<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937</id><updated>2012-01-25T05:52:10.721-08:00</updated><title type='text'>Wildan Hasan</title><subtitle type='html'>Wildan Hasan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>191</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-5522693531975561122</id><published>2012-01-24T00:38:00.000-08:00</published><updated>2012-01-24T00:39:26.418-08:00</updated><title type='text'>Ahlul Bait berbicara...</title><content type='html'>Ali bin Husein Zainul Abidin berkata:” Orang2 yahudi mencintai Uzair sehingga mengatakan padanya apa yang sudah mereka katakan (Uzair anak Allah), Uzair tdk termasuk dari mereka, dan mereka pun tdk termasuk dari uzair. Dan orang2 Nasrani mencinta Isa, sehingga mengatakan padanya apa yang sudah mereka katakan (Isa Anak Allah), Isa tidak termasuk dari mereka, dan mereka pun tidak termasuk dari Isa. Dan kaum syiah (pengikut) kami, akan mencintai kami sehingga mengatakan kepada diri kami, seperti apa yang dikatakan oleh kaum yahudi pada Uzair dan seperti apa yang dikatakan oleh kaum nasrani pada Isa. Oleh karena itu mereka tidak termasuk dari golongan kami dan kami pun tidak termasuk golongan mereka.” (Rijalul Kasyi/111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ali ra beliau berkata: “Akan ada dua golongan yang binasa berkenaan dengan diriku, yaitu pecinta yang ekstrem yang kecintaannya itu menyimpangkannya pada yang tidak haq, dan pembenci yang ekstrem yang kebenciannya itu menyimpangkannya pada yang tidak haq, dan berkenaan dengan aku maka orang yang terbaik keadaannya adalah yang pertengahan.” (Nahjul Balaghah, juz: 2. Hal.8)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-5522693531975561122?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/5522693531975561122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2012/01/ahlul-bait-berbicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/5522693531975561122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/5522693531975561122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2012/01/ahlul-bait-berbicara.html' title='Ahlul Bait berbicara...'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-7677818641997597223</id><published>2012-01-24T00:36:00.000-08:00</published><updated>2012-01-24T00:37:38.233-08:00</updated><title type='text'>Kritik Syiah Sudah Proporsional</title><content type='html'>(Tanggapan untuk Haidar Bagir)&lt;br /&gt;Mohammad Baharun, KETUA KOMISI HUKUM MUI PUSAT GURU BESAR SOSIOLOGI AGAMA&lt;br /&gt;Sumber : REPUBLIKA, 24 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kasus mungkin ada hikmah di baliknya, termasuk kasus Sampang kira nya bisa membuka mata dan memberi peluang interaksi positif untuk tujuan menjernihkan masalah. Rupanya berbagai pernyataan yang merespons perkara Sampang cukup banyak dan beragam. Barangkali, ini merupakan indikasi besarnya perhatian umat terhadap persoalan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik-kritik yang ditujukan dan ataupun respons yang ada selama ini saya kira sudah cukup proporsional, termasuk yang telah memberikan pernyataan dan opini dalam konteks ini adalah al-Akh Haidar Bagir yang menjawab artikel Insists (Republika, 20 Januari 2011) tentang tawaran solusi damai. Saudara Bagir yang termasuk paling rajin menerbitkan buku-buku Syiah telah memaparkan “tiga kelemahan“ versi beliau-yang sesungguhnya dalam konteks ini perlu dilengkapi agar tidak menimbulkan asumsi yang keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, soal generalisasi. Kajian tentang Syiah Itsna Asyariah (Syiah 12) tidak digeneralisasi sebab kepustakaannya paling banyak dan mudah didekati ketimbang Syiah yang lain, seperti Ismailiyah, Kaisaniyah, dan Qurabiyah. Kitab-kitab rujukan Syiah Itsna Asyariah atau Ja'fariah adalah kitab Empat (al-Kutub al-Arba'ah, yaitu: Al-Kafi, Man La Yahdhuruhul Faqih, Tahdzib al-Ahkam, dan Al-Istibshar), dan paling otoritatif adalah Al-Kafi yang di dalamnya ada bab “Al-Hujjah“ berisi argumen penting tentang pokok-pokok agama (Ushul alDien).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, teks Al-Kafi ketika menyebut kitabullah mengatakan bahwa “Alquran yang diturunkan Jibril kepada Nabi Muhammad itu 17 ribu ayat. (Al-Kafi, I/634).“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Abu Ja'far bersabda bahwa “Siapa yang mengaku mengumpulkan seluruh isi Alquran sebagaimana diturunkan, maka ia pembohong. Tidak ada yang menghimpun dan menghafalnya seperti apa yang diturunkan oleh Allah kecuali Ali bin Abi Thalib dan para imam sesudahnya.“ (AlKafi, I/228). Inilah yang tersurat di dalam teks hadis Syiah Itsna Asyariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jika ada pendapat lain (tersirat) yang menerima Mushaf Usman sebagaimana disebutkan al-Akh Haidar, tentu antagonistis dengan realitas ini.&lt;br /&gt;Apalagi Usman pun tidak luput dari diskualifikasi mayoritas Syiah sehingga timbul pertanyaan, bagaimana mungkin mushafnya diterima, tetapi yang menghimpunnya dicerca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, perlu diketahui bahwa Al-Kafi yang disusun oleh Imam al-Kulayni (wafat 329 H) ini telah banyak mendapat pujipujian dari para imam dan pembesar ulama Syiah sendiri. Misalkan, an-Nury yang yakin bahwa Al-Kafi sudah dikoreksi Imam Mahdi (An-Nury malah mengarang kitab berjudul Fashl al-Khitab fi Itsbati Tahrifi Kitab Rabb al-Arbab, yang meyakinkan Alquran mengalami `tahrif besarbesaran'. Dan, ini sejalan dengan ulama ahli hadis Syiah lainnya, seperti al-Kufi, al-A'yasyi, dan an-Nu'many).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, an-Najashi menyebut al-Kulayni sebagai “orang paling tepercaya“ (authaq al-Nas), sedangkan Syekh al-Mufid menyebut karyanya sebagai “kitab paling agung“ dan al-Astabaradi mengatakan bahwa “belum ada sebuah kitab yang ditulis dalam Islam yang dapat menyamai AlKafi. Majalah Waris No 14/Th IV/Muharram-Safar 1419 H, hlm 13 (yang diterbitkan Kedubes Iran di Jakarta) menyebut hadis-hadis al-Kulayni ini telah “diakui lawan dan kawan“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan sumber dari Syiah sendiri, ini bermula dari keyakinan yang berbeda dengan mayoritas mengenai Alquran terse ` but, bukan sekali-kali karena generalisasi, apalagi bermaksud untuk menukil pandangan yang ganjil (syadz) sebagaimana dikemukakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pandangan yang mengambil contoh adanya khazanah yang mengatakan bahwa terdapat pernyataan Alquran tidak lengkap bukanlah pandangan Sunni. Rasanya mungkin saja ada riwayat yang menulis seperti itu, tetapi tidak mewakili pandangan jumhur (mayoritas ulama). Apalagi, kebiasaan segelintir penulis Syiah ada yang suka menyamar (dalam kemasan taqiyah) sebagai Sunni sehingga khazanah ini digunakan sebagai rujukan yang kemudian dengan lantang dikatakan “Hadza min Ahlis Sunnah....“ (Ini dari ahlusunah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ada verifikasi (tarjih) atas data-data yang menyimpang itu secara serius, terutama dari para mufasir yang otoritatif agar kemudian tak ada dusta setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, soal Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang sering dikatakan 80 tahun atau ada yang menyebutkan 70 tahun, bahkan 100 tahun dikecam di atas mimbar. Taruhlah riwayat ini benar (hadis Nabi saja dipalsukan, apalagi riwayat sesudah beliau SAW wafat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, mengapa harus dikaitkan dengan ahlusunah?  Bukankah sejak awal yang mengecam Ali bin Abi Thalib itu kaum Khawarij, bahkan sampai mem bunuhnya? Malah, sesudahnya pun mereka tetap saja mencerca Ali dan keluarganya. Jelas bahwa perbuatan buruk itu tidak pernah menjadi kesepakatan ahlusunah waljamaah (aswaja). Karakter aswaja tak pernah berubah dalam menghormati dan mengagungkan Ahl Bayt Rasulullah SAW, tetapi tentu saja tanpa ghuluw dan pengultusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, saya menghormati `fatwa' Ayatullah Ali Khomenei yang melarang penghinaan terhadap Sunni. Namun, apakah Khomeini tahu yang terjadi di lapangan; di mana para tamatan Qum yang pulang ke Tanah Air menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gerakan syiasisasi yang lantas menyebabkan Sunni cemas?  Juga, apakah sudah tahu masih terus berlangsungnya penistaan terhadap para pemuka sahabat dan kedua istri Nabi SAW (`Aisyah dan Hafshah), pelecehan terhadap hadis-hadis Bukhari dalam kemasan “kajian ilmiah sejarah“ sebagai pembenar?  Selain itu, ada penguasaan masjid yang kemudian azan Maghribnya diundur sampai gelap malam. Ada pula pengambilalihan madrasah, kemudian diganti asasnya dari aswaja. Inilah hakikatnya yang menjadi pemicu ketegangan antara Sunni-Syiah selama ini yang perlu dipahami dengan penuh kearifan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, ketegangan Sunni-Syiah ini harus segera dicari solusinya untuk tujuan Indonesia yang damai. Hemat saya, metode yang terbaik adalah kita mencari akar permasalahannya terlebih dahulu sembari melakukan pencegahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis setuju dengan pernyataan Prof DR Mahfud MD tatkala merspons kasus Sampang: adili pelaku kekerasan, tetapi juga adili yang melakukan penistaan/penodaan agama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-7677818641997597223?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/7677818641997597223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2012/01/kritik-syiah-sudah-proporsional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/7677818641997597223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/7677818641997597223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2012/01/kritik-syiah-sudah-proporsional.html' title='Kritik Syiah Sudah Proporsional'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-1287002366731278837</id><published>2012-01-09T22:51:00.000-08:00</published><updated>2012-01-09T22:53:24.681-08:00</updated><title type='text'>ISRAEL HANCUR TAHUN 2022 ??!! ( EDISI 1 )</title><content type='html'>"*(¯`*•.¸♥  بِسْــــــ…ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ  ♥¸.•*´¯)*"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Runtuhnya Israel Menurut Hitungan angka dan Tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi ini panjang, tetapi menarik dan diharapkan anda tertarik untuk menyimaknya. Materi ini sebagai bukti sampingan. Tidak lebih, dia telah tersebar dikalangan umat islam dan anda diharapkan menyimaknya saja! Tidak diragukan lagi bahwa peristiwa – peristiwa ini pasti akan menjadi nyata. Kapan terjadinya? Hanya Allah SWT yang lebih tahu. Karena itu kita tidak boleh meninggalkan jihad dan persiapannya hanya karena perkara – perkara yang tidak tetap , sebab sikap seperti ini adalah sikap menyerah dan pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari dan Muslim dalam kitab sahihnya meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rosulullah SAW bersabda:“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن أبى هريرة أن رسول الله -صلى الله عليه وسلم- قال « لا تقوم الساعة حتى يقاتل المسلمون اليهود فيقتلهم المسلمون ، حتى يختبئ اليهودى من وراء الحجر والشجر ، فيقول الحجر أو الشجر : يا مسلم يا عبد الله هذا يهودى خلفى فتعال فاقتله ، إلا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الغرقد فإنه من شجر اليهود – رواه مسلم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kiamat tidak akan terjadi hingga kaum muslim memerangi orang – orang yahudi. Kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang yahudi bersembunyi dibelakang batu dan pohon lalu batu atau pohon itu berkata:” wahai muslim, wahai hamba Allah, ini orang yahudi, kemari dan bunuh dia,” kecuali pohon gharqad karena dia adalah pohon yahudi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini akan dibahas takwil nubuat Al-Qur’an yang telah menjadi nubuat taurat. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Isra: ” Dan Kami tetapkan terhadap bani israel dalam kitab itu,’ kamu pasti akan membuat kerusakan dibumi ini sebanyak dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.’maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu. Kami datangkan kepadamu hamba – hamba kali yang perkasa, lamu mereka merajalela dikampung – kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak – anak dan kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.” ( QS. Al-Isra:4-6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah makalah ( tentang sistem/tata dunia baru ) yang ditulis oleh penulis irak yang bernama Muhammad Ahmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar-Rashid. dijelaskan hal – hal sebagai berikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Israel dinyatakan berdiri pada tahun 1948, seorang perempuan tua yahudi mendatangi ibu Muhammad Ahmad Ar-Rasyid dalam keadaan menangis. padahal orang – orang yahudi sedang bersuka cita. setelah siibu menanyakan sebab dia menangis, perempuan yahudi menjawab :” sungguh berdirinya negara yahudi ini akan menjadi sebab mereka (orang-orang yahudi) dibinasakan.”. Ar-Rasyid mengatakan bahwa ia mendengar perempuan tua itu mengatakan bahwa  negara israel akan berdiri selama 76 tahun. wwanita tua itu pasti telah mendengar dari para rabi ( pendeta ) yahudi dan tidak terbayangkan bahwa ini bersumber dari prediksi – prediksi atau analisa – analisanya yang khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Negara Israel, sesuai dengan  ramalan yang samar ini, berdiri selama 76 tahun (19 x 4). hitungan 76 tahun tersebut diduga tahun komariah dan karena orang – orang yahudi menggunakan tahun komariah dan menambahkan satu bulan untuk setiap tahunnya demi penyesuaian antara tahun komariah dan tahun syamsiah. tahun 1948 M sama dengan tahun 1367 H. Sesuai dengan hal ini, apabila ramalan ini benar israel berdiri hingga tahun 1443 H ( 1367 + 76).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dalam surat Al-Isra dinamakan juga surat Bani Israil. ppermulaan surat ini berbincang tentang nubuat yang diturunkan Allah SWT kepada nabi Musa as dalam Taurat. Nubuat ini menyebutkan dua perusakan yang dilakukan oleh Bani Israil di bumi yang diberkahi dalam bentu bersama – sama atau bentuk negara, yang dilakukan dengan diiringi dengan kesombongan. Allah SWT berfirman :” Dan Kami berikan kepada Musa, kitab ( taurat) dan Kami jadikannya petunjun bagi Bani Israil ( dengan Fiirman ),’janganlah kamu (mengambil  (pelindung ) selain Aku.((wahai) keturunan orang yang Kami bawa bersama Nuh. Sungguh dia (Nuh) adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.Dan Kami tetapkan terhadap bani israel dalam kitab itu,’ kamu pasti akan membuat kerusakan dibumi ini sebanyak dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.’maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu. Kami datangkan kepadamu hamba – hamba kali yang perkasa, lamu mereka merajalela dikampung – kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak – anak dan kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.” ( QS. Al-Isra:2-6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusakan pertama dilakukan sebelum zaman Islam, sedangkan yang kedua dan yang terakhir, menurut data – data, itu adalah berdirinya negara israel tahun 1948 di palestina. perlu diperhatikan bahwa ungkapan wa’d al-akhirah hanya digunakan dua kali dalam al-quran: pertama, dalam pembahasan tentang saat kedua ( ayat 7), kedua, pada ayat 104 ( keduanya dalam surah al-isra). apabila kita menghitung kata – kata dari permulaan pembahsan tentang nubuat ( Dan Kami berikan kepada Musa, kitab (Taurat)…) sampai akhir pembahasan nubuat (…tetapi apabila masa berbangkit datang. Niscaya kami kumpulkan kamu dalam keadaan bercampur baur) kita akan menemukan bahwa jumlah katanya ada 1.443 buah ini angka yang sesuai dengan angka yang telah disimpulkan oleh Al-Rasyid dala poin pertama ( 1367 +76 = 1443 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rasulullah berhijrah pada tanggal 20 september 622 M. menurut Ibnu Hazm, para ulama sepakat bahwa peristiwa Isra Mi’raj terjadi satu tahun sebelum hijriah, yakni pada tahun 621 M, meskipun Ar-Rasyid ragu atas ijmak ini, pendapat yang kuat adalah yang menetapkan tahun 621 M. begitu juga tidak terbayang bahwa permulaan surah Al-Isra terlambat turun dari peristiwa isra Mi’raj. Atas dasar ini, apa bila nubuat tersebut benar, masa akhir israel adalah 1443 H. Maka dari itu, tahun komariah (hijriah) dari waktu turunnya nubuat hingga runtuhnya israel adalah 1444H, sebab peristiwa Isra terjadi satu tahun sebelum hijrah. Angka 1444 H adalah 19 x 76. perhatikan, 76 ini adalah jumalah tahun komariah usia israel. maksudnya, masa turunnya nubuat hingga turunnya israel adalah 19 dikaliakan umur israel 76 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pada tahun 935 SM Nabi Sulaiman as. wafat.  Negaranya pun terpecah dan kehancuran muali tampak. Atas dasar ini, kerusakan pertama yang disebutkan dalam permulaan surah Al-Isra adalah tahun 935 SM, sedangkan akhir kerusakan kedua ( dan yang terakhir ) adalah tahun 2022 M atau tahun 1443 H. Bilangan tahun sejak kerusakan israel pertama (935 SM) sampai terjadinya peristiwa Isra (621 M) adalah 1556 tahun syamsiah, sedangkan jumlah tahun sejak peristiwa Isra Mi’raj sampai terjadinya kerusakan kedua adalah 1444 tahun komariah. Yang menarik adalah bilangan 1556 adalah jumlah kata dalam surah Al-Isra. Muncul pertanyaan, apakah para ulama sepakat bahwa nabi Sulaiman meninggal pada tahun 935 SM? jika ingin mendapatkan jawaban yangsingkat, pembaca dapat membuka kitab al-munjid fi al-lugah al-arabiyah pada entri sulaiman. selain itu banyak buku sejarah menyebutkan bahwa nabi Sulaiman meninggal tahun 935 SM. meskipun demikian, ada beberapa referensi yang menyebutkan bahwa nabi Sulaiman meninggal tahun 930 SM atau 926 SM. pada masa sekarang, tidak mudah bahkan mustahil untuk memastikan atau menguatkan mana pendapat  yang benar. karena itu Al-Quran lah yang menetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Dalam bilangan harus terdapat kesesuaian dengan yang terbilang, terlepas dari sesuatu yag kita hitung. terkadang kita menghitung huruf,kata,surah dan sebagainya, tetapi dalam satu kasus, kita hanya menghitung huruf, kata dan seterusnya. Al-Quran berbicara mengenai meninggalnya Nabi Sulaiman hanya dalam surah Saba’ ayat 14, Allah SWT berfirman : ” maka ketika kami telah menetapkan kematian atasnya ( Sulaiman), tidak ada yang menunjukan kepda mereka kematiannya kecuali rayap yang memakan tongkatnya..”.  Huruf fa ( pada kata falamma) menunjukan makna pengurutan dan penjelasan. huruf fa disini adalah penyambung antara pembahasan mengenai puncak kerajaan sulaiman dalam ayat 13 dan ayat 14. jumlah huruf permulaan surah saba sampai akhir ayat 13 dan sebelum pembicaraan tentang kematiannya adalah 934 huruf, setelah itu ditambah huruf fa sehingga menjadi 935 huruf. Nabi Sulaiman wafat pada tahun 935 SM. Dengan demikian Ar-Rasyid menguatkan angka 935 sebagai tahun wafatnya nabi Sulaiman sebagaiman yang didapat dalam buku-buku  sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar-Rasyid telah memperhatikan bahwa ayat 13 ( ayat yang membicarakan tentang puncak kerajaan sulaiman dan yang mendahului ayat yang berbicara tentang kewafatannya) terdiri atas 19 kata dan 84 huruf. berapakah hasil perkalian kedua bilangan tersebut ( 84 x19), hasilnya adalah 1596.Jika kita telah mengetahui bahwa Nabi Sulaiman berkuasa selama 40 tahun, seperti yang ditulisa dalam perjanjian lama, setelah dikurangi massa kekuasaannya ( 1596-40) sisanya adalah 1556. bilangan iniadalah jumlah tahun sejak wafatnya nabi Sulaiman hingga peristiwa Isra Mi’raj tahun 621 M. Disamping itu, ini jumlah kata dalam surah al-Isra. Ar-Rasyid juga memperhatikan bahwa angka bilangan 1556 ( 1+5+5+6) adalah 17. begitu juga angka bilangan  tahun wafatnya nabi Sulaiman 935 ( 9+3+5) adalah 17. dapat dilihat bahwa angka 17 merupakan nomor urutan surah Al-Isra dalam al-quran, sedangkan angka  17+17 = 34 adalah nomor urut surah Saba. (cak you tube)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥☆.¸¸.♥&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSYA ALLOH BERSAMBUNG ..!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-1287002366731278837?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/1287002366731278837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2012/01/israel-hancur-tahun-2022-edisi-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/1287002366731278837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/1287002366731278837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2012/01/israel-hancur-tahun-2022-edisi-1.html' title='ISRAEL HANCUR TAHUN 2022 ??!! ( EDISI 1 )'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-6798058180959380974</id><published>2012-01-09T20:42:00.000-08:00</published><updated>2012-01-09T20:43:49.284-08:00</updated><title type='text'>Mengukir kebaikan di atas batu</title><content type='html'>Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat keras. Istri yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si Istri, mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis di sebuah batu : HARI INI SUAMIKU YG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami bertanya : “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya sambil tersenyum menjawab : “Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu dan aku bisa melupakannya... Dan bila sesuatu yg baik dan luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku, agar tidak bisa hilang tertiup angin waktu dan akan kuingat selamanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat,Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Terkadang malah sangat menyakitkan, oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masalah yang lalu. Yang terpenting dari pelajaran di atas, adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belajarlah untuk selalu BISA MENULIS DI ATAS PASIR untuk semua hal yg MENYAKITKAN dan selalu MENGUKIR DI ATAS BATU untuk semua KEBAIKAN ...."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-6798058180959380974?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/6798058180959380974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2012/01/mengukir-kebaikan-di-atas-batu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/6798058180959380974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/6798058180959380974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2012/01/mengukir-kebaikan-di-atas-batu.html' title='Mengukir kebaikan di atas batu'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-4386211186476114465</id><published>2012-01-08T02:22:00.001-08:00</published><updated>2012-01-08T02:22:59.389-08:00</updated><title type='text'>Harga nafas kita</title><content type='html'>Sahabat pernakah kita menanyakan harga Oksigen di apotik?&lt;br /&gt;Jika belum tau +/- Rp.25 Ribu / liter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat pernakah kita menanyakan harga Nitrogen ke apotik?&lt;br /&gt;Jika belum tau +/- Rp.9950/ liter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kita bahwa dalam sehari manusia menghirup 2880 liter Oksigen dan 11.376 liter Nitrogen. Jika dihargai dengan Rupiah maka Oksigen dan Nitrogen yang kita hirup akan mencapai Rp.170 jutaan/hari/manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam satu hari kita hitung Rp.170 juta. Maka dalam sebulan sekitar Rp.5.1M/orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang paling KAYA di dunia ini pun tidak akan sanggup membiayai biaya nafas hidupnya dan Allah SWT. Memberikan pada kita secara GRATIS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah ada yang menghalangi untuk bersyukur, meninggalkan perintah-Nya serta melalaikan kewajiban kita sebagai hamba2Nya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-4386211186476114465?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/4386211186476114465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2012/01/harga-nafas-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/4386211186476114465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/4386211186476114465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2012/01/harga-nafas-kita.html' title='Harga nafas kita'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-5498732018486587447</id><published>2012-01-06T00:44:00.000-08:00</published><updated>2012-01-06T00:45:32.864-08:00</updated><title type='text'>Pohon itu dan anak kita</title><content type='html'>Di sebuah pulau, Solomon namanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat sebuah pohon, pohon yang sangat besar. Kokoh kuat menjulang tinggi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduknya (yang masih primitif) merasa terganggu dengan ukuran pohon tersebut, lalu berupaya merobohkannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai upaya dan alat digunakan oleh mereka demi merobohkan pohon raksasa itu, namun hasilnya nihil. Pohon itu tetap perkasa tegak berdiri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Ketua Adat meminta agar penduduk secara bersamaan meneriaki saja pohon itu. Berhari-hari penduduk mengelilingi dan memanjat setiap dahan pohon itu sampai puncaknya, lalu berteriak-teriak menyumpahinya…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai hari ke empat puluh rontoklah daun-daunnya, melengkung dahan-dahannya, mengelupas kulitnya dan muncul akar-akarnya mencuat di atas tanah…dan robohlah si raksasa itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pohon itu adalah anak kita. Anak yang dilahirkan dengan potensi dahsyatnya masing-masing. Kita teriaki dia, kita bentak-bentak dia, kita marah-marahi dia – anak kita itu – berapa harikah dia akan bertahan ???&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berapa kali kita membentak mereka dalam sehari, Berapa kali rona ketakutan tergambar di wajahnya yang suci, berapa kali tubuhnya menggigil saat kita – raksasanya – sedang murka ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon raksasa itu begitu besar dan kuat, hanya dalam 40 hari, roboh tak berdaya dengan hanya diteriaki. Sementara mungkin anda, saya, kita, para orangtua dan para guru, berbilang bulan bahkan bisa jadi bertahun-tahun membentak anak-anak kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin tanpa bentakan dan teriakan yang tidak perlu menjadi menu sehari-hari anak kita. Saat ini anak kita sebenarnya bisa jadi jauh lebih baik, bila sejak awal menunya adalah ucapan terimakasih, penghargaan, dan penjelasan. Tidak ada kata terlambat, rubah sekarang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menjadi orangtua dan guru hebat… :-)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-5498732018486587447?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/5498732018486587447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2012/01/pohon-itu-dan-anak-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/5498732018486587447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/5498732018486587447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2012/01/pohon-itu-dan-anak-kita.html' title='Pohon itu dan anak kita'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-8448609900048254765</id><published>2012-01-06T00:36:00.000-08:00</published><updated>2012-01-06T00:37:16.590-08:00</updated><title type='text'>Antara sandal jepit dan korupsi milyaran rupiah</title><content type='html'>Dari Aisyah RA, bahawasanya kaum Quraisy dibimbangkan dengan sebuah peristiwa di mana seorang wanita dari Bani Makhzumiyah mencuri (dan wajib dipotong tangannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata, "Siapakah yang berani membicarakan masalah wanita ini kepada Rasulullah SAW (agar dimaafkan)?" Kemudian mereka berkata: "Tidak ada rasanya seseorang pun yang berani membicarakan masalah ini (supaya dimaafkan) selain Usamah bin Zaid, sahabat yang dicintai Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Usamah membicarakan hal tersebut pada beliau. Lalu Rasulullah SAW bersabda, "Apakah engkau hendak meminta dihapuskannya hukuman yang telah ditentukan oleh Allah SWT?" Beliau kemudian berdiri dan berkhotbah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwasanya dibinasakannya orang-orang yang ada sebelum kalian adalah karena apabila ada yang mencuri dan ia termasuk golongan orang mulia di kalangan mereka, maka orang tersebut dibiarkan saja (tidak dihukum), sedangkan apabila yang mencuri itu adalah orang yang lemah, maka mereka mengeksekusinya. Demi Allah seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, sungguh akan aku potong tangannya." (Muttafaq 'alaih)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-8448609900048254765?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/8448609900048254765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2012/01/antara-sandal-jepit-dan-korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/8448609900048254765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/8448609900048254765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2012/01/antara-sandal-jepit-dan-korupsi.html' title='Antara sandal jepit dan korupsi milyaran rupiah'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-586620454506524337</id><published>2012-01-02T18:53:00.000-08:00</published><updated>2012-01-02T18:54:40.501-08:00</updated><title type='text'>17 alasan ulama Islam mengkafirkan kaum Syi’ah</title><content type='html'>SEJUMLAH tujuh belas doktrin Syi’ah yang selalu mereka sembunyikan dari kaum muslimin sebagai bagian dari pengamalan doktrin taqiyah (menyembunyikan Syi’ahnya). Ketujuh belas doktrin ini terdapat dalam kitab suci Syi’ah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dunia dengan seluruh isinya adalah milik para imam Syi’ah. Mereka akan memberikan dunia ini kepada siapa yang dikehendaki dan mencabutnya dari siapa yang dikehendaki (Ushulul Kaafi, hal.259, Al-Kulaini, cet. India).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jelas Doktrin semacam ini bertentangan dengan firman Allah SWT QS: Al-A’raf 7: 128, “Sesungguhnya bumi adalah milik Allah, Dia dikaruniakan kepada siapa yang Dia kehendaki”. Kepercayaan Syi’ah diatas menunjukkan penyetaraan kekuasaan para imam Syi’ah dengan Allah dan doktrin ini merupakan aqidah syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ali bin Abi Thalib yang diklaim sebagai imam Syi’ah yang pertama dinyatakan sebagai dzat yang pertama dan terakhir, yang dhahir dan yang bathin sebagaimana termaktub dalam surat Al-Hadid, 57: 3 (Rijalul Kashi hal. 138).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Doktrin semacam ini jelas merupakan kekafiran Syi’ah yang berdusta atas nama Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dengan doktrin semacam ini Syi’ah menempatkan Ali sebagai Tuhan. Dan hal ini sudah pasti merupakan tipu daya Syi’ah terhadap kaum muslimin dan kesucian aqidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Para imam Syi’ah merupakan wajah Allah, mata Allah dan tangan-tangan Allah yang membawa rahmat bagi para hamba Allah (Ushulul Kaafi, hal. 83).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib oleh Syi’ah dikatakan menjadi wakil Allah dalam menentukan surga dan neraka, memperoleh sesuatu yang tidak diperoleh oleh manusia sebelumnya, mengetahui yang baik dan yang buruk, mengetahui segala sesuatu secara rinci yang pernah terjadi dahulu maupun yang ghaib (Ushulul Kaafi, hal. 84).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Keinginan para imam Syi’ah adalah keinginan Allah juga (Ushulul Kaafi, hal. 278).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Para imam Syi’ah mengetahui kapan datang ajalnya dan mereka sendiri yang menentukan saat kematiannya karena bila imam tidak mengetahui hal-hal semacam itu maka ia tidak berhak menjadi imam (Ushulul Kaafi, hal. 158).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Para imam Syi’ah mengetahui apapun yang tersembunyi dan dapat mengetahui dan menjawab apa saja bila kita bertanya kepada mereka karena mereka mengetahui hal ghaib sebagaimana yang Allah ketahui (Ushulul Kaafi, hal. 193).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Allah itu bersifat bada’ yaitu baru mengetahui sesuatu bila sudah terjadi. Akan tetapi para imam Syi’ah telah mengetahui lebih dahulu hal yang belum terjadi (Ushulul Kaafi, hal. 40). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menurut Al-Kulaini (ulama besar ahli hadits Syi’ah), Bahwa Allah tidak mengetahui bahwa Husein bin Ali akan mati terbunuh. Menurut mereka Tuhan pada mulanya tidak tahu karena itu Tuhan membuat ketetapan baru sesuai dengan kondisi yang ada. Akan tetapi imam Syi’ah telah mengetahui apa yang akan terjadi. Oleh sebab itu menurut doktrin Syi’ah Allah bersifat bada’ (Ushulul Kaafi, hal. 232).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Para imam Syi’ah merupakan gudang ilmu Allah dan juga penerjemah ilmu Allah. Para imam Syi’ah bersifat Ma’sum (Bersih dari kesalahan dan tidak pernah lupa apalagi berbuat Dosa). Allah menyuruh manusia untuk mentaati imam Syi’ah, tidak boleh mengingkarinya dan mereka menjadi hujjah (Argumentasi Kebenaran) Allah atas langit dan bumi (Ushulul Kaafi, hal. 165).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Para imam Syi’ah sama dengan Rasulullah Saw (Ibid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Yang dimaksud para imam Syi’ah adalah Ali bin Abi Thalib, Husein bin Ali, Ali bin Husein, Hassan bin Ali dan Muhammad bin Ali (Ushulul Kaafi, hal. 109)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Al-Qur’an yang ada sekarang telah berubah, dikurangi dan ditambah (Ushulul Kaafi, hal. 670). Salah satu contoh ayat Al-Qur’an yang dikurangi dari aslinya yaitu ayat Al-Qur’an An-Nisa’: 47, menurut versi Syi’ah berbunyi: “Ya ayyuhalladziina uutul kitaaba aaminuu bimaa nazzalnaa fie ‘Aliyyin nuuran mubiinan”. (Fashlul Khitab, hal. 180).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menurut Syi’ah, Al-Qur’an yang dibawa Jibril kepada Nabi Muhammad ada 17 ribu ayat, namun yang tersisa sekarang hanya 6660 ayat (Ushulul Kaafi, hal. 671).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menyatakan bahwa Abu Bakar, Umar, Utsman bin Affan, Muawiyah, Aisyah, Hafshah, Hindun, dan Ummul Hakam adalah makhluk yang paling jelek di muka bumi, mereka ini adalah musuh-musuh Allah. Siapa yang tidak memusuhi mereka, maka tidaklah sempurna imannya kepada Allah, Rasul-Nya dan imam-imam Syi’ah (Haqqul Yaqin, hal. 519 oleh Muhammad Baqir Al-Majlisi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menghalalkan nikah Mut’ah, bahkan menurut doktrin Syi’ah orang yang melakukan kawin mut’ah 4 kali derajatnya lebih tinggi dari Nabi Muhammad Saw. (Tafsir Minhajush Shadiqin, hal. 356, oleh Mullah Fathullah Kassani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menghalalkan saling tukar-menukar budak perempuan untuk disetubuhi kepada sesama temannya. Kata mereka, imam Ja’far berkata kepada temannya: “Wahai Muhammad, kumpulilah budakku ini sesuka hatimu. Jika engkau sudah tidak suka kembalikan lagi kepadaku.” (Al-Istibshar III, hal. 136, oleh Abu Ja’far Muhammad Hasan At-Thusi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rasulullah dan para sahabat akan dibangkitkan sebelum hari kiamat. Imam Mahdi sebelum hari kiamat akan datang dan dia membongkar kuburan Abu Bakar dan Umar yang ada didekat kuburan Rasulullah. Setelah dihidupkan maka kedua orang ini akan disalib (Haqqul Yaqin, hal. 360, oleh Mullah Muhammad Baqir al-Majlisi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuhbelas doktrin Syi’ah di atas, apakah bisa dianggap sebagai aqidah Islam sebagaimana dibawa oleh Rasulullah Saw. dan dipegang teguh oleh para Sahabat serta kaum Muslimin yang hidup sejak zaman Tabi’in hingga sekarang? Adakah orang masih percaya bahwa Syi’ah itu bagian dari umat Islam? Menurut Imam Malik dan Imam Ahmad, barangsiapa yang tidak MENGKAFIRKAN aqidah Syi’ah ini, maka dia termasuk Kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kitab tersebut diatas adalah kitab-kitab induk atau rujukan pokok kaum Syi’ah yang posisinya seperti halnya kitab-kitab hadits Imam Bukhari, Muslim, Ahmad bin Hambal, Nasa’i, Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah bagi kaum Muslimin. Oleh karena itu, upaya-upaya Syi’ah untuk menanamkan kesan bahwa Syi’ah adalah bagian dari kaum Muslimin, hanya berbeda dalam beberapa hal yang tidak prinsip, adalah dusta dan harus ditolak tegas !!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Risalah Mujahidin, edisi 9, th 1 Jumadil Ula 1428 / Juni 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Read more: http://arrahmah.com/read/2011/12/31/17123-17-alasan-ulama-islam-mengkafirkan-kaum-syiah.html#ixzz1iMNnyaaT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-586620454506524337?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/586620454506524337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2012/01/17-alasan-ulama-islam-mengkafirkan-kaum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/586620454506524337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/586620454506524337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2012/01/17-alasan-ulama-islam-mengkafirkan-kaum.html' title='17 alasan ulama Islam mengkafirkan kaum Syi’ah'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-7513887885262193342</id><published>2011-12-26T21:32:00.001-08:00</published><updated>2011-12-26T21:33:01.077-08:00</updated><title type='text'>Aku belum seromantis Rasulullah saw…</title><content type='html'>Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, beliau mencium istrinya saat akan bepergian dan sebelum keluar untuk shalat. Dari 'Aisyah Radhiallaahu 'anha, "Bahwa Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam mencium sebagian istrinya kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu." (HR Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Alhamdulillah ciuman itu suka kulayangkan ke kening dan pipinya… ehm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau biasa memanggil istri-istrinya dengan panggilan kesukaan dan panggilan yang indah. Siti 'Aisyah, dipanggil dengan panggilan "Ya Humaira" (wahai si merah jambu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Aku terbiasa panggil dia Umi, sementara dia inginnya dipanggil neng atau teteh. Nanti ta' coba deh…tetehhh humairaaaaa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat, beliau mandi bersama dengan Siti 'Aisyah radhiyallahu anha dalam satu kamar mandi dengan bak yang sama. Dari 'Aisyah radhiallahu 'anha, ia berkata, "Aku pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air." (HR Mutafaqun 'alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Beberapa kali pernah kulakukan…#sensor@&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga sangat mengerti perasaan istri-istrinya dan tahu cara menyenangkan dan memberi kasih sayang. Rasulullah, sering tidur di pangkuan Siti 'Aisyah, meski istrinya sedang haids.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Kadang kulakukan wahai Rasulullah, tapi memang tidak sering..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga mengajarkan untuk memperlakukan istri dengan istimewa. Hal itu ditunjukan ketika beliau tidak sungkan mandi dari sisa air istrinya. Dari Ibnu Abbas, "Bahwa Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah mandi dari air sisa Maimunah." (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Itu selalu kulakukan, kan bak mandinya cuma satu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi juga dikenal suka memanjakan istri-istrinya. Dari Anas, dia berkata: "Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut." (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Kayaknya aku pernah beberapa kali melakukan itu saat si dia hendak naik motor…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam juga suka memakan dan meminum berdua dari piring dan gelas istri-istrinya tanpa merasa risih atau jijik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Aku sering menyuapinya dan dia menyuapiku, tapi belum mampu sampai saling menjilati jari jemari sesuai anjuranmu wahai Rasul mulia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah Ra, ia berkata: "Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Shallallahu 'Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum." (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.) Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam pernah minum di gelas yang digunakan 'Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit 'Aisyah.(HR Muslim No. 300)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ku juga suka melakukannya ya Rasul, begitu juga menggigit daging yang pernah digigit si dia. Bahkan dari mulutnya langsung wahai Rasul mulia…bagaimana pendapatmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw biasa memijit hidung 'Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai 'Aisyah, bacalah do'a: "Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan." (HR. Ibnu Sunni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Aku belum pernah melakukannya, terimakasih wahai Rasul sudah mengingatkan…memijit hidung si dia sih sering, tapi doanya itu yg ga’ dibaca. Kan baru tau…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat disebutkan, 'Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Nabi SAW hanya tertawa melihat mereka. (HR Nasa'i dengan isnad hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Aku belum pernah melihat si dia bercanda dengan madunya ya Rasul, soalnya istriku cuma dia seorang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau dikenal bersikap lembut dan sayang pada istrinya. Beliau juga menyayangi dan mengistimewakan istrinya di kala istrinya sedang sakit. Dari 'Aisyah, ia mengatakan, beliau adalah orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ini yang jarang kulakukan, banyak alasan memang…tapi harusnya aku setia menemaninya dikala sakit apapun resikonya. Teteh, maaf ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: "Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya." (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih).*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Semoga aku menjadi bagian dari yang engkau do’akan wahai kekasih Allah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bilakah anda dengan istri anda wahai kawan…?&lt;br /&gt;Salam hangat WH Foundation&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-7513887885262193342?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/7513887885262193342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/12/aku-belum-seromantis-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/7513887885262193342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/7513887885262193342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/12/aku-belum-seromantis-rasulullah-saw.html' title='Aku belum seromantis Rasulullah saw…'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-7241555560982189545</id><published>2011-12-19T21:18:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T21:21:23.088-08:00</updated><title type='text'>Ya, Saya Seorang Wahhabi (Menjawab Kedengkian kafirin, Syiah Rafidhah &amp; Ahli Bid'ah)</title><content type='html'>Oleh: Syaikh Abu Bashir Ath-Thurthusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya saya tidak menyukai berbagai terminologi kontemporer yang dapat memecah-belah kaum muslimin dan tidak mempunyai citra persatuan di antara mereka. Akan tetapi, saya terpaksa mendeklarasikan secara tegas dan gamblang –tanpa fanatisme dan sikap sentimen golongan– bahwa saya adalah seorang Wahhabi! Saya adalah seorang yang menaruh hormat dan simpati kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, dan kepada dakwahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Wahhabiyah berarti dakwah menyeru orang kepada tauhid dan akidah yang benar, menghapuskan kesyirikan dan berlepas diri dari orang-orang musyrik, sebagaimana dakwah yang diserukan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, maka saya adalah seorang Wahhabi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Wahhabiyah berarti dakwah menyeru manusia kepada Al-Qur‘an dan As-Sunnah, berpegang teguh kepada teladan, petunjuk, dan pemahaman salaf ash-shalih, serta memberangus fanatisme mazhab, sebagaimana dakwah yang diserukan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, maka saya adalah seorang Wahhabi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Wahhabiyah berarti berpegang teguh kepada As-Sunnah yang kokoh dan shahih, serta memberangus bid’ah, takhayul, dan khurafat (mitos), sebagaimana dakwah yang dilakukan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, maka saya adalah seorang Wahhabi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ...Jika Wahhabiyah berarti berpegang teguh kepada As-Sunnah, memberangus bid’ah, takhayul, dan khurafat sebagaimana dakwah yang dilakukan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, maka saya adalah seorang Wahhabi!...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Wahhabiyah berarti berjihad memerangi segenap thaghut (setiap orang dan segala sesuatu yang disembah dan ditaati selain Allah) yang zalim, memerangi kesyirikan dan orang-orang musyrik, sebagaimana dakwah yang dilakoni oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, maka saya adalah seorang Wahhabi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Wahhabiyah berarti sikap dan paradigma al-wasathiyyah (pertengahan); tidak cenderung kepada sikap berlebihan seperti Khawarij dan tidak longgar atau menggampangkan seperti Murjiah, sebagaimana dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, maka saya adalah seorang Wahhabi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih ada banyak lagi perilaku yang dianggap musuh-musuh dakwah tauhid Sebagai bagian dari Wahhabiyah, yang secara menyeluruh berupaya memurnikan kalimat tauhid la ilaha illallah beserta segala aspek yang terkait dengannya berikut konsekuensinya, maka saksikanlah bahwa saya adalah seorang Wahhabi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita mengamati dan mencermati sikap orang-orang dengki yang memusuhi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya, maka kita mendapatkan bahwa mereka bisa jadi adalah orang kafir, atau kelompok Syi’ah Rafidhah, atau kaum Sufi ekstrim, atau kalangan pelaku bid’ah yang sesat, atau kelompok orang-orang bodoh yang sangat membenci tanpa mau mengetahui sedikit pun dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ...Orang-orang dengki yang memusuhi Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya, bisa jadi adalah orang kafir, Syi’ah Rafidhah, Sufi ekstrim, atau pelaku bid’ah yang sesat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah batalion kejahatan. Siapa saja merelakan dirinya untuk bergabung ke dalamnya, mendedikasikan diri untuk menjadi prajuritnya, dan memperkuat barisannya, niscaya dia akan menemui kekecewaan dan kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mereka begitu murka  kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab? Pada masa sekarang, betapa banyaknya orang yang membenci dakwah tauhid. Sudah sejak lama kita mendengar berbagai kelompok yang melontarkan cacian, makian, dan fitnah dusta kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya. Sampai-sampai istilah ‘Wahhabi’ dan ‘Wahhabiyah’ menjadi stigma buruk dan negatif di kalangan manusia. Sayangnya, mereka sedikit pun tidak bisa mendatangkan dalil tak terbantahkan dan argumentasi kuat yang dapat melegitimasi kebencian, kezaliman, dan kedengkian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khazanah intelektual dan karya-karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab berserakan di mana-mana. Orang yang menginginkannya bisa dengan mudah mendapatkannya. Semua karya-karyanya berbicara dengan kebenaran, mengajak kebenaran, dan memerintahkan kebenaran. Jika ada pernyataan di dalamnya yang kalian bantah dan tolak, maka datangkanlah satu antitesa yang mu’tabar (kredibel dan tak terbantahkan). Jika kalian merasa benar, bantahlah dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dengan hujjah-hujjah meyakinkan yang bisa menjustifikasi permusuhan dan kebencian kalian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika kalian tidak bisa mendatangkan –sekali-kali tidak akan bisa– argumentasi dan bukti itu, maka akuilah bahwa yang kalian benci dan musuhi dari dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah sebuah kebenaran. Ya, kebenaran itulah yang tidak disukai oleh kalian dan para thaghut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kalian mengatakan, “Tengoklah kezaliman dan kekeliruan sebagian kalangan yang berafiliasi kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya pada masa sekarang!” Maka saya menjawab, “Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya tidak bisa diserang dan dihujat hanya karena ada segelintir orang yang mengaku berafiliasi kepadanya, lalu mereka membuat kesalahan dan kekeliruan. Kesalahan yang dilakukan seorang pengikut atau murid tidak lantas membuat pemimpin atau gurunya layak mendapatkan cercaan dan hujatan. Seseorang tidak bisa dimintai tanggung jawab atau dihukum berdasarkan dosa orang lain. Seandainya hal ini bisa diterima, niscaya tidak akan ada orang di muka bumi yang selamat dari kesalahan dan hukuman.” Wallahu A’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-7241555560982189545?