allah; jasad yang indah, akal, nafsu, dan iman yang tidak diberikan kepada makhluk-makhluk yang lain.

Jelas hanya iman dan amal shaleh saja yang bisa membuat manusia unggul dari makhluk yang lain sebagaimana ditegaskan oleh Allah dan Rasul-Nya:

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa.” (QS. )

“Sesungguhnya Allah di hari akhirat nanti tidak akan melihat kepda bentuk tubuh kalian, akan tetapi kepada keimanan dan amal shaleh kalian.” (HR. Muslim)

Jadi hakikat manusia adalah hamba yang beriman dan beramal shaleh seperti yang dimaksud oleh predikat ‘Abd dan khalifah.

Wallahu Musta’an

Tidak ada komentar:

Posting Komentar