2.06.2012

Visi misi 3 pasangan cabup dan cawabup Bekasi: Antara Batin dan Butun :-(

Nampaknya semua visi, misi, jargon, slogan dan atribut kampanye tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati kab Bekasi; bermuara pada janji pemenuhan isi PERUT!

…mendamba slogan calon Bupati yang mengampanyekan shahihul aqidah, karimul akhlaq dan shalihul ibadah serta iqomatusy Syari’ah rakyat kabupaten Bekasi. Siapa berani?

Kadang memang agak membingungkan mana yang prioritas antara batin (Iman) dulu atau butun (perut) dulu. Urusan pemenuhan butun bisa prioritas dalam kondisi tertentu (kasuistis). Namun belajar dari sejarah, Islam lahir dan berkembang dari kalangan proletar, miskin dan termarginalkan. Dari Iman itu kemudian lahir peradaban umat Islam yang menguasai ¾ lebih bagian dunia selama hampir 1000 tahun.

Kehidupan dunia merupakan kehidupan yang penuh tipu daya dan permainan yang memperdayakan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Artinya: “Dan kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali ‘Imran ayat 185)

Artinya: “Dan kehidupan dunia hanyalah kehidupan yang penuh permainan dan hiburan yang memperdayakan. Dan sungguh kehidupan akhirat jauh lebih baik, bagi orang-orang yang bertaqwa. Apakah kalian tidak berpikir?” (al-An’am ayat 32)
Allah subhanahu wa ta’ala juga memberi predikat orang-orang yang terlalaikan dan teperdaya oleh kehidupan dunia sebagai orang yang celaka. Dia ‘azza wa jalla berfirman:

Artinya: “Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan meninggalkan kehidupan akhirat, maka siksa terhadap mereka tidak akan diringankan dan mereka tidak akan ditolong.” (al-Baqarah ayat 86)

Artinya: “Dan adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya neraka lah tempat tinggalnya.” (an-Naazi’aat ayat 37-39)
***
Namun, meskipun Allah ta’ala mencela kehidupan dunia dan memperingatkan manusia untuk tidak teperdaya dengannya, Allah ta’ala tetap memerintahkan manusia untuk hidup dan beraktivitas di dalamnya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Artinya: “Dan carilah apa yang telah diberikan oleh Allah kepadamu dari negeri akhirat, dan jangan lupakan bagianmu di dunia.” (al-Qashash ayat 77)
Bagian di dunia yang dimaksudkan pada ayat di atas adalah amal yang dilakukan di dunia untuk mendapatkan pahala di akhirat kelak. Hal ini sebagaimana perkataan shahabat dan tabi’in yang dikutip oleh Imam al-Baghawi rahimahullah di kitab tafsir beliau. Berikut perkataan shahabat dan tabi’in tersebut:

1) ‘Ali radhiyallahu ‘anhu berkata:
Artinya: “Janganlah engkau lupakan kesehatan, kekuatan, usia muda, dan kekayaanmu untuk mendapatkan akhirat dengan potensi-potensi tersebut.”

2) Mujahid dan Ibn Zaid rahimahumallah
Artinya: ”Janganlah engkau abaikan beramal di dunia untuk akhirat, hingga engkau bisa selamat dari adzab. Sesungguhnya bagian manusia di dunia yang sebenarnya adalah ketika dia beramal untuk akhiratnya.”

3) as-Suddi rahimahullah
Artinya: “Dengan sedekah dan shilaturrahim.”
Allah ta’ala memerintahkan manusia untuk tetap memperhatikan kehidupan dunianya, namun bukan untuk teperdaya di dalamnya, melainkan menggunakannya untuk mendapatkan pahala akhirat, dengan memaksimalkan potensi yang dimilikinya di dunia untuk berbuat ketaatan kepada Allah ta’ala.

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selamat, tidak teperdaya oleh tipu daya kehidupan dunia. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

1 komentar:

  1. Orang lain tidak dapat memberikan pinjaman darurat Anda perlu untuk mendapatkan masalah keuangan, pinjaman darurat ditolak oleh bank-bank di negara Anda dan diperlukan, perusahaan saat ini PINJAMAN LTD robek kami, kami dapat membantu! * € 800,000.00 untuk € 500.000,00 sampai sesuatu yang dipinjam. * Pilih antara 1 sampai 10 tahun untuk membayar. * Pilih antara rencana pembayaran bulanan dan tahunan. Jika Anda tertarik dalam penawaran kami mengisi berikut. Jumlah pinjaman email kami mikeloancompany856@gmail.com

    BalasHapus