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/7241555560982189545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/12/ya-saya-seorang-wahhabi-menjawab.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/7241555560982189545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/7241555560982189545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/12/ya-saya-seorang-wahhabi-menjawab.html' title='Ya, Saya Seorang Wahhabi (Menjawab Kedengkian kafirin, Syiah Rafidhah &amp; Ahli Bid&apos;ah)'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-3181316667277875107</id><published>2011-12-19T21:17:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T21:18:13.146-08:00</updated><title type='text'>KH Said Aqil Siradj, Sampeyan Muslim?</title><content type='html'>Saat ini kita dibuat tercengang-cengang dengan sepak terjang Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA, Ketua Umum PBNU yang melontarkan berbagi tuduhan keji kepada umat Islam. Namun ternyata perilaku nyeleneh bak pendekar mabok ini bukan hanya sekarang saja terjadi. Tulisan ini hanya sekedar mengumpulkan remah-remah yang bertebaran di internet terkait sepak terjang KH Said Aqil Siradj. Sebelumnya mari kita mengenal KH Said Aqil Siradj lebih dekat dengan membaca sedikit curiculum vitaenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Prof Dr KH Said Agil Siradj&lt;br /&gt;Nama lengkap : Said Aqil Siradj&lt;br /&gt;Tempat dan tanggal lahir: Cirebon, 03 Juli 1953&lt;br /&gt;Nama istri : Nur Hayati Abdul Qodir&lt;br /&gt;Nama Anak: 1. Muhammad Said Aqil, Nisrin Said Aqil, Rihab Said Aqil, Aqil Said Aqil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Formal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. S1 Universitas King Abdul Aziz, jurusan Ushuluddin dan Dakwah, lulus 1982.&lt;br /&gt;2. S2 Universitas Umm al-Qura, jurusan Perbandingan Agama, lulus 1987.&lt;br /&gt;3. S3 University of Umm al-Qura, jurusan Aqidah / Filsafat Islam, lulus 1994&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Non-Formal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Madrasah Tarbiyatul Mubtadi’ien Kempek Cirebon&lt;br /&gt;2. Hidayatul Mubtadi’en Pesantren Lirboyo Kediri (1965-1970)&lt;br /&gt;3. Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta (1972-1975)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sekertaris PMII Rayon Krapyak Yogyakarta (1972-1974)&lt;br /&gt;2. Ketua Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) Mekkah (1983-1987)&lt;br /&gt;3. Wakil Katib ‘aam PBNU (1994-1998)&lt;br /&gt;4. Katib ‘aam PBNU (1998-1999)&lt;br /&gt;5. Penasihat Gerakan Anti Diskriminasi Indonesia (Gandi) (1998)&lt;br /&gt;6. Ketua Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB) (1998-sekarang)&lt;br /&gt;7. Penasehat Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam UI (1998-sekarang)&lt;br /&gt;8. Wakil Ketua Tim Gabungan Pencari fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998 (1998)&lt;br /&gt;9. Ketua TGPF Kasus pembantaian Dukun Santet Banyuwangi (1998)&lt;br /&gt;10. Penasehat PMKRI (1999-sekarang)&lt;br /&gt;11. Ketua Panitia Muktamar NU XXX di Lirboyo Kediri (1999)&lt;br /&gt;12. Anggota Kehormatan MATAKIN (1999-2002)&lt;br /&gt;13. Rais Syuriah PBNU (1999-2004)&lt;br /&gt;14. Ketua PBNU (2004-sekarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesional Kegiatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tim ahli bahasa indonesia dalam surat kabar harian Al-Nadwah Mekkah (1991)&lt;br /&gt;2. Dosen di Institut Pendidikan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) (1995-1997)&lt;br /&gt;3. Dosen pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1995-sekarang)&lt;br /&gt;4. Wakil Direktur Universitas Islam Malang (Unisma) (1997-1999)&lt;br /&gt;5. MKDU penasihat fakultas di Universitas Surabaya (Ubaya) (1998-sekarang)&lt;br /&gt;6. Wakil ketua dari lima tim penyusun rancangan AD / ART PKB (1998)&lt;br /&gt;7. Komisi member (1998-1999)&lt;br /&gt;8. Dosen luar biasa Institut Islam Tribakti Lirboyo Kediri (1999 – sekarang)&lt;br /&gt;9. Majelis Permusyawaratan Rakyat anggota fraksi yang mewakili NU (1999-2004)&lt;br /&gt;10. Lulusan Unisma direktur (1999-2003)&lt;br /&gt;11. Penasehat Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) (2001-sekarang)&lt;br /&gt;12. Dosen pascasarjana ST Ibrahim Maqdum Tuban (2003-sekarang)&lt;br /&gt;13. UNU Dosen lulusan Universitas NU Solo (2003-sekarang)&lt;br /&gt;14. Lulusan Unisma dosen (2003-sekarang)&lt;br /&gt;15. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2010-2015&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber: http://majelisfathulhidayah.wordpress.com/2010/04/13/profil-profil-said-agil-siradj-ketua-umum-pengurus-besar-nahdlatul-ulama-pbnu-2010-2015/).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampeyan Muslim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut fakta sepak terjang KH. Said Aqil Siradj yang terekam media dan bisa membuat kita menimbang-nimbang apakah bisa kita mengajukan pertanyaan “Kyai Said, sampeyan muslim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kyai Said mengutuk ‘kekerasan’ yang dilakukan oleh umat Islam, dekat dan mesra dengan kelompok minoritas (non muslim dan penganut aliran sesat), mendoakan keselamatan untuk penganjur kesesatan Ulil Abshar Abdalla dedengkot JIL yang sekarang nyaman di ketiak partai penguasa dan dekat atau menjadi bagian dari kelompok pengidap penyakit SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme). (sumber: http://wahidinstitute.org/Berita/Detail/?id=295%2Fhl%3Did%2FKH_Said_Aqil_Siradj_Jangan_Ragu_Dengan_PBNU).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kyai Said penjilat penguasa dan mengkhianati suara rakyat dengan mengkritik beberapa tokoh agama yang menuduh pemerintah telah berbohong. (http://nasional.inilah.com/read/detail/1142292/pbnu-sindir-tokoh-lintas-agama-tak-santun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kyai Said aqidahnya rusak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kutipan pemikiran Said Aqil Siradj dalam sebuah tulisannya berjudul “Laa Ilaha Ilallah Juga” menurutnya, “Agama yang membawa misi Tauhid adalah Yahudi, Nasrani dan Islam. Ketiga agama tersebut datang dari Tuhan melalui nabi dan rasul pilihan. Yahudi diturunkan melalui Musa, Nasrani diturunkan melalui Isa dan Islam diturunkan melalui nabi Muhammad SAW. Kedekatan ketiga agama samawi yang sampai saat ini dianut manusia semakin tampak jika dilihat dari genealoi ketiga utusan (Musa, Isa, Muhammad) yang bertemu pada Ibrahim. Ketiga agama tersebut mengakui Ibrahim sebagai the Faunding Father’s bagi agama tauhid. Jadi ketiga agama tersebut sama-sama memiliki komitmen untuk menegakkan kalimat tauhid..... dari ketiga macam tauhid diatas(tauhid Rubbubiyah,Uluhiyah dan asma wa sifat), tauhid Kanisah Ortodhoks Syiria (Kristen Orthodox) tidak memiliki perbedaan yang berarti dengan tauhid Islam……….dst (Menuju Dialog Teologis Kristen Islam karya Bambang Noorsena penganut Kristen Orthodok Syiria). (http://www.voa-islam.com/counter/christology/2011/10/06/16278/koreksi-aqidah-kh-said-aqil-sirajd-jangan-samakan-tauhid-islam-dengan-trinitas-kristen/).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kyai Said melontarkan perkataan kesyirikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Said pernah berkata “Jika seseorang berdoa’a pada batu secara khusyu’ maka Alloh akan mengabulkan do’anya karena kalau tidak terkabul maka Alloh akan sama dengan batu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kyai Said berbuat bid’ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Said Aqil pernah mensponsori dan mengadakan doa bersama antar agama dalam sebuah tema “ Indonesia Berdoa” yang dihadiri beberapa tokoh kafir (non muslim)dan juga beberapa pimpinan NU. Sebuah acara mengada-ada (bid’ah mungkar). Hal itu tidak pernah dilakukan oleh Rasululloh dan para Sahabat. Bahkan tercatat dalam sejarah Rasullulloh, beliau mengadakan Mubahallah (do’a untuk melaknat) dengan tokoh Nashara, bukan do’a untuk mencari keselamatan bersama antara beberapa tokoh agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kyai Said pernah mengatakan bahwa “Abdullah bin Saba’ (pimpinan Syiah) dalam masa Rasululloh dan para sahabat tidak pernah ada dan tidak pernah dikenal dalam sejarah Islam”. Dalam hal ini Said Aqil berusaha menutupi dan mendistorsi sejarah Islam. Abdullah bin Saba’ (seorang Yahudi yang masuk Islam kemudian menyimpang dan memimpin Syiah) berusaha dihilangkan oleh Said Aqil dari panggung sejarah Islam Sehingga seolah-olah Yahudi tidak dianggap sebagai musuh dan golongan yang pertama-kali memecah belah dan mengacak-acak Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kyai Said pernah mengakui bahwa dia pernah belajar Agama Syiah dan dia tidak mempermasalahkan sesatnya ajaran Syiah tersebut dan dianggapnya wajar-wajar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kyai Said gemar keluar masuk gereja dan berceramah di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kyai Said pernah mengusulkan agar MUI dibubarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Point 3 sampai 9 dapat dilihat di: http://alislam-pwt.tripod.com/islam__liberal2.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kyai Said pendukung ideologi kufur pluralisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.cathnewsindonesia.com/2011/07/14/nahdlatul-ulama-tetap-komit-pada-pluralisme/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Kyai Said simpatisan sekte sesat Syi’ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku Tasawwuf sebagai Kritik Sosial, di antaranya Said Aqil menulis bahwa kehadiran Islam sarat dengan nuansa politis dan Imam Syafi’i dianggap simpatisan Syi’ah. (http://www.syiahindonesia.com/index.php/data-a-fakta/potret-tokoh-syiah/181-dr-said-agil-siradj-mengaku-tak-percaya-syiah-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Kyai Said bergabung dengan partai sekuler yang selalu menghalang-halangi upaya penegakkan syariat Islam di Indonesia. (http://www.riaupos.co.id/berita.php?act=full&amp;id=4140&amp;kat=8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Kyai Said menerima perwakilan GKI Yasmin namun tidak tabayyun kepada Umat Islam Bogor. (http://www.seruu.com/entertainment/tokoh-internasional-/artikel/kh-said-aqil-siradj-walikota-bogor-harus-taat-hukum-dalam-kasus-gki-yasmin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Kyai Said adalah pejuang Hindu, Budha, Kristen dan Konghucu Point ini di atas disimpulkan dari judul KEBHINNEKAAN DAN PLURALISME bab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 buku TASAWAUF SEBAGAI KRITIK SOSIAL karangan Said Aqil Siroj, tebitan Mizan, September 2006. (http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&amp;var=detail&amp;id=224)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Kyai Said pernah bersuara sangat aneh dan menyakiti para sahabat Nabi Muhammad bahwa orang Arab sepeninggal Nabi Muhammad mereka murtad kecuali hanya orang-orang Arab Quraisy, itupun tidak keluarnya dari Islam bukan karena agama tapi karena suku/ kabilah. Dengan tulisannya di makalah yang sangat menyakiti para sahabat Nabi Muhammad itu maka Aqil Siradj dikafirkan oleh belasan ulama dan ada gagasan untuk diusulkan ke almamaternya, Universitas Ummul Quro Makkah, agar gelar doktornya dicabut. (http://www.narutobux.info/2011/09/tokoh-tokoh-nyeleneh-di-uin-dan-iain_09.html)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Kyai Said secara serampangan mengaitkan antara pergerakan dakwah Wahabi dengan radikalisme. Dia bahkan membuat istilah baru tentang dakwah Wahabi, yaitu "ideologi puritanisme radikal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Kyai said memprovokasi warga NU untuk melakukan "sterilisasi" masjid-masjid yang menurutnya berpotensi menjadi sarang kelompok puritan radikal. (http://www.globalmuslim.web.id/2011/10/antara-wahabi-dan-isu-terorisme.html)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Kyai Said mendukung BIN untuk memata-matai umat Islam (http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=40947%2F%2F http://forum.detik.com/said-aqil-siradj-sudah-saatnya-intelijen-diberi-hak-menangkap-t293232.html)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Terpilihnya Kyai Said sebagai Ketua Umum PBNU disambut gembira dedengkot JIL Ulil Abshar Abdalla. (http://wap.vivanews.com/news/read/139685-ulil_abshar__said_agil_paling_pas_pimpin_pbnu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Kyai Said menuduh lembaga-lembaga Islam yang mendapatkan dana dari negeri-negeri Islam memproduksi teroris. (http://www.yasni.com/ext.php?url=http%3A%2F%2Fsuaramerdeka.com%2Fv1%2Findex.php%2Fread%2Fnews%2F2011%2F04%2F20%2F83444%2FSaid-Aqil-Waspadai-Lembaga-Pendidikan-Pemakai-Dana-Timur-Tengah&amp;name=Said+Aqil&amp;cat=filter&amp;showads=1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Kyai Said reaktif dan tidak memiliki empati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyatakan jika benar pelaku bom bunuh diri di Gereja Kepunton Solo terkait dengan bom Cirebon, itu berarti si pelaku memahami Islam secara salah. Termasuk kenyakinan para bomber bakal disambut bidadari itu gombal. (http://www.yasni.com/ext.php?url=http%3A%2F%2Fwww.tempo.co%2Fread%2Fnews%2F2011%2F09%2F27%2F078358492%2FSaid-Aqil-Ngebom-dan-Disambut-Bidadari-Itu-Gombal&amp;name=Said+Aqil&amp;cat=filter&amp;showads=1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Kyai Said membawa NU bermesra-mesraan dengan penguasa (kritikan tokoh muda NU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.yasni.com/ext.php?url=http%3A%2F%2Fsosbud.kompasiana.com%2F2011%2F07%2F12%2Fkesalahan-kh-said-aqil-sirodj-ketua-pbnu-ditelanjangi-wahyu-nh-aly%2F&amp;name=Said+Aqil&amp;cat=filter&amp;showads=1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Kyai Said di pihak Kristen pada kasus Ciketing Bekasi (http://www.m2.susnoduadji.com/wawancara/said-aqil-siradj-rakyat-butuh-tindakan-nyata-polisi-ungkap-motif-penganiayaan-pendeta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Kyai Said membawa NU mendekati dunia politik praktis dan lebih dekat dengan penguasa. (http://www.rimanews.com/read/2011032...impangan-jalan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Kyai Said adalah pemain di dalam isu pluralisme dan liberalisme http://islamlib.com/id/artikel/jiwa-besar-nu-untuk-muktamar-muhammadiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Kyai Said mempromosikan tasawuf sebagai solusi dari krisis multidimensi yang sedang melanda umat Islam saat ini, baik agama, ekonomi, maupun politik. (http://emka.web.id/ke-nu-an/2011/kh-said-aqil-siradj-tasawuf-solusi-di-era-globalisasi/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Pentolan JIL (Jaringan Islam Liberal) Ulil Abshar Abdalla tidak mampu menyembunyikan rasa bangganya atas terpilihnya Said Aqil Siradj yang pro aliran sesat Syi’ah dan bahkan menjadi anggota kehormatan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia 1999-2002. (http://politik.vivanews.com/news/read/139685ulil_abshar__said_agil_paling_pas_pimpin_pbnu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Kyai Said, tanpa canggung berkhotbah dalam acara misa Kristiani di sebuah gereja di Surabaya. Dengan background belakangnya salib patung Yesus dalam ukuran yang cukup besar. Beritanya pun dimuat majalah aula milik warga NU, dia juga pernah melontarkan gagasan liberalnya yaitu merencanakan pembangunan gedung bertingkat, dengan komposisi lantai dasar akan diperuntukkan sebagai masjid bagi umat Islam, sedangkan lantai tingkat satu diperuntukkan sebagai gereja bagi umat kristiani, lantai tingkat dua diperuntukkan sebagai pure bagi penganut hindu, demikian dan seterusnya. (KH. Lutfi Bashori, Konsep NU &amp; Krisis Penegakan Syari'at). (http://groups.yahoo.com/group/Tauziyah/message/26068)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29.Kyai Said mengatakan bangsa Arab memiliki kecenderungan kuat untuk memperlakukan orang lain, terutama dari negeri-negeri non Arab, sebagai budak. (http://buruhmigran.or.id/en/2010/12/said-aqil-siradj-arab-cenderung-lakukan-perbudakan/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Kyai Said menuduh gerakan dakwah yang merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman ulama salaf sebagai biang kerok dan sumber konflik di tengah-tengah masyarakat. (http://ygennet.web.id/2011/ngawurnya-said-agil-siradj-dalam-menjelek-jelekkan-pihak-yang-dia-sebut-wahabi/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Kyai Said adalah ulama su’ (jahat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://rimanews.com/read/20110126/14109/bela-penguasa-said-aqil-siradj-rendahkan-martabat-ulama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Kyai Said berdoa di kuburan agar terpilih menjadi Ketua Umum PBNU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.yiela.com/view/992372/jelang-pembukaan-muktamar-said-aqil-temui-tokoh-nu-dan-berziarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Kyai Said berkolaborasi dengan aliran sesat LDII memperingati HUT RI ke-62 (http://ldii.net78.net/?Kunjungan_Kelembagaan%3ALDII_dan_NU_menadakan_%22TABLIGH_AKBAR%22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Kyai Said menuduh pemerintah gagal mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis terkait arogansi GKI Yasmin Bogor. (http://icrp-online.org/112011/post-779.html)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Kyai Said menulis dalam bukunya Tasawwuf sebagai kritik sosial, bahwa kehadiran Islam sarat dengan nuansa politis, Imam Syafi'i dianggap simpatisan Syi'ah dan pembelaanya terhadap Ahmadiyah. (http://my.opera.com/ipnu-ippnu-jabon/blog/dikritisi-kiai-muda-jatim-said-janji-edit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Kyai Said bertemu dengan pemimpin Tertinggi Revolusi Syiah Iran, Ayatollah Al-Udzma dalam Konferensi Persatuan Islam ke-24 di Teheran. (http://www.taqrib.info/indonesia/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=646%3Asetelah-temui-pemimpin-besar-iran-agil-siradj-bertolak-ke-yapi&amp;catid=39%3Aakhbar-e-jahan&amp;Itemid=95)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Kyai Said menyatakan situs jihadi radikal lebih berbahaya daripada situs porno. Situs radikal merusak iman, sedangkan situs porno secara hukum fikih tak berdosa, hanya makruh (http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/09/29/16215/pbnu-situs-porno-tak-berdosa-jihadi-radikal-merusak-iman/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Kyai Said meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk segera menutup situs-situs Islam. (http://edukasi.kompas.com/read/2011/09/27/20360737/Said.Aqil.Tifatul.Jangan.Cuma.Tutup.Situs.Porno.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Kyai Said mengatakan: Syi'ah adalah mazhab Islam yg membanggakan karena dari generasi ke generasi konsisten membangun dan menjaga tradisi… (www.xbox360videos.com/index.php?key=%3DGus+Dur&amp;page)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Kyai Said menuduh berkembangnya ajaran Wahabi ala Saudi Arabia ke seluruh pelosok dunia karena dukungan dana yang sangat besar yang dialirkan ke para aktifis pengikut wahabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Said mengatakan, Muhammad bin Abdul Wahhab, pendiri wahabisme bukanlah intelektual muslim yang cemerlang. Tidak ada karya besar yang dihasilkannya karena ia hanya mengarang kitab-kitab kecil saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Said mengatakan, Muhammad bin Abdul Wahab melakukan kolaborasi dengan Ibnu Saud, pendiri kerajaan Saudi Arabia untuk melakukan pemberontakan terhadap kekhalifahan Turki Utsmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Said menuduh Muhammad bin Abdul Wahab menghancurkan banyak situs sejarah di Makkah dan Madinah yang telah dipelihara dengan baik sejak zaman Rasulullah. (http://www.nu.or.id/page.php)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. NU mendapatkan kucuran dana tak terbatas dari AS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Said mengatakan, NU mendapatkan kepercayaan dari Bank Dunia dalam bentuk pendanaan tak terbatas untuk kegiatan sosial Ormas yang diklaim terbesar di Indonesia ini, yang akan terus berlangsung selama NU berdiri. Rencananya dana tak terbatas tersebut akan digunakan oleh NU untuk membiayai kegiatan civil society mereka. Seperti diketahui, NU dengan beragam underbouw-nya telah lama bergiat dalam bidang kesetaraan gender, demokrasi, pengentasan kemiskinan, multikulturalisme, serta menjaga hubungan baik antar ummat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Said menuduh situs-situs Islam mengajarkan terorisme. (http://harapan-putra.blogspot.com/2011/10/nahdhatul-ulama-telah-dirusak-oleh.html)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. Kyai Said menebar fitnah kepada 12 yayasan Islam di Indonesia (http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/06/16930/masya-allah-12-yayasan-ini-dituduh-pbnu-sebagai-salafiwahabi-penebar-teror/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. Kyai Said mengatakan, Syiah di Indonesia tidak berbahaya (http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/06/16929/aneh-said-agil-siraj-bilang-syiah-di-indonesia-tidak-berbahaya/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Kyai Said menuduh Ust. Jafar Umar Thalib penebar benih radikal (http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/06/16925/said-agil-tuding-jafar-umar-thalib-salafi-wahabi-penebar-benih-radikal/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. Kyai Said paranoid terhadap muslim yang menampakkan simbol-simbol sunnah (http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/06/16923/hentikan-stigma-said-agil-siraj-pada-muslim-berjenggot-jidat-hitam/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. Kyai Said menghina sahabat dengan mengatakan sahabat sholat shubuh kesiangan (http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/12/05/16921/bnpt-jadikan-buku-sejarah-berdarah-salafi-wahabi-sebagai-referensi/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. Kyai Said mengikuti ucapan Gus Dur mengatakan; “Anta ‘aduwullah Wahabi.” (Wahabi, kamu musuh Allah). Artinya Gus Dur telah mengkafirkan umat Islam lainnya. (http://nahimunkar.com/1782/aqil-siradj-tirukan-gus-dur-anta-%E2%80%98aduwullah-wahabi/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sedikit catatan terkait sepak terjang Kyai Said yang dapat kami himpun. Mungkin masih banyak catatan lain yang tidak kami ketahui. Catatan ini disusun tidak dalam rangka membuka aib seseorang, namun kesalahan seorang tokoh wajib dibuka ke publik agar umat selamat tidak mengikuti ucapan dan sepak terjangnya yang keliru itu. setidaknya ini dapat menjadi pegangan untuk kita semua menyikapi musibah terbesar yakni fenomena ulama yang berbicara tanpa ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sarankan juga ikhwah meluangkan waktu untuk menelaah tulisan yang sangat bagus di http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/221-nasehat-dr-said-aqiel-siradj-ma-untuk-ketua-pbnu-kiyai-haji-said-aqiel-siradj. Wallahu a'lamu bis-shawaab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-3181316667277875107?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/3181316667277875107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/12/kh-said-aqil-siradj-sampeyan-muslim.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/3181316667277875107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/3181316667277875107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/12/kh-said-aqil-siradj-sampeyan-muslim.html' title='KH Said Aqil Siradj, Sampeyan Muslim?'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-2582753760170555402</id><published>2011-12-19T20:58:00.001-08:00</published><updated>2011-12-19T20:59:43.291-08:00</updated><title type='text'>Anak kita dan pohon raksasa itu</title><content type='html'>Di sebuah pulau, Solomon namanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat sebuah pohon, pohon yang sangat besar. Kokoh kuat menjulang tinggi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduknya (yang masih primitif) merasa terganggu dengan ukuran pohon tersebut, lalu berupaya merobohkannya…&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Berbagai upaya dan alat digunakan oleh mereka demi merobohkan pohon raksasa itu, namun hasilnya nihil. Pohon itu tetap perkasa tegak berdiri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Ketua Adat meminta agar penduduk secara bersamaan meneriaki saja pohon itu. Berhari-hari penduduk mengelilingi dan memanjat setiap dahan pohon itu sampai puncaknya, lalu berteriak-teriak menyumpahinya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hari ke empat puluh rontoklah daun-daunnya, melengkung dahan-dahannya, mengelupas kulitnya dan muncul akar-akarnya mencuat di atas tanah…dan robohlah si raksasa itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pohon itu adalah anak kita. Anak yang dilahirkan dengan potensi dahsyatnya masing-masing. Kita teriaki dia, kita bentak-bentak dia, kita marah-marahi dia – anak kita itu – berapa harikah dia akan bertahan ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa kali kita membentak mereka dalam sehari, Berapa kali rona ketakutan tergambar di wajahnya yang suci, berapa kali tubuhnya menggigil saat kita – raksasanya – sedang murka ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon raksasa itu begitu besar dan kuat, hanya dalam 40 hari, roboh tak berdaya dengan hanya diteriaki. Sementara mungkin anda, saya, kita, para orangtua dan para guru, berbilang bulan bahkan bisa jadi bertahun-tahun membentak anak-anak kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin tanpa bentakan dan teriakan yang tidak perlu menjadi menu sehari-hari anak kita. Saat ini anak kita sebenarnya bisa jadi jauh lebih baik, bila sejak awal menunya adalah ucapan terimakasih, penghargaan, dan penjelasan. Tidak ada kata terlambat, rubah sekarang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menjadi orangtua dan guru hebat… :-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Hangat WH Foundation&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-2582753760170555402?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/2582753760170555402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/12/anak-kita-dan-pohon-raksasa-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/2582753760170555402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/2582753760170555402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/12/anak-kita-dan-pohon-raksasa-itu.html' title='Anak kita dan pohon raksasa itu'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-5285177026898698232</id><published>2011-12-19T20:55:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T20:57:57.211-08:00</updated><title type='text'>Ini Tentang Cinta</title><content type='html'>Ya, ini tentang cinta. Tentang cinta kita kepada Allah, Rasulullah, Keluarganya, para sahabatnya dan seluruh kaum beriman yang mengikuti sunnahnya. Tentang cinta kita kepada sesama kita, kepada binatang, kepada tumbuhan dan kepada alam semesta raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kita semua ini mempunyai dampak yang luar biasa kepada kehidupan diri kita pribadi dan orang lain selama kita menggunakannya dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu Verb, kata kerja bukan kata sifat. Berarti kita harus action, action dan action dalam mewujudkan rasa cinta kita. Adalah bohong, saat kita berkata “Aku cinta dia” namun tak ada wujud nyatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cinta apa saja bisa kita lakukan (biidznillah), dan sering keajaiban terjadi di sini karena kita meletakkan emosi kita dengan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cinta kita bisa survive dalam kehidupan ini. Dengan cinta kita bisa menikmati dan menghayati kehidupan ini. Dengan cinta kita bisa fight. Dengan cinta kita juga mempunyai spiritualitas yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cinta hubungan antara hamba Allah dengan Allah menjadi seperti hubungan “sepasang kekasih.” Kita menjadikan Allah sebagai “kekasih” kita. Bersama “Sang Kekasih,” kita bisa bercerita, bercengkerama dan curhat apa saja secara lepas. Sementara jabatan hamba memiliki jarak.  Tentu bukan maksudnya kita masuk ke dalam konsep sesat Wihdatul Wujud atau Manunggaling Kawula Gusti, menyatu dengan Tuhan bahkan mengaku diri sebagai Tuhan. Bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, apakah kita ingin tetap berjarak dengan Allah, ataukah kita ingin melepas semua jarak yang ada antara kita dengan-Nya? Sementara Allah sendiri menyatakan lebih dekat daripada urat leher kita. Namun seringkali Allah ingin mendekat kepada kita, kita malah menjauh dari-Nya. Begitulah kita, manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu tak terhingga. Bahkan untuk menggambarkan rasa cinta Allah Rab semesta alam kepada kita, air laut untuk dijadikan tinta saja tidak akan cukup untuk melukiskannya. Dalam sebuah riwayat, kita yang hidup di dunia ini hanya diberikan setetes rasa cinta Allah saja sehingga kita bisa menjadi seperti ini dan itu. Bayangkan jika kita diberikan seember cinta Allah, apa jadinya kita sebagai makhluk-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu seharusnya sesuatu yang sederhana, mudah dipahami dan gampang diaplikasikan. Hal yang paling sederhana dan jelas, kadangkala selalu diabaikan orang justru karena kesederhanaan dan kejelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu energi cinta terdahsyat yang dapat kita rasakan adalah rasa syukur. Betapa untuk menjaga rasa syukur kita, Rasulullah meminta kita untuk lebih sering melihat ke bawah daripada ke atas. Karena sikap syukur adalah tanda bahwa kita SIAP MENERIMA sesuatu yang LEBIH BESAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk cinta Allah kepada kita adalah mengabulkan setiap permintaan. Imam Ibnu Atha’illah Asy Syakandari dalam Al-Hikamnya mengatakan, “Janganlah pengabulan doa yang tertunda, sementara kamu merasa telah bersungguh-sungguh dalam memohon kepada Allah, memutuskan harapanmu. Karena Allah menjamin akan mengabulkan doamu dalam bentuk yang Dia kehendaki untukmu, bukan dalam bentuk yang kamu kehendaki. Doamu itu akan dikabulkan pada waktu yang Dia tentukan, bukan pada waktu yang kamu tentukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta kadang terkendala. Terkendala penyakit-penyakit hati. Sehingga ungkapan cinta kita tidak tulus dan aplikasinya setengah hati. Pada gilirannya, tidak ada buah matang lagi manis dari cinta seperti itu yang siap disantap dan menyegarkan. Yang ada, rasa asam, kecut dan mendongkolkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya kita jawab dua pertanyaan ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana mungkin anda bisa terbang tinggi, jika anda masih membawa ransel yang berat di pundak anda?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana mungkin kapal anda akan berlayar dengan cepat, jika masih ada jangkar berkarat yang tertanam di dasar laut?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ransel yang berat ini adalah luka batin, luka yang terdapat dalam diri kita. Tidak ada seorangpun yang dilahirkan sempurna dalam hidupnya. Ada kebahagiaan, kepedihan, suka, duka, cinta dan benci semuanya kita alami. Bukankah dengan seperti itu akan menciptakan kehidupan yang melezatkan?  Sup ayam hangat akan terasa lezat jika di dalamnya ada pedas, manis, gurih, ada nyam-nyam yang memungkinkan semuanya menjadi maakan mak-nyus. That’s life is all about.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka maafkan dan minta maaf lah bila kita ingin terbang tinggi. Memendam benci dan dendam hanya merugikan kita sendiri. Fisik maupu psikis. Lepaskanlah, maka akan terasa ringan. Cobalah dan dapatkan keajaibannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana kita merasakan senang, bahagia, cinta kasih? Dimana kita merasakan kekesalan, kepedihan, dendam, kebencian dan kekhawatiran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HATI. Ya HATI adalah raja dan anggota badan adalah tentaranya. Jika HATI baik, maka baiklah seluruh anggota badan. Dan apabila HATI rusak, rusaklah seluruh anggota badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperbaiki badan tanpa memperbaiki HATI tidak akan berguna. Perhitungan statistik menunjukkan angka 80% dari pasien dengan berbagai macam penyakit di seluruh kota besar Amerika, disebabkan oleh hal-hal psikologis dan setengah dari mereka tergolong orang-orang yang tidak mempunyai penyakit organik dalam bentuk apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit fisik hampir seluruhnya diakibatkan masalah psikis. Hilangnya rasa cinta mengakibatkan organ tubuh tidak seimbang. Dan tumbuhnya rasa cinta membuat sel-sel tubuh segar, berkembang dan mereorganisasi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kebaikan hati yang penuh cinta adalah bahasa yang bisa didengar orang tuli dan bisa dilihat orang buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunlah di pagi hari dengan penuh cinta. Sholat fajarlah dengan cinta, niscaya kita merasakan betapa Allah membuka hati kita, menyegarkan fikiran kita dan menguatkan otot-otot kita sehingga dapat beraktivitas dengan penuh motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunlah di pagi hari dengan menebar cinta. Apapun yang paling pertama kita lihat dan kita raba serta dengar, dialah yang paling berhak lebih awal mendapatkan cinta kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluklah istri sehangat mungkin, kecup keningnya. Jika dia yang paling pertama kita dapati dan sebaiknya selalu paling pertama kemudian anak-anak kita. Betapa kedamaian, kesyahduan, keagungan menelusuri setiap aliran darah kita. Begitu dinamis. Cair semua ketegangan, perselisihan dan kebekuan yang menggunung sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluk anak-anak kita. Dekap erat, erat sekali sepenuh bisa kita curahkan seluruh kasih sayang dan cinta kita kepada mereka. Betapa bersyukurnya kita telah dianugerahi anak-anak ini. Alirkan cinta itu, buat mereka merasakan bahwa kita betul-betul mencintai mereka sepenuh hati. Rasakan kemudian, betapa kita sangat menyesal telah mencap mereka sebagai anak nakal, anak bodoh, anak kurang ajar, anak malas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi cinta itu akan mengangkat moral, mental dan spiritual istri, anak-anak dan seluruh orang yang kita cintai. Cinta yang tidak perlu banyak kata, cukup tatapan mata dan sentuhan rasa sedalam relung jiwa dan seluas samudera makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basahi lagi kekeringan di rumah tangga kita. Dengan memeluk mereka anggota keluarga kita. Bisikkan dengan sepenuh ketulusan “Bu, ayah cinta sama ibu..ibu cantik sekali pagi ini,” Katakanlah “Nak, kaka, adek, ayah dan ibu sayang sekali sama kalian, kalian anak-anak yang berbakti, baik dan sholeh sholehah, berangkatlah sekolah semoga kalian menjadi anak yang berguna bagi Agama dan bangsa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi cinta itu akan membesar dengan dahsyat, otak istri dan anak-anak kita segera merespon dengan memekikkan komando: “LAKSANAKAN!”. Maka jadilah istri kita akan selalu menjaga dirinya terlihat cantik dihadapan kita dan anak-anak kita berupaya menjadi anak yang berbakti, cerdas, dan sholeh mewujudkan harapan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah, demi basahnya kembali rumah tangga kita. Karena dalam setiap hati yang basah disitu ada sedekah. Mulailah dengan menghitung-hitung, berapa kali dalam sehari anda memeluk istri dan anak-anak? Berapa kali dalam sehari anda mengecup dan meniup ubun-ubun istri dan anak-anak? Berapa kali anda memeluk dan membisikkan doa kepada anak-anak sesaat akan berangkat sekolah? Berapa kali dalam sehari anda membisikkan kata-kata cinta kepada mereka? Berapa kali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah dengan BISMILLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by: WH Foundation&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-5285177026898698232?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/5285177026898698232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/12/ini-tentang-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/5285177026898698232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/5285177026898698232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/12/ini-tentang-cinta.html' title='Ini Tentang Cinta'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-6516020003900112983</id><published>2011-11-29T19:14:00.000-08:00</published><updated>2011-11-29T19:20:46.890-08:00</updated><title type='text'>Bersikap Adil Kepada Wahabi</title><content type='html'>JAKARTA _DAKTACOM: Setelah kemunculan beberapa buku yang menghujat Wahabi, seperti “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”, “Mereka Memalsukan Kitab-kitab Karya Ulama Klasik”, dan “Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi”, kini muncul buku yang mencoba bersikap adil kepada Wahabi. Buku tersebut ditulis oleh AM. Waskito berjudul “Besikap Adil Kepada Wahabi”. Sebuah bantahan kritis dan fundamental terhadap fitnah yang ditujukan kepada Wahabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin. Akhirnya, buku yang kami proses sekian lama ini terbit juga, dengan segala pertolongan Allah. Judul besarnya, “Bersikap Adil Kepada Wahabi” (BAKW). Judul penjelas: “Bantahan Kritis dan Fundamental Terhadap Buku Propaganda Karya Syaikh Idahram“. Buku ini diterbitkan oleh Pustaka Al Kautsar, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku propaganda sudutkan Wahabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini beredar buku berjudul “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” (SBSSW) yang dikarang oleh seseorang yang mengaku bernama Syaikh Idahram. Buku tersebut berisi gugatan dan caci maki terhadap apa yang disebut dengan “Gerakan Salafi Wahabi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sekadar kritik yang obyektif, tentu tak masalah. Karena setiap orang dan kelompok bisa saja mempunyai kecenderungan keliru, berlebihan, mau benar sendiri dan menyalahkan orang lain. Namun jika kritik dan celaan tersebut berlebihan dan berbohong, bahkan mengandung manipulasi fakta, tentu saja hal ini menimbulkan masalah serius dan fitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saja, akibat beredarnya buku Syaikh Idahram itu, sebuah kegiatan pengajian ditutup karena dituduh Wahabi. Padahal, apa yang dimaksud dengan Wahabi itu tidak jelas definisinya. Jangan sampai masyarakat awam diadu domba oleh buku fitnah semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum reda kontroversi buku pertama sudah muncul buku kedua,“Mereka Memalsukan Kitab-kitab Karya Ulama Klasik” (MMKKUK); kemudian muncul lagi, “Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi” (USMSW). Maka situasi fitnah pun kian merebak.&lt;br /&gt;Sebagai manusia, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tentu tak lepas dari dosa dan khilaf. Sebagai gerakan dakwah,Wahabi bukanlah tempat berkumpulnya para malaikat yang terjaga dari dosa. Karenanya, kami memberi judul buku ini “Bersikap Adil Kepada Wahabi”, karena keadilan dan obyektivitas itu seruan Islam. Adapun sikap tidak jujur, mengadu domba, fanatik buta, itu ajaran setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini juga mengupas dugaan adanya “penumpang gelap” di balik kampanye anti Wahabi. Mereka tak lain adalah kelompok Syiah, dan kelompok yang menjajakan paham Sepilis (sekularisme, pluralisme, dan liberalisme). Akibatnya, kritik terhadap Wahabi tak lagi jernih, tapi sudah keruh oleh bermacam kepentingan, khususnya dalam menghalangi implementasi nilai-nilai syariat Islam di bumi Nusantara.&lt;br /&gt;Mengapa Menolak Wahabi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik pemahaman atau perbedaan pendapat antara kaum Wahabi dan Anti Wahabi, sudah terjadi sejak lama. Berdirinya NU di Indonesia pada tahun 1926 di masa lalu, juga masih berkaitan dengan perselisihan paham ini. Bahkan sejatinya, pembagian Muslim Indonesia dalam dikotomi “Modernis” dan “Tradisionalis”, sebenarnya bertumpu dari perselisihan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau selama ini perselisihan Wahabi Vs Anti Wahabi berjalan dalam lingkup ilmiah, santun, atau kasar (namun bersifat tertutup); maka ketika Syaikh Idahram memasuki area konflik ini, dengan menulis buku “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” (SBSSW); ia benar-benar menampakkan modus perselisihan yang sangat KASAR, ZHALIM, MANIPULASI, dan BANYAK BERDUSTA. Kalangan yang dia sebut “Sekte Salafi Wahabi” diperlakukan tak ubahnya seperti orang kafir yang tidak memiliki kebaikan sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikap Adil Kepada Wahabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menulis buku “Bersikap Adil Kepada Wahabi” (BAKW) ini sasaran yang dituju ada dua. Pertama, membuktikan bahwa buku-buku Syaikh Idahram bukan buku ilmiah Islami, tetapi buku propaganda permusuhan, adu-domba, dan fitnah di tengah Ummat. Kedua, mengajak kaum Muslimin untuk bersikap obyektif, menimbang secara adil, dan selalu komitmen dengan Syariat Islam, ketika menilai komunitas Muslim yang kerap disebut Wahabi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang dibantah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini memuat banyak bantahan, terhadap berbagai sasaran. Di antaranya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= Kepada Syaikh Idahram (atas segala keberaniannya menulis buku-buku propaganda penuh fitnah, penodaan, dan kebohongan).&lt;br /&gt;= Kepada Prof. Dr. Said Aqil Siradj. Seorang tokoh yang selama 14 tahun diberi aneka rupa kebaikan, beasiswa, dan fasilitas oleh kaum Wahabi; kemudian dia membalas kebaikan itu dengan serangan kebencian membabi-buta. “Tidak akan selamat Said Aqil, sampai dia bisa mengeluarkan seluruh jasa-jasa kaum Wahabi dari tubuh dan kehidupannya.”&lt;br /&gt;= Syaikh Zaini Dahlan.&lt;br /&gt;= Memoar Mr. Hempher.&lt;br /&gt;= Lembaga publikasi Turki, Ikhlas Waqfi.&lt;br /&gt;= Hizbut Tahrir (terkait tuduhan Wahabi menghancurkan Khilafah Utsmani).&lt;br /&gt;= Muhammad Arifin Ilham (terkait kalimat endorsement yang membuatnya dibelit oleh dosa-dosa berkepanjangan, yang tak mudah tuntas meskipun dia bisa mengisi hidupnya dengan hanya menangis sepanjang hari dalam dzikir).&lt;br /&gt;= Luthfi At Tamimi (terkait kebenciannya yang mendarah daging kepada kaum Wahabi dan dukungan mutlaknya kepada Muammar Qaddafi).&lt;br /&gt;= Isu seputar “Lawrence Arabiya“.&lt;br /&gt;= KH. Siradjuddin Abbas (terkait pembohongannya atas hakikat akidah Ibnu Taimiyyah).&lt;br /&gt;= KH. Mutawakkil Alallah, tokoh PWNU Jawa Timur (terkait isu Khilafah).&lt;br /&gt;= Ansyad Mbai, BNPT, Densus 88, Densus 99 (terkait tuduhan Wahabi “biang terorisme”).&lt;br /&gt;= Dan aneka kaum “Anti Wahabi” lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini akan dijelaskan, bahwa tuduhan-tuduhan terhadap Wahabi itu umumnya hanyalah tuduhan yang terus diulang-ulang; semata atas dasar kebencian subyektif, merasa senang memusuhi sesama Muslim dan menyenangkan hati kaum non Muslim; serta atas dasar ketidak-beranian berbicara dan berdebat dalam konteks ilmiah secara obyektif. Seperti ungkapan populer, “Lempar batu, sembunyi tangan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar harapan, buku ini bermanfaat di sisi Ummat Islam, bermanfaat dalam konteks pembangunan Islam di Indonesia, serta berpahala di sisi Allah Ar Rahman Al Jalil. Amin Allahumma amin. (arrahmah.com/AMW/Inas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara Eksklusif dengan Ustadz AM Waskito (penulis buku “Bersikap Adil Kepada Wahabi”) : “Ada Upaya Menggiring Isu Wahabi ke Isu Terorisme”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Fachry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heboh isu Wahabi ternyata tidak terlepas dari sebuah konspirasi menyudutkan Islam dan kaum Muslimin. Salah satu penumpang gelap isu Wahabi adalah BNPT dengan seluruh antek-anteknya yang sengaja menggiring isu Wahabi dan mengklaim bahwa Wahabi adalah sumber terorisme. Terlalu! Berikut Wawancara Eksklusif Arrahmah.com dengan Ustadz AM Waskito, penulis buku “Bersikap Adil Kepada Wahabi”, Kamis (24/11/2011). Selamat menikmati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arrahmah.com (AR) : Assalamu’alaikum.wr.wb! Bagaimana kabarnya Ustadz ?&lt;br /&gt;Ustadz AM (AM) : Alhamdulillah, baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AR : Mengapa menulis buku Bersikap Adil Kepada Wahabi (BAKW) ?&lt;br /&gt;AM : Ada tiga alasan. Pertama, karena munculnya buku karya Syaikh Idahram yang bersifat propaganda hitam. Dari sisi etika perbukuan dan syarat ilmiah sebuah buku, buku Idahram ini jauh. Apa yang dilakukan oleh penulis ini (Idahram) sangat tidak pantas. Orientalis saja yang nota bene bukan Muslim, ketika menulis buku yang menghujat Islam, tidak seperti itu. Kedua, tema pembahasan Wahabi sebenarnya sudah cukup lama, hanya saja perbincangan seputar Wahabi rata-rata berputar di tema-tema itu saja. Saya tertarik untuk masuk ke tema ini dengan semangat dan perspektif baru. Ketiga, propaganda Anti Wahabi ini sangat potensial nanti terus menggelinding menjadi propaganda anti Syariat Islam. Itu sangat berbahaya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AR : Sebelumnya kenal dengan orang yang mengaku bernama Syaikh Idahram? Siapa sebenarna dia?&lt;br /&gt;AM : Saya tidak kenal. Kami yang terlibat di bidang perbukuan tidak mengenal siapa Idahram ini. Sampai ada yang menebak-nebak dengan membalik-balik namanya, menjadi Marhadi. Apalagi dia menggunakan kata “Syaikh” seolah-olah dia seorang ulama dari Timur Tengah. Di Negara kita tidak lazim ada penulis menggunakan sebutan “Syaikh”. Pernah ada istilah “Hadratus Syaikh” untuk KH. Hasyim Asy’ari. Itu pun yang memberi gelar para pengikutnya, bukan dirinya sendiri. Buya Hamka dan lain-lain tidak menggunakan gelar Syaikh ketika menulis buku. Jadi saya terus terang tidak tahu banyak tentang Idahram ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AR : Menurut Ustadz, mengapa belakangan ini bermunculan buku-buku yang menghujat salafi wahabi?&lt;br /&gt;AM : Dalam pandangan saya, semua ini tampaknya masih satu paketan dengan kampanye anti terorisme yang dipropagandakan BNPT. Berkali-kali Ansyad Mbai, AM Hendropriyono, atau Suryadarma Nasution, membuat pernyataan bahwa sumber terorisme adalah kalangan Wahabi. Kalau ada stigma seperti ini, jelas sulit. Apalagi kalau aparat dan birokrasi sudah membuat kesimpulan-kesimpulan seperti itu. Mereka memiliki biaya, institusi dan seterusnya yang bisa melakukan tindakan-tindakan hukum yang merugikan Ummat Islam. Padahal sebagaimana pernah disampaikan oleh Ustadz Syuhada Bahri, Ketua DDII, bahwa Wahabi bukanlah sumber terorisme. Juga pernah disampaikan Ketua PP Muhamadiyah, KH. Yunahar Ilyas bahwa Wahabi bukanlah sumber terorisme. Istilah Wahabi itu sudah lama ada, sedangkan istilah terorisme baru muncul dalam rentang 10 tahun terakhir. Aneh sekali, Wahabi sudah ada sejak abad 18, dikaitkan dengan terorisme yang baru muncul 10 tahun lalu. Ini tidak nyambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AR : Ada konspirasi besar di balik itu semua?&lt;br /&gt;AM : Mungkin saja ada. Dalam isu ini tampak jelas ada kepentingan-kepentingan tertentu, ya misalnya agar dana terus mengalir dari negara donor. Tentu hal ini sangat disayangkan sekali. Hanya karena mengharapkan anggaran-anggaran  dari pemerintah asing, kita rela menghancurkan ummat Islam. Antara yang didapat dengan korban penghancuran ummat ini, jelas tidak sebanding!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AR : Siapa penumpang gelapnya?&lt;br /&gt;AM : Ada informasi, katanya Said Aqil Siradj baru pulang dari Amerika menemui pejabat Bank Dunia. Kabarnya disana ada komitmen dukungan dana “tak terbatas” untuk membendung radikalisme. Pihak asing tentu paling senang kalau ummat ini saling ribut satu sama lain dan melupakan problem-problem utama mereka. Maka dimunculkanlah konflik Wahabi dan Anti Wahabi. Bagi mereka tak masalah keluar modal sedikit, dengan hasil besar, ada konflik horizontal di tengah-tengah ummat Islam. Bukanlah kolonial Belanda dulu memakai strategi Devide Et Impera untuk memecah-belah bangsa Indonesia.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AR : Buku karya Ustadz ini membantah beberapa nama, bisa disebutkan ringkas dan padat bantahan kepada mereka?