2.18.2012

Mengetahui Kejelekan-Kejelekan Diri

Rasulullah SAW bersabda : "Apakah Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Allah jadikan orang itu menyadari kejelekan2 dirinya".

Untuk mengetahui kejelekan diri adalah dengan duduk dihadapan gurunya dan menjalankan apa yang diperintahkannya. Sekali waktu kejelekannya akan terungkap dan di lain waktu akan terungkap oleh gurunya. Inilah jalan utama, namun sulit untuk diterapkan pada zaman sekarang ini. Cara lain yang bisa ditempuh adalah mencari teman yang shalih serta mengetahui rahasia2 masalah ini. Teman semacam inilah yang dapat dijadikan pengawas atas dirinya dan mengingatkan kejelekan2nya.

Betapa besar jiwa yang ditunjukkan Umar RA dan ia akan berterima kasih, katanya : " semoga Allah merahmati orang yang menunjukkan aku pada kejelekan2ku "

Jika kamu tak menemukan teman yang akan mengingatkanmu,maka dengarkanlah mereka yang dengki kepadamu. Mereka tentu bicara tentang kejelekan2mu, maka ambillah faedah darinya. Jangan marah, juga jangan memusuhinya.

Kejelekan itu bagaikan ular dan kalajengking. Jika di dalam bajumu terdapat ular atau kalajengking yang akan menggigit atau menyengatmu, maka apakah kamu tidak berterima kasih pada orang yang mengingatkanmu? Jika kamu memarahinya, maka ini menunjukkan kelemahan imanmu terhadap akhirat. Namun apabila kamu memanfaatkan,maka bertambahlah kekuatan imanmu.

Jadi..
Jik ada teman baik yang mengingatkan kejelekanmu,bukan karena dia benci kamu, karena tidak lain dia ingin kamu untuk senantiasa memperbaiki kesalahanmu,. Dan bertemanlah dengan orang2 yang shalih dan dapat dipercaya. Karena mereka berteman denganmu didasarkan iman dan taqwanya kepada Allah dan berharap sahabatnya menjadi seseorang yang lebih baik lagi,yang senantiasa menjalankan perintahNYA dan menjauhi segala laranganNYA. Kemudian jika ada teman yang menjelek2anmu jangan kamu marahi, dengarkan semua tentang ketidaksukaannya terhadapmu dan jadikan itu semua bahan intropeksi diri.

Alangkah indahnya hidup ini, jika kita saling mengingatkan satu sama lain disaat kita berbuat kesalahan.,agar kita tidak menyimpang jauh dari ajaran dan syari'at islam.

TEMAN YANG BAIK TIDAK AKAN MENUNTUN TEMANNYA KEDALAM KEMAKSIATAN TETAPI DALAM KEBAIKAN.

sumber : "Ringkasan IHYA' ULUMUDIN (IMAM AL-GHAZALI".. Alih bahasa Ustadz Labib Mz

1 komentar:

  1. Kang Ceceng Rucita tulisannya sungguh bermutu ini menandakan ketinggian ilmu beliau.

    BalasHapus