&lt;br /&gt;AM : Ya, dalam buku BAKW ada bantahan kepada beberapa nama, seperti kepada Said Aqil Siradj. Dia ini mengklaim buku Idahram adalah buku ilmiah. Hal ini menunjukkan seolah-olah Said Aqil tidak pernah sekolah, sehingga tidak bisa membedakan antara buku ilmiah dan tidak ilmiah. Said Aqil berkali-kali memberi peringatan tentang bahaya Salafi-Wahabi. Kalau begitu, mengapa tidak sekalian saja dia larang jama’ah haji Indonesia datang ke tanah suci? Bukankah kalau dibiarkan ke tanah suci, nanti sepulangnya mereka bisa terpengaruh oleh Wahabi? Mengapa dia tidak jujur saja? Selain itu, dia menyesalkan dihancurkannya rumah paman Rasulullah di dekat Masjidil Haram. Lha, paman Rasulullah itu siapa? Dia adalah Abu Lahab. Mengapa menangisi rumah Abu Lahab? Begitu juga dia memprotes dihancurkannya “Darun Nadwah” (semacam Balai Pertemuan kaum Quraisy pada waktu itu). Sekarang kita tanya, Darun Nadwah itu untuk apa dulunya? Itu khan untuk pertemuan puak-puak Quraisy dalam rangka membunuh Rasulullah. Apa itu yang mau disesali? Jadi, pada dasarnya apa yang dikhawatirkan mereka kepada Wahabi menunjukkan bahwa mereka tidak sportif dan senang memprovokasi atau mengadu-domba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AR : Mengapa Densus 88, 99, dan Ansyad Mbai ikut berkepentingan “menghabisi” wahabi? Apa bantahan kepada mereka?&lt;br /&gt;AM : Kalau untuk mereka lebih ditekankan kepada penumpang gelap tadi. Jadi isu Wahabi ini sengaja digiring kepada isu terorisme. Mereka menuduh bahwa Wahabi adalah sumber terorisme. Menariknya, ketika Densus 99 diluncurkan, maka yang bereaksi hanya dari kalangan umat Islam, apa-apaan dibentuk Densus 99. Dari kalangan LSM-LSM sekuler-liberal, yang biasanya sangat anti dengan sipil yang dipersenjatai dan selalu berkoar-koar tidak merespon sama sekali. Ada apa ini? Begitulah orang-orang yang sedang mendapat ujian dari Allah, mereka berada di antara kondisi, antara iman dan kufur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AR : Bersikap “adil” kepada Wahabi, itu harapan atau kesimpulan dari buku Ustadz?&lt;br /&gt;AM : Itu memang harapan saya. Bagaimana kita bisa bersikap adil kepada Wahabi. Karena bersikap adil itu adalah amanat dari Allah SWT, sebagaimana yang saya cantumkan di awal buku saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AR : Apa saran Ustadz kepada umat Islam?&lt;br /&gt;AM : Hendaknya ummat Islam lebih mengedepankan ukhuwah Islamiyyah. Hendaknya ummat lebih memikirkan bagaimana untuk mempersatukan ummat Islam ketimbang memperdebatkan Wahabi atau Anti Wahabi. Contoh dedikasi kaum Wahabi, saat negara-negara Muslim tertentu mendapatkan agresi dari negara-negara Barat, santri-santri Wahabi datang meninggalkan kampung halaman, demi membela tanah air kaum Muslimin. Sekalipun negeri-negeri itu bukan negeri mereka. Hal seperti ini menunjukkan mereka memiliki patriotisme nyata.  Bukan omong kosong. Meskipun tentu sebagai manusia, mereka tak luput dari salah dan kekurangan juga. Yang jelas, kita harus adil dan proporsional!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AR: Jazakallah khairul jaza’ Ustadz atas waktunya!&lt;br /&gt;AM : Wa Iyyakum, sama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(M Fachry/arrahmah.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Fitnah' Wahabi-Salafi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wildan Hasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, Ahad 24 April 2011, pagi hari di tengah gerimis yang cukup menggigit, Pondok Pesantren Riyadhul Jannah Pasir Gombong Cikarang Bekasi menggelar hajatan besar Tabligh Akbar bertemakan “membongkar kebohongan &amp; tipu daya fatwa-fatwa Wahabi-Salafi (palsu)”. Hajatan yang digelar bekerjasama dengan FOSWAN (Forum Shilaturahim Warga Nahdliyyin) ini mengusung tema dari judul sebuah buku terbitan Foswan dengan Redaksi yang sama. Buku yang terbitan pertamanya berjudul “Menyingkap tipu daya dan fitnah keji fatwa-fatwa kaum salafi dan wahabi” bermaterikan ungkapan-ungkapan keresahan, kekesalan dan kemarahan kepada sekelompok atau paham yang diidentifikasi sebagai Wahabi-Salafi ala penyusun buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu tampak nyata dalam Tabligh Akbar yang digelar hari itu yang penuh dengan sumpah serapah dan caci maki membabi buta. Mendengarkan Tabligh akbar tersebut yang disampaikan kepada seribuan lebih jama’ah membuat bulu kuduk merinding melihat suasana yang sangat emosional, saat penceramah muda (sekitar 30-35 tahun usianya) KH. Imam Musthofa Mukhtar yang disebut oleh MC pernah mesantren di Madinah selama puluhan tahun dengan berapi-api membakar emosi para jama’ah (jika 20 tahun saja dia mondok di madinah maka sejak usia 10-an tahun dia telah belajar di Madinah). Jama’ah yang berdatangan dari kelompok-kelompok pengajian kampung itu tampak lugu dan polos mendengarkan dramatisasi, pemutarbalikan fakta dan pembohongan dari penceramah yang sarat arogansi dan emosi. Saat itu seolah-olah bukan mengikuti ceramah agama seperti ditulis di spanduk acara, tetapi menghadiri kampanye partai politik yang penuh janji-janji muluk atau orasi massa di depan gedung bulog menuntut pembagian beras murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atmosfir di atas, termanifestasi pula dalam muqaddimah bukunya Foswan yang berbunyi “Buku ini ditulis karena rasa prihatin yang mendalam terhadap keresahan masyarakat Islam menyangkut munculnya “orang-orang usil” dari kalangan Wahabi &amp; Salafi yang selalu mempermasalahkan kebiasaan dan tradisi keagamaan masyarakat, sejak dulu telah menjadi cobaan besar bagi umat Islam di seluruh dunia. Keresahan itu sering memicu kemarahan bahkan tindak kekerasan hanya karena perbedaan pendapat dalam masalah furu’iyyah yang seringkali dibesar-besarkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahabi-Salafi digambarkan sangat ekstrim dalam Tabligh Akbar tersebut. Yang paling absurd adalah menyamakan total antara Wahabi dengan Salafi. Wahabi-Salafi dipandang sebagai ideologi dan aliran radikal yang bisa memicu terorisme. Bahkan Syaikhul Islam Imam Ibn Taimiyah dan Syaikh Muhammad Ibn Abdul Wahhab digambarkan pelopor paham radikalisme. Pemikiran dan fatwa-fatwa Syaikhan inipun dianggap keliru, ganjil dan menyesatkan. Buku Tauhidnya Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan disebut sebagai buku berbahaya dan wajib dilarang oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang rumit sekaligus menggelikan adalah saat Wahabi-salafi dianggap sebagai aliran radikal pemicu terorisme, sementara pada saat yang sama Wahabi-Salafi disebut sebagai paham atau sekelompok orang yang membid’ahkan praktek yasinan, tahlilan, ziarah kubur dll. Seolah-olah penceramah ingin menggiring para jama’ah dan pihak kepolisian dari polres kab Bekasi yang hadir saat itu memandang bahwa orang-orang yang membid’ahkan yasinan, tahlilan dan lain-lain sebagai radikalis dan teroris.&lt;br /&gt;Sungguh, jika anda mendengarkan Tabligh Akbar waktu itu, anda akan mengerutkan dahi dan menggeleng-gelengkan kepala saking heran dan trenyuh menyikapi keresahan Foswan (bukan warga Nahdliyin keseluruhan, apalagi Foswan adalah institusi non struktural NU) yang berlebihan bahkan menimbulkan keresahan baru. Al-Habib Al-Idrus, narasumber kedua dalam Tabligh Akbar tersebut yang seharusnya menyampaikan do’a namun malah berorasi tanpa kendali sampai sempat-sempatnya mengatakan, “Jika mau berdebat, biarlah orang-orang Wahabi-Salafi itu menghidupkan lagi ulama-ulama mereka, biar mereka bawa ribuan kitab mereka punya, saya hadapi dengan satu kitab cukup buat saya menghabisi mereka.” Wal’iyadzubillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukupkah sikap emosional seperti ini menyelesaikan permasalahan umat? Bisa jadi benar ada sikap yang berlebihan dilakukan oleh kalangan yang mengklaim diri sebagai salafiyyun yang perlu diklarifikasi dan diluruskan. Namun apabila sikap berlebihan disikapi dengan sikap yang sama nampaknya hanya kerusakan hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri pula bahwa ada sikap-sikap ekstrim yang dilakukan oleh kalangan yang mengaku diri sebagai salafi ini (terlepas dari perdebatan makna dan definisinya). Yang paling nampak adalah sikap ghuluw dalam thoriqoh dakwahnya yang keras dan kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya hal inilah nampaknya yang membuat penasaran kaum ahlu yasinan wa tahlilan. Sikap yang melegenda dari beratus-ratus tahun yang lalu yang seyogyanya bisa disikapi dengan lebih bijak dan cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakta 107 FM, sebuah Radio pengusung dakwah Ahlus Sunnah wal Jama’ah (slogan yang juga diklaim oleh kalangan Nahdliyyin) namanya tercantum dalam buku “membongkar kebohongan dan tipu daya fatwa-fatwa Wahabi-Salafi” yang disebut sebagai salah satu media penyebar paham Wahabi-Salafi, mencoba membuka ruang diskusi dan shilaturahmi dengan mengundang pihak Foswan live on air pada hari Sabtu, 30 April 2011 lalu. Pertemuan dan diskusi berlangsung hangat dan akrab sekalipun tetap masih banyak PR yang harus dituntaskan oleh semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya klarifikasi Dakta sehubungan Dakta disebut sebagai media Wahabi-Salafi yang digambarkan secara ekstrim oleh Foswan selesai dengan permintaan maaf Foswan kepada Dakta. Di lain pihak Foswan menuntut Dakta untuk berimbang dalam menampilkan narasumber religi dengan merekrut pula Asatidzah dari kalangan Nahdliyyin. Namun bukan pula bahwa Dakta sepakat dengan persepsi Foswan terhadap Wahabi-Salafi secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara kesalahpahaman ini hanya bisa tuntas dengan menuntut ilmu yang benar dari rujukan yang benar dan mu’tabar. Tidak akan bisa selesai dengan sikap emosional dan arogan. Sebab, emosional adalah ciri-ciri orang yang kurang ilmu. Allah Ta’ala mengatakan, “Apakah sama orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu?” Imam Bukhari Rahimahullahu Ta’ala mengatakan, “Ilmu dulu baru bicara dan beramal.” Sebab, ucapan dan amal sebanyak dan sehebat apapun apabila tidak dilandasi dengan ilmu yang benar, sia-sia belaka hasilnya. (wildanhasan.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa cela Wahabi, Siapa puji Wahabi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Fachry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA (Arrahmah.com) – Seseorang bernama Syaikh Idahram telah menyulut perdebatan seputar Wahabi setelah menulis buku berjudul “Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi” yang diterbitkan oleh LKiS Yogyakarta. Dalam resensi buku tersebut dijelaskan bahwa beberapa ulama Islam kontemporer menyatakan kekeliruan dan penyimpangan Salafi Wahabi yang mengakibatkan dakwah Salafi Wahabi ditentang dimana-mana. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku “Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi”, pesanan siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa disangkal, ada gerakan dan konspirasi besar untuk hancurkan dakwah tauhid, terutama yang dimurnikan kembali oleh Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab. Beberapa buku sengaja ditulis untuk memuluskan usaha tersebut, di samping forum-forum kajian dan pembahasan buku tersebut yang entah disponsori siapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa buku hujatan kepada Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab dan dakwahnya adalah :  “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi”, “Mereka Memalsukan Kitab-kitab Karya Ulama Klasik”, dan “Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku “Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi” ditulis oleh seseorang dengan nama samaran Syaikh Idahram, dan diterbitkan oleh LKiS Yogyakarta yang dikenal sebagai penerbit buku-buku liberal, sekuler, dan anti Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku setebal 340 halaman tersebut, Syaikh Idahram menganggap Salafi Wahabi adalah sekte atau aliran dalam Islam yang menggerus otensitas ajaran Islam karena memiliki berbagai kerancuan dan penyimpangan. Dengan alasan ini pula, Syaikh Idahram yang ditengarai bernama asli Marhadi (kebalikan dari nama Idahram) menganggapp dakwah Salafi Wahabi ditentang dimana-mana dan digugat dari berbagai mahzab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Idahram dalam resensi buku tersebut yang ditulis oleh Abdul Aziz MM, Sekjen Renaisant Institute, Yogyakarta, menyebutkan beberapa ulama Islam kontemporer yang menyatakan kekeliruan dan penyimpangan Salafi Wahabi, seperti Prof Dr Ali Gomaa (ulama besar Al-Azhar Mesir), Prof Dr Yusuf Qaradhowi (pemikir terkemuka Qatar asal mesir), Prof Dr Abdullah al-Ghimari (guru besar ilmu hadis Maroko), Abdullah al-Harari al-Habasyi (guru besar hadis Australia asal Habasyah) dan masih banyak lagi, ungkapnya. Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama-Ulama Juga Puji Wahabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang Muslim, kita tentunya harus bersikap adil kepada Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab, dan juga kepada dakwah Salafi Wahabi yang selama ini banyak dicerca dan digugat oleh kalangan tertentu yang “gerah” dengan dakwah tauhid beliau.&lt;br /&gt;Selain mengetahui dengan jelas dan tegas, dari sumber-sumber yang “adil” tentang biografi Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab, kita juga perlu mengetahui pendapat-pendapat ulama yang lurus dan ikhlas, tentang siapa Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab dan bagaimana dakwahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa pujian ulama dan tokoh dunia kepada Syekh Muhammad Bin Abdul Wahhab, rahimahullah, yang ditulis oleh ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafidzhahullah dalam buku “Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan” penerbit TooBagus sebagai bantahan terhadap buku “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” karya Syaikh Idahram, semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Al-Imam Al-Amir Muhammad bin Ismail Ash-Shon’ani (Penulis Kitab Subulus Salam syarah Bulughul Marom, Yaman). Beliau berkata dalam bait-bait syairnya,&lt;br /&gt;“Muhammad (bin Abdul Wahhab) adalah penunjuk jalan kepada sunnahnya Ahmad (shallallahu ‘alaihi wa sallam), Aduhai betapa mulianya sang penunjuk dengan yang ditunjuk. Sungguh telah mengingkarinya semua kelompok (sesat). Pengingkaran tanpa dasar kebenaran dan tanpa pijakan.”[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Al-Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukani (Penulis Kitab Nailul Authar, Yaman). Ketika sampai berita kematian Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah pun merangkai bait-bait syairnya,&lt;br /&gt;“Telah wafat tonggak ilmu dan pusat kemuliaan, Rujukan utama orang-orang pilihan yang mulia. Ilmu-ilmu agama nyaris hilang bersama wafatnya, Wajah kebenaran pun hampir lenyap tertelan derasnya arus sungai.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Syaikh Muhammad Rasyid Ridho (Pimpinan Majalah Al-Manar,[3] Mesir). Beliau berkata,&lt;br /&gt;“Zaman yang telah banyak tersebar bid’ah ini, tidak akan pernah berlalu tanpa adanya ulama rabbaniyyin yang terpilih untuk memperbarui kembali bagi umat ini urusan agama mereka dengan dakwah dan ta’lim serta teladan yang baik.&lt;br /&gt;Mereka adalah orang-orang terpilih yang menafikkan dari agama ini; penyimpangannya orang-orang yang melampaui batas, kedustaan dengan mengatasnamakan agama yang dilakukan oleh orang-orang yang sesat dan penakwilan orang-orang jahil, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab di antara ulama pembaharu yang terpilih itu. Beliau bangkit untuk mengajak kepada tauhid dan memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata, meninggalkan bid’ah dan kemaksiatan.”[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Syaikh Muhammad Hamid Al-Faqi (Ulama Al-Azhar, Mesir). Beliau berkata,&lt;br /&gt;“Al-Wahhabiyyah adalah penisbatan kepada seorang Imam Al-Mushlih (yang mengadakan perbaikan), Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab, beliau adalah Mujaddid (pembaharu) abad ke-12 Hijriyah. Namun penisbatan nama Wahabi kepada beliau salah menurut bahasa Arab, yang benar penisbatannya adalah Muhammadiyyah (bukan Wahabiyah), karena nama beliau Muhammad bukan Abdul Wahhab.”[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dr. Thaha Husain (Sastrawan, Mesir). Beliau berkata,&lt;br /&gt;“Sungguh dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah mazhab baru namun hakikatnya lama, kenyataannya ajaran ini memang baru bagi orang-orang yang hidup di zaman ini, tetapi hakikatnya lama. Sebab dakwah beliau tidak lain hanyalah ajakan yang kuat kepada Islam yang murni, bersih lagi suci dari noda-noda syirik dan paganisme.”[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dr. Taqiyyuddin Al-Hilali (Ulama Iraq). Beliau berkata dalam muqaddimah kitab, ‘Muhammad bin Abdul Wahhab Muslihun Mazlumun wa Muftara ‘Alaihi’,&lt;br /&gt;“Tidak samar lagi bahwa Al-Imam Ar-Rabbani Al-Awwab Muhammad bin Abdul Wahhab bangkit dengan dakwah hanifiyyah (tauhid), beliau telah melakukan pembaharuan kembali zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Dan beliau mendirikan daulah yang mengingatkan manusia dengan daulah Khulafaur Rasyidin.”[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Syaikh Mahmud Syukri Al-Alusi (Ulama Iraq)&lt;br /&gt;Beliau berkata, “Baliau (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) termasuk ulama yang selalu memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang munkar, dahulu beliau mengajarkan sholat dan hukum-hukumnya serta seluruh rukun-rukun agama, beliau juga selalu memerintahkan untuk berjama’ah.”[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili (Penulis Kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Syam). Beliau berkata,&lt;br /&gt;“Ibnu Abdil Wahhab memulai dakwahnya pada tahun 1143 H atau 1730 M, beliau mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Dakwah beliau adalah pelopor kebangkitan baru di seluruh dunia Islam. Beliau sangat memprioritaskan dakwahnya kepada tauhid yang merupakan tiang Islam, yang pada kebanyakan manusia telah tercampur dengan kerusakan-kerusakan (aqidah).”[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Syaikh Ahmad bin Hajar bin Muhammad Alu Abu Thaami (Hakim Pengadilan Syari’ah, Qatar).&lt;br /&gt;Pujian beliau kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tertuang dalam satu kitab karya beliau yang berjudul, “Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Aqidatuhu As-Salafiyyah wa Da’watuhu Al-Ishlahiyyah wa Tsanaul Ulama ‘Alaihi”, yang berarti, “Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Aqidahnya Salafiyah dan Dakwahnya Perbaikan dan Pujian Ulama Kepadanya.” Cetakan kedua buku ini diberi kata pengantar dan dikoreksi beberapa bagiannya oleh Asy-Syaikh Bin Baz rahimahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Syaikh Muhammad Basyir As-Sahsawani (Ulama Ahli Hadits, India)&lt;br /&gt;Pujian beliau kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah juga tertuang dalam satu kitab karya beliau yang berjudul, ‘Shiyanatul Insan ‘an Waswasati Syaikh Dahlan’, kitab ini merupakan bantahan terhadap kedustaan-kedustaan Ahmad Zaini Dahlan terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menengahi 'Konflik' NU dan Salafi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Zulfahmi (www.zulfahmi.net)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik antara Salafi dengan NU bukanlah konflik yang baru, namun sudah hampir mendarah daging. Warga NU baik di kota maupun pedesaan, baik yang liberal maupun yang tradisional, sepakat menolak segala bentuk pemahaman Salafi, atau yang biasa mereka sebut sebagai “Wahabi”. Meskipun saya tidak mengatakan semuanya, masih ada ulama NU yang open mind dan tidak mau menelan mentah-mentah informasi yang berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paham Anti-Wahabi menyebabkan warga NU sangat anti dengan ajaran-ajaran seperti haramnya bid’ah, haramnya tawassul, haramnya isbal, dll. Bahkan menyentuh pada ranah furu’iyyah, seperti jenggot, jumlah azan Jum’at, jumlah rekaat shalat tarawih, qunut, dll. Hal ini terlihat sekali di akar rumput NU, yaitu jika mendapati hal yang berbeda, maka dianggap sudah beda aliran, disebut terpengaruh Wahabi, terkadang disebut juga disebut Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayangnya, para ulama NU bukannya mencerdaskan warganya agar open mind, namun malah menutup total terhadap pemahaman selain NU, atau yang diklaim “Ahlus sunnah wal jamaah” versi mereka. Padahal mazhab dalam Islam sendiri tidaklah satu, sehingga bolehlah setiap orang menentukan mana mazhab yang dianggapnya benar, namun tidak boleh menganggap berbeda mazhab menjadi seakan-akan aliran yang berbeda. Anehnya NU justru lebih terbuka terhadap ritual-ritual yang bertentangan dengan islam seperti tawassul, tahlilan 1), ilmu kebal, dll. Meskipun sekali lagi, tidak semua warga NU seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini saya juga mengkritik Salafi, karena mereka juga mengklaim dirinya Ahlussunnah wal Jamaah, sementara kelompok lainnya tidak dianggap Ahlussunnah wal Jamaah. Bahkan dengan ringan menyebut kelompok lainnya dengan ahlul bid’ah, Mu’tazilah, Khawarij, ashabiyyah, dll. Kalau kita bandingkan fanatiknya warga NU dengan warga Salafi, terdapat perbedaan yaitu jika kebanyakan warga NU fanatik tanpa ilmu (alias sudah menutup diri dulu), sementara Salafi fanatik dengan “ilmu,” yakni mereka merasa berilmu tentang kelompok-kelompok lainnya, meski sembrono dalam melakukan penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi Konflik NU dan Salafi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi dari konflik ini adalah warga NU dan Salafy kembali kepada manhaj Salafus Shalih yang sesungguhnya. Warga NU meninggalkan segala macam bid’ah, khurafat, dan ritual-ritual yang tidak ada dasarnya dalam Kitab maupun sunnah. Juga warga Salafi, mampu melihat secara objektif kelompok –kelompok lainnya, dan secara serius mengkaji pemahaman kelompok lainnya langsung kepada kelompok tersebut, bukan kepada doktrin ulamanya. Sehingga tidak sembrono memvonis kelompok-kelompok lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Salafus Shalih, ada berbagai macam mazhab, namun mereka hidup bersama, boleh berdebat secara ahsan maupun dialog untuk mencari pendapat yang terkuat, namun tetap bertoleransi selama pendapat itu diambil dari dalil syar’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah perjuangan yang kita lakukan adalah perjuangan mempersatukan umat di bawah satu kepemimpinan, satu imam, seperti pada masa sahabat, tabi’in, maupun tabiut tabi’in. Karena khalifah adalah pemimpin yang seluruh mazhab sepakat akan wajibnya mengangkatnya. Dibawah satu khalifah, insya Allah, ISLAM BERSATU TAK BISA DIKALAHKAN.   [voa-islam.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tahlilan adalah peringatan kematian pada hari ke-7, 40, 100, 1000, dst. Hal ini haram bukan karena membaca tahlilnya, tetapi karena menyerupai (tasyabbuh) terhadap ritual agama Hindu, yang juga menggelar peringatan kematian pada jumlah hari-hari tersebut. Sementara Islam melarang menyerupai agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Terbuka Warga Nahdiyin untuk Kyai Foswan Bukhori Maulana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;Teruntuk: KH Drs Muhammad Bukhori Maulana MA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari ini saya terhenyak dengan berita tentang tabligh akbar yang diselenggarakan oleh FOSWAN (Forum Silaturrahmi Warga Nahdliyin) di Bekasi, dengan tema “Ulama Sejagad Menggugat Salafi-Wahabi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya begitu miris mendengarnya, karena tak disangka apa yang disampaikan di sana ternyata jauh sekali dari kesantunan, nilai ukhuwah dan standar akademis. Banyak hujatan di sana tanpa pangkal, seperti membabi buta diiringi oleh nafsu.&lt;br /&gt;Saya tidak kenal dengan kiyai, namun saya menghormati kiyai sebagai ulama. Ulama yang dalam Islam adalah pewaris para nabi, penerus risalah agar umat menjadi lurus, tak tergerus habis oleh zaman dan tetap pada aqidah yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa sedih sekali ketika kiyai dengan sangat lantangnya mencaci orang-orang Salafi dan PKS sebagai Wahabi. Bahkan kiyai mengatakan bahwa mereka menjadikan Syaikh Ibnu Taimiyah dan Syaikh bin Baz sebagai berhala. Kiyai juga mengatakan bahwa orang PKS yang mengadakan tahlilan atau maulidan adalah pembohongan terhadap masyarakat agar meraup suara di Pemilu. Belum lagi kiyai menyebutkan cirri-ciri orang Salafi sebagai orang yang tidak enak dipandang. Masya Allah!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah pemuda biasa, bukan orang yang faqih dalam masalah agama. Mungkin tak sefaqih kiyai dalam hal pengetahuan agama. Saya adalah kader PKS, namun saya sedari kecil dibesarkan di lingkungan Nahdliyin yang sangat kental. Saya mengikuti tahlilan seperti biasa bersama warga lain, dan itu bukan hanya saya lakukan pada saat menjelang Pemilu. Dan dalam PKS tidak pernah diajarkan sama sekali tentang pengkultusan apalagi menjadikan ulama sebagai berhala. Kami menganggap ulama adalah inspirasi dan penuntun, dan kami yakini pula ia tak selalu faqih dalam segala hal. Kami diajarkan untuk dapat mengambil pelajaran dan ilmu dari manapun itu, sehingga wawasan kami menjadi luas. Tak hanya terkungkung pada satu hal saja dan menutup diri dari hal kebaikan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula saya suka mengikuti kajian Salafi, di sana saya mendapatkan banyak sekali ilmu bagaimana berislam dengan baik sesuai sunnah. Di sana kami diajarkan tata cara beribadah yang baik dan benar sesuai sunnah, dan bukankah itu yang seharusnya? Karena syarat diterima ibadah selain niat yang benar adalah caranya juga benar, tentu kiyai sudah paham betul hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mengenai Syaikh Ibnu Taimiyah, Syaikh Bin Baz dan ulama lainnya, setahu saya dan memang seperti itulah adanya. Mereka hanyalah ulama yang pendapatnya dijadikan sandaran terhadap suatu hukum. Dan pendapat itupun diambil dari sumber-sumber hujjah yang shahih bukan dari pendapat pribadi. Dan kiyai tentu sangat mengetahui bagaimana mengambil hukum dan menjadikannya hujjah dari Al-Quran, hadits, atsar sahabat, maupun ijma ulama lainnya. Sehingga tak ada yang namanya menjadikan ulama-ulama tersebut sebagai berhala, karena menganggap pendapat mereka mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai perbedaan pendapat antara para ulama Nahdliyin dengan para ustadz di PKS itu adalah hal yang biasa karena masuk dalam wilayah khilafiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika kiyai mengatakan wajah orang Salafi tidak enak dipandang, saya ingin bertanya kepada kiyai, tidak enak dari sisi fisiknya apakah karena ada perasaan kesal di hati sehingga ketika melihat orang Salafi menjadi tak enak dipandang. Karena selama saya bergaul dengan orang Salafi, wajah mereka menyejukkan, tak ada guratan keduniawian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak kiyai yang saya hormati, bukankah Allah telah menyebutkan bahwa inna akromakum ‘indallahi atqakum, dan juga kiyai pasti sudah paham betul bahwa setiap muslim adalah bersaudara, innamal mu’minuna ikhwah. Lalu mengapa kiyai dengan teganya menyakiti hati saudara sesama muslim, menebar kebencian kepada kelompok yang lain dan menganggap kelompoknya lebih baik? Bukankah itu hal yang tercela? Terlebih lagi jika menganggap bahwa mereka telah menjadikan sesembahan lain selain Allah, bukankah itu sudah memvonis musyrik bahkan kafir (takfir)? Padahal Rasulullah telah mengajarkan pada kita, dalam sebuah hadits yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa berkata kepada saudaranya, “Hai kafir”, maka kembalilah kekufuran itu kepada salah seorang daripada keduanya. Kalau memang saudaranya itu sebagaimana ia katakan (benarlah ia), tetapi kalau tidak, niscaya kembalilah kekufuran itu kepadanya (sendiri)” (Shahih Muslim kitab Al-Iman bab “bayan hal iman man qola li akhihil muslimin ya kafir,” hadits nomor 225).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiyai yang saya cintai karena Allah,&lt;br /&gt;Saya sebagai warga Nahdliyin dengan segala hormat meminta kepada kiyai untuk meminta maaf kepada warga yang kiyai kira sebagai Salafi ataupun kepada warga PKS. Kami tak ingin di masyarakat terjadi perpecahan sehingga tetangga dengan tetangga lain menjadi tidak akur dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi pernah mengatakan bahwa ukhuwah islamiyah itu adalah kebutuhan umat islam masa kini? Karena Islam tak akan bangkit, Islam tak akan jaya tanpa adanya rasa cinta kasih di antaranya. Jika Islam bersatu-padu, tak terkotakkan antara satu dan lainnya, niscaya musuh-musuh islam pun pasti gentar. Kita meyakini Islam adalah solusi dan ia adalah minhajul hayah tapi bagaimana itu bisa terwujud jika ada saling dengki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah berikan anugerah dan rahmat-Nya untuk kita semua umat islam pada umumnya dan pada kiyai khususnya. Sehingga tak ada lagi hujat menghujat, caci mencaci, yang ada hanyalah satu kata untuk memperbaiki umat bersama-sama dengan meninggikan kalimat tauhid dan menjadikan sunnah rasul-Nya sebagai aturan hidup. Wallahu ‘alam bis-shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallahufikum. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 24 November 2011&lt;br /&gt;Al-fakir Uwais Al-Qarniy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-6516020003900112983?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/6516020003900112983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/11/bersikap-adil-kepada-wahabi.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/6516020003900112983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/6516020003900112983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/11/bersikap-adil-kepada-wahabi.html' title='Bersikap Adil Kepada Wahabi'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-3142553208879314497</id><published>2011-08-10T16:31:00.001-07:00</published><updated>2011-08-10T16:31:56.117-07:00</updated><title type='text'>--^^ Surat dari Anak yang d'ABORSI ^^--</title><content type='html'>Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarrakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk Bundaku tersayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Bunda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja...nanda juga di sini baik-baik saja bunda... Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sesaat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda, sebenarnya nanda ingin lebih lama nebeng di rahim bunda, ruang yang kata Allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini, tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiran nanda, jadi sebagai anak yang baik, nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda. Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan nanda, sakit banget bunda....badan nanda rasanya seperti tercabik-cabik... dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikan apalagi hati nanda, nyeri, merasa seperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nanda tidak kecewa kok bunda... karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh Allah bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang di dalam syurga Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda, nanda mau cerita, dulu nanda pernah menangis dan bertanya kepada Allah, mengapa bunda meluruhkan nanda saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian di sini? Apa bunda tidak sayang sama nanda? Bunda tidak ingin mencium nanda? Atau jangan-jangan karena nanti nanda rewel dan suka mengompol sembarangan? Lalu Allah bilang, bunda kamu malu sayang... kenapa bunda malu? karena dia takut kamu dilahirkan sebagai anak haram... anak haram itu apa ya Allah? Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa ayah... Nanda bingung dan bertanya lagi sama Allah, ya Allah, bukannya setiap anak itu pasti punya ayah dan ibu? Kecuali nabi Adam dan Isa? Allah yang Maha Tahu menjawab bahwa bunda dan ayah memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang syah dan Allah Ridhoi. Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda, nanda malu terus-terusan nanya sama Allah, walaupun Dia selalu menjawab semua pertanyaan nanda tapi nanda mau nanyanya sama bunda aja, pernikahan itu apa sih? Kenapa bunda tidak menikah saja dengan ayah? Kenapa bunda membuat nanda jadi anak haram dan mengapa bunda mengusir nanda dari rahim bunda dan tidak memberi kesempatan nanda hidup di dunia dan berbakti kepada bunda? Hehe,,,maaf ya bunda, nanda bawel banget... nanti saja, nanda tanyakan bunda kalau kita ketemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya Bunda, suatu hari malaikat pernah mengajak jalan-jalan nanda ke tempat yang katanya bernama neraka. Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal nanda di syurga. Di situ banyak orang yang dibakar pake api lho bunda...minumnya juga pake nanah dan makannya buah-buahan aneh, banyak durinya...yang paling parah, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar kaya sate gitu, serem banget deh bunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi ngeri-ngerinya, tiba-tiba malaikat bilang sama nanda, Nak, kalau bunda dan ayahmu tidak bertaubat kelak di situlah tempatnya...di situlah orang yang berzina akan tinggal dan disiksa selamanya. Seketika itu nanda menangis dan berteriak-teriak memohon agar bunda dan ayah jangan dimasukkan ke situ.... nanda sayang bunda... nanda kangen dan ingin bertemu bunda... nanda ingin merasakan lembutnya belaian tangan bunda dan nanda ingin kita tinggal bersama di syurga... nanda takut, bunda dan ayah kesakitan seperti orang-orang itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, dengan lembut malaikat berkata... nak,kata Allah kalau kamu sayang, mau bertemu dan ingin ayah bundamu tinggal di syurga bersamamu, tulislah surat untuk mereka... sampaikan berita baik bahwa kamu tinggal di syurga dan ingin mereka ikut, ajaklah mereka bertaubat dan sampaikan juga kabar buruk, bahwa jika mereka tidak bertaubat mereka akan disiksa di neraka seperti orang-orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mendengar itu, segera saja nanda menulis surat ini untuk bunda, menurut nanda Allah itu baik banget bunda.... Allah akan memaafkan semua kesalahan makhluk Nya asal mereka mau bertaubat nasuha... bunda taubat ya? Ajak ayah juga, nanti biar kita bisa kumpul bareng di sini... nanti nanda jemput bunda dan ayah di padang Mahsyar deh... nanda janji mau bawain minuman dan payung buat ayah dan bunda, soalnya kata Allah di sana panas banget bunda... antriannya juga panjang, semua orang sejak jaman nabi Adam kumpul disitu... tapi bunda jangan khawatir, Allah janji, walaupun rame kalo bunda dan ayah benar-benar bertaubat dan jadi orang yang baik, pasti nanda bisa ketemu kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda, kasih kesempatan buat nanda ya.... biar nanda bisa merasakan nikmatnya bertemu dan berbakti kepada orang tua, nanda juga mohon banget sama bunda...jangan sampai adik-adik nanda mengalami nasib yang sama dengan nanda, biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketersia-siaan itu. Tolong ya bunda, kasih adik-adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah dulu ya bunda... nanda mau main-main dulu di syurga.... nanda tunggu kedatangan ayah dan bunda di sini... nanda sayang banget sama bunda....muach!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-3142553208879314497?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/3142553208879314497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/08/surat-dari-anak-yang-daborsi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/3142553208879314497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/3142553208879314497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/08/surat-dari-anak-yang-daborsi.html' title='--^^ Surat dari Anak yang d&apos;ABORSI ^^--'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-6594897384096201516</id><published>2011-08-05T11:28:00.000-07:00</published><updated>2011-08-05T11:29:20.164-07:00</updated><title type='text'>HADIRILAH..!!!</title><content type='html'>TABLIGH AKBAR &amp; LAUNCHING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAITUSY SYABAB IBNU MAS'UD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBICARA :&lt;br /&gt;...1.UST.Drs. SHOLAHUDDIN AL QUDS&lt;br /&gt;(PEMBINA HILAL AHMAR JAKARTA)&lt;br /&gt;2.UST.WILDAN HASAN&lt;br /&gt;(RADIO DAKTA 107 FM)&lt;br /&gt;WAKTU&amp;TEMPAT&lt;br /&gt;ISLAMIC CENTER ULUL ALBAB KAMPUNG WARUNG ASEM, DESA SUMBER JAYA, TAMBUN SELATAN- BEKASI&lt;br /&gt;AHADM 07 AGUSTUS 2011 PKL. 08.00 - SELESAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CP :&lt;br /&gt;IKHWAN&lt;br /&gt;SAIFUL AFFANDI 0852 8972 0447&lt;br /&gt;AKHWAT&lt;br /&gt;NURUL JANNAH 0821 3693 9042&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-6594897384096201516?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/6594897384096201516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/08/hadirilah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/6594897384096201516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/6594897384096201516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/08/hadirilah.html' title='HADIRILAH..!!!'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-8717201318090669151</id><published>2011-08-03T20:59:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T21:03:57.723-07:00</updated><title type='text'>Khutbah Rasulullah saw Menyambut Ramadhan</title><content type='html'>Meskipun sudah beberapa hari lewat kita menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Nampaknya tidak terlambat kita mengetahui dan mengamalkan pesan-pesan Baginda Rasulullah saw. terkait ibadah di bulan Ramadhan, mengingat masih panjangnya perjalanan ibadah kita di bulan mulia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini wasiat Baginda Rasulullah saw. pada malam terakhir bulan Sya’ban, dalam khutbah Beliau saat menyambut datangnya bulan Ramadhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia!&lt;br /&gt; Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat dan maghfirah: bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya paling utama. Malam-malamnya paling utama. Jam demi jamnya paling utama. Inilah bulan ketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan ini nafas-nafas kalian menjadi tasbih, tidur kalian ibadah, amal-amal kalian diterima dan doa-doa kalian diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Tuhan kalian, dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Dia membimbing kalian untuk melakukan shaum dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah pada bulan agung ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin. Muliakanlah orang tua. Sayangilah yang muda. Sambungkanlah tali persaudaraan. Jagalah lidah. Tahanlah pandangan dari apa yang tidak halal kalian pandang. Peliharalah pendengaran dari apa yang tidak halal kalian dengar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosa. Angkatlah tangan-tangan kalian untuk berdoa pada waktu shalat. Itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah ‘Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia!&lt;br /&gt;Sesungguhnya diri kalian tergadai karena amal-amal kalian. Karena itu, bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggung kalian berat karena beban (dosa). Karena itu, ringankanlah dengan memperpanjang sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah! Allah swt. bersumpah dengan segala kebesaran-Nya, bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia!&lt;br /&gt;Siapa saja di antara kalian memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa pada bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang  budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walapun hanya dengan seteguk air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia!&lt;br /&gt;Siapa yang membaguskan akhlaknya pada bulan ini, ia akan berhasil melewati sirath al-mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) pada bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya pada hari kiamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang menahan kejelekannya pada bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang memuliakan anak yatim pada bulan ini, Allah akan memuliakan-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang menyambungkan tali silaturahmi pada bulan ini, Allah akan menghubungkannya dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang melakukan shalat sunnah pada bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Siapa saja yang melakukan shalat fardhu pada bulan ini, baginya pahala seperti melakukan 70 shalat fardhu pada bulan lain. Siapa saja yang memperbanyak shalawat kepadaku pada bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Siapa saja yang pada bulan ini membaca satu ayat Al-Qur’an, pahalanya sama seperti mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan-bulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia!&lt;br /&gt;Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagi kalian. Karena itu, mintalah kepada Tuhan kalian agar tidak pernah menutupkannya bagi kalian. Sesungguhnya pintu-pintu neraka tertutup. Karena itu, mohonlah kepada Tuhan kalian untuk tidak akan pernah membukakannya bagi kalian. Sesungguhnya setan-setan terbelenggu. Karena itu, mintalah agar mereka tidak lagi pernah menguasai kalian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia!&lt;br /&gt;Sesungguhnya kalian akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam pada malam harinya suatu tathawwu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu amal kebajian di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada Mukmin di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang memberikan makanan berbuka kepada seseorang yang berpuasa, yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Siapa saja yang meringankan beban dari budak sahaya, niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, perbanyaklah empat perkara pada bulan Ramadhan: dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhan kalian; dua perkara lagi yang sangat kalian butuhkan. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampunan kepada-Nya. Dua perkara yang sangat kalian butuhkan ialah surga dan perlindungan dari neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Nya, dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga. [HR Ibnu Khuzaimah] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Beberapa redaksi dalam hadits di atas riwayat keshahihan sanad (jalur periwayatan)-nya diragukan oleh para ulama, seperti kalimat-kalimat yang diberikan garis bawah di atas. Namun bisa jadi dari sisi matan (makna hadits) tidak bermasalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaksi dari kalimat-kalimat yang digaris bawahi dianggap bermasalah karena lemahnya rawi (periwayat hadits) Ali bin Zaid Jad’an. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (1887) dan Al-Muhamili di dalam Amalinya (293) dan Al Ash-Bahani dalam At-Targhib (9/ 178 b/ tulisan tangan) dari jalan Ali bin Zaid Jad’an dari Said bin Al-Musayyib dari Salman Al-Farisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Sa’ad; di dalamnya ada kelemahan dan jangan berhujjah dengannya. Berkata Imam Ahmad bin hambal; hadits ini tidak kuat. Berkata Ibnu Abi Khaitsamah; lemah di segala sisi. Berkata Ibnu Khuzaimah; jangan berhujjah dengan hadits ini, karena jelek hapalan perawinya. (Tahdzib At-Tahdzib/ 7/322-323)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Khuzaimah berkata setelah meriwayatkan hadits ini; “jika benar kabarnya.” Berkata Imam Ibnu Hajar dalam Al-Athraf; sumber masalahnya ada pada Ali bin Zaid bin Jad’an dan dia lemah. Sebagaimana hal ini dinukilkan oleh Imam As-Suyuthi dalam Jamiul Jawami (23714). Dan Ibnu Abi Hatim menukilkan dari bapaknya dalam Illatul Hadits (1/ 249), hadits ini munkar). wh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-8717201318090669151?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/8717201318090669151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/08/khutbah-rasulullah-saw-menyambut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/8717201318090669151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/8717201318090669151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/08/khutbah-rasulullah-saw-menyambut.html' title='Khutbah Rasulullah saw Menyambut Ramadhan'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-8025397257466873400</id><published>2011-08-03T20:55:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T20:59:52.771-07:00</updated><title type='text'>Saatnya Menahan Diri</title><content type='html'>Kini saatnya kita menahan diri. Menahan diri dari berbagai desakan nafsu hewani yang apabila diperturutkan akan menjerumuskan. Insya Allah, tanggal 1 Ramadhan akan segera menjelang. Selamat menunaikan shaum Ramadhan 1432 H. Semoga dapat dijalani dengan sebaik-baiknya, lebih dari tahun-tahun sebelumnya. Ramadhan kini, esok atau masa lalu, sama-sama mengajarkan kesabaran, ketekunan, menggali potensi kebaikan, dan mengembangkannya menjadi jiwa dan nafas kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Al-Baqarah telah ditegaskan kewajiban shaum ini dibebankan kepada orang-orang yang beriman. Itu berarti hanya orang yang beriman yang memperhatikan segala ihwal dari mulai tata cara hingga hikmah shaum, yang akan selalu diperhatikannya secara seksama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah saat-saat yang tepat untuk meningkatkan kewaspadaan dan keseriusan dalam beribadah. Waspada dalam beribadah adalah waspada dari bid’ah, khurafat, takhayul. Waspada dalam perilaku adalah waspada dari tindak-tanduk yang dapat menggugurkan hikmah shaum seperti ghibah, sum’ah, riya, fitnah, tuhmah, bersaksi palsu, bersumpah palsu, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saatnya nanti, ketika seluruh amalan ditimbang dan dinilai, tidaklah kita merasa khawatir amalan-amalan kebaikan kita selama hidup di dunia tidak diperhatikan sama sekali oleh Sang Pencipta, Allah swt., karena amalan-amalan tersebut sama sekali tidak bernilai ibadah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu, kini saatnya kita menahan diri dari perbuatan munkar. Jangan sampai perbuatan munkar itu  kembali terulang lagi setelah bulan Ramadhan ini meninggalkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan suci yang ditunggu-tunggu oleh kaum Muslimin yang merindukan pahala dan surga. Bagi yang menginginkan derajat taqwa, inilah kesempatan terbaik dari Allah, sambutlah kedatangannya, persiapkan ilmu, mental dan fisik serta segala yang diperlukan untuk kelancaran ibadah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai menyesal seperti tahun-tahun sebelumnya, lalu menunggu lagi kehadirannya pada tahun depan. Tahun depan adalah ghaib bagi kita, belum tentu akan berjumpa lagi dengannya. Anggaplah, ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan diambil dari kata romidlo-yarmadlu artinya panas terik, orang yang terbakar kakinya karena menginjak tanah yang panas. Romadl adalah penyakit mata merah, karena orang yang panas hatinya akan marah sehingga matanya memerah. Diartikan juga sesuatu yang menyakitkan, mual, sakit perut. Kesesuaian arti Ramadhan dan keutamaan bulan itu diharapkan dosa dan kesalahan kaum Muslimin menjadi terbakar dan lenyap dengan amal-amal shalih.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan kesembilan dari tahun Hijriyah. Nama-nama bulan hijriyah sudah ada sebelum masehi, bahkan sejak zaman Nabi Nuh a.s, sehingga diketahui Nabi Musa a.s, dan Bani Israil melintasi laut Merah pada bulan Muharram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sebutan untuk bulan Ramadhan, diantaranya bulan ibadah, karena padanya banyak ibadah yang disyariatkan. Bulan sabar, karena orang yang shaum harus menahan rasa lapar, dahaga dan hawa nafsu sampai waktu yang ditentukan. Bulan pertolongan, sebab kaum Muslimin mencurahkan shadaqahnya pada bulan itu. Hati mereka merasakan penderitaan kaum fakir miskin yang susah mendapatkan makanan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan juga disebut sebagai bulan taraahum (saling mengasihi), saling menghormati, saling memberi dan bershilaturrahim. Bulan persamaan, fakir, miskin, kaya, berada, pejabat, rakyat, laki-laki, perempuan, anak-anak dan orang dewasa semua merasakan lapar dan dahaga dari fajar sampai maghrib. Bulan maghfirah, karena Allah membuka  pintu-pintu pengampunan. Bulan rahmat, karena kasih sayang Allah tercurah lebih banyak pada bulan ini. Bulan mubarak, karena kebaikan waktu sepanjang hari dan malam ada pada bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking banyaknya pahala dan kebaikan pada bulan Ramadhan, Rasulullah saw bersabda; “Tidak datang kepada kaum Muslimin sebuah bulan yang lebih baik bagi mereka daripada Ramadhan.” (HR. Ahmad). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw juga memberikan kabar gembira kepada para shahabatnya, “Sebentar lagi akan menemuimu bulan Ramadhan, bulam mubarok, Allah telah mewajibkan atas kamu shaumnya, dibuka padanya pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka jahim, syetan-syetan dibelenggu, padanya terdapat satu malam yang lebih baik daripada 1000 bulan. Siapa yang diharamkan untuk mendapatkan kebaikannya, sungguh ia telah diharamkan.” (HR. Ahmad). wh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-8025397257466873400?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/8025397257466873400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/08/saatnya-menahan-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/8025397257466873400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/8025397257466873400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/08/saatnya-menahan-diri.html' title='Saatnya Menahan Diri'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-4551890484777114260</id><published>2011-08-03T20:52:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T20:55:53.934-07:00</updated><title type='text'>Kalau Kamu...</title><content type='html'>Kalau kamu lelah, cobalah tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu resah, segeralah tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu gelisah, hilangkan dengan tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu susah, mulailah tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu gundah, jangan lupa tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau badanmu lemah, kuatkan dengan tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau imanmu tergugah, lakukan tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau jiwamu gerah, perbanyak tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau matamu basah, segera tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pikiranmu cerah, cepatlah tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hatimu patah, teruslah tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu marah, redakan dengan tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu merasa gagah, jangan lupakan tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu kalah, harus banyak tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu tidak mau kalah, harus makin banyak tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu tabah, seringlah tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tanganmu tengadah, mulailah tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kakimu melangkah, lantunkan tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hatimu berseri bak bunga merekah, seringlah tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau perasaanmu begitu indah, segeralah tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingin keluarga sakinah, ajak mereka tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingin anak-anak salih dan salihah, ajari tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingin rejeki melimpah, rajinlah tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingin hidup penuh berkah, rutinkan tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ingin mengunjungi Ka'bah, lantunkan tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anganmu tengah membuncah, perbanyak tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu malas tilawah, paksalah untuk tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu rajin tilawah, lanjutkan terus tilawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kamu tilawah, itulah jalan menuju jannah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*/Tilawah yuk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malaikat yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan mengalami kesulitan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka baginya dua pahala." [Al-Bukhari 4937, Muslim 244]/*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-4551890484777114260?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/4551890484777114260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/08/kalau-kamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/4551890484777114260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/4551890484777114260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/08/kalau-kamu.html' title='Kalau Kamu...'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-6080989082306550768</id><published>2011-07-25T20:52:00.000-07:00</published><updated>2011-07-25T20:53:23.077-07:00</updated><title type='text'>Renungan Menjelang Ramadhan</title><content type='html'>Akhi yg budiman, kurang lebih seminggu lagi kita masuk bulan Ramadlan,&lt;br /&gt;semoga ramadlan tahun ini menjadi ramadlan terbaik dalam hidup kita...&lt;br /&gt;berikut ada sedikit renungan dari Kang W.S Rendra (Almarhum), semoga&lt;br /&gt;mencerahkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali aku berkata,&lt;br /&gt;Ketika semua orang memuji milikku&lt;br /&gt;Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan&lt;br /&gt;Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya&lt;br /&gt;Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya&lt;br /&gt;Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, : mengapa Dia menitipkan&lt;br /&gt;padaku..???&lt;br /&gt;Untuk apa Dia menitipkan ini padaku..???&lt;br /&gt;Dan kalaul bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu..???&lt;br /&gt;Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku..?&lt;br /&gt;Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali&lt;br /&gt;oleh-Nya..?&lt;br /&gt;Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah&lt;br /&gt;Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka&lt;br /&gt;Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah&lt;br /&gt;derita&lt;br /&gt;Ketika aku berdo'a, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak&lt;br /&gt;popularitas, dan&lt;br /&gt;Kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua "DERITA" adalah hukuman&lt;br /&gt;bagiku&lt;br /&gt;Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika :&lt;br /&gt;aku rajin beribadah, maka selayaknyalah "derita" menjauh dariku,&lt;br /&gt;dan nikmat dunia kerap menghampiriku.&lt;br /&gt;Ku perlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih&lt;br /&gt;Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusan-Nya yang&lt;br /&gt;tidak sesuai keinginanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.&lt;br /&gt;"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"....&lt;br /&gt;...............................................................................................................&lt;br /&gt;Selamat menemukan makna arti hidup anda di dunia ini, dan mari kita&lt;br /&gt;sambut dengan hati yang sangat lapang dan penuh keikhlasan datangnya&lt;br /&gt;Bulan Suci Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-6080989082306550768?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/6080989082306550768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/07/renungan-menjelang-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/6080989082306550768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/6080989082306550768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/07/renungan-menjelang-ramadhan.html' title='Renungan Menjelang Ramadhan'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-2784644877839141496</id><published>2011-07-25T20:45:00.000-07:00</published><updated>2011-07-25T20:49:18.211-07:00</updated><title type='text'>Pembantaian di Norwegia, Antara 'Teroris' &amp; Tudingan Prematur Terhadap Muslim</title><content type='html'>Media-media Barat mendapat kritikan tajam. Kesimpulan awal mereka tentang adanya ekstremis muslim di balik pengeboman dan penembakan di Norwegia ternyata salah besar. Penggunaan istilah teroris pun menjadi perdebatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberitakan Reuters, Senin (25/7/2011), ketika peristiwa itu baru saja terjadi, sejumlah media sempat membuat spekulasi siapa pelaku tindakan keji yang menewaskan 93 orang tersebut. Di beberapa headline dan tajuk, tudingan pun mengarah pada kaum muslim, terutama kelompok garis keras Al-Qaeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, pelakunya diketahui seorang fundamentalis Kristen bernama Anders Behring Breivik. Dia seorang pembenci muslim dan menganggap dirinya sebagai tentara perang salib yang besar. Dia mengaku memiliki misi untuk menyelamatkan orang-orang Kristen Eropa dari gelombang pengaruh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sebelum si pembantai itu ditangkap, media-media besar seperti The Sun sudah menuding muslim di balik peristiwa tersebut. Bahkan, media milik Rupert Murdoch itu sudah jelas-jelas menulis Al Qaeda di headline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pembantaian Al Qaeda: Norwegia 9/11" judul banner media tersebut pada Sabtu, 23 Juli 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pelaku kemudian diketahui memakai seragam polisi dan berambut pirang, koran tersebut tetap menulis tersangka sebagai 'Islam fanatik' dan sang pembunuh diduga sebagai 'orang yang berubah menjadi Al-Qaeda'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Editorial Wall Street Journal juga ikut menulis: "Ketika kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad muncul di surat kabar Denmark pada musim gugur 2005 dan memicu kampanye besar-besaran jihad melawan Denmark, maka Perdana Menteri Anders Fogh Rasmussen menanggapi dengan pernyataan, "Kami merasa seperti kita Denmark telah ditempatkan dalam sebuah adegan dalam film yang salah" kepada mingguan Jerman Der Spiegel."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling kontroversial adalah editorial media Amerika Serikat The Washington Post yang ditulis oleh kolumnis Jennifer Rubin, yang mengutip The Weekly Standard:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak tahu apakah Al Qaeda bertanggung jawab langsung untuk peristiwa hari ini, tetapi dalam semua kemungkinan, serangan diluncurkan oleh beberapa 'ular naga' jihad. Jihadis terkemuka telah meminta agar garis serangan ditujukan pada partisipasi Norwegia dalam perang di Afghanistan," tulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menambahkan, dalam analisis pribadinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain itu, ada hubungan jihad di sini: "Hanya sembilan hari lalu, pemerintah Norwegia mengajukan tuntutan terhadap Mullah Krekar, seorang yang berafiliasi dengan Al Qaeda, yang dengan bantuan dari Osama bin Laden, mendirikan Ansar al Islam - sebuah cabang dari Al Qaeda di Irak utara pada akhir 2001," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritikan pun bermunculan dari kalangan jurnalis. Terutama yang memandang tulisan-tulisan di atas sebagai sebuah penghakiman prematur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Istilah 'tak bersalah sampai terbukti bersalah' telah digantikan 'bersalah sampai terbukti tak bersalah' ketika menyangkut kaum muslim," kata komentator Inggris kelahiran Irak, Adnan Al Daini, di www.huffingtonpost.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Media yang bertanggung jawab harus berusaha untuk berbuat lebih baik. Nyawa tak berdosa mungkin tergantung padanya," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ivor Gaber, profesor jurnalisme politik di City University, London, melihat ada sebuah fenomena 'kemalasan' dan 'kedengkian' di kalangan media. Hal ini bisa dipengaruhi oleh insiden tertentu yang terjadi pada masa lalu dan untuk menyebarkan ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita menciptakan kepanikan moral karena media populer menebarkan ketakutan dari luar," ujarnya. "Yang paling populer sekarang adalah teroris Islam, jadi itu hal yang cepat diangkat," sambungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdebatan pun muncul pada penggunaan istilah teroris. Beberapa media Eropa menyebut Anders Behring Breivik sebagai teroris. Sementara beberapa media Amerika Serikat konsisten menyebutnya pembunuh. Padahal, aksi Anders, berdasarkan beberapa analisis sudah menyerupai teror yang keji dari aksi kriminal apa pun. Bahkan Norwegia menjeratnya dengan UU Terorisme. (Detik.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-2784644877839141496?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/2784644877839141496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/07/pembantaian-di-norwegia-antara-teroris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/2784644877839141496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/2784644877839141496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/07/pembantaian-di-norwegia-antara-teroris.html' title='Pembantaian di Norwegia, Antara &apos;Teroris&apos; &amp; Tudingan Prematur Terhadap Muslim'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-2940885932385263235</id><published>2011-07-10T21:42:00.000-07:00</published><updated>2011-07-10T21:44:38.500-07:00</updated><title type='text'>Releksi back to school</title><content type='html'>Di depanku, berdiri gontay lelaki kurus 'objek'modernitas yg dari&lt;br /&gt;matanya menyiratkan bhw ia seolah hendak mengangkat bendera putih karena&lt;br /&gt;hrs trgusur laju raksasa konsumerisme demi mendapat segurat tipis&lt;br /&gt;senyum seorang anak perempuan brpakaian lusuh, namun dg air muka penuh&lt;br /&gt;harap yg persis brada disampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tiasa 30rb?"(Bisa 30 ribu?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dmk Kalimat basis yg trlontar dr perasaan lugu,jujur,bhkn trksan&lt;br /&gt;dipaksakan dg mengubur rasa risih yg terseret keluar dr alam bawah sadar&lt;br /&gt;lelaki tsb, yg jg nampak keengganan mengucapknnya ketika ia terkesiap&lt;br /&gt;melihat deret angka di pricelist sepatu Homyped terbaru yg trdiri dr 6&lt;br /&gt;digit....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku trperanjat, suara parau dan berat tsb bagiku mirip&lt;br /&gt;sebuah erangan pesakitan yg tak sanggup menahan pedihnya himpitan&lt;br /&gt;realitas dan keinginan utk membahagiakan anaknya yg bulan depan, akan&lt;br /&gt;masuk SD,walau pun bagiku anak perempuan yg menyimpan kcantikan alami di&lt;br /&gt;balik debu yg nempel di sekujur tubuhnya itu lebih pantas masuk TK&lt;br /&gt;karena postur yg ringkih tsb hanya ditopang sepasang kaki size 25...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih&lt;br /&gt;menjawab pertanyaannya, aku sejenak termenung, banyak hal berkecamuk dalam&lt;br /&gt;benakku...dan nampaknya lelaki kurus yg telah berjuang tampil necis tersebut&lt;br /&gt;sedang beruntung, karena seharian ini aku hanya ditemenin "ustadz-ustadz" kritis dari&lt;br /&gt;Frankfurt yang senantiasa menenangkan sekaligus merangsang utk bukan hanya&lt;br /&gt;memahami realitas, melainkan bagaimana realitas tersebut seharusnya. Mereka jg&lt;br /&gt;banyak menghiburku tatkala kegelisahanku menumpuk, luber melihat&lt;br /&gt;"kebodohan" yg dipelihara secara hierarkis dan diberi kedok "tradisi&lt;br /&gt;luhur" yg taken for granted. Mereka jg yg hari ini menolong lelaki tsb,&lt;br /&gt;krn biasanya "pembeli gelo" yg nawar pricelist smpai 80% seperti ini,&lt;br /&gt;lgsung dpt "counter attack" yg lebih nylekit klo kondisiku lg normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bade&lt;br /&gt;lebet ka SD pa?"kalimat tsb meluncurTrdorong keingintahuanku dan&lt;br /&gt;komitmen emansipatoris. pdhal biasanya kalimat tsb hnya basabasi.&lt;br /&gt;Niatnya sih mencoba metode refleksi-diri ala Freudian yg dulu prnah&lt;br /&gt;diapresiasi dg nilai A oleh dosenku ktika msh di Jur Psikologi dan&lt;br /&gt;Bimbingan atau lebih akrab di sebut BK di UNY. Serasa mendapat angin&lt;br /&gt;segar, lelaki berkumis tak terawat itu spontan menjawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“muhun, bade lebet ka SD Gan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gan?&lt;br /&gt;Siapa yang dia maksud Agan (Juragan)? Hatiku mulai kritis. Kata Agan&lt;br /&gt;dalam kamus kehidupanku memang sangat akrab. Ketika aku kecil, kata Agan&lt;br /&gt;senantiasa menjadi kata “mudhaf ilaih” yang menunjukan feodalisme dan&lt;br /&gt;borjuisme, seperti ‘Kebon Agan’, ‘Balong Agan’, ‘Sawah Agan’ tempat&lt;br /&gt;dimana aku dan kawan-kawanku biasa bermain-main di “daerah terlarang&lt;br /&gt;bagi anak kampung, dekil dan proletar macam aku dkk., dan dengan biasa&lt;br /&gt;pula diakhiri dengan adegan kejar-kejaran bak film standar Hollywood,&lt;br /&gt;dimana aku dkk (yang dikejar) selalu lolos karena rela nyebur ke sungai&lt;br /&gt;basah-basahan, sedangkan “bodiguard sang Agan” yang biasa kami panggil&lt;br /&gt;si Giri, hanya menunjukan telunjuknya disamping ‘sasak’ sambil diiringi&lt;br /&gt;repetan cacian bak Mike Shinoda, rapper Linking Park ketika ia&lt;br /&gt;melantunkan ‘a place for my head’. Dari “rapper” gadungan sang Agan&lt;br /&gt;inilah (si giri) aku juga mulai mengenal kata-kata cacian kotor dan&lt;br /&gt;kasar, seperti ‘anjing’, goblog, bebel, kehed dll, yang digunakannya&lt;br /&gt;secara sporadis untuk membantai kami. Pernah suatu saat aku penasaran&lt;br /&gt;menanyakan arti kata ‘bebel kehed’ yang baru aku dengar dari si Giri&lt;br /&gt;pecundang tersebut pada bapakku. Alih-alih dijawab bapakku balik&lt;br /&gt;melontarkan pertanyaan, “dari siapa kamu mendengar kata tersebut? Karena&lt;br /&gt;di keluargaku kata-kata tersebut sangat terlarang, “haram” mungkin yang&lt;br /&gt;sangat tepatnya. Selain itu, perilaku sang Agan juga dalam pandanganku&lt;br /&gt;sangat eksklusif, karena walaupun “istananya” berada di tengah kampung&lt;br /&gt;kami, namun jarang sekali aku melihatnya keluar berbaur dengan orang&lt;br /&gt;melarat dan nyaris sekarat macam kami. Pernah sekali aku melihat tampang&lt;br /&gt;Agan tersebut ketika mau memantau ‘ngabedahkeun balongnya’ dengan&lt;br /&gt;sedikit kumis tipis melintang bak zorro, baju safari hitam mengkilat&lt;br /&gt;serta dilengkapi dengan aksesoris tongkat hitam ruyung di tangan&lt;br /&gt;kanannya yang mempunyai fungsi ganda, untuk mementung pegawainya yang&lt;br /&gt;kerjanya tidak becus, serta untuk menambah sangar penampilannya. ketika&lt;br /&gt;berpapasan dengannya orang-orang seolah rebutan ingin menyapa sang&lt;br /&gt;borjuis tersebut, “bade kamana gan? Seraya berharap si Agan akan&lt;br /&gt;menoleh, tersenyum dan menyapa kembali dan tentunya mental orang miskin&lt;br /&gt;yang tidak bisa sombong itu akan mengharapkan suatu saat akan ada&lt;br /&gt;“stimulus” yang mencair dari hasil panen ikannya. Harapan yang&lt;br /&gt;sia-sia!!! Karena tidak pernah sekalipun si Agan (sepengetahuanku)&lt;br /&gt;memberi dengan cuma-Cuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun walaupun ia bersifat arogan dan&lt;br /&gt;“pelit” serta tidak care pada wong cilik layaknya pembesar-pembesar&lt;br /&gt;Quraisy zaman Nabi Muhammad dulu, si Agan tetap saja merupakan orang&lt;br /&gt;dianggap dan dipandang “terpandang” karena limpah ruah hartanya membuat&lt;br /&gt;ia dipandang. Hal yang biasa dalam sistem masyarakat feodalistik di&lt;br /&gt;indonesia, bahkan sampai saat ini. Definisi subjektif seperti inilah&lt;br /&gt;yang membuatku gusar dan tidak rido ketika lelaki yang tingginya&lt;br /&gt;sedang-sedang saja tersebut mengalamatkan kata ‘Gan’ padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya&lt;br /&gt;dengan tanpa menghiraukan kegelisahan hati, aku memulai aksi&lt;br /&gt;freudian-ku. “Kamari TK-na dimana? Pancingku. “ah naminage di kampung,&lt;br /&gt;teu aya TK atuh Gan, aya oge sakola SD impres.” Celoteh si lelaki&lt;br /&gt;tersebut. Bah....Agan lagi... gerutuku dalam hati. “Aya oge di soreang&lt;br /&gt;atuh gan, eta oge meni awis (mahal sekali) biaya lebetnya (masuknya)”,&lt;br /&gt;sambung lelaki tersebut. Mahal? Apa betul biaya masuk TK mahal? “emang&lt;br /&gt;sabaraha biaya lebetna pa?” tanyaku penasaran. “di TK anu caket (dekat)&lt;br /&gt;puskesmas soreang mah kedah aya artos kirang langkung 2 jutaan upami&lt;br /&gt;bade lebet na teh”. Bah.....2 juta? Aku masuk S2 aja juga Cuma 2juta&lt;br /&gt;lebih dikit... maklum S2 “generik” paket hemat, dimana untuk ukuran S2,&lt;br /&gt;tempatku nyantri lagi ini termasuk yang paling murah di Bandung. Maka&lt;br /&gt;wajar fasilitas seadanya, perpus mengkhawatirkan, managemen sangat&lt;br /&gt;tradisional (untuk tidak menyebut tidak profesional).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya&lt;br /&gt;si bapak tersebut hanya mengetahui TK yang dekat puskesmas tersebut,&lt;br /&gt;karena memang puskesmas adalah tempat berobat orang-orang mustad’afin,&lt;br /&gt;ongkos berobatnya pun Cuma 2000 rupiah, yah... namanya juga tempat&lt;br /&gt;berobat yang murah.... jadi berbanding lurus dengan pelayanan yang&lt;br /&gt;diberikan kepada sang pasien mustad’afin tersebut yang dipaksa untuk&lt;br /&gt;memaklumi kondisi yang memang harusnya diperbaiki dan ditingkatkan dari&lt;br /&gt;sisi layanan kepadda publik yang tidak mampu....jika pakai perspektif&lt;br /&gt;agama sebetulnya pengelola puskesmas itu akan mendapat pahala yang&lt;br /&gt;berlimpah dari Gusti Nu Agung karena banyak menolong orang-orang tidak&lt;br /&gt;mampu apalagi jika pelayanan ditingkatkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakang&lt;br /&gt;puskesmas itulah berdiri megah TK atau yang sekarang mulai dikenal&lt;br /&gt;dengan sebutan PAUD. TK yang terbilang mempunyai fasilitas lengkap&lt;br /&gt;tersebut, dibangun kurang lebih diatas tanah seluas 2 hektar, persis&lt;br /&gt;menghadap ke arah matahari terbit gerbang kokoh dari besi ‘ala’&lt;br /&gt;minimalis dengan cat warna hitam pekat yang memberi kesan elegan&lt;br /&gt;tersebut menghadap. Di halaman terdapat saung-saung “paniisan” khas&lt;br /&gt;sunda tempat ibu-ibu murid menunggu sambil “ngrumpi” atau bahkan&lt;br /&gt;ngegosip, ngomongin orang, binatang, kerjaan suaminya, mobil suaminya,&lt;br /&gt;laptop, HP, Blackberry, twiteer, dll dan tidak jarang terjadi pertengkaran hanya&lt;br /&gt;karena masalah-masalah “keduniaan” yang dalam kacamata al-Qur’an bisa&lt;br /&gt;menjadi khitab dari surat al-Humazah dan al-Takatsur....na’udzubillah&lt;br /&gt;min dzalik (hamba berlindung dari hal-hal negatif seperti yang&lt;br /&gt;demikian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk ke lokasi sekolah yang memang didesain khusus&lt;br /&gt;untuk mendirikan TK “elite” , yang berbeda dengan TK-TK kebanyakan di&lt;br /&gt;Soreang yang banyak memanfaatkan ruang kosong baik itu rumah, loteng&lt;br /&gt;mesjid --seperti yang Ibuku rintis sejak 15 tahun yang lalu, rumah di&lt;br /&gt;komplek perumahan yang sumpek, bahkan ada yang menggunakan serambi&lt;br /&gt;mesjid dan surau untuk dijadikan tempat PAUD, terdapat kolam renang&lt;br /&gt;ukuran 5x 6 M yang disampingnya persis terhampar pasir putih yang sengaja&lt;br /&gt;dijadikan alas pelindung arena permainan dan out bond anak-anak...wes&lt;br /&gt;anak kecil manapun pasti akan merengek-rengek pengen bermain disana.&lt;br /&gt;Selain itu kelas yang terdiri dari empat lokal tersebut semuanya&lt;br /&gt;bergambar dengan teknik air brush yang lumayan rapi dengan warna yang&lt;br /&gt;mencolok khas Taman kanak-kanak. Di samping kelas terdapat aula atau&lt;br /&gt;ruang serba guna yang cukup besar yang banyak peruntukannya, diantaranya&lt;br /&gt;pertemuan orang tua murid dan pihak sekolah (ah..ini mungkin sudah&lt;br /&gt;biasa), tempat anak-anak makan bersama (biasa juga), tempat anak-anak&lt;br /&gt;berlatih balet, senam dan konon katanya, yoga....(biasa ga ya...yang&lt;br /&gt;jelas dalam pandanganku hal ini sangat luar biasa). Oh..ya ada yang&lt;br /&gt;lupa, ada juga ruang komputer yang terletak persis disebelah ruang&lt;br /&gt;kepala sekolah. Dari ruang komputer inilah tersambung kabel-kabel audio&lt;br /&gt;yang terhubung keseluruh penjuru sekolah, baik untuk menyampaikan&lt;br /&gt;pengumuman maupun sekedar memutar lagu yang mengiringi saat anak-anak&lt;br /&gt;bermain dan beristirahat...wuuuuhhh pokoke untuk ukuran daerahku Paud&lt;br /&gt;ini dah keren banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya mungkin tidak heran biaya masuknya&lt;br /&gt;juga besar. Sekolah-sekolah macam inilah –yang oleh orang-orang di sebut&lt;br /&gt;sekolah bonafide—tempat orang-orang berduit “menitipkan”anak-anaknya&lt;br /&gt;supaya ‘pinter’, nggak ‘gaptek’, ‘gaul’ dan up to date dengan&lt;br /&gt;perkembangan zaman. Ada kesan gengsi dari orang-orang berduit untuk&lt;br /&gt;menyekolahkan anaknya ke sekolah-sekolah murah, konon kata temanku, di&lt;br /&gt;jakarta jika membuka lembaga pendidikan atau apapun yang terkait dengan&lt;br /&gt;edukasi, motivasi, training dll, jika mematok harga murah tidak akan&lt;br /&gt;laku, karena dianggapnya tidak bonafide, tidak bermutu, dll. Beuh....&lt;br /&gt;maka tidak heran pula jika belakangan muncul trend “pengajian motivasi”&lt;br /&gt;kalangan borjuis yang diselenggarakan di hotel berbintang yang tidak&lt;br /&gt;pernah sepi peminat. Kenapa yaa..training seperti itu tidak mampu&lt;br /&gt;dirasakan semua kalangan, khususnya orang-orang yang tidak berduit yang&lt;br /&gt;sejatinya dalam hatinya juga mempunyai keinginan untuk “tercerahkan” dan&lt;br /&gt;“sukses”, kenapa mesti di hotel? Tidak di madrasah aja? Di&lt;br /&gt;pendopo-pendopo desa? Dan tempat lain yang bisa dijangkau oleh orang&lt;br /&gt;mustad’afin?&lt;br /&gt;Idealnya dan di atas kertas memang input yang dihasilkan&lt;br /&gt;dari sekolah dan training macam ini akan menghasilkan “produk-produk”&lt;br /&gt;unggul. Namun ini hanyalah itungan di atas kertas, kenyataannya bisa iya&lt;br /&gt;bisa tidak....(setuju..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“gan...” teguran lelaki itu&lt;br /&gt;menyadarkanku dari lamunan kritisku. “kumaha...tiasa 30rb sapatu&lt;br /&gt;teh?”.....pertanyaan yang sebenarnya gampang dijawab, namun entah kenapa&lt;br /&gt;aku...dari tadi mengulur-ulur terus...namun akhirnya.....aku meneguhkan&lt;br /&gt;hati untuk menjawab “upami anu artikel matrix mah teu tiasa pa...,&lt;br /&gt;tapi aya anu mirah oge lumayan kualitasna, walau tos rada teu model&lt;br /&gt;(udah tidak model)”. Tapi dulu dua tahun kebelakang sepatu ini termasuk&lt;br /&gt;barang yang mahal juga... dan yang jelas kualitasnya bagus... beda&lt;br /&gt;dengan kualitas ‘produk’ sekolah mahal yang belum tentu “bagus” pula,&lt;br /&gt;namun untuk masalah sepatu “pangaos mah teu ngabobodo” (harga tidak&lt;br /&gt;ngebohongin). Mahal ya... kualitasnya sepadan, murah juga sepadan,&lt;br /&gt;disamping brand image merk-merk yang udah terkenal, selain mahal tapi&lt;br /&gt;punya ‘Quality control’ demi ‘kepuasan konsumen’. Quality control inilah&lt;br /&gt;yang mesti dirancang di lembaga-lembaga pendidikan zaman sekarang yang&lt;br /&gt;seolah-olah kualitas sekolah yang bersangkutan hanya ditentukan oleh&lt;br /&gt;lulusannya yang mudah dapet kerja dan diorientasikan pada kerja. Namun&lt;br /&gt;juga harus dipertimbangkan bagaimana lulusan tersebut mampu memberikan&lt;br /&gt;upaya yang disebut oleh Habermas Emansipasi, yaitu pencerahan dari&lt;br /&gt;ketidak tahuan yang diakibatkan oleh adanya kesadaran palsu atau&lt;br /&gt;dogmatisme. Sehingga upaya emansipatoris ini mesti dijadikan standar&lt;br /&gt;kualitas lulusan orang-orang sekolahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah emansipasi&lt;br /&gt;menurut Habermas bukan semata-mata sebagai pembebasan dari kendala&lt;br /&gt;sosial, seperti perbudakan, kolonialisme dan kekuasaan yang tiranik,&lt;br /&gt;melinkan juga dari kendala-kendala internal seperti gangguan psikis, dan&lt;br /&gt;ketidaktahuan. Seorang mengalami emansipasi jika ia beralih dari&lt;br /&gt;kondisi ketidaktahuan menjadi tahu. Tetapi makna "tahu" bersifat relatif&lt;br /&gt;terhadap situasi pengetahuan pada zaman tertentu. Pengetahuan dan&lt;br /&gt;ketidaktahuan seseorang diukur menurut skala penilaian yang ada pada&lt;br /&gt;zaman itu. Di sini Habermas bebicara mengenai "dogmatisme".&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk pengetahuan yang mapan pada situsi sosial tertentu&lt;br /&gt;cenderung berkuasa sebagai juru tafsir satu-satunya yang benar atas&lt;br /&gt;realitas. Bentuk-bentuk pengetahuan itu lalu juga menyingkirkan&lt;br /&gt;tafsir-tafsir yang bertentangan sebagai "bid'ah". Sistem pengetahuan&lt;br /&gt;absolut totaliter inilah dogmatisme. Emansipasi dalam pengertian&lt;br /&gt;Habermas adalah proses pencerahan atas "ketidaktahuan" akibat dogmatisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain&lt;br /&gt;itu adanya fenomena ‘kerja oriented’ juga mengundang kecemasan yang&lt;br /&gt;menghinggapi benak para pemikir. Kecemasan itu berkenaan dengan kemajuan&lt;br /&gt;pesat ilmu pengetahuan dan teknologi, yang semula dan seyogyanya&lt;br /&gt;berjalan di atas rel kesejarahan dan kepentingan umat manusia, namun&lt;br /&gt;belakangan justru berbalik “memperbudak”, “menyengsarakan” dan bahkan&lt;br /&gt;“memperalat” manusia. Dalam kebudayaan masyarakat modern, yang&lt;br /&gt;semangatnya berasal dari cita-cita “Barat” untuk melepaskan diri dari&lt;br /&gt;agama, kecemasan ini nampaknya menjadi semakin beralasan. Bagaimana&lt;br /&gt;manusia menghadapi problem-problem kemanusiaan modern dimana mereka&lt;br /&gt;menghadapi apa yang disebut dengan mekanisasi kerja. Alat-alat produksi&lt;br /&gt;baru yang dihasilkan oleh teknologi modern dengan proses mekanisasi,&lt;br /&gt;otomatisasi dan standarisasinya, ternyata menyebabkan manusia cenderung&lt;br /&gt;menjadi elemen yang mati dari proses produksi. Teknologi modern yang&lt;br /&gt;sesungguhnya diciptakan untuk pembebasan manusia dari kerja ternyata&lt;br /&gt;telah menjadi alat perbudakan baru. Manusia yang semula “merdeka”, yang&lt;br /&gt;merasa menjadi pusat dari segala sesuatu (antroposentrisme), kini telah&lt;br /&gt;diturunkan derajatnya menjadi tidak lebih sebagai bagian dari mesin,&lt;br /&gt;mesin raksasa, teknologi modern.&lt;br /&gt;Mengapa hal seperti ini bisa&lt;br /&gt;terjadi? Ada beberapa jawaban yang dapat diajukan untuk itu : pertama,&lt;br /&gt;argumen historis, “dosa” anak-cucu Renaissance yang memisahkan antara&lt;br /&gt;aktivitas ilmiah dengan nilai-nilai keagamaan di masa lalu menjadikan&lt;br /&gt;ilmu bergerak tanpa kendali dan kering dari rambu-rambu normatif. Kedua,&lt;br /&gt;argumen etis-normatif, orientasi akademik mengalami pergeseran dari&lt;br /&gt;wilayah keilmuan ke wilayah pasar yang cenderung profit oriented,&lt;br /&gt;sehingga demi uang, segolongan ilmuwan tidak segan-segan melanggar kode&lt;br /&gt;etik ilmiah. Hal ini juga membuat kalangan ilmuwan tertentu seolah-olah&lt;br /&gt;sengaja “menutup mata” bahkan mengabaikan fungsi prediksi dan kontrol&lt;br /&gt;dari ilmu pengetahuan. Sehingga disini patut kita renungkan ‘ungkapan&lt;br /&gt;kegelisahan hati’ Albert Einstein :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa ilmu yang sangat indah ini, yang menghemat kerja dan membuat hidup lebih mudah,&lt;br /&gt;hanya&lt;br /&gt;membawa kebahagiaan yang sangat sedikit? Ilmu yang seharusnya&lt;br /&gt;membebaskan kita dari pekerjaan yang melelahkan spiritual malah&lt;br /&gt;menjadikan manusia budak-budak mesin.&lt;br /&gt;Jawaban yang sederhana adalah karena kita belum lagi belajar bagaimana menggunakannya&lt;br /&gt;secara wajar"&lt;br /&gt;wallahu 'a'lam bi al-shawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-2940885932385263235?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/2940885932385263235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/07/releksi-back-to-school.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/2940885932385263235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/2940885932385263235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/07/releksi-back-to-school.html' title='Releksi back to school'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-2735078098209686786</id><published>2011-06-06T02:35:00.000-07:00</published><updated>2011-06-06T02:45:31.850-07:00</updated><title type='text'>SEPULUH KALI LIPAT</title><content type='html'>Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar tahadduts bini'mah dan memuji keagungan dan kebesaran Allah Ta'ala atas segala janji yang ditawarkan kepada hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, persediaan modal dapur keluarga kami tersisa 50 rb rupiah, sementara gajian msh sekitar 2 pekan lg he.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang tadi datanglah tamu seorang ibu beserta 6 orang anaknya yg membutuhkan bantuan, tanpa babibu uminya menyerahkan uang terakhir kami itu...'gimana bi? tanyanya. 'tidak apa2..' jwb saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha benar Allah dengan segala janji-Nya...perusahaan tiba2 (biidznillah) dengan tdk saya sangka2 memberikan uang santunan kelahiran bayi kedua kami sebesar 500 rb rupiah. SEPULUH KALI LIPAT dari yang kami infakkan...Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wa man yatawakkal 'alallah fahuwa hasbuh...wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Mudah2an kami termasuk di dalamnya) amien...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-2735078098209686786?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/2735078098209686786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/06/sepuluh-kali-lipat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/2735078098209686786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/2735078098209686786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/06/sepuluh-kali-lipat.html' title='SEPULUH KALI LIPAT'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-6216787626522764112</id><published>2011-06-06T02:32:00.000-07:00</published><updated>2011-06-06T02:34:03.608-07:00</updated><title type='text'>UNDANGAN SILATURAHIM PEMUDA PERSIS BEKASI</title><content type='html'>UNDANGAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Yth,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua Pengurus dan anggota Pemuda Persis Bekasi Raya untuk hadir dalam acara silaturahim dan konsolidasi Pimpinan Pusat Pemuda Persis dengan Pemuda Persis Bekasi Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu: Sabtu 18 Juni 2011/ 09.00-16.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat: Aula Masjid Wadhah Al-Bahr Pusdiklat Dewan Dakwah Setiamekar Tambun Selatan Kab Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Acara: Bedah buku karya terbaru Ketua Umum PP Pemuda Persis Tiar Anwar Bachtiar (Lajur-lajur pemikiran Islam), ishoma, rapat internal PP Pemuda bersama Pemuda Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Infaq kegiatan: @ Rp. 35.000,- (diserahkan pada saat acara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jazakumullahu Khairan Katsiran&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-6216787626522764112?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/6216787626522764112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/06/undangan-silaturahim-pemuda-persis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/6216787626522764112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/6216787626522764112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/06/undangan-silaturahim-pemuda-persis.html' title='UNDANGAN SILATURAHIM PEMUDA PERSIS BEKASI'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-5644650563214611914</id><published>2011-05-09T02:18:00.000-07:00</published><updated>2011-05-09T02:21:14.596-07:00</updated><title type='text'>Alhamdulillah Dakta 107 FM disebut Radikal</title><content type='html'>Religious Radio a Force to Be Reckoned With&lt;br /&gt;Elisabeth Oktofani | May 07, 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When Islamic hard-liners in Bekasi and Bogor were questioned recently about what influenced them to take up causes or attend demonstrations, most pointed toward an often overlooked medium: the radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haryanto, a resident of Ciketing in Bekasi, said it was through the radio that he became aware of Murhali Barda, the former head of the Bekasi chapter of the hard-line Islamic Defenders Front (FPI). And it was through Murhali’s speeches on the radio that Haryanto felt compelled to attend the former FPI head’s criminal trial for inciting violence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murhali was found guilty of inciting an attack last September that culminated in the stabbing of two leaders of the Batak Christian Protestant Church (HKBP) in Ciketing. He was sentenced to five months in prison in February.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“I do not know Murhali personally. I only know of him from the Dakta radio station,” Haryanto told the Jakarta Globe. “Every Sunday I’d listen to his program on Dakta. Through this program, I felt that I needed to support him as much as I could.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haryanto is just one of thousands of listeners of Islamic radio programs that at times carry information on where demonstrations in support of religious or moral causes are being held. Or which mosques will host preachers like Murhali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Completing the News&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media analyst Iswandi Syahputra says many people who rely on television or social networking Web sites for their information underestimate the influence of radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to the Alliance of Islamic Radio (ARIN), there are about 50 registered Islamic radio stations across Indonesia, about 30 of which are members of ARIN. The alliance itself was officially launched in February of last year.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhea Qotrunnada, who heads ARIN, recently told the Globe that Islamic radio stations in the country were established to augment and sometimes counter the news on Islam being carried in the mainstream press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The main purpose of our broadcasts is getting as many people as possible to stand together. Why should we stand alone? We would never be successful in striking down incomplete reports by mainstream media if we were to stand alone,” Dhea said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“We air news that has a clear Islamic perspective. We need this to make up for the news being carried by mainstream media, which often discredits Islam. We also air nasyid [Islamic songs].”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Great Variety of Stations&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakta Radio, which Haryanto likes to tune into, is based in Bekasi. It was established in 1992 and broadcasts news and speeches for what it claims are one million listeners in Greater Jakarta. But director Andi Kosala denied on Friday that it was an exclusively Islamic radio station.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“This is a news radio station that happens to have 40 percent Islamic content,” Andi told the Globe. “It needs to be understood that this is not an Islamic radio station.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asked why of all the Islamic preachers in the country Dakta Radio picked Murhali to host his own program, Andi said, “We used Murhali because we saw that he was competent. We did not know that he was an FPI leader.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At Radio Nuris, an executive told the Globe that the station was established because its founders were concerned about young Indonesian straying from the path of Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“We believed this was happening because of the strength of Western culture,” Rudianto said. “So we began to offer Islamic edutainment for young people, especially students and university students, with 100 percent Islamic values.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dadang Rahmat Hidayat, who chairs the Indonesian Broadcasting Commission (KPI), said there were many religious radio stations, and not just Islamic ones.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“There are also Christian stations, like Petra FM,” Dadang said. “It needs to be understood, however, that there is not necessarily anything wrong with ‘radio dakwah’ [radio for preaching purposes] — as long as they do not provoke listeners to commit crimes.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But that can sometimes be difficult to prevent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“We do not have the equipment to monitor radio broadcasts,” Dadang said. “So we ask listeners to report anything they find offensive.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(www.thejakartaglobe.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-5644650563214611914?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/5644650563214611914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/05/alhamdulillah-dakta-107-fm-disebut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/5644650563214611914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/5644650563214611914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/05/alhamdulillah-dakta-107-fm-disebut.html' title='Alhamdulillah Dakta 107 FM disebut Radikal'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-6422187334600084188</id><published>2011-05-04T00:50:00.000-07:00</published><updated>2011-05-04T00:53:56.110-07:00</updated><title type='text'>'Fitnah' Wahabi-Salafi?</title><content type='html'>Hari itu, Ahad 24 April 2011, pagi hari di tengah gerimis yang cukup menggigit, Pondok Pesantren Riyadhul Jannah Pasir Gombong Cikarang Bekasi menggelar hajatan besar Tabligh Akbar bertemakan “membongkar kebohongan &amp; tipu daya fatwa-fatwa Wahabi-Salafi (palsu)”. Hajatan yang digelar bekerjasama dengan FOSWAN (Forum Shilaturahim Warga Nahdliyyin) ini mengusung tema dari judul sebuah buku terbitan Foswan dengan Redaksi yang sama. Buku yang terbitan pertamanya berjudul “Menyingkap tipu daya dan fitnah keji fatwa-fatwa kaum salafi dan wahabi” bermaterikan ungkapan-ungkapan keresahan, kekesalan dan kemarahan kepada sekelompok atau paham yang diidentifikasi sebagai Wahabi-Salafi ala penyusun buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu tampak nyata dalam Tabligh Akbar yang digelar hari itu yang penuh dengan sumpah serapah dan caci maki membabi buta. Mendengarkan Tabligh akbar tersebut yang disampaikan kepada seribuan lebih jama’ah membuat bulu kuduk merinding melihat suasana yang sangat emosional, saat penceramah muda (sekitar 30-35 tahun usianya) KH. Imam Musthofa Mukhtar yang disebut oleh MC pernah mesantren di Madinah selama puluhan tahun dengan berapi-api membakar emosi para jama’ah (jika 20 tahun saja dia mondok di madinah maka sejak usia 10-an tahun dia telah belajar di Madinah). Jama’ah yang berdatangan dari kelompok-kelompok pengajian kampung itu tampak lugu dan polos mendengarkan dramatisasi, pemutarbalikan fakta dan pembohongan dari penceramah yang sarat arogansi dan emosi. Saat itu seolah-olah bukan mengikuti ceramah agama seperti ditulis di spanduk acara, tetapi menghadiri kampanye partai politik yang penuh janji-janji muluk atau orasi massa di depan gedung bulog menuntut pembagian beras murah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atmosfir di atas, termanifestasi pula dalam muqaddimah bukunya Foswan yang berbunyi “Buku ini ditulis karena rasa prihatin yang mendalam terhadap keresahan masyarakat Islam menyangkut munculnya “orang-orang usil” dari kalangan Wahabi &amp; Salafi yang selalu mempermasalahkan kebiasaan dan tradisi keagamaan masyarakat, sejak dulu telah menjadi cobaan besar bagi umat Islam di seluruh dunia. Keresahan itu sering memicu kemarahan bahkan tindak kekerasan hanya karena perbedaan pendapat dalam masalah furu’iyyah yang seringkali dibesar-besarkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahabi-Salafi digambarkan sangat ekstrim dalam Tabligh Akbar tersebut. Yang paling absurd adalah menyamakan total antara Wahabi dengan Salafi. Wahabi-Salafi dipandang sebagai ideologi dan aliran radikal yang bisa memicu terorisme. Bahkan Syaikhul Islam Imam Ibn Taimiyah dan Syaikh Muhammad Ibn Abdul Wahhab digambarkan pelopor paham radikalisme. Pemikiran dan fatwa-fatwa Syaikhan inipun dianggap keliru, ganjil dan menyesatkan. Buku Tauhidnya Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan disebut sebagai buku berbahaya dan wajib dilarang oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang rumit sekaligus menggelikan adalah saat Wahabi-salafi dianggap sebagai aliran radikal pemicu terorisme, sementara pada saat yang sama Wahabi-Salafi disebut sebagai paham atau sekelompok orang yang membid’ahkan praktek yasinan, tahlilan, ziarah kubur dll. Seolah-olah penceramah ingin menggiring para jama’ah dan pihak kepolisian dari polres kab Bekasi yang hadir saat itu memandang bahwa orang-orang yang membid’ahkan yasinan, tahlilan dan lain-lain sebagai radikalis dan teroris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, jika anda mendengarkan Tabligh Akbar waktu itu, anda akan mengerutkan dahi dan menggeleng-gelengkan kepala saking heran dan trenyuh menyikapi keresahan Foswan (bukan warga Nahdliyin keseluruhan, apalagi Foswan adalah institusi non struktural NU) yang berlebihan bahkan menimbulkan keresahan baru. Al-Habib Al-Idrus, narasumber kedua dalam Tabligh Akbar tersebut yang seharusnya menyampaikan do’a namun malah berorasi tanpa kendali sampai sempat-sempatnya mengatakan, “Jika mau berdebat, biarlah orang-orang Wahabi-Salafi itu menghidupkan lagi ulama-ulama mereka, biar mereka bawa ribuan kitab mereka punya, saya hadapi dengan satu kitab cukup buat saya menghabisi mereka.” Wal’iyadzubillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukupkah sikap emosional seperti ini menyelesaikan permasalahan umat? Bisa jadi benar ada sikap yang berlebihan dilakukan oleh kalangan yang mengklaim diri sebagai salafiyyun yang perlu diklarifikasi dan diluruskan. Namun apabila sikap berlebihan disikapi dengan sikap yang sama nampaknya hanya kerusakan hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri pula bahwa ada sikap-sikap ekstrim yang dilakukan oleh kalangan yang mengaku diri sebagai salafi ini (terlepas dari perdebatan makna dan definisinya). Yang paling nampak adalah sikap ghuluw dalam thoriqoh dakwahnya yang keras dan kasar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebenarnya hal inilah nampaknya yang membuat penasaran kaum ahlu yasinan wa tahlilan. Sikap yang melegenda dari beratus-ratus tahun yang lalu yang seyogyanya bisa disikapi dengan lebih bijak dan cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakta 107 FM, sebuah Radio pengusung dakwah Ahlus Sunnah wal Jama’ah (slogan yang juga diklaim oleh kalangan Nahdliyyin) namanya tercantum dalam buku “membongkar kebohongan dan tipu daya fatwa-fatwa Wahabi-Salafi” yang disebut sebagai salah satu media penyebar paham Wahabi-Salafi, mencoba membuka ruang diskusi dan shilaturahmi dengan mengundang pihak Foswan live on air pada hari Sabtu, 30 April 2011 lalu. Pertemuan dan diskusi berlangsung hangat dan akrab sekalipun tetap masih banyak PR yang harus dituntaskan oleh semua pihak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya klarifikasi Dakta sehubungan Dakta disebut sebagai media Wahabi-Salafi yang digambarkan secara ekstrim oleh Foswan selesai dengan permintaan maaf Foswan kepada Dakta. Di lain pihak Foswan menuntut Dakta untuk berimbang dalam menampilkan narasumber religi dengan merekrut pula Asatidzah dari kalangan Nahdliyyin. Namun bukan pula bahwa Dakta sepakat dengan persepsi Foswan terhadap Wahabi-Salafi secara keseluruhan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara kesalahpahaman ini hanya bisa tuntas dengan menuntut ilmu yang benar dari rujukan yang benar dan mu’tabar. Tidak akan bisa selesai dengan sikap emosional dan arogan. Sebab, emosional adalah ciri-ciri orang yang kurang ilmu. Allah Ta’ala mengatakan, “Apakah sama orang yang berilmu dengan yang tidak berilmu?” Imam Bukhari Rahimahullahu Ta’ala mengatakan, “Ilmu dulu baru bicara dan beramal.” Sebab, ucapan dan amal sebanyak dan sehebat apapun apabila tidak dilandasi dengan ilmu yang benar, sia-sia belaka hasilnya. (Abu Gozian)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-6422187334600084188?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/6422187334600084188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/05/fitnah-wahabi-salafi.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/6422187334600084188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/6422187334600084188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/05/fitnah-wahabi-salafi.html' title='&apos;Fitnah&apos; Wahabi-Salafi?'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-783411945515603270</id><published>2011-04-20T01:14:00.001-07:00</published><updated>2011-04-20T01:14:59.802-07:00</updated><title type='text'>Kajian Akhlaq III</title><content type='html'>• Hadits 9: Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma berkata, “ Rasuullah Shallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Allah tidak melihat kepada orang yang menjulurkan pakaiannya dengan kesombongan.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;• Allah tidak melihat artinya tidak merahmati orang yang menjulurkan kainnya dengan kesombongan baik pelakunya laki-laki maupun perempuan. Kecuali perempuan boleh dipanjangkan dalam hadits At-Tirmidzi dan An-Nasai dari Ummu Salamah.&lt;br /&gt;• Rasulullah bersabda, “Kain sarung yang menjulur melebihi mata kaki tempatnya di neraka.” (HR. Al- Bukhari/ 5787)&lt;br /&gt;• Dengan adanya pengkaitan hukum dengan sikap sombong  maka dapat difahami, bahwa bagi yang menjulurkan kainnya tanpa dibarengi kesombongan, tidak mendapat ancaman ini. Sebagaimana dalam kisah Abu Bakar As-Shiddiq (Al-Bukhari/ 3665)&lt;br /&gt;• Ibnu Abdil Bar berkata, “Orang yang menjulurkan kainnya tanpa dibarengi sikap sombong juga termasuk dalam kategori melakukan perbuatan tercela. &lt;br /&gt;• An-Nawawi berkata, “Menurut Asy-Syafi’i, hukumnya makruh.”&lt;br /&gt;• Rasulullah bersabda, “Jangan sekali-kali kamu menjulurkan kainmu di bawah mata kaki. Sesungguhnya orang yang menjulurkan kain di bawah mata kaki termasuk orang yang sombong.” (HR. Ibnu Mani’)&lt;br /&gt;• Perhatikan Maqashid as-Syariah: Menjaga Agama, harta, keturunan dan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 10: Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Apabila seseorang dari kamu makan hendaklah ia makan dengan tangan kanan. Dan apabila minum hendaklah ia minum dengan tangan kanan. Karena setan makan dan minum dengan tangan kiri.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;• Mayoritas ulama berpendapat bahwa disunnahkan makan dan minum  dengan tangan kanan, akan tetapi tidak berarti dengan tangan kiri hukumnya haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 11: Dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah saw bersabda, “Makan dan minumlah, berpakaian dan bersedekahlah tanpa berlebih-lebihan dan tanpa kesombongan.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)&lt;br /&gt;• Hadits ini menunjukkan haramnya perbuatan israaf (berlebih-lebihan) dalam perkara makanan, minuman, pakaian dan sedekah.&lt;br /&gt;• Hadits ini diambil dari firman Allah Ta’ala: “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raaf: 31)&lt;br /&gt;• Hadits ini juga menunjukkan haramnya bersikap sombong dan angkuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-783411945515603270?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/783411945515603270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/04/kajian-akhlaq-iii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/783411945515603270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/783411945515603270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/04/kajian-akhlaq-iii.html' title='Kajian Akhlaq III'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-8066176288114492920</id><published>2011-04-20T01:12:00.000-07:00</published><updated>2011-04-20T01:14:09.689-07:00</updated><title type='text'>Kajian Aqidah II</title><content type='html'>PERINTAH AGAR BERPEGANG TEGUH KEPADA Al-QUR’AN DAN AS-SUNNAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah, dan taatlah kepada Rasul dan pemimpin-pemimpin kamu, apabila kamu berselisih dalam suatu perkara, maka kembalikanlah perkara itu kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu sebaik-baik dan sebagus-bagus akibat.” (QS. An-Nisa: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Taat kepada Allah dan Rasul-Nya bersifat mutlak tanpa syarat. Sementara taat kepada pemimpin itu tidak mutlak dengan syarat pemimpin tersebut taat kepada Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;• Ayat ini turun terkait Abdullah bin Hudzaifah bin Qais bin Adi tatkala ia diutus oleh Rasulullah saw. Dalam suatu pasukan (HR. Al-Jamaah)&lt;br /&gt;• Rasulullah saw. Bersabda, “Seorang muslim wajib mendengar dan taat kepada penguasa terhadap segala sesuatu yang dia sukai maupun tidak dia sukai selama tidak diperintah untuk bermaksiat. Jika diperintah untuk bermaksiat, maka tiada lagi mendengar dan taat.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh telah ada bagi kamu dalam diri Rasulullah teladan yang baik bagi orang yang berharap ridha Allah dan hari akhir, serta mengingat Allah sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu adalah hari yang sangat mengharukan ketika Madinah digemparkan  oleh berita wafatnya Rasulullah saw. Sahabat Abu Bakar bergegas mendatangi rumah Rasulullah saw., tiada kata yang terucap sesampainya di rumah Rasulullah saw beliau langsung masuk  dan mendapati Rasulullah terbaring ditutup kain, setelah menyingkap kain di wajah Rasulullah saw lalu Abu Bakar mendekap dan mencium wajahnya dan air mata pun menetes di pipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sementara itu Sahabat Umar bin Khattab dengan penuh emosi dan pedang di tangan berkata lantang kepada orang banyak: “Rasulullah saw tidak wafat tetapi sedang pergi menghadap Rabb-nya sebagaimana Nabi Musa, dan beliau tidak akan wafat sampai orang-orang munafik musnah.” Beberapa kali Abu Bakar menenangkan Umar, namun umar tidak menggubrisnya. Hingga kemudian Abu Bakar meninggalkannya dan berseru kepada manusia: “Wahai manusia, barangsiapa di antara kalian menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa Muhammad telah wafat. Dan barang siapa yang menyembah Allah maka sesungguhnya Allah maha hidup dan tidak mati. Allah swt berfirman;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh Telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? barangsiapa yang berbalik ke belakang, Maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali_imran: 144)&lt;br /&gt;Mendengar ayat itu Umar seketika lemas, iapun jatuh terduduk di tanah dan air matanya menetes. Ia merasa seolah-olah ayat ini baru turun dan iapun menyadari bahwa orang yang sangat dicintainya telah pergi meninggalkannya.&lt;br /&gt; Lain halnya dengan kisah sahabat Khubaib bin Adi yang telah tertangkap oleh orang kafir hingga kemudian dieksekusi dengan cara disalib. Sebelum disalib, para pemuka Quraisy mendatanginya sambil berkata kepadanya:“Sukakah engkau jika Muhammad menggantikan posisimu pada saat ini dan engkau pulang dengan selamat berkumpul bersama anak istrimu? Dengan lantang Khubaib menjawab: “Demi Allah, aku tida sudi bersama anak istriku selamat menikmati kesenangan dunia, sedang Rasulullah terkena musibah, walaupun hanya tergores sepotong duri.”&lt;br /&gt; Begitulah ekspresi kecintaan seorang Khubaib kepada Rasulullah saw., sampai-sampai Abu Sufyan kagum dan berkata: “Sungguh, belum pernah aku melihat manusia yang sangat mencintai manusia lain seperti halnya sahabat-sahabat Muhammad terhadap Muhammad.”&lt;br /&gt; Bukan hanya Khubaib bin Adi yang mampu mengekspresikan kecintaannya kepada Rasulullah dengan pengorbanan jiwa. Ada sahabat Abu Dujanah yang sekujur tubuhnya dipenuhi anak panah menjadi tameng hidup bagi Rasulullah saw dalam perang Uhud. Demikian pula Ziyad bin Sakan yang sekujur tubuhnya hancur terkena pedang, tombak, dan anak panah. Dia tidak beranjak dari posisinya melindungi Rasulullah saw sampai ia syahid di atas pangkuan Rasulullah. &lt;br /&gt; Selain oleh umat Islam, Rasulullah saw dikenal dan dikagumi oleh orang-orang non muslim termasuk sebagian Orientalis Barat. Di antara yang menaruh simpati kepada Rasulullah saw adalah Prof. Dr. Bosworth Smith yang menyatakan dalam bukunya: “Muhammad sebagai kepala Negara sekaligus pemimpin agama, tanpa membutuhkan pasukan yang selalu disiagakan di markas. Tidak mempunyai istana, tanpa memungut pajak yang dilaksanakan secara paksa kepada rakyatnya, dan kalau ada orang yang berani mengaku berterus terang sebagai pembawa kebenaran Risalah Ilahi, tidak lain Muhammad itulah orangnya. Dialah orang yang memiliki kekuasaan tanpa alat pembantu….”&lt;br /&gt; Bukan hanya Bosworth yang kagum tehadap Rasulullah saw., Michael Hart menulis sebuah buku seratus tokoh terkemuka dan paling berpengaruh di dunia. Ia menempatkan Rasulullah saw pada posisi yang pertama.&lt;br /&gt; Namun sayang baik Bosworth maupun Hart hanya sebatas pengagum yang kekagumannya tidak melahirkan keimanan yang membuat mereka menjadi pengikut Rasulullah (muslim). Maka yang dibutuhkan bukanlah kekaguman kepada pribadi Rasulullah semata tetapi kecintaan yang melahirkan ketaatan.&lt;br /&gt; Kecintaan kepada Nabi bisa diekspresikan dalam banyak bentuk di antaranya:&lt;br /&gt;• Taat dan patuh kepadanya sebagai pembawa Risalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia Telah mentaati Allah. dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (QS. an-Nisaa: 80)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An_nur: 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS. al-Hasyr: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”(QS. Ali-Imran: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mengikuti ajarannya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali-Imran: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm: 3-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Meneladaninya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Meneruskan da’wahnya, menyebarkan Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin, beramar ma’ruf nahi munkar, dan menghidupkan sunnah-sunnahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-8066176288114492920?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/8066176288114492920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/04/kajian-aqidah-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/8066176288114492920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/8066176288114492920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/04/kajian-aqidah-ii.html' title='Kajian Aqidah II'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-2837647200225302039</id><published>2011-04-20T01:09:00.000-07:00</published><updated>2011-04-20T01:12:02.792-07:00</updated><title type='text'>Kajian Fiqih Ibadah III</title><content type='html'>• Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya Allah tidak menerima shalat salah seorang dari kalian jika ia berhadats, hingga ia berwudhu.” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;• Rasulullah saw bersabda, “Wudhu adalah bagian dari iman.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;• Dalil wajibnya wudhu, Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6) &lt;br /&gt;• Dalil-dalil keutamaan Wudhu:&lt;br /&gt;“Jika salah seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu dan membasuh wajahnya, keluarlah dari wajahnya setiap dosa yang dilihat oleh kedua matanya bersama air atau bersama tetesan air yang terakhir, dan jika ia mencuci kedua tangannya maka keluarlah dari kedua tangannya tesebut setiap dosa yang dilakukan kedua tangannya bersama air atau bersama tetesan yang terakhir, dan jika ia mencuci kedua kakinya maka keluarlah dari kedua kakinya setiap dosa yang pernah dilakukannya bersama air atau bersama tetesan air yang terakhir, hingga ia keluar suci dari dosa-dosa.” (HR. Muslim/ 244)&lt;br /&gt;• Apakah wudhu merupakan kekhususan umat Islam? Para peneliti berpendapat bahwa wudhu bukan kekhususan umat Islam, yang menjadi kekhususannya hanyalah ghurrah (warna putih bersinar pada wajah) dan tahjil (warna putih bersinar pada kaki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 1: Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dari Rasulullah saw bersabda, “Seandainya aku tidak ingin menyusahkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak pada setiap kali wudhu.” (HR. Malik, An-Nasai dan Ahmad)&lt;br /&gt;• Perintah bersiwak terdapat lebih dari seratus hadits di antaranya sabda Rasulullah saw; “Bersiwaklah kalian, sesungguhnya bersiwak itu dapat mensucikan mulut.”/ “Bersiwak adalah sunnah para Rasul.”/ “Shalat yang ditunaikan dengan didahului dengan bersiwak, lebih utama 70 kali lipat atas shalat yang ditunaikan dan sebelumnya tidak bersiwak.”&lt;br /&gt;• Hukum bersiwak sunnah menurut jumhur ulama, namun ada yang berpendapat wajib.&lt;br /&gt;• Hadits tersebut menunjukkan penentuan waktunya, yaitu setiap kali wudhu. Bersiwak lebih disukai dilakukan pada lima waktu, yaitu: Ketika akan shalat, ketika wudhu, ketika membaca Al-Qur’an, ketika bangun tidur dan ketika bau mulut berubah.&lt;br /&gt;• Imam Ibnu Daqiq Al-‘Id berkata, “Rahasia yang terkandung padanya bahwa kita diperintahkan pada setiap kondisi ketika beribadah kepada Allah Ta’ala agar dalam kondisi yang sempurna dan suci, sebagai bentuk memuliakan ibadah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 2: Dari Humran bahwa Utsman Radhiyallahu Anhu meminta air wudhu, lalu ia mencuci kedua telapak tangannya tiga kali, kemudian berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidungnya lalu menghembuskannya, kemudian ia membasuh wajahnya tiga kali, kemudian ia mencuci tangan kanannya hingga sikut tiga kali, kemudian yang kiri seperti itu, kemudian ia mengusap kepalanya, kemudian mencuci kaki kanannya hingga mata kaki tiga kali, kemudian yang kiri seperti itu, kemudian ia berkata “Aku melihat Rasulullah shallallahu Alaihi wa Sallam berwudhu seperti wudhuku ini.” (HR. Bukhari/ 159 dan Muslim/ 226)&lt;br /&gt;• Makna kalimat tsumma dalam bahasa Arab berarti berurutan, sedangkan wa berarti bersamaan.&lt;br /&gt;• Anggota wudhu yang wajib dibasuh hanya muka, tangan, kepala dan kaki sebagaimana tersebut dalam surat Al-Maidah: 6, selainnya sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 3: Dari Ali Radhiyallahu Anhu mengenai sifat wudhu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam ia berkata, “dan beliau mengusap kepalanya satu kali.” (HR. Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 4: Dari Abdillah bin Zaid bin Ashim Radhiyallahu Anhuma tentang sifat wudhu ia berkata, “Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengusap kepalanya dari depan sampai belakang. “ (Muttafaq Alaih) Dalam satu lafazh bagi keduanya, “Beliau memulai dari bagian depan kepalanya (dan menariknya) hingga ke tengkuknya, kemudian mengembalikan keduanya ke tempat ia memulai darinya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 5: Dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhuma tentang sifat wudhu ia berkata, “Kemudian beliau mengusap kepalanya, dan memasukkan kedua jari telunjuknya ke dalam kedua telinganya, dan mengusap kedua ibu jarinya pada bagian luar kedua telinganya.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 6: Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu ia berkata: “ Rasulullah saw bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian bangun tidur, maka hendaklah beristintsar tiga kali, karena sesungguhnya setan bermalam di dalam lubang hidungnya.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• “Dan darinya, “Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, maka janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana sebelum ia mencucinya tiga kali, karena ia tidak tahu di mana posisi tangannya saat tidur.” (Muttafaq Alaih)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-2837647200225302039?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/2837647200225302039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/04/kajian-fiqih-ibadah-iii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/2837647200225302039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/2837647200225302039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/04/kajian-fiqih-ibadah-iii.html' title='Kajian Fiqih Ibadah III'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-7836462507633199628</id><published>2011-04-06T04:32:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T04:49:08.171-07:00</updated><title type='text'>Meluruskan shof atau merapatkan orang sholat?</title><content type='html'>Semoga menjadi bahan pertimbangan dan perbandingan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Bakar bin ‘Abdullah Abu Zaid, salah seorang anggota Lajnah Da’imah lil Buhutsil ‘Ilmiyyan wal Ifta’ Saudi Arabia, menulis dalam kitabnya La Jadida fi Ahkami ash-Sholah terkait perilaku berlebihan dalam mengamalkan sunnah meluruskan shof sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menyebutkan bahwa dalam meluruskan shof, ada tiga sunnah yang perlu diperhatikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Meluruskan shof, menegakkan dan menyejajarkannya.&lt;br /&gt;2. Mengisi celah-celah, di mana tidak ada celah-celah dalam shof tersebut.&lt;br /&gt;3. Menyambung dan menyempurnakan shof pertama, lalu shof berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau katakan, di antara tata cara baru yang bekaitan dengan shof sholat tanpa ada dasarnya berupa mengejar orang yang berada di sebelah kanannya bila ia berada di sebelah kanan shof dan mengejar orang yang berada di sebelah kiri bila ia berada di sebelah kiri shof. Juga, membengkokkan kedua tumitnya agar kedua mata kakinya menempel dengan kedua mata kaki orang yang ada di sebelahnya. Beliau sebut semua ini merupakan tata cara tambahan terhadap apa yang sudah diriwiyatkan, di dalamnya mengandung sifat berlebih-lebihan dalam menerapkan sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait menyejajarkan antara bahu, mata kaki dan leher (An-Nasai: 814), Syaikh Bakar mengatakan bahwa yang dimaksud dengan hal itu adalah berbaris, saling sejajar, segaris dan mengisi celah-celah, bukanlah berarti “menempelkan”. Sebab, menempelkan leher dengan leher orang lain sangat mustahil dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengharuskan bahu menempel dengan bahu orang lain setiap kali berdiri juga merupakan tindakan memaksa diri secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, menempelkan lutut dengan lutut orang lain sangat tidak mungkin dilakukan. Sedang dalam menempelkan mata kaki dengan mata kaki orang lain adalah terlalu memaksakan dan menyusahkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, menurut beliau, jelaslah bahwa menyejajarkan empat anggota tubuh: leher, bahu, lutut dan mata kaki adalah termasuk satu masalah. Bahwa yang dimaksud dari perintah itu adalah anjuran agar meluruskan shof, saling sejajar, segaris dan menempel di satu garis, tanpa ada kebengkokan dan celah-celah. Bukan menempelkan leher, bahu, lutut dan mata kaki kita dengan orang lain secara hakiki. (kalimat yang digaris bawahi dari saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafidz Ibnu Hajar Rohimahullahu Ta’ala berkomentar, “ Maksud meluruskan shof adalah orang-orang yang berdiri dalam shof tersebut di atas satu garis, atau maksudnya adalah mengisi celah-celah yang ada dalam shof tersebut. “ (Fathul Bari/II/247)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Bakar juga mengambil pemahaman sahabat Nu’man bin Basyir terkait perintah meluruskan shof, yaitu; lurus dan mengisi celah-celah, bukannya menempelkan dan melekatkan bahu dan mata kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Nu’man bin Basyir berkata, “Aku pernah melihat seorang laki-laki dari kami yang menempelkan mata kakinya dengan mata kaki temannya.” Maka Al-Hafidzh Ibnu Hajar berkomentar, “Maksudnya adalah berlebih-lebihan dalam meluruskan shof dan mengisi celah-celahnya.” (Fathul Bar/II/247)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Bakar menegaskan, menempelkan lutut dengan lutut sangat sulit dilakukan. Maka, jelaslah bahwa maksudnya adalah anjuran untuk mengisi celah-celah, meluruskan dan mengatur shof, bukannya menempelkan dan melekatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Khottobi Rohimahullahu Ta’ala berkomentar tentang arti hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu, ia bertutur: Rasulullah shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:&lt;br /&gt;“Sebaik-baik kalian adalah orang yang bahu-bahunya paling lentur dalam sholat.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khothtobi berkomentar yang konteksnya sebagai berikut, “Artinya, selalu tenang dan tumakninah dalam sholat, tanpa menoleh-noleh dan menggosokkan bahunya dengan bahu temannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan selesai...&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya berpendapat:&lt;br /&gt;1. Maksud meluruskan shof dalam sholat bukan merapatkan empat anggota tubuh; leher, bahu, lutut dan mata kaki, karena hal itu mustahil dilakukan.&lt;br /&gt;2. Berdalil dengan Fattaqullaha mas’tathotum adalah untuk hal-hal yang realistis, sebab tidak realistis dan mustahil menempelkan empat anggota tubuh itu.&lt;br /&gt;3. Apabila ada perbedaan dalam memahami hadits yang sama, maka spirit syariah adalah ambil yang termudah.&lt;br /&gt;4. Apakah mungkin Nabi saw memerintahkan sesuatu yang mustahil dilaksanakan? Apakah kita akan terus terbelenggu memahami syariah secara dzahir semata?&lt;br /&gt;5. Adakah yang mempraktekkan itu sekarang? Justru yang banyak orang praktekkan sekarang adalah saling menempelkan pinggir dampal kaki, apakah itu sesuai sunnah? Padahal yang ‘diperintahkan’ adalah ‘menempelkan’ leher, bahu, lutut dan mata kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat bagi orang-orang yang berfikir....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-7836462507633199628?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/7836462507633199628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/04/meluruskan-shof-atau-merapatkan-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/7836462507633199628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/7836462507633199628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/04/meluruskan-shof-atau-merapatkan-orang.html' title='Meluruskan shof atau merapatkan orang sholat?'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-3146591280982364507</id><published>2011-03-23T21:53:00.001-07:00</published><updated>2011-03-23T21:54:01.442-07:00</updated><title type='text'>Kajian Tafsir II</title><content type='html'>• Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kamo memohon pertolongan.&lt;br /&gt;1. Iyyaka merupakan objek yang didahulukan untuk tujuan pembatasan, supaya tujuan pembicara terfokus pada apa yang hendak diutarakan.&lt;br /&gt;2. Sebagian ulama mengatakan bahwa al-Fatihah adalah rahasia al-Qur’an dan ‘Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in’ adalah rahasia al-Fatihah.&lt;br /&gt;3. ‘Hanya kepada Engkaulah kami kami beribadah’ merupakan penyucian dari kemusyrikan.&lt;br /&gt;4. ‘Hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan’ merupakan penyucian dari usaha dan kekuatan, lalu menyerahkan semuanya kepada Allah swt.&lt;br /&gt;5. Iyyaka na’budu didahulukan daripada iyyaka nasta’in, karena ibadah merupakan tujuan, sedangkan permintaan tolong merupakan sarana untuk mencapai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus.&lt;br /&gt;1. Setelah menyampaikan pujian kepada yang Diminta, maka layaklah untuk melanjutkannya dengan permintaan.&lt;br /&gt;2. Ayat ini mengandung dalil yang menganjurkan ber-tawassul dengan sifat-sifat yang tinggi dan amal saleh. &lt;br /&gt;3. Hampir seluruh doa di dalam al-Qur’an diawali dengan tawassul kepada Allah swt dalam beragam bentuk.&lt;br /&gt;4. Kisah Dzannun yang ditelan ikan, ia berdoa dengan mengesakan Allah dan mengakui dosanya yang telah mendzalimi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;5. Taubat merupakan salah satu induk amal saleh yang diterima Allah sebagai sarana untuk meraih maghfirah.&lt;br /&gt;6. Seperti kisah Adam dan Hawa tatkala keduanya melakukan pelanggaran (QS. Al-A’raf: 23).&lt;br /&gt;7. Lihat juga (QS. Ali Imran: 193)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.&lt;br /&gt;• Orang yang diberi nikmat seperti yang dituturkan  di surat An-Nisa: 69-70.&lt;br /&gt;• Orang yang dimurkai (Yahudi) dan orang yang Sesat (Nasrani)&lt;br /&gt;• Jalan orang yang beriman mencakup pengetahuan akan kebenaran dan pengamalan. Sementara kaum Yahudi tidak memiliki amal dan kaum Nasrani tidak memiliki pengetahuan.&lt;br /&gt;• Sifat Yahudi yanag paling khusus adalah kemurkaan (QS. Al-Maidah: 60).&lt;br /&gt;• Sifat Nasrani paling khusus adalah kesesatan (QS. Al-Maidah: 77).&lt;br /&gt;• Perhatikan surat al-Kahfi: 17, al-A’raf: 186, Ali Imran: 7, Yunus: 88-89.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu Musta’an&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-3146591280982364507?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/3146591280982364507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/kajian-tafsir-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/3146591280982364507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/3146591280982364507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/kajian-tafsir-ii.html' title='Kajian Tafsir II'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-1264960913103983155</id><published>2011-03-21T23:51:00.001-07:00</published><updated>2011-03-21T23:52:01.330-07:00</updated><title type='text'>Kajian Tafsir I</title><content type='html'>• Surat ke-1: “Al-Fatihah” (Surat Makiyah, 7 Ayat, Diturunkan setelah Surat al-Mudatsir)&lt;br /&gt;• Al-Fatihah dinamai dengan Fatihatul Kitab, Ummul Kitab, Ummul Qur’an, Sab’ul Matsani, Al-Qur’anul ‘Adzhim, al-Hamdu, Shalat, asy-syifa, ar-Ruqyah, Asasul Qur’an, al-Waqiyah (penjagaan), al-Kafiyah (yang mencukupi).&lt;br /&gt;• Al-Fatihah turun di Mekah menurut Ibnu Abbas, Qatadah, dan Abu al-Aliyah. Lihat QS. Al-Hijr: 87. Allah fardhukan shalat di periode Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Keutamaan Al-Fatihah: &lt;br /&gt;1. Surat yang tidak ada yang serupa dengannya di dalam Taurat, Injil, dan Zabur (HR Tirmidzi dari Ubai bin Ka’ab ra).&lt;br /&gt;2. Dibukanya pintu langit untuk menurunkan surat Al-Fatihah. (HR Muslim dari Ibnu Abbas ra)&lt;br /&gt;3. Surat yang tidak sah sholat jika tidak dibaca. (HR Muslim dari Abu Hurairah ra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hukum membaca al-Fatihah dalam shalat. (Bab ini insya Allah akan dibahas khusus dalam Kajian Fiqih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tafsir Ta’awudz dan Hukum-Hukumnya:&lt;br /&gt;1. Lihat QS. al-A’raf: 200, an-Nahl: 98-100&lt;br /&gt;2. Menurut pendapat yang masyhur dan dipegang oleh mayoritas ulama mengatakan bahwa ta’awudz diucapkan sebelum membaca guna menyingkirkan gangguan.&lt;br /&gt;3. Manfaat ta’awudz adalah untuk menyucikan mulut dari perkataan sia-sia dan buruk yang biasa dilakukannya dan untuk mengharumkannya.&lt;br /&gt;4. Ta’awudz digunakan untuk membaca firman Allah&lt;br /&gt;5. Ta’awudz berarti meminta perlindungan kepada Allah dan sebagai pengakuan atas kekuasaan-Nya, kelemahan hamba, dan ketidakberdayaannya dalam melawan musuh yang nyata, namun bersifat batiniyah, dan tidak ada yang kuasa untuk menolak dan mengusirnya kecuali Allah sebagai Zat yang telah menciptakannya. &lt;br /&gt;6. Syaithan (setan) terambil dari syathana ‘bila dia menjauh’. Setan itu jauh dari segala kebaikan karena tabiat dan kefasikannya. Sedangkan ar-rajim artinya setan itu dirajam dan diusir dari segala kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. &lt;br /&gt;1. Memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. &lt;br /&gt;2. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya. &lt;br /&gt;3. Ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.&lt;br /&gt;4. Bismillahirrahmanirrahim adalah pemisah antar surat. (HR Abu Daud dari Ibnu Abbas ra)&lt;br /&gt;5. Keutamaan Basmalah:&lt;br /&gt;a. Basmalah merupakan salah satu nama Allah. (HR. Ibn Abi Hatim dari Utsman bin Affan ra)&lt;br /&gt;b. Membaca basmalah akan menyelamatkan dari neraka zabaniyah yang berjumlah 19. Setiap hurufnya menjadi benteng bagi si pembaca dari zabaniyah. (HR Waki’ dari Ibnu Mas’ud ra)&lt;br /&gt;c. Perkara yang pertama kali diturunkan Allah melalui Jibril adalah ucapan ta’awudz dan basmalah. (HR Bisyyir bin Imarah dari Ibnu Abbas ra)&lt;br /&gt;d. Mengucapkan basmalah akan membuat setan mengecil seperti lalat. (HR Khalid al-Hadza dari al-Hujaimi, dari Abu Malih bin Usamah bin Umair, dari ayahnya ra)&lt;br /&gt;e. Disunnahkan membaca basmalah ketika masuk WC, memulai wudhu, makan, dan menyembelih. Khusus untuk menyembelih, sebagian ulama mewajibkannya. Disunnahkan pula saat hendak berjimak, Rasulullah saw. Bersabda: Apabila kamu hendak mencampuri istrimu, maka katakanlah, “Dengan nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkan setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami.” Jika Allah menakdirkan anak melalui hubungan keduanya, maka anak itu tidak akan diganggu setan selamanya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas ra)&lt;br /&gt;f. Kata Allah merupakan lambang untuk Rabb, yakni nama Rabb yang Mahasuci dan Mahatinggi. Pendapat lain mengatakan bahwa Allah sebagai ismul a’zham karena Allah disifati oleh seluruh sifat. Lihat QS. Al-Hasyr: 22-24&lt;br /&gt;g. Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama seratus kurang satu. Barangsiapa yang menghitungnya, maka dia masuk surga.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra)&lt;br /&gt;h. Ar-Rahman ar-Rahim merupakan dua nama yang diambil dari kata ar-rahmah, dan bentuk kedua kata itu menunjukkan makna “sangat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Segala puji kepunyaan Allah, Rabb semesta alam&lt;br /&gt;1. “Segala puji kepunyaan Allah,” yakni rasa syukur hanya dipersembahkan kepada Allah semata, bukan kepada perkara yang disembah selain Dia.&lt;br /&gt;2. “Alif” dan “lam” pada al-hamdu mencakup segala jenis dan ragam pujian itu kepunyaan Allah.&lt;br /&gt;3. “Rabb semesta alam.” Ar-Rabb artinya Zat Yang Memiliki dan Mengelola. Kata Rabb hanya boleh digunakan untuk Allah Yang Mahamulia lagi Mahatinggi, kecuali di-idzafatkan seperti rabbuddar (pemilik dan pengelola rumah).&lt;br /&gt;4. Al-‘aalamin adalah jamak dari ‘aalam yang berarti segala yang ada selain Allah. Maka dikenallah istilah alam manusia, alam jin, dan alam malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Maha Pemurah lagi Maha Penyayang&lt;br /&gt;1. Ar-rahman berarti Allah merahmati penghuni dunia dan akhirat, dan Ar-Rahim berarti pemberian rahmat Allah kepada kaum mukmin semata pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah merahmati orang-orang yang beriman dan kafir secara sama ketika di dunia, yang berkaitan dengan penghidupan, sarana kehidupan, dan beban kehidupan. &lt;br /&gt;2. Rahmat Allah di dunia bersifat universal. Jika rahmat itu tidak menyeluruh maka sarana taklif tidak akan sempurna. Sarana itu berupa penganugerahan nikmat akal, dengan nikmat ini maka sempurnalah taklif (pembebanan tugas) di dunia, dan di atas dasar anugerah rahmat itulah ber-langsungnya hisab di akhirat.&lt;br /&gt;3. Imam Ibnu Jarir berkata, “Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”, yaitu Maha Pemurah kepada seluruh makhluk dan Maha Penyayang kepada kaum mukmin.&lt;br /&gt;4. Imam Al-Qurthubi berkata, “Allah menyifati diri-Nya denga Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang setelah kata “Rabb semesta alam”, tiada lain kecuali untuk menyenangkan setelah Dia mempertakuti. Lihat QS al-Hijr: 49-50.&lt;br /&gt;5. Ar-Rahman dan Ar-Rahim, adalah nama yang manusia tidak boleh menggunakannya dan tidak boleh seorang pun mengambilnya untuk nama, sebab ia merupakan nama yang hanya dimiliki Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Yang memiliki hari pembalasan&lt;br /&gt;1. Penyandaran Allah kepada hari akhirat disebabkan di sana tidak ada siapa pun selain-Nya yang mengklaim akhirat sebagai miliknya dan tiada seorang pun yang dapat berbicara melainkan dengan izin-Nya. Lihat Qs An-Naba’: 38.&lt;br /&gt;2. Hari pembalasan, yaitu hari perhitungan bagi makhluk, yaitu hari kiamat. Mereka dibalas menurut amalnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-1264960913103983155?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/1264960913103983155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/kajian-tafsir-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/1264960913103983155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/1264960913103983155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/kajian-tafsir-i.html' title='Kajian Tafsir I'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-8538930686795756849</id><published>2011-03-21T23:49:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T23:50:52.068-07:00</updated><title type='text'>Kajian Aqidah I</title><content type='html'>MA’RIFATUL ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Allah Swt berfirman: “Sesungguhnya agama yang diterima di sisi Allah adalah Islam”(Q.S Ali ‘Imran:16)&lt;br /&gt;• Definisi agama&lt;br /&gt;Agama adalah apa-apa yang telah ditentukan dalam kitab-Nya yang bijaksana dan sunnah Nabi-Nya yang shahih, baik berupa perintah, larangan maupun petunjuk untuk kemaslahatan manusia di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;• Agama Islam telah sempurna, tidak perlu ditambah atau dikurang;  &lt;br /&gt;Allah Swt berfirman: “ …. Pada hari ini aku telah sempurnakan untukmu agamamu, dan aku telah cukupkan nikmat-Ku untukmu, serta telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu….”(Q.S al-Maidah:3)&lt;br /&gt;• Imam Malik bin Anas berkata: “ siapa mengada-ada suatu bid’ah dalam Islam serta memandangnya baik-sungguh ia telah mengira, menyangka bahwa Muhammad telah mengkhianati Risalahnya, karena Allah Swt telah berfirman; pada hari ini Aku telah sempurnakan untukmu agamamu….”. maka apa-apa yang saat itu (zaman Nabi) bukan agama, saat ini pun tetap bukan agama.&lt;br /&gt;• Rasulullah Saw bersabda; “ Aku tidak meninggalkan sesuatupun yang dapat mendekatkan dirimu kepada Allah Swt, melainkan telah aku perintahkan kepadamu, (demikian pula) aku tiada meninggalkan sesuatu yang dapat menjauhkanmu dari Allah, melainkan aku telah melarangmu darinya” (H.R Tabharani) &lt;br /&gt;• Perbedaan prinsip dalam urusan agama dan dunia.&lt;br /&gt;Dari Anas ra telah berkata, telah bersabda Rasulullah Saw; “ Apabila ada sesuatu urusan duniamu, maka kamu lebih mengetahui. Dan apabila ada urusan agama, maka kembalikanlah padaku.” (H.R Ahmad) &lt;br /&gt;• Acuan dalam ibadah&lt;br /&gt;Bukan rujuk kepada guru, atau madzhab, tidak pula kepada tempat/akal dan perasaan atau tradisi.&lt;br /&gt;• Definisi ibadah&lt;br /&gt;ibadah ialah mendekatkan (diri) kepada Allah Swt, dengan cara mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, serta beramal sesuai dengan kewenangan izin syara’.&lt;br /&gt;• Prinsip dalam beribadah&lt;br /&gt;• Prinsip dasar dalam beribadah ialah menangguhkan dan mengikuti contoh. Ungkapan lain mengatakan prinsip dasar dalam ibadah adalah batal, sampai ada dalil yang memerintahkan keberadaannya.&lt;br /&gt;• Prinsip asal/dasar dalam urusan keduniaan adalah boleh, dan pada ungkapan lain; asal dalam ‘aqad muamalah (jual beli) adalah boleh, kecuali ada dalil/keterangan yang melarang (al-Bayan hal. 230)&lt;br /&gt;• Pada asalnya dalam beribadah itu tidak dapat dipahami oleh aqal (sebab-sebabnya), sedangkan dalam adat kebiasaan dapat dipahami akal.&lt;br /&gt;• Agama tidak bisa bertitik tolak dari akal&lt;br /&gt;Dari Ali ra, ia berkata; “kalaulah agama itu berasal dari akal, pasti mengusap bagian bawah sepatu akan lebih utama dari pada mengusap bagian atasnya. Tapi sungguh aku melihat Rasulullah mengusap sepatu bagian atasnya.” (HR. Abu Daud)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-8538930686795756849?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/8538930686795756849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/kajian-aqidah-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/8538930686795756849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/8538930686795756849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/kajian-aqidah-i.html' title='Kajian Aqidah I'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-4740889514414792619</id><published>2011-03-21T23:48:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T23:49:46.324-07:00</updated><title type='text'>Kajian Fiqih Ibadah II</title><content type='html'>• Hadits 1: “Dari Hudzaifah bin Al-Yaman Radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kamu minum dalam bejana emas dan perak, dan janganlah makan pada piring (yang terbuat dari) keduanya, Karena sesungguhnya (bejana atau piring emas dan perak itu) adalah bagi mereka (orang-orang musyrik) di dunia dan bagi kamu di akhirat.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;• Imam An-Nawawi berkata, “Sesungguhnya telah terjadi ijma’ atas haramnya makan dan minum pada keduanya.”&lt;br /&gt;• Terjadi perbedaan mengenai illatnya. Ada yang mengatakan karena sombong, dan yang lain mengatakan karena terbuat dari emas dan perak.&lt;br /&gt;• Diperbolehkan menggunakan emas dan perak pada tempat lain selain tempat makan dan minum. Kecuali cincin bagi laki-laki&lt;br /&gt;• Hadits ini menurut madzhab penulisnya menunjukkan keharaman berwudhu dengan menggunakan bejana dari emas atau perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 2: “Dari Ummi Salamah Radhiyallahu Anha ia berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya orang yang minum dalam bejana perak, dia telah memasukkan api jahannam ke dalam perutnya.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 3: “Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Apabila kulit disamak, maka ia telah suci.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;• Hadits ini adalah dalil bahwa sucinya kulit yang disamak, kecuali babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 4: “Dari Salamah bin Al-Muhabbiq Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Telah bersabda Rasulullah saw, “Dengan menyamak kulit bangkai, maka dapat mensucikannya.” (HR. Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Hadits 5: “Dari Maimunah Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Rasulullah saw melewati seekor kambing yang mereka seret, maka beliau bersabda, “Bagaimana jika kalian mengambil kulitnya? Mereka menjawab, “Sesungguhnya ia telah menjadi bangkai,” Maka beliau bersabda, “(bangkai itu) dapat disucikan dengan air dan menyamaknya.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 6: “Dari Abu Tsa’labah Al-Khusyaini Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami berada pada negeri Ahli Kitab, bolehkah kami makan pada bejana mereka?” Beliau menjawab, “Janganlah kamu makan padanya, kecuali jika kalian tidak mendapatkan yang lain, maka cucilah (bejana mereka) kemudian makanlah padanya.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;• Terdapat beberapa pendapat terkait bejana Ahli Kitab:&lt;br /&gt;1. Najisnya bejana Ahli Kitab, berdasarkan dzahirnya firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis.” (QS. At-Taubah: 28)&lt;br /&gt;2. Sucinya makanan Ahli Kitab: “Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberikan Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal baginya.” (QS. Al-Maidah: 5)&lt;br /&gt;• “Sesungguhnya kami hidup di sekitar Ahli Kitab dan mereka memasak babi dalam panci mereka, minum khamar dalam bejana mereka, maka Rasulullah saw, “Jika kalian mendapatkan yang lainnya.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 7: “Dari Imran bin Hushain Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah saw bersama para sahabatnya berwudhu dari bejana seorang perempuan musyrik.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;• Hadits ini menunjukkan sucinya bejana kaum musyrikin dan sucinya kulit bangkai dengan disamak. Karena kedua tempat bekal tersebut terbuat dari kulit hewan sembelihan orang musyrik, sedang sembelihan mereka adalah bangkai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 8: “Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, bahwa gelas Rasulullah saw pecah, lalu beliau menempelkan pada tempat yang retak itu sambungan dari perak.” (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;• Hadits tersebut menunjukkan dibolehkannya menambal bejana dengan perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. As-Sab’ah adalah Imam Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah&lt;br /&gt;2. As-Sittah adalah perawi yang enam selain Ahmad&lt;br /&gt;3. Al-khamsah adalah perawi yang lima selain Al-Bukhari dan Muslim&lt;br /&gt;4. Al-Arba’ah adalah perawi yang empat selain Al-Bukhari, Muslim dan Ahmad&lt;br /&gt;5. Ats-Tsalatsah adalah perawi yang tiga, yaitu Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i&lt;br /&gt;6. Muttafaq Alaih adalah Al-Bukhari dan Muslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-4740889514414792619?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/4740889514414792619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/kajian-fiqih-ibadah-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/4740889514414792619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/4740889514414792619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/kajian-fiqih-ibadah-ii.html' title='Kajian Fiqih Ibadah II'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-4933365080136467933</id><published>2011-03-21T23:47:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T23:48:52.645-07:00</updated><title type='text'>Kajian Fiqih Ibadah I</title><content type='html'>• Hadits 3: “Dari An-Nawas bin Sam’an Radiyallahu Anhu berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang kebaikan dan dosa, beliau bersabda, “Kebaikan itu adalah akhlak yang baik dan kejahatan itu adalah sesuatu yang mengganjal dalam hatimu dan engkau tidak suka orang lain mengetahuinya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;• Kebaikan adalah watak/ karakter dan upaya untuk berakhlak baik dan menjadi contoh buat orang lain.&lt;br /&gt;• Akhlak mulia terkumpul dalam sabda Nabi saw: “Menunjukkan wajah yang berseri, menahan diri agar tidak menyinggung orang lain dan berusaha berbuat baik merupakan akhlak yang mulia.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;• Dosa adalah sesuatu yang mengganjal dalam pikiran, perasaan ragu untuk melakukan atau meninggalkannya. Lebih utama meninggalkan sesuatu yang meragukan, sebagaimana sabda Nabi saw: “Tinggalkan apa yang engkau ragukan dan kerjakan apa yang engkau tidak ragu.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;• Hadits ini membuktikan bahwa Allah swt telah menanamkan fitrah pada manusia sehingga dapat membedakan perkara yang tidak halal dan yang tercela untuk dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 4: “Dari Abdullah bin Mas’ud Radiyallahu Anhu berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Jika kalian bertiga maka janganlah dua orang berbisik tanpa menyertakan yang satunya. Sampai kalian bergabung dengan orang-orang, karena yang demikian itu dapat membuatnya bersedih.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;• Hadits ini tidak terkait dengan  larangan yang ditujukan kepada orang Yahudi dalam surat Al-Mujadilah: “Apakah tidak kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia.” (QS. Al-Mujadilah: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 5: “Dari Abdullah bin Umar Radiyallahu Anhuma berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Janganlah seseorang mengusir orang lain dari tempat duduknya lalu ia duduk di situ. Akan tetapi hendaklah ia katakan: Berilah kelapangan dan berilah kelonggaran.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;• Dalam hadits lain Rasululah saw bersabda: “Barangsiapa bangkit dari majlisnya kemudian ia kembali, maka ia lebih berhak untuk menempati tempat tersebut.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 6: “Dari Abdullah bin Abbas Radiyallahu Anhuma berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Jika seseorang dari kalian makan, maka janganlah ia membasuh tangannya sebelum ia menjilatinya atau dijilat oleh orang lain.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;• Hadits ini menunjukkan wajibnya untuk menjilati jari sendiri atau dijilat oleh orang lain. Karena kita tidak tahu dimana letak keberkahan pada makanan tersebut. Bahkan Nabi saw memerintahkan piringnya untuk dijilati, lantas beliau berkata: “Kalian tidak tahu dimana letak keberkahannya.”&lt;br /&gt;• Rasulullah saw bersabda: “Jika makanan salah seorang dari kamu jatuh maka hendaklah ia membuang kotoran yang menempel padanya lalu makanlah, janganlah ia membiarkannya dimakan oleh setan.”&lt;br /&gt;• Rasulullah makan dengan tiga jari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 7: “Dari Abu Hurairah Radiyallahu Anhu berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kamu mendahului memberi salam kepada orang Yahudi atau Nasrani. Dan apabila kamu bertemu maka desaklah mereka ke jalan yang paling sempit.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;• Nabi saw bersabda: “Apabila ahli kitab mengucapkan salam kepadamu maka jawablah: wa’alaikum. Jika mereka mengatakan as-saamu ‘alaika maka jawablah: wa’alaika.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;• Mendesak ke tempat yang sempit dimaknai secara majazi bahwa kita jangan sampai membiarkan mereka bebas menganggu dan merupaya merusak umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 8: “Dari Abu Hurairah Radiyallahu Anhu berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Apabila kalian memakai sandal, mulailah dengan yang kanan. Dan apabila melepasnya, mulailah dengan yang kiri. Hendaklah yang kanan paling pertama dipakai dan yang terakhir dilepas.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;• Nabi saw juga bersabda: “Janganlah kalian berjalan dengan memakai sandal sebelah. Tapi hendaklah ia pakai keduanya atau ia lepas keduanya.” (Muttafaq Alaih)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-4933365080136467933?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/4933365080136467933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/kajian-fiqih-ibadah-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/4933365080136467933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/4933365080136467933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/kajian-fiqih-ibadah-i.html' title='Kajian Fiqih Ibadah I'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-936857695300192274</id><published>2011-03-21T23:46:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T23:47:28.756-07:00</updated><title type='text'>Kajian Akhlaq II</title><content type='html'>• Hadits 3: “Dari An-Nawas bin Sam’an Radiyallahu Anhu berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang kebaikan dan dosa, beliau bersabda, “Kebaikan itu adalah akhlak yang baik dan kejahatan itu adalah sesuatu yang mengganjal dalam hatimu dan engkau tidak suka orang lain mengetahuinya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;• Kebaikan adalah watak/ karakter dan upaya untuk berakhlak baik dan menjadi contoh buat orang lain.&lt;br /&gt;• Akhlak mulia terkumpul dalam sabda Nabi saw: “Menunjukkan wajah yang berseri, menahan diri agar tidak menyinggung orang lain dan berusaha berbuat baik merupakan akhlak yang mulia.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;• Dosa adalah sesuatu yang mengganjal dalam pikiran, perasaan ragu untuk melakukan atau meninggalkannya. Lebih utama meninggalkan sesuatu yang meragukan, sebagaimana sabda Nabi saw: “Tinggalkan apa yang engkau ragukan dan kerjakan apa yang engkau tidak ragu.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;• Hadits ini membuktikan bahwa Allah swt telah menanamkan fitrah pada manusia sehingga dapat membedakan perkara yang tidak halal dan yang tercela untuk dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 4: “Dari Abdullah bin Mas’ud Radiyallahu Anhu berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Jika kalian bertiga maka janganlah dua orang berbisik tanpa menyertakan yang satunya. Sampai kalian bergabung dengan orang-orang, karena yang demikian itu dapat membuatnya bersedih.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;• Hadits ini tidak terkait dengan  larangan yang ditujukan kepada orang Yahudi dalam surat Al-Mujadilah: “Apakah tidak kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia.” (QS. Al-Mujadilah: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 5: “Dari Abdullah bin Umar Radiyallahu Anhuma berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Janganlah seseorang mengusir orang lain dari tempat duduknya lalu ia duduk di situ. Akan tetapi hendaklah ia katakan: Berilah kelapangan dan berilah kelonggaran.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;• Dalam hadits lain Rasululah saw bersabda: “Barangsiapa bangkit dari majlisnya kemudian ia kembali, maka ia lebih berhak untuk menempati tempat tersebut.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 6: “Dari Abdullah bin Abbas Radiyallahu Anhuma berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Jika seseorang dari kalian makan, maka janganlah ia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membasuh tangannya sebelum ia menjilatinya atau dijilat oleh orang lain.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;• Hadits ini menunjukkan wajibnya untuk menjilati jari sendiri atau dijilat oleh orang lain. Karena kita tidak tahu dimana letak keberkahan pada makanan tersebut. Bahkan Nabi saw memerintahkan piringnya untuk dijilati, lantas beliau berkata: “Kalian tidak tahu dimana letak keberkahannya.”&lt;br /&gt;• Rasulullah saw bersabda: “Jika makanan salah seorang dari kamu jatuh maka hendaklah ia membuang kotoran yang menempel padanya lalu makanlah, janganlah ia membiarkannya dimakan oleh setan.”&lt;br /&gt;• Rasulullah makan dengan tiga jari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 7: “Dari Abu Hurairah Radiyallahu Anhu berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kamu mendahului memberi salam kepada orang Yahudi atau Nasrani. Dan apabila kamu bertemu maka desaklah mereka ke jalan yang paling sempit.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;• Nabi saw bersabda: “Apabila ahli kitab mengucapkan salam kepadamu maka jawablah: wa’alaikum. Jika mereka mengatakan as-saamu ‘alaika maka jawablah: wa’alaika.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;• Mendesak ke tempat yang sempit dimaknai secara majazi bahwa kita jangan sampai membiarkan mereka bebas menganggu dan merupaya merusak umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadits 8: “Dari Abu Hurairah Radiyallahu Anhu berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Apabila kalian memakai sandal, mulailah dengan yang kanan. Dan apabila melepasnya, mulailah dengan yang kiri. Hendaklah yang kanan paling pertama dipakai dan yang terakhir dilepas.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;• Nabi saw juga bersabda: “Janganlah kalian berjalan dengan memakai sandal sebelah. Tapi hendaklah ia pakai keduanya atau ia lepas keduanya.” (Muttafaq Alaih)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-936857695300192274?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/936857695300192274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/kajian-akhlaq-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/936857695300192274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/936857695300192274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/kajian-akhlaq-ii.html' title='Kajian Akhlaq II'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-7932102092706675756</id><published>2011-03-21T23:45:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T23:46:36.901-07:00</updated><title type='text'>Kajian Akhlaq I</title><content type='html'>• Jaami’ yaitu yang merangkum masalah-masalah adab, akhlaq, kebaikan, hubungan silaturahim, zuhud, wara’, dzikir dan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB ADAB (ETIKA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• HADITS I; “Dari Abu Hurairah ra berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: apabila engkau bertemu dengannya hendaklah engkau memberikan salam kepadanya, apabila ia mengundangmu hendaklah engkau penuhi undangannya, apabila ia meminta nasihat kepadamu hendaklah engkau menasihatinya, apabila ia bersin lalu mengucapkan alhamdulillah hendaklah engkau mendoakannya, apabila ia sakit hendaklah engkau menjenguknya, dan apabila ia mati hendaklah engkau mengiringi jenazahnya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;• Yang dimaksud dengan hak disini adalah sesuatu yang tidak pantas untuk ditinggalkan dan hukumnya berbeda-beda, boleh jadi wajib atau sunnah muakkad yang hampir sederajat dengan hukum wajib.&lt;br /&gt;• Mengucapkan salam ketika bertemu: Perintah disini menunjukkan wajib hukumnya mengucapkan salam. Namun Ibnu Abdil Barr dan ulama-ulama lain menyebut salam hukumnya sunnah dan menjawab salam hukumnya wajib.&lt;br /&gt;• Perintah menyebarkan salam merupakan sebab timbulnya rasa kasih sayang. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;• As-Salam adalah salah satu dari nama Allah Ta’ala yaitu penyelamat.&lt;br /&gt;• Adab-adab salam: yang muda kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, yang berkendaraan kepada yang berjalan, rombongan yang sedikit kepada rombongan yang banyak (cukup diwakili satu orang).&lt;br /&gt;• Para sahabat apabila sedang berjalan bersama sekalipun kemudian terpisah oleh tembok atau pohon lalu bertemu kembali mereka mengucapkan salam. (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;• Apabila ia mengundangmu hendaklah engkau penuhi undangannya: Memenuhi undangan hukumnya sunnah kecuali undangan walimah yang hukumnya wajib.&lt;br /&gt;• Apabila ia meminta nasehat kepadamu hendaklah engkau menasihatinya: Hal ini termasuk larangan kita memanipulasi keterangan.&lt;br /&gt;• Hal ini termasuk ke dalam bagian kewajiban untuk amar ma’ruf nahi munkar.&lt;br /&gt;• Apabia ia bersin lalu mengucapkan alhamdulillah hendaklah engkau mendoakannya: Hadits ini menunjukkan wajibnya menjawab orang bersin yang mengucapkan tahmid.&lt;br /&gt;• Rasulullah saw bersabda; “Apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaklah mengucapkan: “alhamdulillah,” dan hendaklah saudara atau temannya menjawabnya dengan ucapan: “yarhamukallah,” jika temannya tersebut mengatakan “yarhamukallah,” hendaklah ia menjawabnya dengan ucapan “yahdikumullahu wa yuslihu baalakum.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;• Kisah Abu Dawud dan surga seharga satu dirham&lt;br /&gt;• Rasulullah saw bersabda: “Apabila salah seorang kalian bersin, hendaklah ia letakkan kedua telapak tangannya di wajahnya agar ia meredam suaranya.” (Hadits hasan, shahih Al-Jami’: 685)&lt;br /&gt;• Rasulullah saw bersabda: “Apabila salah seorang kalian bersin, hendaklah orang yang satu majelis dengannya mengucapkan tasymit. Jika bersinnya lebih dari tiga kali berarti orang tersebut sedang flu. Lebih dari tiga kali tidak perlu diucapkan tasymit.” (HR. Abi Dawud)&lt;br /&gt;• Hadits ini menunjukkan betapa besar anugerah nikmat Allah kepada hamba-Nya, dengan bersin seseorang dapat merasakan nikmat dan manfaat dengan keluarnya uap yang terhenti di otak.&lt;br /&gt;• Apabila ia sakit hendaklah engkau menjenguknya: Pendapat jumhur ulama mengatakan menjenguk orang sakit hukumnya sunnah baik kenal maupun tidak.&lt;br /&gt;• Apabila ia meninggal maka antarkanlah jenazahnya: Hadits ini menunjukkan wajib hukumnya mengiringi jenazah muslim baik kenal ataupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• HADITS 2: “Dari Abu Hurairah ra ia berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Lihatlah kepada orang yang keadaannya di bawahmu dan janganlah engkau melihat orang yang keadaannya di atasmu, karena yang demikian itu lebih patut, sehingga engkau tidak menganggap kecil nikmat Allah yang diberikan kepadamu.” (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;• Hadits ini menganjurkan seorang hamba agar senantiasa mensyukuri nikmat Allah Ta’ala. &lt;br /&gt;• Maksud orang yang ada di bawahmu adalah dalam urusan dunia sementara dalam urusan agama justru harus melihat ke atas, yaitu kepada orang yang memiliki kualitas agama yang lebih tinggi. &lt;br /&gt;• Itsar (mendahulukan orang lain) dalam urusan dunia dianjurkan dan itsar dalam urusan ibadah hukumnya makruh.&lt;br /&gt;• Nikmat akan ditambah apabila disyukuri sebaliknya nikmat akan menjadi azab apabila dikufuri. (Qs. Ibrahim 14: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. As-Sab’ah adalah Imam Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah&lt;br /&gt;2. As-Sittah adalah perawi yang enam selain Ahmad&lt;br /&gt;3. Al-khamsah adalah perawi yang lima selain Al-Bukhari dan Muslim&lt;br /&gt;4. Al-Arba’ah adalah perawi yang empat selain Al-Bukhari, Muslim dan Ahmad&lt;br /&gt;5. Ats-Tsalatsah adalah perawi yang tiga, yaitu Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i&lt;br /&gt;6. Muttafaq Alaih adalah Al-Bukhari dan Muslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-7932102092706675756?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/7932102092706675756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/kajian-akhlaq-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/7932102092706675756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/7932102092706675756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/kajian-akhlaq-i.html' title='Kajian Akhlaq I'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-6891977565825710106</id><published>2011-03-16T00:57:00.001-07:00</published><updated>2011-03-16T00:57:51.953-07:00</updated><title type='text'>DAGELAN BOM ULIL</title><content type='html'>Sebelumnya, saya menyampaikan duka cita dan ikut prihatin atas insiden bom yang terjadi di markas Komunitas Utan Kayu, tanggal 15 Maret 2011 kemarin. Ikut berduka juga buat pak polisi yang menjadi korban. Semoga dapat tabah dan cepat sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun pelaku pemboman ini, dia pastilah seorang yang sangat biadab dan perlu kita doakan agar dia segera bertaubat dan menyadari kesalahannya. Melakukan teror dengan alasan dan latar belakang apapun merupakan tindakan yang sangat keji!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun terlepas dari hal di atas, saya ingin menyampaikan beberapa analisis yang sempat beredar di masyarakat (khususnya di internet) mengenai dugaan "siapa sebenarnya pelaku bom ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kelompok Islam garis keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya: Selama ini yang rajin memusuhi Ulil dan Islam Liberal adalah kalangan "Islam garis keras". Apalagi (kutipan dari detik.com):&lt;br /&gt;Kutipan:&lt;br /&gt;Buku itu berjudul 'Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin' setebal 412 halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket itu dilengkapi selembar surat untuk Ulil berisi permintaan memberikan kata pengantar buku dan interview. Pengirimnya adalah Drs Sulaiman Azhar, Lc, nomor telepon 08132220579, beralamat di Jalan Bahagia Gg Pancer No 29 Ciomas, Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama pengirim, judul buku, dan gelar orang ini (LC) membuat kita langsung mengasosiasikannya dengan "kelompok Islam garis keras".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis: Kalau dilihat dari ciri-ciri bomnya, memang dugaan ini kuat. Tapi hei... coba kita berpikir jernih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Apa tidak aneh jika ada pengirim bom yang menyertakan identitas dirinya dengan jelas dan lengkap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kalaupun benar pengirim bom ini adalah dari kalangan "Islam garis keras", mengapa mereka dengan amat jujur memperlihatkan tanda-tandanya lewat paket buku yang berisi bom tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari analisis ini, saya TIDAK PERCAYA bahwa dalang bom ini adalah dari kalangan "Islam garis keras". Saya lebih percaya bahwa ini adalah sebuah fitnah yang ditujukan kepada umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lawan Politik Ulil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan: Hal ini disampaikan sendiri oleh Ulil. Coba baca di sini dan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipannya:&lt;br /&gt;Kutipan:&lt;br /&gt;Ulil mengatakan, teror seperti ini tak pernah diterima saat dia aktif dalam JIL. Dia menduga teror ini ada sejak dia aktif berpolitik di Partai Demokrat. "Ini teror pertama kali, dan mengapa baru sekarang. Saya menganggap tak ada kaitannya dengan dulu (di JIL), tapi kegiatan sekarang lebih banyak di politik," ujar Ulil. Dulu waktu di JIL belum pernah," dia melanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulil pun menduga, teror muncul sejak dia mulai bersuara dalam isu-isu sensitif. "Misalnya reshuffle," jelas Ulil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis: Menurut saya, ini adalah argumen yang sangat lucu. Coba kita pikirkan:&lt;br /&gt;Selama isu reshuffle kabinet beredar, parpol yang diperkirakan akan menjadi "korban" adalah Gorkar dan PKS. Kita juga tentu ingat, dalam sejumlah wawancara dengan wartawan, Ulil menyampaikan dengan AMAT JELAS bahwa yang akan didepak adalah para menteri dari PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dari komentar Ulil di atas, dia sebenarnya secara tidak langsung mengatakan bahwa pelaku bom Utan Kayu ini adalah politisi PKS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sini, kita mungkin masih bisa menerima secara logika. "Ya, bisa saja ada politisi PKS yang sakit hati pada Ulil soal reshuffle itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hei... coba pikirkan lagi:&lt;br /&gt;Reshuffle kan tidak jadi. Artinya bila kita bicara soal "menang dan kalah", dalam hal ini PKS sebenarnya menang dan Ulil kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan saya:&lt;br /&gt;Apa masuk akal bila sang pemenang mengirim bom kepada yang kalah???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah lebih masuk akal bila pihak kalah (Ulil) yang mengirim bom kepada yang menang (PKS)????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengalihan Isu Wikileaks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan: Selama ini setiap kali ada kasus seputar istana yang mandeg dan tak terpecahkan, biasanya segera muncul isu lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis: Ya, poin nomor 3 ini menurut saya jauh lebih masuk akal (terutama berdasarkan pengalaman selama ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, saya punya satu pertanyaan penting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket buku itu ditujukan kepada Ulil. Tapi kenapa kok dibuka oleh orang lain?????&lt;br /&gt;Coba baca kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan:&lt;br /&gt;13.30 WIB&lt;br /&gt;Paket diserahkan kepada Saidiman, jubir Komunitas Utan Kayu. Dalam bungkusan tersebut tertulis isinya buku. Saidiman lalu membukanya dan menemukan satu surat. Saidiman mencoba membuka buku berkover tebal itu, namun buku tidak bisa dibuka lembarannya. Buku itu berjudul 'Mereka Harus Dibunuh karena Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin' setebal 412 halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah di Komunitas Utan Kayu sudah biasa melakukan hal itu? Membuka kiriman yang bukan haknya, yang seharusnya ditujukan kepada orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau memang itu disengaja? Memang disengaja agar yang membuka paket itu bukan Ulil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jonru&lt;br /&gt;Bukan politikus, bukan pengamat politik, hanya warga biasa yang sesekali tergelitik untuk membahas masalah politik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-6891977565825710106?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/6891977565825710106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/dagelan-bom-ulil.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/6891977565825710106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/6891977565825710106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/dagelan-bom-ulil.html' title='DAGELAN BOM ULIL'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-170242892960294665</id><published>2011-03-16T00:39:00.000-07:00</published><updated>2011-03-16T00:44:29.285-07:00</updated><title type='text'>Ulil, JIL dan Kejanggalan Bom Utan Kayu</title><content type='html'>Tulisan ini adalah sedikit gambaran pemikiran Ulil Abshar Abdala tentang Islam dan merupakan bantahan atas tulisannya “Menjadi Muslim dengan perspektif liberal”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kata “kebebasan” (freedom) memunculkan berbagai golongan manusia untuk melawan terhadap segala kekuatan, terhadap setiap kekuasaan, bahkan terhadap Tuhan dan hukum-hukum alam. Dengan alasan ini, kita – ketika tiba di Kerajaan kita – akan menghapus kata ini dari kamus kehidupan karena mengisyaratkan suatu prinsip kekuatan yang brutal yang dapat mengubah rakyat menjadi binatang buas yang haus darah.” (Frotokol of Zion)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran gagasan liberalisasi Islam, yang kemudian dikenal dengan sebutan “Islam Liberal,” dalam dunia pemikiran Islam akhir-akhir ini, khususnya di Indonesia, telah menimbulkan kontroversi dan perdebatan panjang. Ini karena banyaknya ide dan gagasan yang mereka usung sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip aqidah dan syariat Islam. Tren pemikiran Islam Liberal merupakan penomena global yang belakangan ini menggejala di hampir seluruh dunia Islam. Ia menyebar dan menjalar ke setiap lini kehidupan masyarakat muslim seiring dengan derasnya ekspansi neo-imperialisme Barat yang dibuat atas nama globalisasi dan perang melawan terorisme. Di Indonesia tren ini selalu diidentikkan dengan Jaringan Islam Liberal (JIL), meskipun tidak seluruh orang-orang yang berfikiran liberal yang ada di Indonesia tergabung secara formal dalam jaringan ini. Tren ini menyebar di berbagai institusi-institusi perguruan tinggi, organisasi keagamaan, dan juga LSM-LSM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peminat pemikiran-pemikiran Ulil Abshar Abdala dengan artikelnya - “Menjadi Muslim dengan perspektif liberal” menyatakan bahwa tulisan Ulil itu merupakan sebuah refleksi keislaman dan keimanan yang indah. Maka namanya juga refleksi, menurut saya tidak usah terlalu dianggap serius apalagi diklaim sebagai kebenaran absolut. Karena dalam kamus Ulil dan kawan-kawan tidak dikenal istilah kebenaran absolut. Semua kebenaran adalah relatif, termasuk kebenaran versi mereka, harusnya…&lt;br /&gt;Bagaimana ini ko bisa terbolak-balik? Menjadi muslim dengan persfektif liberal, menjadi liberal dengan persfektif muslim, menjadi muslim sekaligus liberal atau menjadi liberal sekaligus muslim? Mana yang pokok mana yang cabang, mana yang dasar mana yang tambahan, mana yang ushul mana yang furu’? Atau mana yang asli mana yang palsu? Lebih penting mana jadi muslim atau jadi liberal? Jadi muslim yang liberal atau jadi liberal yang muslim? Apa itu muslim, apa itu liberal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita seharusnya sebelum berdiskusi harus terlebih dahulu menetapkan batasan-batasan, kriteria, distingsi dan kategorisasi-kategorisasi dari kata-kata kunci yang kita diskusikan. Agar diskusi tidak jadi liar dan membabi-buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Muslim adalah hamba Allah yang bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, menegakkan sholat, membayar zakat, melaksanakan shaum Ramadhan, dan menunaikan haji jika mampu.” (HR. Bukhari Muslim dari Abdullah bin Umar Ra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian apa arti liberal? Coba tanya apa arti liberal sama mereka. Maka mereka akan sama bingungnya dengan kita. Kenapa? Karena makna ‘liberal’ itu sendiri tidak jelas. Batasan makna liberal tidak dieksplorasi secara mendalam, padahal konsep ‘batas’ dapat merumuskan kriteria, distingsi dan kategorisasi liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat kaburnya batasan itu adalah timbulnya ide ‘tak terbatas’. Hasilnya, paham liberal cenderung dibangun di atas paham relativisme, skeptisisme, dan agnotisisme. Gagasan liberalisme Islam tanpa konsep yang jelas dapat berujung pada gagasan Islam liar yang bersembunyi dibalik jargon kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena tidak adanya konsep batasan tersebut, maka konsep Islam liberal tersebut menjadi kriteria yang longgar dan kabur. Ketidakjelasan definisi atau deskripsi makna liberal terungkap secara implisit dalam pemikiran Charles Kruzman (salah satu tokoh rujukan penting kalangan Islam Liberal). Kurzman membagi lima makna liberal, yaitu pertama, para penulis di dalam bunga rampai ini tidak menganggap diri mereka sebagai kaum liberal; kedua, para penulis mungkin tidak mendukung seluruh aspek ideologi liberal, sekalipun mereka menganut beberapa di antaranya; ketiga, bahwa istilah “liberal” mengandung konotasi negatif bagi sebagian dunia Islam karena makna itu diasosiasikan dengan dominasi asing, kapitalisme tanpa batas, kemunafikan yang mendewakan kebenaran, serta permusuhan kepada Islam; keempat, konsep ”Islam liberal” harus dilihat sebagai alat bantu analisis, bukan kategori yang mutlak; kelima, saya tidak membuat klaim apa pun mengenai “kebenaran” interpretasi liberal terhadap Islam. Saya tidak memiliki kualifikasi untuk terlibat dalam perdebatan-perdebatan yang demikian. Saya ingin mendeskripsikannya saja. Kruzman menggambarkan konsep Islam liberal dengan sesuka hatinya. Karena tidak adanya batasan yang jelas, Kruzman memasukkan nama Yusuf al-Qaradhawi dan M. Natsir sebagai pemikir Islam Liberal. Padahal jelas bahwa karya-karya mereka tidak sesuai untuk disandingkan dengan gagasan Islam liberal yang sumber pemikirannya adalah akal yang skeptis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurzman tidak menjelaskan secara rinci apa yang dia maksud dengan “Islam Liberal”. Untuk menghindar definisi itu, ia mengutip sarjana hukum India, Ali Asghar Fyzee (1899-1981) yang menulis, “Kita tidak perlu menghiraukan nomenklatur, tetapi jika sebuah nama harus diberikan padanya, marilah kita sebut itu Islam Liberal.” Bahkan, Fyzee menggunakan istilah lain untuk Islam Liberal yaitu “Islam Protestan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi Kruzman dalam memaknai Islam liberal dapat disejajarkan dengan strategi Michel Foucaulst (salah satu tokoh rujukan Islam liberal) ketika memahami makna hewan. Foucaulst (yang meninggal karena penyakit AIDS, pendukung homoseksualitas, lesbianisme dan praktek penyiksaan kepada lawan jenis sebelum berhubungan badan) mengutip sebuah ensiklopedia Cina tertentu yang mengklasifikasikan binatang sebagai berikut; yang dimiliki kaisar, yang dimumikan, yang jinak, babi-babi yang menyusui, yang merayu betina, yang menakjubkan, anjing-anjing yang sesat, yang termasuk dalam klasifikasi sekarang, yang gila, yang tidak dapat dihitung, yang dilukiskan dengan sikat rambut unta yang cantik, yang telah mematahkan teko air dan yang kelihatan seperti lalat dari kejauhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi deskripsi Foucault mengenai makna hewan mencerminkan relativitas. Sama halnya dengan definisi Kruzman mengenai ‘liberal’ dalam menggambarkan makna Islam liberal. Implikasi dari ini semua adalah adanya kekaburan makna. Kebenaran akan menjadi kesesatan dan sebaliknya. Keyakinan akan menjadi keraguan dan sebaliknya. Yang haq akan jadi batil, yang batil jadi haq. Yang yakin dijadikan keraguan dan yang ragu dijadikan keyakinan. Inilah hakikat dari strategi postmodernism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Adian Husaini, Liberalisasi Islam di Indonesia sudah dijalankan secara sistematis sejak awal tahun 1970-an. Menurutnya, secara umum, ada tiga bidang penting dalam ajaran Islam yang menjadi sasaran liberalisasi, yaitu (1) Liberalisasi bidang aqidah dengan penyebaran paham Pluralisme Agama, (2) Liberalisasi bidang syariah dengan melakukan perubahan metodologi ijtihad, dan (3) Liberalisasi konsep wahyu dengan melakukan dekonstruksi terhadap al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulil di tahun 2001 pernah menegaskan bahwa masa depan hanya pada Islam liberal. Membicarakan masa depan berarti mengukur manfaat wacana bagi peningkatan taraf hidup semua unsur masyarakat. Misalnya, manfaat apa yang dirasakan wong cilik dari perkembangan pemikiran Islam liberal? Dengan demikian, kegiatan pemikiran tidak hanya menjadi kegenitan intelektual belaka yang kegunaannya sebatas untuk kesenangan para aktifis dan pemikirnya. Adakah korelasi Islam liberal dengan pengentasan kemiskinan misalnya? Bukankah Ulil dan kawan-kawan (termasuk Rizal Malarangeng) langsung atau tidak termasuk pendukung kebijakan kenaikan harga BBM? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya point paling penting dalam ke-Islaman seseorang adalah meyakini kebenaran yang disampaikan Allah dan Rasulnya tanpa reserve. Harus dipertanyakan ke-Islaman seseorang yang mengaku rajin solat dan puasa tapi tidak meyakini syariat Islam sebagai kebenaran absolut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh….&lt;br /&gt;Seorang anak berkata kepada ibu kandungnya; “Ibu saya melakukan perintah ibu, tapi maaf saya tidak meyakini ibu sebagai ibu kandung saya” Sebab menurut  Ulil Tuhan itu bukan hanya Allah-nya umat Islam. Padahal di dalam al-Qur’an dan hadits bertebaran keterangan qhot’i yang menegaskan Allah itu ahad tidak boleh didua dan ancaman-ancaman Allah terhadap orang yang mensyarikatkan-Nya. Bagaimana bisa seorang ibu rela kalau anak kandungnya mau melaksanakan perintahnya, tapi tidak yakin bahwa ibunya itu sebagai ibu kandung satu-satunya bagi dia..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekontruksi makna Islam yang dilakukan oleh Ulil dan kawan-kawan sebenarnya merupakan dekontruksi Islam secara keseluruhan. Jika makna Islam didekonstruksi, maka akan terdekonstruksi juga makna; Kafir, murtad, munafik, al-haq, dakwah, jihad, amar makruf nahi munkar, dan sebagainya. Jika dicermati, dalam berbagai penerbitan di Indonesia, upaya-upaya dekonstruksi istilah-istilah itu bisa dilihat dengan jelas. Bahkan, berlanjut ke konsep-konsep dasar Islam, seperti; wahyu, Al-Qur’an, sunnah, mukjizat dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekonstruksi makna Islam, dan mereduksinya hanya dengan makna “submission”, berdampak pada tidak boleh adanya klaim kebenaran (truth claim) pada Islam. Kata mereka, Islam bukan satu-satunya agama yang benar. Ada banyak agama yang benar. Atau “semua agama yang benar” bisa disebut “Islam”. Kebenaran tidak satu, tetapi banyak. Sehingga, orang Islam tidak boleh mengklaim sebagai pemilik agama satu-satunya yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah mengherankan, jika ide dekonstruksi dan reduksi makna Islam, biasanya berjalan beriringan dengan propaganda agar masing-masing pemeluk agama menghilangkan pikiran dan sikap merasa benar sendiri. Jika orang muslim tidak boleh meyakini bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar, dan agama lain salah, lalu untuk apa ada konsep dan lembaga dakwah? Jika seseorang tidak yakin dengan kebenaran agamanya-karena semua kebenaran dianggapnya relatif-maka untuk apa ia berdakwah dan berada dalam organisasi dakwah? Atau makna dakwah pun harus didekonstruksi agar tidak bertentangan dengan konsep liberal? Kenapa liberal harus mengangkangi dakwah? Dan makna amar makruf nahi munkar akan didekonstruksi juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, golongan ‘ragu-ragu’ akan ‘berdakwah’ mengajak orang untuk bersikap ragu juga. Mereka sejatinya telah memilih satu jenis keyakinan baru, bahwa tidak ada agama yang benar atau semuanya benar. Artinya, hakekatnya, ia memilih sikap untuk tidak beragama, atau telah memeluk agama baru, dengan teologi baru, yang disebut sebagai “teologi semua agama” atau “agama pluralisme.” Cak Nur sendiri menyatakan bahwa sekularisme itu ialah paham yang tidak bertuhan dan sekularisasi merupakan salah satu gagasan penting-kalau tidak disebut sebagai gagasan utama-kelompok Islam liberal. Maka seorang sekuler yang konsekuen dan sempurna adalah seorang ateis. Jika tidak, akan mengalami kepribadian yang pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar contoh, jika kita dibolehkan memaknai Islam dan syariatnya semau kita bisa jadi akan berdampak pelecehan terhadap agama. Misalnya, salah satu kitab aliran kebatinan di Indonesia, yang bernama “Darmogandul,” dalam salah satu bait Pangkur-nya menyatakan, “Akan tetapi bangsa Islam, jika diperlakukan dengan baik, mereka membalas jahat. Ini adalah sesuai dengan dzikir mereka. Mereka menyebut nama Allah, memang Ala (jahat) hati orang Islam. Mereka halus dalam lahirnya saja, pada hakekatnya mereka itu terasa pahit dan masin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi ungkapan dalam kitab itu, “Adapun orang yang menyebut nama Muhammad, Rasulullah, nabi terakhir. Ia sesungguhnya melakukan dzikir salah. Muhammad artinya makam atau kubur. Ra-su-lu-lah, artinya rasa yang salah. Oleh karena itu ia itu orang gila, pagi sore berteriak-teriak, dadanya ditekan dengan tangannya, berbisik-bisik, kepala ditaruh di tanah berkali-kali.” Di bagian lain disebutkan, “Saya mengira, hal yang menyebabkan santri sangat benci kepada anjing, tidak sudi memegang badannya atau memakan dagingnya, adalah karena ia suka bersetubuh dengan anjing di waktu malam. Baginya ini adalah halal walaupun tidak pakai nikah. Inilah sebabnya mereka tidak mau makan dagingnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti ajaran Darmogandul : Yang penting dalam Islam bukan sembahyang, tetapi syahadat ‘sarengat’. Dan ‘sarengat’ artinya: hubungan kelamin antara laki-laki dan perempuan. Hubungan seksual itu penting sekali, sehingga empat kiblat juga berarti hubungan seksual. Darmogandul menafsirkan kata-kata pada ayat kedua dalam surat al-Baqarah sebagai berikut; “zalikal” artinya “jika tidur, kemaluan bangkit,” “kitabu la” artinya “kemaluan laki-laki masuk secara tergesa-gesa ke dalam kemaluan perempuan,” raiba fihi hudan” artinya “perempuan telanjang,” “lil muttaqin” artinya “kemaluan laki-laki berasa dalam kemaluan perempuan.” (Perkembangan kebatinan di Indonesia. Hamka, Bulan Bintang, 1971, hlm 22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja jika kawan-kawan FPI menuntut pemerintah untuk membubarkan aliran kebatinan seperti ini, maka kalangan Islam liberal dengan jargon kebebasannya akan paling depan membela penistaan agama seperti ini. Sama seperti kasus Ahmadiyah.&lt;br /&gt;Soal buka puasa sebagai tindakan kolektif, itu terserah Ulil. Itu soal perasaan, tidak perlu jadi dalil wajib atau haramnya buka puasa sendirian atau berjama’ah. Kita juga sering ifthor jama’i, malah duluan kita daripada dia. Pengalaman sosial yang dialami Ulil saat buka puasa dan solat tarawih berjama’ah sebagai pengalaman yang paling membekas bagi dirinya merupakan pengalaman pribadi yang masing-masing orang akan merasakannya berbeda-beda. Rasanya tidak perlu dibuat dramatis. Apa Ulil baru tahu bahwa buka puasa bersama dan solat tarawih berjama’ah itu lebih syahdu dan lebih nikmat? Apa baru sekarang bisa merasakan buka puasa dan solat tarawih bersama? &lt;br /&gt;Lagi-lagi pengalaman sosial. Apakah Ulil baru mengalami hidup bersosial? Jadi selama ini Ulil duduk ekslusif di menara gading merasa paling benar sendiri dengan teologi inklusifnya. Lalu ketika ‘turun gunung’ berbaur dan mau sedikit bertoleransi, hati baru terbuka betapa nikmatnya hidup bermasyarakat. Kaburo maqtan (As-Shaf: 3). &lt;br /&gt;Padahal kita sudah biasa merasakan nikmatnya hidup bersosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, jelas di belakang Ulil pasti ada yang berkata, “ kenapa solat dan puasa, bukannya liberal?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah bukti kebingungan dan pecah kepribadian (split personality) kalangan Islam liberal. Sebab mereka menganggap berbeda dan tidak ada kaitan antara keimanan dengan praktek amaliyah ibadah. Tidak ada kaitan antara aspek esoteris dan eksoteris agama. Bagi mereka solat, puasa, zakat dan haji hanya kulit atau bagian luar dari praktek keberagamaan seseorang dan tidak menentukan posisi keimanan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi anehnya mereka suka berdalil atas kasusnya itu: “lihat liberal juga saya masih solat dan puasa,” atau “lihat liberal juga ternyata ‘santun’.” Sengaja kata ‘santun’ diberi tanda petik. Sebab santun menurut siapa, apa batasannya, standar kesantunan itu apa, kriterianya mana, santun yang ini masuk kategori siapa dan yang mana? atau akan direlatifkan juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya Istighfar dan taubat jika pernyataan saya ini salah. Saya menyangsikan jika kalangan Islam liberal ta’at solat dan puasa. Dimana taat sekalipun, mudah-mudahan bukan ta’at seperti Abdullah bin Ubay bin Salul, maaf kalau pernyataan ini tidak ’santun.’ Saya yakin kita harus dalam posisi mengasihani mereka dalam pencarian kebenaran tanpa ujung, penuh fatamorgana dan kamuflase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah dialog menarik;&lt;br /&gt;Muslim : “Apakah anda sudah menemukan kebenaran hakiki?’&lt;br /&gt;Liberal : “Belum, karena saya dalam posisi pencari kebenaran”&lt;br /&gt;Muslim : “Lalu kalau diri anda saja belum mendapatkan kebenaran, kenapa anda menyalah-nyalahkan orang lain yang sudah mendapatkan kebenaran dan meyakininya?”&lt;br /&gt;Liberal : “justru ini salah satu cara saya menemukan kebenaran.”&lt;br /&gt;Muslim : “Kalau begitu cara anda salah. Yang namanya mencari kebenaran itu salah satu caranya dengan jalan bertanya. Anda belum juga bertanya sudah menggugat kebenaran yang diyakini orang lain. Berarti anda tidak siap untuk belajar. Pantas saja anda tidak pernah menemukan kebenaran. Sebaiknya anda temukan dulu kebenaran yang akan anda yakini kebenarannya. Baru nanti kita ketemu lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya liberal tidak pernah datang-datang lagi karena kebenaran hakiki tidak pernah ia dapatkan. Karena bagi dia semua kebenaran adalah relatif, tanpa ujung, tanpa pegangan, dan nyangkut di tempat mana yang paling menguntungkan ke-tuhan-an akal dan hawa nafsunya. Himmatuhum Butunuhum….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama dari JIL penuh tuduhan tak berdasar. Ironisnya sebagai yang meng-klaim berideologi liberal yang mengedepankan toleransi dan kebebasan ternyata tidak toleran dan berstandar ganda. Harusnya Ulil juga toleran kepada paham fundamentalis, radikal dan pro kekerasan seperti yang dituduhkannya. Sekalipun cap itu belum tentu benar karena hanya sepihak, dimana tuduhan liar seperti ini akan mengenai siapapun dan apapun. Bahwa tuduhan seperti ini pun termasuk kekerasan verbal yang sangat ditentang oleh Ulil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal bajak membajak Islam. Menurut saya jangan sampai menjadi bumerang buat si penuduh. Bicara membela Islam tapi….?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah mereka yang anti “truth claim”. Namun karena merasa paling benar (padahal mereka anti terhadap klaim merasa paling benar) dengan pemahamannya itu, akhirnya membabi buta aktif menyalahkan-nyalahkan yang lain. Benar-benar sudah jauh menyimpang dari filosofi liberalisme yang diagung-agungkannya. Bukankah mereka sendiri yang menyatakan bahwa keyakinan dan pemahaman seseorang tidak bisa dihakimi? Lalu kenapa mereka dengan mudahnya menghakimi pemahaman dan keyakinan orang lain? &lt;br /&gt;Tidak akan cukup singkat saja membahas tujuan kedua JIL yang disebat rasional, kontekstual, humanis dan pluralis. Kembali ke soal konsep batas, kalau konsep batas tetap tidak dipakai maka tetap akan jadi debat kusir. Tapi itulah liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Ulil mengatakan “di mata saya dan kawan-kawan” Jelas pandangannya sangat subyektif. Artinya harus dianggap biasa pernyataannya tidak ada implikasi dan konsekuensi apapun. Karena sepihak. Mengatakan “di mata saya” “menurut saya” sebenarnya hal yang ketat dihindari oleh Ulil dan kawan-kawan. Tapi kenapa begitu, ya itulah liberal. Mereka anti disesatkan dan dikafirkan. Maka agar fair sebagaimana yang selalu mereka dengung-dengungkan, jangan pula menyebut yang lain konservatif, Arabis, kolot, kuno, fundamentalis, radikal dan pro kekerasan. Sekalipun makna masing-masingnya belum tentu berkonotasi negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi tuduhan, soal teks dan konteks. Persoalan pengelolaan negara yang harus dicontoh mentah-mentah atau mateng-mateng dari Rasulullah perlu pembahasan yang panjang dan mendalam….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan yang digugat oleh Ulil bukan persoalan ibadah mahdoh dan goer mahdoh. Tapi persoalan bagaimana cara pandang seseorang memakai cara pandang Islam itu sendiri atau tidak. Islam menurut siapa? Ini biasanya pertanyaan yang akan dilontarkan oleh mereka. Maka, mendingan mana penilaian terhadap seorang anak, obyektif menurut ibunya atau tetangganya? Memahami Islam tentu harus dari orang yang pakar tentang Islam dan hidup dalam kehidupan Islam. Bukan dari non muslim yang hidup tidak mengenal Islam. Sekalipun ada beberapa kebaikan yang juga harus diambil dari mereka seperti sains dan teknologi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khilafiyah antara khutbah jum’at berbahasa Arab dan berbahasa lokal tidak bisa disebutkan sebagai pertentangan antara yang konsevatif dengan yang liberal. Ini dinamakan pengelabuan untuk pengaburan makna. Harusnya gentle saja tidak perlu ditutup-tutupi, kan katanya yakin benar dengan aqidah liberal. Ko yakin ditutup-tutupi, apa ada yang salah? Kayaknya tidak begitu deh penerapan makna liberal yang selama ini Ulil lakukan? Kenapa agar istilah liberal diterima oleh kaum Muslimin kemudian persoalan khilafiyah umat diseret-seret? Apa tidak ada cara lain….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus khutbah jum’at dan sholat memakai bahasa apa? Ulil justru mencoba mengomentari apa yang bukan wilayahnya. Hingga liar main comot untuk menjustifikasi pemahaman liberalnya. Dalam sejarah Islam para ulama Islam sepakat bahwa bahasa sholat adalah bahasa Arab. Tidak pernah dikenal di bagian manapun dalam sejarah Islam ada Ulama-bukan ulama-ulamaan-yang sholat menggunakan bahasa selain Arab. Kecuali sekarang ‘intelektual-intelektual’ genit korban perasaan inferior terhadap peradaban lain. Kalau anda berpendapat seperti itu berdasar ijtihad Abu Hanifah. Ketahuilah bahwa Abu Hanifah tidak pernah berpendapat demikian. Anda suka sekali mengambil pandangan-pandangan yang tidak sharih dan goer mutawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Ulil menyatakan bahwa sholat menempati kedudukan yang penting dalam pemahaman Islam liberalnya, itu hak dia beranggapan seperti itu. Karena memang seharusnya juga seperti itu. Namun kemudian kalau sholatnya tanpa disertai dengan keyakinan akan kebenaran seluruh syariat Allah bahwa hanya ada satu Tuhan Allah Swt dan hanya Islam agama yang benar dan memilah-milah mana syariat yang cocok dan tidak, mana yang disuka dan tidak buat dirinya, jelas sama saja dengan tidak sholat. Percuma saja sholat kalau tidak percaya kepada Allah sebagai Kholik satu-satunya, sebagai Syari’ dengan syariat yang tidak ada bandingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan Ulil kemudian mengarah untuk mengajak pembaca berpandangan bahwa orang yang berseberangan dengannya tidak rasional dan konservatif. Cukup jelas Ulil yang senantiasa mendorong untuk membudayakan dialog ternyata tidak cukup mampu berdialog dengan paham yang berseberangan dengannya. Karena tuduhan seperti ‘budak’ yang taat tanpa berpikir pada sebuah perintah adalah absurd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah dengan adanya tafsir Qur’an dan syarah hadits yang disusun oleh para ulama yang tidak diragukan kompetensinya adalah bukti dari buah proses berpikir manusia untuk memahami perintah Tuhannya? Yang membedakan adalah motif dari cara berpikir untuk memahami perintah Tuhan. Yang satu untuk ketaatan dan yang lainnya untuk pengingkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aneh kenapa Ulil bisa tidak tahu bahwa dalam sejarah Islam pemahaman seperti yang dipermasalahkannya adalah hal yang biasa didiskusikan dan dibicarakan oleh kalangan ‘konservatif’. Bukan seperti persangkaannya bahwa umat Islam buta terhadap syariat mana yang ta’abbudi mana yang ta’aqquli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujungnya arah tulisan Ulil semakin jelas dalam rangka menegaskan posisi akal dalam Islam versi liberal. Soal mengikuti dan merawat tradisi, tradisi yang mana dan seperti apa yang dimaksud? Lalu QS 26:74 itu anda arahkan kepada siapa? Kepada yang pemahamannya konservatif atau justru kepada yang pemahamannya progresif? Bukankah anda berdalil dan berdalih seperti ini atas tradisi yang diwariskan guru-guru anda seperti Harvey Cox, Robert N. Bellah, Michel Foucaulst dan lain-lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda menjaga tradisi pemahaman seperti itu apakah juga bisa dipastikan tidak membabi buta? Apakah anda juga berpikir kritis terhadap pemikiran guru-guru anda? Toh ujung-ujungnya anda meng-klaim ada akar historis antara anda dan kawan-kawan dengan pemikiran kaum muktazilah. Bukankah itu juga berarti anda merawat tradisi? Tradisi muktazilah. Sekalipun sebenarnya Muktazilah tidak se-liar anda dan kawan-kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sepakat kita harus berpikir kritis dalam memahami perintah Tuhan. Namun dalam makna seperti apa? Apakah mengkritisi perintah Tuhan atau mengkritisi akal kita dalam memahami perintah Tuhan? Jangan sampai ketika akal kita belum mampu memahami perintah Tuhan lalu dipaksa agar seolah-olah nampak paham atau memaksakan menyeret perintah Tuhan ke arah standar pemahamannya sendiri. Jadi Tuhan yang Maha kuasa dipaksa mengikuti kehendak hambanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dalil JIL memang memahami syariat dengan persfektif tekstual dan kontekstual. Kasus pengharaman perempuan duduk di parlemen Saudi misalnya, memang harus diperdalam status hukumnya. Tapi apakah benar persis seperti itu kenyataannya di sana? Apakah juga hanya atas dasar hadits tersebut saja para ulama di sana memfatwakan demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal hukum potong tangan. Jika Ulil mengajukan banyak pertanyaan, maka saya juga ingin mengajukan beberapa pertanyaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Kenapa anda tidak toleran terhadap orang yang berpandangan bahwa hukum potong tangan adalah bentuk hukuman yang relevan untuk saat ini? Toh jika itu kemudian disepakati umum dan diatur oleh Negara maka konstitusional. Kenapa anda tidak biarkan alamiah saja sebagaimana hukum penjara yang warisan kolonial tidak anda ganggu gugat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Apakah jika teknik hukum pidana pencurian bersifat dinamis lalu ada kolerasinya dengan manusia yang makin beradab dan makin matang mentalnya saat ini? Tidakkah anda melihat betapa jauh lebih biadabnya perilaku manusia saat ini? Itukah bentuk manusia yang mentalnya matang? Coba anda bandingkan dengan jujur efektifitas hukum potong tangan dengan hukum penjara (yang mungkin anda anggap dinamis dan kontekstual) di negara-negara yang menerapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Entah anda tahu atau tidak bahwa hukum potong tangan dalam Islam tidak dilakukan begitu saja. Diatur sedemikian rupa sesuai dengan asas-asas keadilan dan hak-hak kemanusiaan. Apakah yang tergambar dalam benak anda orang mencuri lalu langsung dipotong pakai golok si Pitung begitu? Prosesnya tetap melalui pengadilan, harus ada saksi, bukti, laporan dan sebagainya. Kadar pencurian juga menjadi pertimbangan, apakah dia miskin atau tidak, terpaksa atau tidak, dalam keadaan sadar atau tidak dan lain sebagainya, jadi sangat adil dan manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Coba anda bandingkan kembali dari sisi efesiensi dan efektifitas lebih dinamis mana lebih ber-efek mana antara hukum potong tangan dengan hukum penjara (sekalipun di negara-negara yang memberlakukan hukum potong tangan terdapat pula hukum penjara). Coba anda teliti ulang dalam sejarah Islam dan sejarah Yahudi-Kristen Barat atau sejarah manusia ‘modern’ saat ini, pencurian lebih banyak terjadi dalam sejarah yang mana? Mudah-mudahan anda jujur. Kejahatan, pembunuhan, pemusnahan sumber daya alam, perusakan dan pemerkosaan yang sangat dahsyat terjadi di peradaban yang mana? Sebaiknya anda membaca tulisan Syafii Ma’arif (sesepuh anda dan kawan-kawan) di kolom Resonansi Republika (26/08).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Justru anda tidak paham esensi penghukuman. Cara menghukum jelas sangat berkaitan dengan esensi penghukuman. Tolong anda jelaskan apa esensi penghukuman dengan jalan pemenjaraan? Berapa banyak cost sosial, materi dan waktu yang harus dikeluarkan dengan hukum penjara dibandingkan dengan potong tangan? Saya pikir anda hanya sibuk menambah PR umat ketimbang membantu menjawab PR-PR yang sudah ada. Atau bahkan anda sendiri adalah PR besar umat saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum argumentasi kaum liberal untuk menolak penerapan syariat Islam dapat dikategorikan menjadi tiga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Argumentasi historis. Argumen ini berbunyi bahwa hukum Islam adalah produk masa lalu. Ia dibentuk berdasarkan latar belakang sosial dan politik masyarakat ketika itu. Ia merupakan sebuah respon terhadap keperluan dan kepentingan masyarakat saat itu. Karena itulah, syariat Islam tidak mungkin diaplikasikan untuk saat ini karena ia tidak merefleksikan kepentingan masyarakat saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berdasarkan pertimbangan maqashid syariah. Argumentasi ini menyatakan bahwa setiap hukum mempunyai objektif/maqasid utamanya sendiri. Dan objektif utama syariat Islam secara umum adalah menciptakan kemaslahatan bagi umat manusia. Konsep maslahah itu sendiri berubah seiring dengan berjalannya waktu. Apa yang dianggap maslahah pada saat tertentu dan oleh masyarakat tertentu belum tentu dianggap sama oleh masyarakat lain dan dalam konteks waktu yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Atas pertimbangan Hak Asasi Manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi Ulil dan kawan-kawan adalah suka bermain-main di wilayah esoterik. Memutar-mutar logika agar kelihatan ilmiah sudah menjadi ritual yang niscaya. Termasuk soal ‘ibadah murni’-memangnya ada ibadah yang tidak murni? Murni dalam makna apa? Cara ibadah buat mereka bukan hal penting karena hanya bersifat eksoterik (kulit/cangkang) saja. Tidak substansial. Mereka cenderung tidak menyukai hal-hal yang bersifat formalistik. Dalam Islam tidak ada pemisahan esoterik dan eksoterik. Keduanya seperti dua sisi dari satu mata uang yang sama, berjalin berkelindan tidak dapat dipisahkan. Dua-duanya adalah bagian penting dalam Islam, tidak ada esoterik tanpa eksoterik begitu pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah dalam Islam ada dua syarat diterimanya ibadah oleh Allah swt; pertama harus ikhlas lillahi ta’ala. Entah apakah yang dimaksud dengan penghayatan spiritual menurut Ulil itu adalah ikhlas? Dan harus showab tata caranya harus sesuai dengan contoh Rasulullah saw. Ulil juga sepakat bahwa hal ini tidak dapat diganggu gugat. Tapi kenapa Ulil menyebut tata cara ibadah tidak penting?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan spiritualitas seperti apa yang dimaksud Ulil untuk kebahagiaan ukhrawi itu? Standarnya apa? bukannya buat Ulil tidak ada standar. Metodenya seperti apa, spiritualitas yang mana dan seperti apa? Terus fungsi agama untuk mencapai kebahagiaan. Kebahagiaan seperti apa, yang mana, kata siapa, buat siapa saja, tujuannya apa, standarnya apa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah wujud kerancuan sekaligus kebingungan bangunan pola pikir Ulil. Bicara konsep kebahagiaan tentu harus merujuk pada apa yang dimaksud oleh Dzat pembuat kebahagiaan itu sendiri. Dalam al-Qur’an dan hadits banyak bertebaran keterangan bahwa orang yang beriman dan beramal sholih (tentu iman dan amal sholih cara Islam) akan mendapatkan kebahagiaan. Ulil pasti setuju dengan konsep ini, sekalipun harus terlebih dulu didekonstruksi maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal depresi sekarang. Menurut saya justru yang akan depresi adalah individu atau kelompok yang mengumbar dan membebaskan akalnya tanpa bimbingan wahyu. Liar, beringas, nabrak sana nabrak sini, mencari-cari pembenaran, yang ini bias yang itu absurd, masuk ke gang-gang yang buntu. Menuhankan akal, sementara tidak paham bahwa kemampuan akal terbatas. Jadi ingat ke istilah humanisme. Humanisme Barat didefinisikan sebagai “bahwa manusia dengan akalnya tanpa campur tangan Tuhan akan mampu menyelesaikan setiap persoalan.” Apakah humanisme dalam makna ini yang dimaksud Ulil? Akhirnya membabi buta, kalap, arogan, fundamentalis dalam keliberalannya, teroris dalam cara ‘dakwah’nya, konservatif dalam cara pandangnya, dan radikal (kemaruk) dalam pengamalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulil, anda sebelum bicara soal baik dan benar, harus disepakati konsep standar tentang itu. Jangan mengambang, membuat bingung yang akhirnya malah tidak rasional.&lt;br /&gt;Ulil, saya juga merasa tenteram dan bahagia dengan pemahaman saya sebagaimana anda juga mengatakan merasakan hal yang sama dengan pemahaman anda. Maka dengan demikian anda sebagai yang meng-klaim paling toleran sudah sepatutnya menjadi terdepan sebagai ‘uswatun hasanah’ yang santun, sopan, lembut, toleran memberikan kebebasan terhadap pemahaman dan kelompok yang berbeda dengan anda. Jadi tidak bijak rasanya kalau anda sebagai orang yang paling toleran, di dalam tulisan anda harus dicederai dengan teror dan provokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejanggalan-kejanggalan seputar Bom Utan Kayu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bom dialamatkan untuk Ulil Abshar Abdala tapi dikirimkan ke kantor berita KBR 68H. Ulil memang salah satu dedengkot JIL yang sering berkumpul di 68H, namun sudah lama sekali sejak Ulil menjadi salah satu ketua DPP Partai Demokrat ia jarang sekali datang ke 68H dan lebih banyak berkantor di DPP Partai Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lalu kenapa bom dikirimkan ke Kantor berita 68H, karena mudah diduga akan cepat mendapatkan blow up media massa. Termasuk tujuan untuk mengangkat kembali citra JIL dan upaya liberalisasi Islam di Indonesia oleh kalangan liberal yang suka bermarkas di kantor 68H. Seperti diketahui bahwa JIL sudah tidak lagi populer saat ini dan tidak laku di kalangan masyarakat bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kecerobohan aparat kepolisian dalam menyikapi paket yang mencurigakan, seolah-olah tidak memiliki standard operational procedur (SOP). Dalam SOP, yang punya kewenangan menjinakkan bom adalah tim gegana. Namun dengan cerobohnya beberapa aparat yang sok jagoan tnpa menggunakan pengaman membuka paket itu sehingga menjadi korban. Atau dikorbankan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dalam buku paket bom itu tertulis nama penyusunnya adalah Drs. Sulaiman Azhar, Lc. Selama ini sangat jarang orang yang memiliki dua gelar kesarjanaan Drs dan Lc, namun tentu  tidak mustahil adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Terlalu mudah untuk ditebak sasaran tembak bom ulil yang sangat vulgar kemana arah dampak bom itu dituju, yakni kalangan dan kelompok Islam yang dianggap radikal. Selama ini pola bom-bom yang kemudian mengarah kepada penangkapan aktivis Islam dan pemburukan citra Islam tidak secara langsung mengarah kepada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Terlalu polos kalau ada aktivis Islam melakukan tindakan itu secara terang benderang seperti bom ulil itu. Bagi yang paham pola perjuangan Islam pola itu mungkin tidak pernah terpikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kenapa lama sekali tim gegana datang ke lokasi, sementara siang hari adalah waktu jalan raya agak lengang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kenapa intelijen aparat absen dengan kemungkinan bom ulil ini? Sementara untuk bom-bom yang lain aparat mampu mengendusnya jauh sebelum kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kenapa ada staf kantor yang begitu tidak sopan mengintip paket untuk orang lain? Kenapa waktu ia dengan tidak sopannya membuka paket itu bom tidak meledak dan meledak saat polisi yang membukanya? Kenapa harus polisi? Apakah bukan karena agar polisi marah dan dendam akibat personilnya terluka. Sekali lagi kenapa tidak menunggu sampai tim gegana datang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Aneh! Bom dalam bentuk buku itu sempat-sempatnya difoto??? Gunanya jelas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. jika kita melihat video detik-detik ledakan itu, disana tidak terlihat adanya police line, malah Kompol Dody yang sedang membuka berusaha menjinakkan bom itu disaksikan warga dari dekat. Coba anda perhatikan secara seksama rekaman video setelah bom meledak dan kamera yang bergoyang kesana kemari memperlihatkan kondisi di sekelilingnya dan menunjukkan tidak adanya garis polisi serta warga yang menonton dari dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Kenapa Polisi tidak menjauhkan warga dari resiko meledaknya Bom tersebut???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Kenapa tidak menunggu gegana saja untuk menjinakkan buku yang diduga kuat bom itu? Kenapa Kompol Dody begitu berani membongkar bom itu tanpa pelindung sedikitpun? Apakah dia memang sudah mengetahui jika bom buku itu berdaya ledak rendah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. “Polisi telah menghubungi gegana namun gegana tak kunjung datang. Kompol Dodi meminta anggotanya untuk meminta petunjuk gegana.” Gegana tak kunjung datang, malah memberi petunjuk cara penjinakkan kepada Kompol Dody. Rasanya tidak masuk akal jika dalam keadaan seperti itu, tim gegana malah menyuruh kompol Dody untuk menjinakkan bom itu. Mungkin Tim Gegana lagi males kali ya.. Kalaupun tim gegana memberi petunjuk kepada Kompol Dody, apakah mungkin gegana menyuruh Kompol Dody untuk menyiram buku yang berisi kabel dan logam berbentuk kotak itu dengan air??? Anehnya lagi kalaupun memang tim gegana memberi petunjuk, kenapa Kompol Dody malah berkata bahwa dia kira itu hanyalah mercon. :-/ :-/Adakah mercon pake kabel??? iya itu mercon, tapi gede, mercon gede itu disebut bom..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Kasat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Imam Margono mengaku tidak memberi arahan apa-apa kepada Kompol Dody apalagi memberi perintah untuk menyiram bom itu dengan air, “itu tindakan bodoh” katanya. Malang nian nasib Komisaris Polisi Dody. Sudah tangan putus, dimarahin atasan pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Gegana datang sejam setelah bom meledak. Ko bisa ya? 1 jam setelah meledak baru datang. Kaya polisi india aja.Orang dah pada kemana…superhero baru nongol..mau jinakin apa pak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Kapolri soal Keterlambatan Gegana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu bukan karena terlambat, tapi memang pukul 13.30 WIB baru lapor ke polisi,” kata Timur Pradopo. Dua jam setengah ternyata bukan waktu yang cukup bagi tim gegana hanya untuk datang ke lokasi pelapor. Jadi harus nunggu tiga jam setengah baru dateng ke lokasi pelapor, belum waktu penjinakkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh sekali, ketika kasus terorisme yang baru diduga ada bahan peledak Densus 88 dan gegana begitu sigap dan profesional. Tetapi kenapa tidak pada kasus bom Utan kayu yang jelas-jelas bom itu sudah di depan mata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, apa yang mendorong Kompol Dody untuk menjinakkan bom itu sendiri??&lt;br /&gt;Dan siapa Anggota Tim Gegana yang dimintai arahan oleh Kompol Dody untuk menjinakkan bom itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa gegana begitu terlambat dan tidak tanggap atas laporan bom ini?&lt;br /&gt;Kejanggalan ini diperkuat oleh Mustofa B. Nahrawardaya, pengamat dari Indonesian Crime Analys Forum yang meyakini bahwa bom ini adalah konspirasi intelegen.&lt;br /&gt;“Bom ini saya yakini dibuat oleh intelijen hitam yang ingin menciptakan suasana tidak kondusif di tengah kontroversi sidang Abu Bakar Baasyir,” tegas Mustofa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup masuk akal pendapat Mustofa yang dilansir detik.com diatas. Ditengah konspirasi busuk pemerintah untuk kembali memenjarakan Ust. Abu Bakar Ba’asyir namun mereka tidak cukup bukti, hingga persidangan sandiwara terus berlanjut dengan tuduhan-tuduhan ringan namun diperumit. Pemerintah harus menciptakan bukti lain untuk menyempurnakan sandiwara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, peristiwa ini seolah telah dirancang begitu rupa. Karena jika melihat keanehan yang terlihat dari tim gegana yang bom seolah dipaksa untuk meledak untuk memakan korban agar bisa menimbulkan atau mengalihkan isu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mungkin jika memang semua ini berhubungan dengan Persidangan Ust. Abu maka mereka akan mencari pelaku yang akan kembali disangkut-sangkutan dengan USt. Abu untuk memperkuat bukti Jaksa penuntut Ust. Abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sering aktivis JIl bilang, “rakyat sudah semakin cerdas bos….!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu Musta’an&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-170242892960294665?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/170242892960294665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/ulil-jil-dan-kejanggalan-bom-utan-kayu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/170242892960294665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/170242892960294665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/ulil-jil-dan-kejanggalan-bom-utan-kayu.html' title='Ulil, JIL dan Kejanggalan Bom Utan Kayu'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-8117660503190028344</id><published>2011-03-02T06:32:00.001-08:00</published><updated>2011-03-02T06:32:52.368-08:00</updated><title type='text'>Solusi Anarkhi Tanpa Kriminalisasi Agama</title><content type='html'>Oleh Irfan S Awwas&lt;br /&gt;Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insiden kekerasan yang berulangkali terjadi, akibat konflik SARA di negeri ini, telah memunculkan ragam persepsi dan cara pandang yang salah terhadap agama dan gerakan keagamaan. Aksi anarkhi, seakan telah menjadi budaya dan gaya hidup sebagian masyarakat Indonesia, dalam mengatasi problem sosial dan politiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, ikhtiyar pemerintah meredam kekerasan, menggunakan SKB tiga menteri, termasuk melakukan deradikalisasi agama untuk tujuan kerukunan, terbukti tidak efektif bahkan cenderung gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya anarkhi menggunakan senjata pisik, berupa amuk massa, tindakan kekerasan, sudah sering kita dengar dan rasakan akibat buruknya. Implikasi kekerasan, bisa berimbas pada keresahan sosial, ekonomi, budaya, politik, juga agama. Selain keresahan sosial, kategori kekerasan juga bisa amat beragam, antara lain kekerasan sparatis, kekerasan negara terhadap rakyat, dan kekerasan antarumat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kekerasan lain, yang implikasi konfliknya lebih menyakitkan dari kekerasan fisik adalah kekerasan retorika (verbal). Yaitu, kekerasan yang diciptakan berdasarkan persepsi dengan manipulasi data dan fakta untuk kepentingan semu. Misalnya, menuding komunitas tertentu sebagai ektrimis, garis keras, radikal, preman berjubah, teroris, musuh negara, tanpa parameter yang jelas dan obyektif. Kenyataannya, labelalisasi verbal, malah lebih jahat dari kekerasan pisik. Apalagi, jika si penuding memosisikan diri berseberangan dengan yang dituding, dengan mengaku moderat, realistis agamis dsbnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Kekerasan Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironinya, dari seluruh kasus kategori kekerasan, yang paling banyak diprotes dan disalah pahami adalah kekerasan bernuansa agama, terutama dalam perspektif hubungan antaragama dan internal umat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, tindak kekerasan yang mengatasnamakan demokrasi dan hak asasi manusia, lebih sering terjadi, baik yang dilakukan oleh orpol, LSM, maupun yang dilakukan penguasa diktator terhadap rakyatnya. Termasuk kekerasan ideologi yang ditimpakan negara-negara imprialis terhadap negara lain yang ingin ditaklukkan secara politis, ekonomi serta militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, benarkah agama menjadi penyebab sebagian besar konflik antar umat beragama di Indonesia? Pertanyaan ini sangat relevan dengan kondisi Indonesia kini, khususnya bila dikaitkan dengan dua peristiwa kekerasan SARA baru-baru ini yang meledak hampir bersamaan. Yaitu, peristiwa benterokan antara sekte Ahmadiyah dan warga masyarakat Cikeusik, Pandeglang, pada Minggu 6 Februari 2011. Kemudian, amuk massa di Temanggung terjadi pada Selasa 8 Februari 2011. Penyebabnya, adalah provokasi Antonius Richmond Bawengan, dengan menyebarkan selebaran yang menghina dan menista agama Islam, pada 3 Oktober 2010. Richmond pun, dihukum 5 tahun penjara karena dosanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relevansi pertanyaan di atas karena dua alasan. Pertama, pernyataan Presiden RI ke-6, Jenderal Doktor Haji Susilo Bambang Yudoyono, terkait kerusuhan di Pandegelang dan Temanggung, yang bersifat apologi dan terkesan mendiskreditkan tokoh lintas agama, karena beberapa waktu lalu menghujat pemerintahannya sebagai rezim pembohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya, pernyataan yang disampaikan dalam peringatan Hari Pers Nasional, Rabu 9 Februari 2011, di aula El Tari, kompleks Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur, Kupang, dinilai banyak pihak sebagai upaya mengalihkan kesalahan dan tanggungjawab pada pihak lain. Alih-alih merasa bersalah dan melakukan ishlah, Presiden SBY justru menyoal peran para tokoh agama, agar tidak hanya mengeritik pemerintah, tapi juga tanggungjawab moral kaum agamawan untuk menciptakan kerukunan umat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika kita semua peduli berkomitmen menjaga kerukunan dan toleransi bukan hanya di mulut, termasuk bimbingan pemuka agama dan tokoh masyarakat, kerusuhan bisa dihindari” tegasnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua, kriminalisasi agama yang dilakukan kaum sekuler dan liberal. Setiapkali terjadi konflik bernuansa agama, mereka selalu menuduh agama sebagai sumber konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ujung-ujungnya menuntut moderasi ajaran agama, serta mengambangkan semua ajaran agama sebagaimana doktrin sekularisme, komunisme dan liberalisme. Dalam kasus sekte sesat Ahmadiyah, jelas telah melakukan penodaan Islam dan melanggar kesepakatan dengan pemerintah; mengapa justru mendapat pembelaan dari kaum liberal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melestarikan keyakinan sesat, ibarat kata, madu yang diyakini lezat dan menyehatkan, di tangan kaum sekuler, bisa berubah seolah empedu yang pahit rasanya. Untuk kepentingan ini, kaum liberal memproduksi dan terus mereproduksi provokasi yang dapat merenggangkan hubungan antarumat beragama, dengan menonjolkan perbedaan masing-masing agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden SBY pun terjebak dalam provokasi kaum sekuler supaya membubarkan gerakan agama yang distigma anarkhis. Padahal, pembubaran ormas keagamaan, pastilah akan jadi bumerang bagi LSM sekuler, liberal, dan anti agama, yang selama ini menjadi antek asing di dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provokasi melalui SMS yang disebarkan oleh Ketua Yayasan Abad Demokrasi, Denny JA, dapat menunjukkan hal itu: “Negara terkesan tak berdaya di hadapan amuk massa yang membunuh dan membakar rumah ibadah. SBY harus sama-sama kita dorong agar lebih tegas dan berani menghancurkan organisasi yang melakukan kekerasan atas nama agama,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik SMS yang dipublikasikan NUSAnews, 9/2/2011 jam 15:25, bukan mustahil kerusuhan antar umat beragama, disulut dan di rekayasa kaum liberalis dan sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, dalam berbagai insiden kekerasan, perbedaan agama bukan menjadi penyebab konflik, melainkan akibat dari masalah-masalah politik, ekonomi, sosial, penodaan agama, pemurtadan, serta pembangunan rumah ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang benar tidak diciptakan untuk menjadi alat permusuhan, melainkan untuk menuntun manusia ke jalan lurus yang diridhai Allah Swt. Ketika ajaran agama dipaksa tunduk pada kepentingan politik dan nafsu manusia, baik atasnama demokrasi maupun toleransi, maka pada saat itu agama telah diperalat sebagai senjata konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahayanya, manakala terjadi konflik antarumat beragama, lalu agama tidak diberi peluang memberi solusi untuk kepentingan bersama, niscaya akan menyulut konflik dan permusuhan yang sulit dibayangkan akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi Negara dan Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusuhan merupakan bentuk frustrasi sosial masyarakat. Korban maupun yang dikorbankan sama-sama menjadi korban kekuasaan zalim dan korup. Maka jangan dikompori dengan kutukan. Apalagi ada komunitas tertentu yang tampil sok pahlawan kemanusiaan, membela aliran sesat, menjaga gereja dari amuk massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para tokoh agama sebaiknya menasihati umat agama masing-masing, jangan mengutuk tanpa pertimbangkan pemicunya. Itu kezaliman. Aparat keamanan supaya tidak diskriminatif, jangan bertindak menyenangkan minoritas atau pihak asing. Jangan pula, meneruskan kebiasaan jahat rezim orde baru, “sulut apinya, padamkan kemudian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatasi kekerasan SARA dengan mengutuk pelaku kekerasan, tanpa menghentikan pemicunya, adalah zalim dan sia-sia. Akan lebih baik, bila pemerintah menyelesaikannya secara konstitusional, sebagaimana tertera dalam UUD 1945 ps 29 ayat 1 dan 2, yang berbunyi : “(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, bagaimana implementasi UU tersebut dalam tatanan sosial kenegaraan? Sampai sekarang belum ada penjelasan pemerintah. Bahkan sepanjang sejarah kemerdekaan, semua Presiden Indonesia mengkhianati UUD ’45 ps 29 ayat 1 dan 2 ini, dan belum pernah mengamalkannya secara konsekuen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mufassir Pancasila, Prof. Dr. Hazairin, SH dalam buku ‘Demokrasi Pancasila’, menafsirkan rumusan UUD 1945 pasal 29 ayat 1dan 2 itu sebagai berikut: Pertama, di negara RI yang berdasarkan ketuhanan yang Maha Esa tidak boleh ada aturan yang bertentangan dengan agama. Kedua, negara RI wajib melaksanakan Syari’at Islam bagi umat Islam, Syari’at Nasrani bagi Nasrani dan seterusnya, sepanjang pelaksanaannya memerlukan bantuan kekuasaan negara. Ketiga, setiap pemeluk agama wajib menjalankan syari’at agamanya secara pribadi dalam hal-hal yang tidak memerlukan bantuan kekuasaan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya sekarang, apakah para tokoh agama bersedia memelopori pelaksanaan UUD ’45 ini, yaitu membangun kehidupan berbangsa dan bernegara berbasis agama, sebagaimana tafsir Hazairin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun solusi kasus Ahmadiyah, Menag menawarkan 4 opsi cukup obyektif: pertama, menjadi sekte atau agama tersendiri tanpa menggunakan atribut agama Islam, seperti masjid, Al Quran, dan Sunah Nabi Saw. Kedua, kembali menjadi umat Islam yang sesuai tuntunan Al Quran. Ketiga, Ahmadiyah dibiarkan saja dengan keyakinan sesatnya, sebagai bagian dari hak asasi manusia. Dan keempat, dibubarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila semua opsi ditolak, maka Ahmadiyah jangan pengecut, harus berani mempertanggung jawabkan sikapnya melalui debat terbuka. Jika terbukti Ahmadiyah memiliki doktrin kemurtadan, mereka wajib melepaskan identitasnya sebagai bahagian dari umat Islam. Akan tetapi, bila dihakimi secara sepihak, Ahmadiyah akan merasa diperlakukan secara dzalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debat diperlukan, bukan untuk membenarkan Ahmadiyah yang memang sesat, tetapi antisipasi simpati dan pembelaan aliran sesat lainnya. Sekiranya Menag bersedia memfasilitasi debat terbuka, Majelis Mujahidin pendaftar pertama sebagai lawan debat Ahmadiyah. Insya Allah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogjakarta, 9 Februari 2011&lt;br /&gt;Irfan S Awwas&lt;br /&gt;Jl. Karanglo No. 94, Kotagede, Jogjakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-8117660503190028344?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/8117660503190028344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/solusi-anarkhi-tanpa-kriminalisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/8117660503190028344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/8117660503190028344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/solusi-anarkhi-tanpa-kriminalisasi.html' title='Solusi Anarkhi Tanpa Kriminalisasi Agama'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-2683412524511763499</id><published>2011-03-02T06:27:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T06:29:24.115-08:00</updated><title type='text'>Emha Ainun Nadjib: SAYA ANTI DEMOKRASI</title><content type='html'>Emha yang kerap menobok-obok Islam ini menelurkan pernyataan kontroversial, buku baru yang ia terbitkan berjudul "Iblis Nusantara Dajjal Dunia". Berikut sekilas apa yang ia tuangkan dalam bukunya yang cukup menarik untuk disimak, yaitu "Anti Demokrasi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia menandaskan, Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam - harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Agama" yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam. Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca Al-Quran dan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan dengan menilai dari sudut pandang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam tanpa melalui apresiasi terhadap Qur'an, saya juga akan siap menyatakan diri sebagai anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap kelakuan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut itulah demokrasi saya nilai, sebagaimana dari sudut yang semacam juga menilai Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik, yang karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun memasuki wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir. Musik Kiai Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro dan entah apa lagi. Seorang teman menyapa: "Banyak nuansa Arabnya ya? Mbok lain kali bikin yang etnis 'gitu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho kok Arab bukan etnis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan. Nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab tak diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam. Sama-sama kolak, sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia Islam-menjadi bukan kolak, bukan sambal, dan bukan lalap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan mengambil nada Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King mentransfer kasidah "Yarim Wadi-sakib...", itu universal namanya. Bahasa jelasnya begini: apa saja, kalau menonjol Islamnya, pasti primordial, tidak universal, bodoh, ketinggalan jaman, tidak memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk jamaah peradaban dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah matahari baru yang kini masih semburat. Tetapi kegelapan yang ditimpakan oleh peradapan yang fasiq dan penuh dhonn kepada Islam, telah terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang atas Islam telah mengendap menjadi gumpalan rasa perih di kalbu jutaan ummat Islam. Kecurangan atas Islam dan Kaum Muslimin itu bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau tidak mau terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem peradaban yang dominan dan tak ada kompetitornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Al-Islamu mahjubun bil-muslimin". Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endapan-endapan dalam kalbu kollektif ummat Islam itu, kalau pada suatu momentum menemukan titik bocor - maka akan meledak. Pemerintah Indonesia kayaknya harus segera mervisi metoda dan strategi penanganan antar ummat beragama. Kita perlu menyelenggarakan 'sidang pleno' yang transparan, berhati jernih dan berfikiran adil. Sebab kalau tidak, berarti kita sepakat untuk menabuh pisau dan mesiu untuk peperangan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslimdaily.com/ http://www.goodreads.com/book/show&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-2683412524511763499?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/2683412524511763499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/emha-ainun-nadjib-saya-anti-demokrasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/2683412524511763499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/2683412524511763499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/emha-ainun-nadjib-saya-anti-demokrasi.html' title='Emha Ainun Nadjib: SAYA ANTI DEMOKRASI'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-5215963044204994317</id><published>2011-03-02T06:24:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T06:27:53.428-08:00</updated><title type='text'>Surat Habib Rizieq untuk SBY</title><content type='html'>Surat Habib Rizieq untuk SBY: Bubarkan Ahmadiyah, Supaya Allah Menjaga Kehormatanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Yang Terhormat&lt;br /&gt;Presiden Republik Indonesia&lt;br /&gt;Bapak DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan surat ini secara tulus dan ikhlash kami Dewan Pimpinan Pusat – Front Pembela Islam atas nama segenap pengurus, anggota dan simpatisan FPI di seluruh Indonesia, sebagai umat Islam yang cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, serta cinta kepada agama, bangsa dan negara, sekaligus selalu menghormati para Ulama dan Umara serta perundang-undangan yang berlaku, maka kami meminta dengan hormat agar Bapak Presiden selaku Kepala Negara Kesatuan Republik Indonesia segera mengeluarkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keppres tentang pembubaran Ahmadiyah dan pelarangan penyebaran ajarannya serta pembinaan terhadap warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, jika Bapak Presiden memuliakan, menjaga, melindungi dan memelihara kesucian ajaran Islam dari segala bentuk penodaan, maka niscaya Allah SWT akan memuliakan, menjaga, melindungi dan memelihara kehormatan Bapak Presiden dari segala bentuk penistaan. Sebaliknya, jika Bapak Presiden tidak memuliakan, menjaga, melindungi dan memelihara kesucian ajaran Islam dari segala bentuk penodaan, maka niscaya Allah SWT tidak akan memuliakan, menjaga, melindungi dan memelihara kehormatan Bapak Presiden dari segala bentuk penistaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan percayalah, bahwa Ahmadiyah adalah sumber konflik, yang jika dibiarkan akan terus melahirkan konflik-konflik yang lebih besar sehingga semakin sulit diatasi. Kami yakin dan percaya, bahwa sebagai seorang negarawan, tentu saja Bapak Presiden tidak akan memelihara sumber konflik yang bisa mengancam integritas bangsa dan stabilitas nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menyaksikan isi surat ini sebagai bentuk pelaksanaan perintah-Nya untuk saling mewasiati dengan Kebenaran dan Kesabaran. Dan Allah SWT sebaik-baiknya saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 26 Rabi’ul Awwal 1432 H (1 Maret 2011 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEWAN PIMPINAN PUSAT&lt;br /&gt;FRONT PEMBELA ISLAM (DPP FPI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab&lt;br /&gt;Ketua Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH. Ahmad Sabri Lubis&lt;br /&gt;Sekretaris Jenderal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. SEKILAS SEJARAH MIRZA GHULAM AHMAD (MGA) AL-KADZDZAAB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * 1839: MGA Al-Kadzdzaab dilahirkan di Desa Qodiyan – India.&lt;br /&gt;    * 1857: Ghulam Murtaza (Murtadha), ayah kandung MGA Al-Kadzdzaab, membantu Inggris membantai Para Pejuang Islam yang melawan penjajah Inggris di India. Banyak warga sipil muslimin jadi korban.&lt;br /&gt;    * 1877: MGA Al-Kadzdzaab mulai berda’wah dengan pesona untuk memikat umat Islam.&lt;br /&gt;    * 1880: MGA Al-Kadzdzaab mulai menulis kitab Barahin Ahmadiyah &amp; mengaku sebagai Waliyullah yang memiliki keramat.&lt;br /&gt;    * 1883: MGA Al-Kadzdzaab secara terbuka memuji Inggris dan berjanji setia kepadanya.&lt;br /&gt;    * 1884: MGA Al-Kadzdzaab mulai didukung dan dibesarkan penjajah Inggris sebagai penghargaan kepadanya yang telah setia membantu Inggris.&lt;br /&gt;    * 1885: MGA Al-Kadzdzaab mengaku sebagai Mujaddid (Pembaharu).&lt;br /&gt;    * 1891: MGA Al-Kadzdzaab mengaku sebagai Imam Mahdi.&lt;br /&gt;    * 1901: MGA Al-Kadzdzaab mengaku sebagai Nabi &amp; Rasul.&lt;br /&gt;    * 1905: MGA Al-Kadzdzaab dipermalukan dan dikalahkan dalam Munazharah dgn Ulama India, di antaranya dengan Sayyid Atha-allah Al-Bukhari rhm.&lt;br /&gt;    * 1906: MGA Al-Kadzdzaab menantang Mubahalah Maulavi Nazhir Husein rhm.&lt;br /&gt;    * 1907: MGA Al-Kadzdzaab melakukan Mubahalah dgn Asy-Syeikh Abul Wafa Tsana-allah Al-Amrtasri rhm.&lt;br /&gt;    * 1908: MGA Al-Kadzdzaab mati hina berlumur kotoran dalam WC karena kolera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. AYAT CINTA DITOLAK, MUNAZHARAH DAN MUBAHALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ayat Cinta Ditolak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika MGA Al-Kadzdzaab berusia hampir 60 (enam puluh) tahun, ia jatuh cinta kepada seorang wanita muslimah masih familinya yang bernama Muhammadi Begum. Beberapa kali MGA Al-Kadzdzaab melamarnya tapi ditolak, bahkan akhirnya wanita tersebut menikah dengan pria lain. MGA Al-Kadzdzaab pun marah dan mengatakan bahwa Allah berfirman akan menjadikan wanita tersebut sebagai janda dan akan membinasakan ayah dan suaminya dalam waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak hari nikahnya, serta akan mengembalikan si wanita tersebut kepadanya (Lihat: Tadzkirah Hal 166 Brs 4-6 &amp; Hal 226 Brs 4). Ternyata akhirnya, setelah tiga tahun si wanita tidak menjadi janda dan suaminya masih tetap hidup, bahkan MGA Al-Kadzdzaab yang mati lebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kalah di Munazharah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MGA Al-Kadzdzaab telah dikalahkan dan dipermalukan oleh para Ulama India dalam berbagai Munazharah (Perdebatan), mereka antara lain: Maulavi Muhammad Husein, Maulavi Muhammad Ali, Maulavi Mahmud Basyir, Maulavi Abdul Hakim, dan Sayyid ‘Atha-allah Al-Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Binasa di Mubahalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MGA Al-Kadzdzaab pernah menantang Mubahalah (Saling Sumpah Dilaknat) para Ulama India, di antaranya Maulavi Nazhir Husein (Maulana Husein), namun tantangan Mubahalah itu hanya disampaikan secara lisan di hadapan pengikutnya, sehingga tidak terdokumentasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pada tanggal. 15 April 1907 M, MGA Al-Kadzdzaab mengeluarkan Surat Mubahalah terhadap Asy-Syeikh Abul Wafa’ Tsana-allah Al-Amrtasri rhm yang isinya bahwa si pendusta akan dilaknat oleh Allah dan akan terkena kolera serta akan mati dalam keadaan hina di masa hidup si jujur. Ternyata akhirnya, tepat 13 bulan 11 hari, pada tgl. 26 Mei 1908 M, MGA Al-Kadzdzaab mati di dalam WC karena kolera dalam keadaan berlumuran kotoran, ia mati dilaknat dalam keadaan hina. Sedang si jujur Syeikh Tsana-allah rhm masih tetap hidup hingga 40 (empat puluh) tahun setelah kematian si pendusta MGA Al-Kadzdzaab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. BUKTI KEKAFIRAN AHMADIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Isi Kitab Tadzkirah kumpulan ilham dan wahyu MGA Al-Kadzdzaab 840 halaman, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Halaman 1 (baris ke-1): Tadzkirah adalah wahyu yang suci. (Hal 43 Brs 8 bhw Allah berfirman kepada MGA &amp; Hal 278 Brs 16 &amp; Hal 369 Brs 8 &amp; Hal 376 Brs 13 &amp; Hal 637 Brs 15 bhw Tadzkirah diturunkan Allah di Qadiyan). Nama Tadzkirah di Hal 284 Brs 13-14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Halaman 15 (baris ke-20): MGA sama dengan ketauhidan &amp; keesaan Allah. (Hal 196 Brs 4-6 &amp; Hal 223 Brs 9 &amp; Hal 246 Brs 5 &amp; Hal 368 Brs 4 &amp; Hal 276 Brs 14 &amp; Hal 381 Brs 2 &amp; Hal 395 Brs 1 &amp; Hal 496 Brs 4 &amp; Hal 579 Brs 5-6 &amp; Hal 636 Brs 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Halaman 43 (baris ke-8): Allah langsung berfirman kepada MGA Al-Kadzdzaab. (Hal 219 Brs 5 &amp; 8, Hal 223 Brs 11, Hal 226 Brs 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Halaman 51 (baris ke-4): Nama MGA sempurna, sedang nama Allah tidak sempurna. (Hal 245 Brs 4 &amp; Hal 277 Brs 11 &amp; Hal 366 Brs 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Halaman 63 (baris ke-2): Yang mendustai Ahmadiyah adalah Manusia Kotor &amp; Babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Halaman 154 (baris ke-21): MGA adalah Syahid, Mubasysyir &amp; Nadziir, segala sesuatu ada di kedua kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Halaman 192 (baris ke-8): MGA mengaku sebagai Al-Masih Ibnu Maryam. (Hal 219 Brs 12 &amp; Hal 222 Brs 5 &amp; Hal 223 Brs 11-12 &amp; Hal 243 Brs 12 &amp; Hal 280 Brs 8 &amp; Hal 378 Brs 8 &amp; Hal 380 Brs 8-13 &amp; Hal 387 &amp; Brs 8-11 &amp; Hal 401 Brs 5-6 &amp; Hal 496 Brs 5 &amp; Hal 579 Brs 10-11 &amp; Hal 622 Brs 17 &amp; Hal 637 Brs 21 &amp; Hal 639 Brs 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Halaman 192 (baris ke-13): MGA makhluk terbaik di alam semesta. (Hal 368 Brs 8-9 &amp; Hal 373 Brs 8-9 &amp; Hal 496 Brs 3 &amp; Hal 579 Brs 6-7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Halaman 195 (baris ke-15): MGA menyatu dengan Allah dan dia menjadi Allah. (Hal 696 Brs 14 &amp; Hal 700 Brs 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Halaman 197 (baris 9-21): MGA Al-Kadzdzaab mengaku sebagai Pencipta Langit &amp; Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Halaman 373 (baris 7-8): MGA Al-Kadzdzaab bebas berbuat apa saja sesuka hatinya karena sudah diampuni Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Halaman 412 (baris ke-2): MGA Al-Kadzdzaab sama dengan anak Allah. (Hal 436 Brs 2-3 &amp; Hal 636 Brs 13: bahwa MGA Al-Kadzdzaab juga sama dengan ’Arsy Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Halaman 493 (baris ke-14): MGA Al-Kadzdzaab adalah Rasul. (Hal 385 Brs 10 &amp; Hal 651 Brs 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Halaman 651 (baris ke-3): MGA Al-Kadzdzaab adalah Nabi yang belum dikenal Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Halaman 668 (baris ke-12): MGA Al-Kadzdzaab sama seperti Al-Qur'an dan akan mendapatkan Al-Furqan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Halaman 748 (baris 4-10): Selain pengikut MGA Al-Kadzdzaab adalah kafir yg boleh diculik &amp; dibunuh dengan cara sadis kapan saja &amp; dimana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Halaman 749 (baris 1-3): MGA Al-Kadzdzaab adalah Imam yang diberkahi, dan Laknat Allah atas yang mengingkarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Isi Kitab Ruhani Khazain kumpulan karangan MGA Al-Kadzdzaab 23 jilid antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Halaman 3 (baris ke-21):. Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab menyatakan kesediaan berkorban utk Penjajah Inggris. (Hal.130 : Pujian utk Inggris)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Halaman 3 (baris ke-166):. MGA Al-Kadzdzaab mewajibkan berterima-kasih kpd penjajah Inggris sbg pemerintah yg diberkahi. (Hal.373 : Doa utk Inggris).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Halaman 8 (baris ke-36):. MGA Al-Kadzdzaab mengaku sebagai Pelayan Setia  Penjajah Inggris. (Juz 15 Hal 155 &amp; 156).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Halaman 10 (baris ke-296):. MGA Al-Kadzdzaab menyatakan bahwa Nabi Isa as seorang pecandu arak / pemabuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Halaman 11 (baris ke-289):. MGA Al-Kadzdzaab menyatakan bahwa Nabi Isa as biasa berbuat keji, lancang lidah &amp; berdusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Halaman 11 (baris ke-290):. MGA Al-Kadzdzaab menyatakan bahwa Nabi Isa as tidak memiliki Mukjizat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Halaman 11 (baris ke-291):. MGA Al-Kadzdzaab menyatakan bahwa Nabi Isa as lahir dari keturunan penzina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Halaman 16 (baris ke-26):. MGA Al-Kadzdzaab menghapuskan Hukum Jihad. (Juz 17 Hal 443).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Halaman 17 (baris ke-435):. MGA Al-Kadzdzaab mengaku sebagai Pembawa Syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Halaman 18 (baris ke-207):. MGA Al-Kadzdzaab mengaku sebagai jelmaan Nabi Muhammad SAW dan sebagai Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Halaman 19 (baris ke-50):. MGA Al-Kadzdzaab mengaku sebagai  jelmaan Maryam as, lalu jelmaan Nabi Isa as. (Juz 22 Hal 351).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Halaman 22 (baris ke-154):. MGA Al-Kadzdzaab mengaku sebagai Nabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(voa-islam.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-5215963044204994317?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/5215963044204994317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/surat-habib-rizieq-untuk-sby.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/5215963044204994317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/5215963044204994317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/surat-habib-rizieq-untuk-sby.html' title='Surat Habib Rizieq untuk SBY'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-67568815116360628</id><published>2011-03-02T06:20:00.000-08:00</published><updated>2011-03-02T06:22:28.988-08:00</updated><title type='text'>Masih tentang ESQ</title><content type='html'>Pertemuan Besar di Malaysia: ESQ Mengandung Kesesatan, Seluruh Produknya Harus Ditarik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah terjadi pertemuan besar di Kuala Lumpur Malaysia, Rabu (23/2 2011) bertajuk “Penjelasan Latar Belakang Keluarnya Fatwa tentang ESQ” oleh Mufti Datuk Haji Wan Wahidi bin Wan Teh (Mufti resmi Wilayah Persekutuan Malaysia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu menghadirkan Farid Achmad Okbah dari Indonesia dan Professor Zakaria Stapa guru besar tasawuf dan pemikiran Islam dari Universiti Kebangsaan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembicaraan yang berlangsung, menurut keterangan Farid lewat telepon kemarin, dapat ditarik kesimpulan, ESQ Ary Ginanjar mengandung kesesatan dan harus diperbaiki, serta ada pengakuan. Juga harus menarik seluruh produk ESQ dari pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara itu dihadiri seribu orang lebih di antaranya para mufti dan pejabat serta kalangan akademisi, termasuk hadir pula GM ESQ Malaysia, Marhaini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ESQ (The Emotional and Spiritual Quotient) adalah sebuah lembaga training sumber daya manusia yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ESQ yang berpusat di menara 165 jalan TB Simatupang Jakarta Selatan dan digawangi oleh Ary Ginanjar Agustian, telah mentraining puluhan ribu orang dengan konsep keseimbangan antara Emosi, Spiritual dan intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesesatan ESQ Telah Dikaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan besar di Kuala Lumpur itu, menurut Ustadz Farid menirukan penuturan Mufti tersebut, menjelaskan latar belakang difatwakannya kesesatan ajaran ESQ. Dikemukakan bahwa dikeluarkannya fatwa sesat tentang ajaran ESQ itu dengan pengkajian yang teliti, bahkan paling teliti di antara fatwa-fatwa yang telah dikeluarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana ramai diberitakan sejak pertengahan tahun 2010 keluar fatwa mufti wilayah persekutuan Malaysia yang ditandatangani oleh Datuk Hj. Wan Zahidi bin Wan Teh tentang sesatnya ESQ. Difatwakan, ajaran yang dipopulerkan oleh Ary Ginanjar ini adalah ajaran sesat dan harus dihindari. Melalui kajian, akhirnya mereka memutuskan bahwa ajaran ESQ yang mengusung ide 7 Budi Utama dan bercita-cita akan menuju Indonesia Emas pada tahun 2020 ini, difatwakan sesat berdasarkan sebuah fatwa tertanggal 10 Juni 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fatwanya Mufti wilayah persekutuan Malaysia menjelaskan alasan kesesatan ESQ Ary Ginanjar, berikut ringkasan fatwanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· ESQ mendukung paham liberalisme yang menafsirkan nash-nash agama (al-quran dan sunnah) secara bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· ESQ menuduh para Nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan pencarian dan ini bertentangan dengan aqidah Islam tentang Nabi dan Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· ESQ mencampuradukkan ajaran spritual bukan Islam dengan ajaran spiritual Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· ESQ menekankan konsep ’suara hati’ sebagai rujukan utama dalam menentukan baik atau buruknya sebuah perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· ESQ menjadikan logika sebagai sumber rujukan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· ESQ mengingkari mukjizat karena dianggap tidak dapat diterima akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· ESQ menyamakan bacaan Al-fatiha sebanyak 17 kali dalam shalat dengan ajaran Bushido Jepang yang berlatar belakang ajaran Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· ESQ menafsirkan kalimat syahadat dengan “triple one”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian ringkasan singkat fatwa Mufti wilayah persekutuan Malaysia yang ditandatangani oleh Datuk Hj. Wan Zahidi bin Wan Teh yang merupakan mufti resmi wilayah persekutuan Malaysia. (erm, Selasa, 06/07/2010 17:04 WIB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia ramai dibicarakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di Indonesia belum lama ini diberitakan bahwa dua orang MUI (Majelis Ulama Indonesia) memberi sertifikat kepada ESQ dan menyebutnya sesuai syari’at. Maka di milis beredar komentar, keadaan ini mirip dengan kasus judi lotre dengan sebutan Porkas, ada tokoh MUI yang menghalalkannya. Alasannya, lotre porkas itu bukan judi karena tidak berhadap-hadapan. Yang namanya judi harus berhadap-hadapan, kilah tokoh MUI. Kemudian judi lotre itu pun marak dan diganti nama menjadi SDSB. Masyarakat pun banyak yang kedanan (tergila-gila) judi lotre itu di zaman Soeharto. Para ulama dan tokoh Islam resah. Akhirnya MUI memfatwakan, SDSB hukumnya haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus ESQ, masih ada lembaga-lembaga Islam yang mampu mengkajinya. Bahkan Dewan Dakwah telah berjanji mengkajinya. Sedang di masyarakat tersebar bukti-bukti penyimpangan ESQ, bahkan peniliti di Belanda menengarai ESQ mengambil ajaran kebatinan baru (spiritual) NAM (New Age Movement) dipadu dengan Islam, sehingga sifatnya sinkretis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku pun beredar sejumlah penyimpangan ESQ baik yang telah dideteksi lama seperti yang tercantum di buku Pangkal Kekeliruan Golongan Sesat terbitan Pustaka Nahi Munkar Surabaya/ Jakarta, dan yang penyimpangannya ditemukan baru seperti yang diuraikan di buku Lingkar Pembodohan dan Penyesatan terbitan Nahi Munkar pula. Kabarnya buku yang di antaranya mengkritisi ESQ itu akan beredar di Islamic Book Fair 2011 di Senayan Jakarta 4-13 Maret 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritikan tegas terhadap ESQ pun tanpa tedeng aling-aling, seperti berita ini:&lt;br /&gt;Ajaran ESQ Sesat dan Menyesatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Emotional and Spiritual Quotient (ESQ) yang diajarkan Ary Ginanjar Agustian selama 10 tahun belakangan ini ternyata sesat dan menyesatkan. Pasalnya, training ESQ yang sudah diikuti lebih dari 850.000 orang di Indonesia, Malaysia, Australia, Belanda dan AS dengan biaya amat mahal itu, ternyata mengandung ajaran sinkretisme, liberalisme, pluralisme dan dapat menjadikan zindiq dan kufur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka benarlah apa yang dikatakan Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia, Datuk Haji Wan Zahidi Bin Wah Teh, yang melarang ajaran ESQ Ary dikembangkan di Kuala Lumpur, Putra Jaya dan Labuan Malaysia, karena dianggap sesat dan menyimpang dari aqidah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian antara lain kesimpulan dari diskusi Forum Komunikasi Sosial dan Kemasyarakatan (FKSK) ke 58 yang diadakan di Gedung Intiland, Jakarta, Kamis (29/7). Turut berbicara KH Amin Djamaluddin (Direktur LPPI), KH Anwar Ibrahim (Ketua Komisi Fatwa MUI), Bernard Abdul Jabbar (Mantan Missionaris Kristen) dan KH Muhammad Al Khaththath (Sekjen FUI). Sedangkan Ary Ginanjar Agustian (Presdir ESQ Leadership Centre) yang sudah berkali-kali menyatakan bersedia hadir ternyata mengingkari janji dengan dalih ada undangan ke Malaysia. (Abdul Halim) Sumber: Suaraislam, Jum’at, 30 Jul 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya Malaysia lebih tegas dalam mengawal aqidah dibanding Indonesia. Sehingga yang sesat-sesat seperti Syi’ah, Islam Jamaah (LDII), dan liberal (sepilis: sekuleris, pluralis agama, dan liberalis) tidak bebas berkeliaran untuk menjajakan kesesatannya. Yang terakhir ESQ Ary Ginanjar pun difatwakan sesat oleh seorang Mufti lalu dikuatkan lagi dalam pertemuan besar tersebut. (haji).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(nahimunkar.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-67568815116360628?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/67568815116360628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/masih-tentang-esq.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/67568815116360628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/67568815116360628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/03/masih-tentang-esq.html' title='Masih tentang ESQ'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-4586067737467120665</id><published>2011-02-09T03:42:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T03:45:02.637-08:00</updated><title type='text'>ESQ tidak menyimpang?</title><content type='html'>Dalam wawancara di radio Dakta Bekasi Selasa siang tanggal 8 Februari 2011 terkait pemberian sertifikat kesesuaian syariah kepada ESQ oleh MUI pada Senin 7 Februari 2011, Ary Ginanjar menyampaikan beberapa hal di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, MUI telah melakukan kajian terhadap ESQ selama 6 bulan dan hasilnya ESQ tidak pernah melanggar aqidah, ibadah dan syariah Islam. Artinya ESQ tidak mengajarkan kesesatan dan pelanggaran terhadap syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,  Kekeliruan yang terjadi selama akibat komunikasi yang keliru bukan materi ESQ yang keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, yang terjadi selama ini adalah salah paham bukan paham ESQ yang salah.&lt;br /&gt;Keempat, ESQ dan MUI telah membentuk Dewan Penasihat Syariah ESQ yang dipimpin oleh KH. Ma’ruf Amin, Prof. Dr. Didin Hafiduddin, Prof. Dr. Utang Ranuwiharja dan Dr. Khalil Nafis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, ESQ berkomitmen untuk mendorong kebangkitan bangsa yang terpuruk akibat masalah moralitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, diakhir wawancara Ary Ginanjar mengutip ‘al-Hikmatu dhollatul mukmin,,,” ia sebut sebagai sabda Rasulullah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya yang ikut menjadi salah satu saksi pertemuan antara Ary Ginanjar Agustian dengan Ust. Farid Ahmad Oqbah, MA (Direktur Islamic Center Al-Islam Bekasi/ Narasumber Kajian Aqidah Radio Dakta 107 FM Bekasi), pada hari selasa 20 Juli 2010 pukul 18.30 - 20.00 WIB di Meeting Room DAKTA Jl. KH. Agus Salim Bekasi. Pertemuan itu terkait penjelasan atas beberapa koreksi Ust. Farid terhadap ESQ sebelumnya. Sementara hingga saat ini saya masih mendampingi kajian beliau di Dakta, tahu betul bahwa beliau tidak pernah berhenti untuk terus mengingatkan ESQ. Beliau betul-betul merasa prihatin ESQ masih belum juga kembali kepada yang haq. Saat tulisan ini dibuat beliau masih berada di Qatar, entah apa pendapat beliau apabila beliau mengetahui MUI memberikan sertifikat kesesuaian syariah kepada ESQ. Sementara beliau beranggapan masih banyak problem di ESQ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ary Ginanjar sebenarnya mengundang Ust Farid melalui sms untuk hadir dalam pertemuan antara ESQ dengan MUI tersebut. Namun karena beliau harus berangkat ke Qatar beliau tidak dapat hadir dan meminta saya untuk hadir bersama salah satu santrinya Ust. Anung Al-Hamat, Lc. sayang saya maupun beliau juga tidak dapat memenuhi permintaan Ust. Farid. Saya kira pertemuan ESQ dengan MUI adalah upaya MUI mengklarifikasi isu yang mengemuka selama ini soal penyimpangan ESQ, ternyata di luar dugaan MUI memberikan sertifikat kesesuaian syariah kepada ESQ. Entah apakah Ust. Amin Djamaluddin Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) pakar dan peneliti aliran dan paham sesat yang juga pengurus MUI Pusat terlibat atau tidak dalam persetujuan MUI bahwa ESQ sesuai syariah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saya tidak akan begitu sembrono mengomentari keputusan MUI tersebut, disamping hormat saya atas hasil pemikiran para ulama juga saya belum mendapatkan salinan keputusan itu beserta dasar-dasar pertimbangannya. Mungkin bang Asrarun Ni’am Shaleh sekretaris Majelis Fatwa MUI apabila ‘kebetulan’ membaca tulisan ini bisa berbaik hati kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ala kulli hal, dari point-point yang disampaikan Ary Ginanjar dalam wawancara tersebut saya menangkap kesan Ary Ginanjar tidak pernah merasa bersalah atau ada keyakinan bahwa ESQ tidak pernah keliru selama ini. Ini dahsyat! Ternyata ada juga manusia atau lembaga yang tidak pernah keliru apakah dari sisi aqidah, ibadah maupun syariah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Rasulullah saw bersabda dari hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik ra: “Setiap anak cucu Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang pernah berbuat salah adalah yang segera bertaubat.” (HR at-Tirmidzi bab as-shifat al-qiyamah: 2499 dan Ibn Majah bab az- zuhud: 4251).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Point pertama Ary Ginanjar menyampaikan, MUI telah melakukan kajian terhadap ESQ selama 6 bulan dan hasilnya ESQ tidak pernah melanggar aqidah, ibadah dan syariah Islam. Artinya ESQ tidak mengajarkan kesesatan dan pelanggaran terhadap syariah.&lt;br /&gt;Seperti saya katakan diatas perlulah kita mengetahui apa dasar MUI mengeluarkan keputusan itu, agar kita tidak digolongkan kepada muqallid. Jika MUI benar, saya bertaubat kepada Allah swt atas kesalahpahaman saya selama ini kepada ESQ dan mudah-mudahan Ary Ginanjar dan para pembela ESQ memaafkan saya dan memaklumi kebodohan saya selama ini. Namun, nampaknya kita perlu menunggu apa pendapat dari ulama-ulama lain, Ust Farid khususnya. Ulama sekaliber beliau yang dakwahnya sudah mendunia perlu kita dengarkan pendapatnya, sekalipun tentu beliau juga adalah manusia biasa yang bisa salah dan bisa benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Point kedua Ary Ginanjar menyampaikan, Kekeliruan yang terjadi selama ini akibat komunikasi yang keliru bukan materi ESQ yang keliru. Subhanallah, komunikasi keliru seperti apakah yang dimaksud Ary Ginanjar? Apakah karena tidak pernah mengikuti pelatihan ESQ, buktinya Ust Farid sendiri adalah alumni ESQ ke-46. Apakah karena tidak seringnya berkomunikasi, pertanyaannya komunikasi sesering apa yang bisa tidak menimbulkan miskomunikasi. Apakah karena perbedaan kapasitas ilmu dan keimanan, kalau ini pertimbangannya bisa jadi demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ary Ginanjar mengatakan bukan materi ESQ yang keliru. Lalu kenapa saat dulu Ust Farid secara gamblang mengoreksi materi-materi ESQ, Ary diam saja dan mengangguk-anggukkan kepala? Saya menangkap kesan Ary menerima masukan Ust Farid waktu itu.&lt;br /&gt;Point ketiga Ary Ginanjar mengatakan, yang terjadi selama ini adalah salah paham bukan paham ESQ yang salah. Berarti Ust Farid, Ust Amin Djamaluddin, Ust. Hartono Ahmad Jaiz, Ust. Muhammad Al-Khattath, Ust. Salimin Dani, Ust. Bernard Abdul Jabbar dan asatidzaat lainnya yang sepaham telah salah paham terhadap ESQ. Secara tidak langsung beliau-beliau ini dianggap oleh Ary Ginanjar memiliki pemahaman yang keliru dalam menimbang ESQ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Point keempat Ary Ginanjar mengatakan, ESQ dan MUI telah membentuk Dewan Penasihat Syariah ESQ yang dipimpin oleh KH. Ma’ruf Amin, Prof. Dr. Didin Hafiduddin, Prof. Dr. Utang Ranuwiharja dan Dr. Khalil Nafis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tidak ada yang bisa saya komentari dari point ini selain semoga Allah swt tetap memberikan cahaya petunjuk-Nya kepada beliau-beliau dari MUI dan para tokoh umat di atas terutama kepada saya yang jahil dan dhaif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hormat saya yang setinggi-tingginya teruntuk Ust Didin Hafiduddin yang berkenan menjadi mentor kami di Pascasarjana UIKA Bogor. Semoga ilmu yang beliau curahkan kepada kami menjadikan kami santri-santri yang hanif. Amien (maaf sedikit curhat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Point kelima Ary Ginanjar mengatakan, ESQ berkomitmen untuk mendorong kebangkitan bangsa yang terpuruk akibat masalah moralitas. Ary Ginanjar berbicara hal yang sangat bagus terkait masalah moralitas dalam wawancara tersebut dan saya sepakat dengan beliau dalam hal ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sedikit yang mengganjal, saat seseorang atau sekelompok orang yang terlalu cenderung berfokus hanya pada persoalan moralitas dan hati nurani tanpa mengindahkan aqidah dan syariah, kemungkinan terjadinya penyimpangan cukup terbuka. Apalgi jika dikaitkan dengan pergerakan the New Age Movement, freemasonry zionis yang juga untuk menutupi kesesatannya berselubung dibalik slogan-slogan moralitas dan hati nurani kemanusiaan. Tentu ini terlalu jauh atau sama sekali tidak berkaitan dengan ESQ. Wallahu A’lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Point keenam Ary Ginanjar mengutip kalimat mutiara yang ia sebut sebagai ucapan Rasulullah saw yaitu “Hikmah itu barang hilangnya orang iman di mana dia menjumpai maka orang iman yang lebih berhak atas kalimat tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalimat itu berdasarkan perkataan para ulama diantaranya Ibn Qayyim rahimahullahu dalam satu kitabnya, akan tetapi ada yang memahaminya secara marfu. Namun tidak saya temukan ‘yang shahih’ dalil yang menguatkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada hadits berbunyi : &lt;br /&gt;الكلمة الحكمة ضالة المؤمن حيثما وجدها فهو أحق بها&lt;br /&gt;Artinya : ”Adapun kalimat hikmah itu barang hilangnya orang iman di mana dia menjumpai maka orang iman yang lebih berhak atas kalimat tersebut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hadits ini lemah sekali, diriwayatkan oleh Tirmidizi (5/51) no. 2687, beliau mengisyaratkan kelemahannya sebab Ibrahim ibn Al-Fadhl Al-Makhzumi dengan berkata, ”Gharib... dan seterusnya”. Ibn Majah (2/1395) no. 4169 – ini lafazhnya, dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Lihat Ibn Hibban dalam Adh-Dhu’afa (1/104 – biografi no. 15, Ibrahim ibn Al-Fadhl Al-Makhzumi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Albani berkata, ”Dha’if jiddan” (lemah sekali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga hadits yang mirip : &lt;br /&gt;احبسوا على المؤمنين ضالتهم قالوا وما ضالة المؤمن قال العلم&lt;br /&gt;Artinya : ”Simpanan apa yang hilang dari kaum mukmin”. Para sahabat bertanya, ”Apa gerangan yang hilang dan sedang dicari kaum mukmin?”. Beliau menjawab, ”Ilmu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini maudhu (palsu), Diriwayatkan oleh Ad-Dailami (1/20), didalam sanadnya ada Ziad ibn Abi Hasan yang terbukti banyak meriwayatkan hadits-hadits palsu. Juga ada Bakr ibn Khunais seorang perawi dha’if. Lihat Silsilah Adh-Dha’ifah no. 821. &lt;br /&gt;Tampaknya kontroversi ESQ belum berakhir dengan sertifikat kesesuaian syariah yang diberikan MUI kepada ESQ. Dengan demikian akan banyak lagi ilmu dan hikmah yang mengemuka sehingga kita bisa semakin cerdas dalam beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Ust Farid senantiasa sampaikan bahwa ESQ adalah aset besar umat. Oleh karena itu harus dijaga dengan dorongan, nasehat dan masukan agar aset ini tetap terarah dan potensial untuk izzul Islam wal Muslimin. Amien&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-4586067737467120665?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/4586067737467120665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/02/esq-tidak-menyimpang.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/4586067737467120665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/4586067737467120665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/02/esq-tidak-menyimpang.html' title='ESQ tidak menyimpang?'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-9123201993181945499</id><published>2011-02-08T05:46:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T05:53:35.494-08:00</updated><title type='text'>Hadirilah Kajian remaja Islam</title><content type='html'>HADIRILAH....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian Remaja Islam Intensif I yayasan Aqidah&lt;br /&gt;Tema; "Ketika virus merah jambu itu hadir_kemanakah cinta harus berlabuh?"&lt;br /&gt;Pemateri; Wildan Hasan (Magister UIKA Bogor/ Penyiar Radio Dakta 107 FM)&lt;br /&gt;Waktu; Sabtu, 12 Februari 2011/ 15.00 WIB s/d selesai&lt;br /&gt;Tempat; Aula SDIT Aqidah Perum Graha Cikarang ds Simpangan Cikarang Utara kab Bekasi (Lemah Abang dekat RS Annisa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GRATIS u/ SMP dan SMA sederajat, peserta dapet snack, soft copy materi, door frice dan games2 menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPAT TERBATAS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-9123201993181945499?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/9123201993181945499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/02/hadirilah-kajian-remaja-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/9123201993181945499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/9123201993181945499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/02/hadirilah-kajian-remaja-islam.html' title='Hadirilah Kajian remaja Islam'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-2154096447025808504</id><published>2011-02-08T05:40:00.000-08:00</published><updated>2011-02-08T05:45:09.478-08:00</updated><title type='text'>Mohon Doa...&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;</title><content type='html'>Subhanallah....Sungguh MUSIBAH BESAR!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan alasan kesibukan - alasan yang diada-adakan - produktifitas menulis menurun.&lt;br /&gt;Harusnya tidak mencari-cari justifikasi, malas katakan saja MALAS. Huh....&lt;br /&gt;Benar kata Bang Adian; "Menulis itu tidak sulit, yang sulit adalah mulai menulis. Maka menulislah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah, mohon doa agar bisa bangkit lagi. Mohon doa agar kemampuan saya meningkat, dari menulis artikel ke menulis buku. Amien ya Rabb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma yassir amri...&gt;&gt;&gt;&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-2154096447025808504?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/2154096447025808504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/02/mohon-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/2154096447025808504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/2154096447025808504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2011/02/mohon-doa.html' title='Mohon Doa...&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-371142007080155860</id><published>2010-12-22T16:57:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T17:00:51.777-08:00</updated><title type='text'>Just About Mom...&gt;&gt;&gt;&gt;</title><content type='html'>Sesungguhnya wanita muslimah memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam dan pengaruh yang besar dalam kehidupan setiap muslim. Dia akan menjadi madrasah pertama dalam membangun masyarakat yang shalih, tatkala dia berjalan di atas petunjuk Al-Qur’an dan sunnah Nabi. Karena berpegang dengan keduanya akan menjauhkan setiap muslim dan muslimah dari kesesatan dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesesatan dan penyimpangan umat tidaklah terjadi melainkan karena jauhnya mereka dari petunjuk Allah dan dari ajaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul-Nya. Rasulullah bersabda, “Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, di mana kalian tidak akan tersesat selama berpegang dengan keduanya, yaitu Kitab Allah dan sunnahku.” (Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwaththa’ kitab Al-Qadar III)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an betapa pentingnya peran wanita, baik sebagai ibu, istri, saudara perempuan, mapun sebagai anak. Demikian pula yang berkenaan dengan hak-hak dan kewajiban-kewajibannya. Adanya hal-hal tersebut juga telah dijelaskan dalam sunnah Rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran wanita dikatakan penting karena banyak beban-beban berat yang harus dihadapinya, bahkan beban-beban yang semestinya dipikul oleh pria. Oleh karena itu, menjadi kewajiban bagi kita untuk berterima kasih kepada ibu, berbakti kepadanya, dan santun dalam bersikap kepadanya. Kedudukan ibu terhadap anak-anaknya lebih didahulukan daripada kedudukan ayah. Ini disebutkan dalam firman Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu akan kembali.” (QS. Luqman: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dalam firman-Nya, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” (QS. Al-Ahqaf: 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku bajik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari, Kitab al-Adab no. 5971 juga Muslim, Kitab al-Birr wa ash-Shilah no. 2548)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits di atas, hendaknya besarnya bakti kita kepada ibu tiga kali lipat bakti kita kepada ayah. Kemudian, kedudukan isteri dan pengaruhnya terhadap ketenangan jiwa seseorang (suami) telah dijelaskan dalam Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan menjadikan rasa kasih dan sayang di antara kalian.” (QS. Ar-Rum: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Katsir -semoga Alah merahmatinya- menjelaskan pengertian firman Allah: “mawaddah wa rahmah” bahwa mawaddah adalah rasa cinta, dan rahmah adalah rasa kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria menjadikan seorang wanita sebagai istrinya bisa karena cintanya kepada wanita tersebut atau karena kasih sayangnya kepada wanita itu, yang selanjutnya dari cinta dan kasih sayang tersebut keduanya mendapatkan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, kita bisa melihat teladan yang baik dalam masalah ini dari Khadijah, isteri Rasulullah, yang telah memberikan andil besar dalam menenangkan rasa takut Rasulullah ketika beliau didatangi malaikat Jibril membawa wahyu yang pertama kalinya di goa Hira’. Nabi pulang ke rumah dengan gemetar dan hampir pingsan, lalu berkata kepada Khadijah, “Selimuti aku, selimuti aku! Sungguh aku khawatir dengan diriku.” Demi melihat Nabi yang demikian itu, Khadijah berkata kepada beliau, “Tenanglah. Sungguh, demi Allah, sekali-kali Dia tidak akan menghinakan dirimu. &lt;br /&gt;Engkau adalah orang yang senantiasa menyambung tali silaturahim, senantiasa berkata jujur, tahan dengan penderitaan, mengerjakan apa yang belum pernah dilakukan orang lain, menolong yang lemah dan membela kebenaran.” (HR. Bukhari, Kitab Bad’ al-Wahyi no. 3, dan Muslim, Kitab al-Iman no. 160)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga tentu tidak lupa dengan peran ‘Aisyah. Banyak para sahabat, baik yang laki-laki maupun yang perempuan, menerima hadits darinya berkenaan dengan hukum-hukum agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan bahwa rumah yang penuh dengan rasa cinta, kasih dan sayang, serta pendidikan yang islami akan berpengaruh terhadap kehidupan seseorang. Dengan izin Allah seseorang yang hidup dalam lingkungan rumah seperti itu akan senantiasa mendapatkan taufik dari Allah dalam setiap urusannya, sukses dalam pekerjaan yang ditempuhnya, baik dalam menuntut ilmu, perdagangan, pertanian atau pekerjaan pekerjaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu... betapa indah dan sucinya kata ini. Kata yang membawa wanginya keramahan dan cinta kasih ke dalam jiwa, dan membuat kita merasakan kehangatan dan kemurniannya.&lt;br /&gt;Dunia Barat sekarang baru menemukan nilai mulia Ibu, sedangkan umat Islam telah berabad-abad mempercayai kedudukannya yang mulia berdasarkan ajaran Ilahi melalui Islam. Islam percaya pada nilai ibu yang luar biasa, dan telah menarik perhatian manusia melalui berbagai ungkapan dan pernyataan. Bahkan Islam menganggap bahwa mencapai tahap akhir kesempurnaan, yakni sorga, tergantung pada kerelaan Ibu. Nabi Muhammad saw bersabda, "Sorga terletak di bawah telapak kaki ibu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memuliakan kedudukan ibu, Islam tidak membatasi diri pada nasihat, perintah dan anjuran lisan. Tetapi Islam juga memandang perintah dan larangan ibu sebagai suatu kewajiban untuk dilaksanakan dalam hal-hal tertentu. Misalnya, dalam perkara yang disunnahkan Allah, tetapi berlawanan dengan larangan ibu, maka anak-anak dinasihati untuk menaati larangan ibu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang anak ingin berpuasa sunnah, atau melakukan perjalanan yang disunnahkan, tetapi ibunya melarangnya, maka wajiblah bagi si anak untuk menaati ibunya. Apabila anak itu melawan kehendak ibunya, maka bukan saja ia tidak memperoleh pahala karena amalnya itu, melainkan ia justru memperoleh dosa dikarenakan penolakannya untuk menaati ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara lain dimana perintah ibu dihormati sebanding dengan perintah Allah ialah apabila perintah Allah berlawanan dengan larangan ibu, dengan syarat bahwa perbuatan itu tidak termasuk dalam perintah yang wajib seperti shalat fardhu atau puasa Ramadhan. Misalnya dalam masalah jihad, orang yang mampu berperang harus ikut serta dalam pertempuran. Tetapi apabila seorang muda memenuhi semua persyaratan untuk pergi jihad, kecuali bahwa ibunya tidak mengizinkannya pergi (dengan syarat bahwa keabsenannya tidak membahayakan umat Islam), maka ia boleh untuk tidak ikut dalam peperangan semata-mata karena larangan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki datang kepada Nabi seraya berkata, "Wahai Nabi Allah! Saya muda dan kuat, siap bertindak dan berbakti, dan ingin sekali pergi ke medan jihad untuk kemajuan Islam! Tetapi ibu saya tidak membiarkan saya meninggalkannya untuk pergi berperang." Nabi yang mulia bersabda, "Pergilah tinggal bersama ibumu. Saya bersumpah kepada Tuhan yang memilih saya sebagai Nabi, bahwa pahala yang engkau dapatkan untuk melayaninya meskipun hanya semalam, dan membahagiakannya dengan kehadiranmu, jauh lebih besar dari pahala perang jihad selama satu tahun." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan kisah ini. Ini mengenai NILAI KSH IBU SeOrg ank yg mdpti ibu y sdg sibuk d dpur.Kmd mnuLis sst dsLbr krtas.Ibu mnrima krtas tsb&amp;mbcny Ongkos upah mbnt Ibu: -Mbntu k warung 20rb -Mjg adik 20rb -Buang sampah 5rb -Mbrskn t4 tdr 10rb -Siram bunga 15rb -Nyapu 15rb JLh:85rb SLs mbc,Ibu tsnyum,m'ambiL pena&amp;mnuLis dbLk krts: -Mngndung sLm 9 bLn-GRATIS -Jga mLm krn mjgmu-GRATIS -Airmata y mnetes krnmu-GRATIS -Kawatir mmikirkn kadaanmu-GRATIS -Mnyediakn mkn,mnum,pak.&amp;kprLuanmu-GRATIS Jmlh KsLuruhn NiLai KasihQu:GRATIS Air mt ank bLinang stLh mbcny,lalu mmeLuk ibuny&amp;bkata,"Aku Syg Ibu". Kmd dia m'ambiL pena&amp;mnuLis dsurat yg dtuLisny: "LUNAS". "Mother is the super hero in the worLd".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-371142007080155860?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/371142007080155860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/12/just-about-mom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/371142007080155860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/371142007080155860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/12/just-about-mom.html' title='Just About Mom...&gt;&gt;&gt;&gt;'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-782263387715024821</id><published>2010-12-15T19:28:00.001-08:00</published><updated>2010-12-15T19:29:01.049-08:00</updated><title type='text'>Fatwa Ulama tentang Ucapan Selamat Tahun Baru Hijriyah</title><content type='html'>Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad kepada keluarganya, para sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. Amma ba’du:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang dirahmati Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 1431 Hijriyah dan akan memasuki tahun baru hijriyah 1432, sebagian besar kaum muslimin telah mempersiapkan perayaan untuk tahun baru Islam tersebut, di antaranya dengan bertukar ucapan selamat satu sama lain maka apa kedudukan ucapan selamat tahun baru hijriyah dari sisi syar’i?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini kami mengutip beberapa fatwa ulama besar dalam seputar tahun baru:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Baz rahimahullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Bin Baz pernah ditanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pada permulaan tahun baru hijriyah, dan sebagian orang saling bertukar ucapan selamat tahun baru hijriyah, mereka mengucapkan: (setiap tahun semoga kalian dalam kebaikan), maka apa hukum syar’i terkait ucapan selamat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Bin Baz menjawab sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan  selamat tahun baru hijriyah kami tidak mengetahui dasarnya dari para Salafus Shalih, dan saya tidak mengetahui satupun dalil dari sunnah maupun Kitabullah yang menunjukkan pensyariatannya, tetapi siapa saja yang memulaimu dengan ucapan itu maka tidak mengapa kamu menjawabnya seperti itu, jika dia mengatakan: setiap tahun semoga anda dalam kebaikan maka tidak mengapa kamu menjawabnya semoga anda seperti itu kami memohon kepada Allah bagi kami dan bagimu setiap kebaikan atau semacamnya, adapun memulainya maka saya tidak mengetahui dasarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan 1:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Utsaimin pernah ditanya mengenai ucapan selamat tahun baru hijriyah dengan pertanyaan sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh yang mulia, apa hukum mengucapkan selamat tahun baru hijriyah? Dan apa kewajiban kita kepada orang yang mengucapkan selamat tahun baru hijriyah kepada kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Utsaimin menjawab sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang mengucapkan selamat kepadamu maka jawablah, tapi jangan kamu memulainya. Inilah pendapat yang benar dalam masalah ini. Seandainya seseorang mengucapkan mengucapkan selamat tahun baru kepadamu, maka jawablah: semoga Allah menyampaikan selamat kebaikan untukmu dan menjadikannya tahun kebaikan dan keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ingat, jangan kamu memulainya karena saya tidak mengetahui adanya riwayat dari para Salafus Shalih bahwa mereka dahulu mengucapkan selamat tahun baru hijriyah. Bahkan para Salaf belum menjadikan bulan Muharram sebagai awal tahun baru kecuali pada masa khilafah Umar bin Khatthab radhiyallahu anhu. (dikutip dari pertemuan bulanan ke-44 di akhir tahun 1417 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan 2:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Utsaimin juga pernah ditanya: Syaikh yang mulia, apa pendapat anda mengenai tukar menukar ucapan selamat pada awal tahun baru hijriyah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Syaikh Utsaimin menjawab sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  berpendapat bahwa memulai ucapan selamat pada awal tahun baru hijriyah tidak mengapa, namun tidak disyariatkan. Artinya, kami tidak menyatakan sunnahnya saling menyampaikan ucapan selamat tahun baru hijriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika mereka melakukannya tidak mengapa, namun sepatutnya juga apabila dia mengucapkan selamat tahun baru dengan memohon kepada Allah supaya menjadikannya sebagai tahun kebaikan dan keberkahan, lalu orang lain menjawabnya. Inilah pendapat kami dalam masalah ini yang merupakan perkara kebiasaan dan bukan termasuk perkara ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disampaikan pada pertemuan terbuka ke-93 hari Kamis, 25 bulan Dzulhijjah tahun 1415H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan 3:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan lainnya, beliau juga pernah ditanya: Apakah boleh mengucapkan selamat awal tahun baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka beliau menjawab: Ucapan selamat atas kedatangan tahun baru hijriyah tidak ada dasarnya dari perbuatan para Salafus Shalih. Maka kamu jangan memulainya, tetapi jika seseorang mengucapkan selamat kepadamu jawablah, karena ini sudah menjadi kebiasaan di tengah-tengah manusia, meskipun fenomena ini sekarang berkurang, karena sebagian orang sudah memahaminya, alhamdulillah. Padahal sebelumnya mereka saling bertukar kartu ucapan selamat tahun baru hijriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan 4:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan lainnya kepada Syaikh Utsaimin: Apa bunyi ucapan yang saling disampaikan manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab: yaitu mereka mengucapkan selamat atas datannya tahun baru, dan kami memohon kepada Allah mengampuni yang telah berlalu pada tahun kemarin, dan supaya memberikan pertolongan kepadamu untuk menghadapi masa depan atau semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan 5:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Utsaimin ditanya: Apakah diucapkan “Setiap tahun semoga kalian dalam kebaikan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab: Tidak, setiap tahun semoga kalian dalam kebaikan tidak diucapkan dalam Idul Adha maupun Idul Fitri atau di tahun baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disampaikan pada pertemuan terbuka ke-202 pada hari Kamis, 6 Muharram tahun 1420H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau pernah ditanya: Syaikh yang mulia semoga Allah memberikan anda taufik. Kebanyakan manusia saling mengucapan selamat tahun baru hijriyah. Apa hukum ucapan selamat tahun baru hijriyah, misalnya: ‘Semoga menjadi tahun bahagia,’ atau ucapan: ‘Semoga kalian setiap tahun dalam kebaikan.’ Apakah ucapan ini disyariatkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh menjawab sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ini adalah bid’ah. Ini bid’ah dan menyerupai ucapan selamat orang-orang Kristen dengan tahun baru Masehi, dan ini sesuatu yang tidak pernah dilakukan para Salaf. Selain itu, tahun baru hijriyah adalah istilah para shahabat radhiyallahu anhum untuk penanggalan muamalat saja. Mereka tidak menganggapnya sebagai hari raya dan mereka mengucapkan selamat atasnya karena ini tidak ada dasarnya. Para shahabat menjadikan tahun hijriyah untuk penanggalan muamalat dan mengatur muamalat saja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Syaikh Abdul Karim Al-Khidhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa kepada sesama muslim dengan doa umum yang lafalnya tidak diyakini sebagai ibadah dalam beberapa peringatan seperti hari-hari raya tidak mengapa, apalagi apabila maksud dari ucapan selamat ini untuk menumbuhkan kasih sayang, menampakkan kegembiraan dan keceriaan pada wajah muslim lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Aku tidak memulai ucapan selamat, tapi jika seseorang memulai dengan ucapan selamat maka aku suka menjawabnya karena menjawab ucapan selamat itu wajib. Adapun memulai ucapan selamat tidak ada sunnah yang diperintahkan dan juga bukan termasuk perkara yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari beberapa fatwa di atas dapat dipahami bahwa sebagian ulama besar membolehkan menjawab ucapan selamat saja tidak untuk memulainya, namun tidak menganggapnya perkara bid’ah yang besar karena itu adalah adat kebiasaan, bukan diyakini sebagai ibadah yang disyariatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sebaiknya kita menjelaskan kepada umat bahwa hal itu tidak ada dasarnya sehingga mereka tidak berlebih-lebihan dalam ucapan selamat tahun baru hijriyah. Karena hal itu dikhawatirkan bisa terjatuh dalam perkara bid’ah dan menyerupai kaum Nasrani sebagaimana fatwa Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kita tidak disyariatkan untuk merayakan tahun baru hijriyah seperti perayaan hari raya (ied), karena perayaan sebagai bentuk ibadah dan ibadah sifatnya tauqifiyah. Wallahu a’lam bis-shawab. [ar/voa-islam.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-782263387715024821?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/782263387715024821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/12/fatwa-ulama-tentang-ucapan-selamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/782263387715024821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/782263387715024821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/12/fatwa-ulama-tentang-ucapan-selamat.html' title='Fatwa Ulama tentang Ucapan Selamat Tahun Baru Hijriyah'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-7402400743827788611</id><published>2010-12-02T17:15:00.000-08:00</published><updated>2010-12-02T17:18:07.929-08:00</updated><title type='text'>TAHUN BARU HIJRIAH</title><content type='html'>Oleh: Ibnu Muchtar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Penetapan Tahun Hijriah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Ya’la bin Umayah menjadi gubernur di Yaman pada zaman khalifah Abu Bakar, ia pernah melontarkan gagasan tentang perlunya kalender Islam yang akan dipakai sebagai patokan penanggalan. Pada waktu itu,catatan yang dipergunakan kaum muslim belum seragam. Ada yang memakai tahun gajah (‘amul fil), terhitung sejak raja Abrahah dari Yaman menyerang Kabah (yang secara kebetulan adalah tanggal kelahiran Nabi saw.); ada yang mendasarkan pada peristiwa-peristiwa yang menonjol dan berarti yang terjadi di zaman mereka. Misalnya, tahun pertama hijrah Nabi dinamakan tahun al-Izn, karena izin hijrah diberikan  pada tahun itu. Tahun kedua disebut tahun Amr, karena pada tahun itu Allah swt. telah memberikan perintah kepada kaum muslim untuk bertempur untuk melawan kaum musyrik Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, realisasi tentang penetapan penanggalan yang dipakai oleh umat Islam barulah terjadi di zaman Khalifah Umar. Menurut keterangan al-Biruni, khalifah menerima sepucuk surat dari Abu Musa al-Asy’ari yang menjadi gubernur di Bashrah (Irak), isinya menyatakan, “Kami telah banyak menerima surat dari Amirul Mu’minin, dan kami tidak tahu mana yang harus dilaksanakan. Kami sudah membaca satu perbuatan yang bertanggal sya’ban, namun kami tidak tahu sya’ban mana yang maksud. Sya’ban sekarang atau sya’ban mendatang di tahun depan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Abu Musa rupanya dirasakan oleh Khalifah Umar sebagai sindiran halus tentang perlunya ditetapkan satu penanggalan (kalender) yang seragam, yang dipergunakan sebagai tanggal, baik dikalangan pemerintahan maupun untuk keperluan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menetapkan momentum apa yang sebaiknya dipergunakan dalam menentukan permulaan tahun Islam itu, Khalifah mengadakan musyawarah dengan semua ulama dan para tokoh muslim. Dalam pertemuan itu ada empat usul yang dikemukakan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dihitung dari kelahiran Nabi Muhammad saw.;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dihitung dari wafat Rasulullah saw.;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dihitung dari hari Rasulullah menerima wahyu pertama di gua Hira yang merupakan awal tugas risalah kenabian;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dihitung mulai dari tanggal dan bulan Rasulullah melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah (usul yang yang terakhir ini diajukan oleh Ali bin Abu Thalib).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi baik kelahiran Nabi, maupun permulaan risalah kenabian tidak diambil sebagai awal penanggalan Islam, karena tanggal-tanggal tersebut menimbulkan kontroversi mengenai waktu yang pasti dari kejadian-kejadian itu. Hari wafat Nabi juga tidak berhasil dijadikan tanggal permulaan kalender, karena dipertautkan dengan kenang-kenangan menyedihkan pada hari wafatnya. Besar kemungkinan nanti akan menimbulkan perasaan-perasaan sedih dan sendu dalam kalbu  kaum muslim. Akhirnya, disetujuilah agar penanggalan Islam ditetapkan berdasarkan hijrah Rasul dari Mekah ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapankah tepatnya beliau hijrah ke Madinah? Beragam informasi dijumpai pada kitab-kitab tarikh tentang peristiwa itu. Imam at-Thabari dan Ibnu Ishaq menyatakan, “Sebelum sampai di Madinah (waktu itu bernama Yatsrib), Rasulullah saw. singgah di Quba pada hari Senin 12 Rabi’ul Awwal tahun 13 kenabian/24 September 622 M  waktu Dhuha (sekitar jam 8.00 atau 9.00). Di tempat ini, beliau tinggal di keluarga Amr bin Auf selama empat hari (hingga hari Kamis 15 Rabi’ul Awwal/27 September 622 M. dan membangun mesjid pertama (yang disebut mesjid Quba). Pada hari Jumat 16 Rabi’ul Awwal/28 September 622 M, beliau berangkat menuju Madinah. Di tengah perjalanan, ketika beliau berada di Bathni wadin (lembah di sekitar Madinah) milik keluarga Banu Salim bin ‘Auf, datang kewajiban Jumat (dengan turunnya ayat 9 surat al-Jum’ah). Maka Nabi salat Jumat bersama mereka dan khutbah di tempat itu. Inilah salat Jumat yang pertama di dalam sejarah Islam. Setelah melaksanakan salat Jumat, Nabi melanjutkan perjalanan menuju Madinah”. (Lihat,Tarikh at-Thabari, I:571; Sirah Ibnu Hisyam, juz III, hal. 22; Tafsir al-Qurthubi, juz XVIII, hal. 98).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan di atas menunjukkan bahwa Nabi tiba di Madinah pada hari Jumat 16 Rabi’ul Awwal/28 September 622 M. Sedangkan ahli tarikh lainnya berpendapat hari Senin 12 Rabi’ul Awwal/5 Oktober 621 M, namun ada pula yang menyatakan hari Jumat 12 Rabi’ul Awwal/24 Maret 622 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari perbedaan tanggal dan tahun, baik hijriah maupun masehi, namun para ahli tarikh semuanya bersepakat bahwa hijrah Nabi terjadi pada bulan Rabi’ul Awwal, bukan bulan Muharram (awal Muharram ketika itu jatuh pada tanggal 15 Juli 622 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para sahabat sepakat menjadikan hijrah Nabi sebagai permulaan kalender Islam, timbul persoalan lain di kalangan mereka tentang permulaan bulan pada kalender itu. Ada yang mngusulkan Rabi’ul Awwal (sebagai bulan hijrahnya Rasulullah saw. ke Madinah). Namun ada pula yang mengusulkan bulan Muharram. Namun akhirnya Umar memutuskan bahwa tahun 1 Islam/Hijriah di awali dengan 1 Muharram bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622 M. Dengan demikian, antara permulaan hijrah Nabi dan permulaan kalender Islam sesungguhnya terdapat jarak sekitar 82 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa penetapan kalender Islam oleh Umar ini terjadi pada hari Rabu, dua puluh hari sebelum berakhirnya Jumadil Akhir, tahun ke-17 sesudah hijrah atau pada tahun ke-4 dari kekhalifahan Umar bin Khatab. (Lihat, tulisan Dr. Thomas Djamaluddin tentang “Kalender Hijriah” dalam buku Almanak Alam Islami, hal. 183-184, dan Makalah tentang “Konsistensi Historis-Astronomis Kalender Hijriah”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal Muasal Peringatan Tahun Hijriah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan tahun baru Islam tiap 1 Muharam baru dimulai sejak tahun 1970-an yang berasal dari ide pertemuan cendekiawan muslim di Amerika Serikat. Waktu itu terjadi fenomena maraknya dakwah, masjid-masjid dipenuhi jemaah, dan munculnya jilbab hingga kemudian dikatakan sebagai kebangkitan Islam, Islamic Revival. (Lihat, Pikiran Rakyat Online)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua latar belakang sejarah di atas dapat diambil kesimpulan bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.penetapan bulan Muharram oleh Umar bin Khatab sebagai permulaan tahun hijriah tidak didasarkan atas pengagungan dan peringatan peristiwa hijrah Nabi. Buktinya beliau tidak menetapkan bulan Rabi’ul Awwal (bulan hijrahnya Rasul ke Madinah) sebagai permulaan bulan pada kalender Hijriah. Lebih jauh dari itu, beliau pun tidak pernah mengadakan peringatan tahun baru hijriah, baik tiap bulan Muharram maupun Rabi’ul Awwal, selama kekhalifahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Peringatan tahun baru hijriah pada bulan Muharram dengan alasan memperingati hijrah Nabi ke Madinah merupakan kesalahkaprahan, karena Nabi hijrah pada bulan Rabi’ul Awwal, bukan bulan Muharram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Menyelenggarakan berbagai bentuk acara dan upacara untuk menyambut tahun baru Hijriah tidak memiliki landasan hukum yang kuat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-7402400743827788611?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/7402400743827788611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/12/tahun-baru-hijriah.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/7402400743827788611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/7402400743827788611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/12/tahun-baru-hijriah.html' title='TAHUN BARU HIJRIAH'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-6460682401536633162</id><published>2010-12-01T05:24:00.000-08:00</published><updated>2010-12-01T05:30:55.302-08:00</updated><title type='text'>SILATURAHIM PERSIS</title><content type='html'>HADIRILAH...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SILATURAHIM KELUARGA BESAR PERSIS BEKASI DAN PELANTIKAN PD/PC PERSIS &amp; PERSISTRI KOTA DAN KABUPATEN BEKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CERAMAH UMUM OLEH: UST. KH. ACENG ZAKARIA (KETUA BIDGAR DAKWAH PP PERSIS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELASA 7 DESEMBER 2010 PUKUL 08.00 - 12.00 WIB DI MASJID NURUL ISLAM ISLAMIC CENTER BEKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Terbuka untuk umum)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-6460682401536633162?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/6460682401536633162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/12/silaturahim-persis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/6460682401536633162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/6460682401536633162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/12/silaturahim-persis.html' title='SILATURAHIM PERSIS'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-456204970183067522</id><published>2010-12-01T05:22:00.000-08:00</published><updated>2010-12-01T05:23:51.751-08:00</updated><title type='text'>tidak ada racun yang aman..&gt;&gt;&gt;</title><content type='html'>Buat pengetahuan seluruh keluarga nihh.... Dari si penulis yang kerja di Baygon. Mudah2an artikel dibawah ini bisa bermanfaat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.......... Agak ragu saya menulis artikel ini karena menyangkut pekerjaan yang saya geluti. Tapi sebagai orang yang sedikit banyak tahu saya merasa berdosa bila tidak menyampaikannya. Silakan di forward bila perlu... Seberapa sering anda memakai obat nyamuk? Apa mereknya? Apa jenisnya? Ampuhkah? Berapa harganya? Itulah pertanyaan yang sering mucul tentang obat nyamuk. Tapi, berapa banyak yang bertanya: AMANKAH? Saya harus bilang bahwa saat ini boleh dibilang tidak ada satu pun obat nyamuk di Indonesia yang benar2 ampuh dan AMAN. Prinsip dasar yang harus dipahami semua orang ketika menggunakan obat nyamuk adalah bahwa zat yang dipakai itu RACUN, dan tidak ada racun yang benar2 aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedih melihat iklan2 di TV dan media lain yang menyesatkan.Tahu iklan Baygon terbaru tentang Baygon biru yang tidak bikin batuk or wanginya segar? Itu iklan yang keterlaluan dan sangat menyesatkan, karena seolah2 dengan menggunakan Baygon biru kita boleh tetap berada di ruangan saat penyemprotan terjadi.. Saya sudah protes Intern tapi tidak serius ditanggapi. Baygon mengandung 2 racun utama, yaitu Propoxur dan transfluthrin. Propoxur adalah senyawa karbamat (senyawa antaranya, MIC, pernah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan kerusakan syaraf ratusan ribu orang lainnya dalam kasus Bhopal di India) yang telah dilarang penggunaannya di luar negri karena diduga kuat sebagai zat karsinogenik. Sedangkan transfluthrin relatif aman hingga saat ini. Saya pernah kerja di pabrik propoxur for more than 1.5 years so I know much about this. Saya juga pernah "mabuk" propoxur karena menyentuhnya dengan tangan yang sudah menggunakan sarung tangan... 7 hari panas dingin gak keruan. Kalau yang lain bagaimana? HIT yang promosinya sebagai obat nyamuk ampuh dan murah memang benar, bahkan sedikit lebih ampuh dari Baygon, tapi sangat berbahaya karena bukan hanya menggunakan Propoxur, tapi juga DDVP atau dichlorvos-zat turunan chlorine yang sejak puluhan tahun dilarang penggunaannya di dunia. Murah tapi berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih mana? Sedangkan obat nyamuk lain seperti Baygon tutup hijau, Vape, Raid dan Mortein memang non-propoxur dan non-DDVP, tapi keampuhannya sangat diragukan. Mereka hanya efektif melawan nyamuk Aedes, tapi berantakan saat melawan nyamuk Culex sp (ini nyamuk malam yang sering gangguin kita). Wangi pada obat nyamuk aerosol maupun semprot semestinya justru menjadi indikasi bahwa kita tidak boleh berada di ruangan tsb selama bau masih tercium, kurang lebih selama 1 jam... Obat nyamuk tipe lain bagaimana? Sama saja. Obat nyamuk bakar jelas menghasilkan asap dan racun, jenis electrik pun tetap menghasilkan racun (HIT bahkan menggunakan propoxur untuk obat nyamuk elektriknya) ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunanaan obat nyamuk dengan cara dibakar atau dengan listrik harus dalam ruangan dengan sirkulasi udara yang baik, tidak boleh dalam ruangan tertutup karena racun dan asap yang dihasilkan akan mengurangi proporsi kandungan oksigen dalam ruangan. Kalau reppelent atau penolak nyamuk seperti Autan, Sari Puspa/Soffell, atau Lavender gimana? For your info: Ketiganya mengandung racun bernama Diethyltoluamide atau DEET. DEET ini sangat korosif, Autan tidak dapat disimpan dalam wadah plastik PVC atau besi karena dalam hitungan minggu akan mengikis lapisannya. Bayangkan bila itu kena kulit kita? Jadi, sekali lagi telah terjadi pembohongan publik lewat iklan anti nyamuk yang lembut bagi kulit. Mana mungkin zat yang jelas2 merusak kulit dapat merawat kulit. Bahkan setelah ditambahi embel2 menggunakan Aloe Vera atau zat pelembab lain, tetap saja berbahaya. Jangan gunakan pada kulit yang sensitif atau anak di bawah usia 2 tahun. Jadi, gimana? Back to nature, kalau malam pakai kelambu. Kalau siang pakai tangan or raket listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat nyamuk hanya digunakan bila gangguan memang sudah tak terkendali atau melebihi batas toleransi dan GUNAKAN DENGAN CARA YANG AMAN... Jangan pernah berfikir racun itu aman... Beberapa memang ampuh. Tapi tak ada yang benar2 aman... Pilihlah yang efek racunnya paling kecil. Jika sekadar untuk mengendalikan (bukan membasmi, sebab kalau nyamuk habis, maka selesai pulalah pekerjaan orang2 seperti saya) nyamuk, maka pilihan terbaik adalah Baygon Tutup hijau (racunnya transfluthrin dan Cyfluthrin) Vape or Mortein. Kalau perlu mengendalikan kecoa, maka Baygon selain tutup hijau dan Mortein adalah pilihan terbaik. Kalau obat nyamuk bakar sih hampir sama semua... Obat nyamuk elektrik pilihannya ada pada Baygon or Vape. Sedangkan lotion penolak nyamuk antara Sari Puspa or Autan (kandungan DEET 13 dan 12.5, sedangkan Lavender hingga 15). Semuanya terserah anda ...........(gtk*(gtk*(gtk*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-456204970183067522?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/456204970183067522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/12/tidak-ada-racun-yang-aman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/456204970183067522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/456204970183067522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/12/tidak-ada-racun-yang-aman.html' title='tidak ada racun yang aman..&gt;&gt;&gt;'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-147188820524679624</id><published>2010-10-26T05:27:00.000-07:00</published><updated>2010-10-26T05:28:43.014-07:00</updated><title type='text'>Dosa-Dosa Politik Soeharto</title><content type='html'>Pro kontra pemberian gelar pahlawan nasional kepada Jenderal Soeharto tetap berlanjut.  sejumlah elemen masyarakat menyatakan sikap menolak dengan tegas rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto dengan alasan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan tersebut didasarkan kepada sejumlah pertimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, selama berkuasa lebih kurang 32 tahun Suharto tercatat sebagai salah satu penguasa nomor wahid yang paling banyak memiliki catatan pelanggaran HAM di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa peristiwa pelanggaran HAM yang  menjadi tanggung jawab Soeharto, antara lain, Tragedi Politik 65, yang memakan jutaan korban tak berdosa, tragedi kebijakan pembangunan dengan penggusuran rakyat (misalnya Kedungombo), politik pengekangan kebebasan mahasiswa, peristiwa Timor Timur, Talangsari, Penembakan&lt;br /&gt;Misterius (Petrus), Tanjung Priok, DOM di Aceh, sampai dengan Tragedi Mei 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai praktik pelanggaran HAM tersebut, sampai akhir hayatnya, tidak pernah&lt;br /&gt;dipertanggungjawabkan Suharto baik secara politik maupun secara hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu artinya masyarakat korban politik Suharto sampai saat ini tidak pernah mendapatkan kebenaran, pemulihan, dan keadilan. Dengan kata lain, Soeharto tidak memiliki prasyarat dasar sebagai  Pahlawan, yakni pemimpin yang bersih dan bertanggung jawab. Sebaliknya, Soeharto adalah pemimpin politik yang tangannya penuh lumuran darah rakyat yang ditindasnya. Kalaupun Soeharto disebut memiliki sejumlah jasa kepada republik ini, jasa-jasa tersebut  tidak bisa menghapus&lt;br /&gt;dosa-dosa politik yang dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,  Ketetapan MPR RI No.XI/MPR/1998 tanggal 13 November 1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN, masih berlaku, dan pasal 4 berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme harus dilakukan secara tegas terhadap siapa pun juga, baik pejabat negara, mantan pejabat negara, keluarga dan kroninya maupun pihak swasta/konglomerat termasuk mantan presiden Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu upaya menetapkan Soeharto sebagai pahlawan nasional&lt;br /&gt;bertentangan dengan ketetapan MPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kebijakan pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto bukan prioritas politik saat ini dan ke masa yang akan datang. Kebijkan politik dan hukum prioritas yang dibutuhkan saat ini dari Rezim SBY-Boediono adalah meluruskan sejarah tragedi politik 65, mengungkap kebenaran, serta mewujudkan keadilan dengan memulihkan&lt;br /&gt;hak-hak sipil politik dan hak ekonomi sosial budaya para korban politik Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Suharto tercatat sebagai pemimpin politik nomor satu paling&lt;br /&gt;korup di Dunia (Global Stolen Asset Recovery Initiative, United&lt;br /&gt;Nations, 2005), sama dengan peringkat hasil penelitian Transparency&lt;br /&gt;International, tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, pemberian gelar kepahlawanan kepada Jenderal Soeharto,&lt;br /&gt;seorang diktator dan pemimpin politik paling korup akan menjadi cacat&lt;br /&gt;sejarah bagi pemerintahan SBY/Budiono. Partai politik, yang sedang&lt;br /&gt;berkuasaa saat ini, akan ditagih oleh generasi mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cacat dan luka terberat justru dialami oleh rakyat Indonesia sebab rakyat&lt;br /&gt;akhirnya termanipulasi oleh para penguasa culas dengan pemberian gelar&lt;br /&gt;kepahlwanan kepada sang diktator dan pemimpin paling korup di dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-147188820524679624?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/147188820524679624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/10/dosa-dosa-politik-soeharto.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/147188820524679624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/147188820524679624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/10/dosa-dosa-politik-soeharto.html' title='Dosa-Dosa Politik Soeharto'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-9033591058619079862</id><published>2010-10-26T05:25:00.000-07:00</published><updated>2010-10-26T05:27:23.113-07:00</updated><title type='text'>Foke, ternyata bukan ahlinya!</title><content type='html'>“Serahkan Pada Ahlinya”, begitulah slogan dari pasangan calon gubernur Fauzi Bowo dan Prijanto saat pilkada Jakarta beberapa tahun yang lalu. Fauzi Bowo; yang sudah sekian tahun berpengalaman di jajaran pejabat DKI Jakarta; tampaknya cukup percaya diri menyebut dirinya ahli dalam menangani masalah-masalah yang menggunung di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar mengingatkan, masalah-masalah di Jakarta begitu berderet-deret seperti maalah kemacetan, transportasi massal, derasnya urbanisasi, persampahan, perumahan kumuh, lingkungan hidup dan ancaman banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata mayoritas rakyat Jakarta dalam alam bawah sadarnya masih menganut konsep Ratu Adil atau Satria Piningit sehingga ketika Fauzi Bowo menyatakan diri sebagai ahli masalah Jakarta serentak mayoritas mendukungnya sebagai gubernur DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti bahwa mayoritas rakyat Jakarta percaya bahwa Fauzi Bowo-lah solusi atas masalah di Jakarta ini. Entah, janji dan slogan itu apakah sudah terpenuhi sekarang, hanya rakyat Jakarta yang bisa menilai dan merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian masalah, tradisi banjir adalah salah satu masalah serius bagi warga Jakarta. Harap maklum saja karena Jakarta memang berada di bawah permukaan air laut, seperti negeri Belanda sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, Jakarta kerap diguyur hujan. Hujannya sangat awet pula, sehingga pada puncaknya sempat membuat Jakarta lumpuh. Seperti tadi malam, hampir semua wilayah di kota yang sangat padat kendaraan ini macet total.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah banjir dan macet agaknya tidak bisa lepas di ibu kota. Musibah ini sepertinya benar-benar tidak bisa diatasi. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pun sampai kini dinilai oleh banyak kalangan belum melakukan hal yang berarti menyelesaikan masalah krusial ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di musim kampanyenya pada pilkada beberapa tahun lalu, Foke, selalu dengan mantap tanpa ragu menyerukan slogan “Serahkan pada Ahlinya”. Di hadapan khayalak dan rakyat dia berteriak meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya bahwa, masalah banjir, kemacetan, pengangguran, kekerasan, premanisme, kemiskinan, dan lain-lain, serahkanlah kepada Foke. Fokelah ahlinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pertanyaannya kemudian, apa yang sudah dilakukan oleh Foke? oleh Prijanto? Faktanya, banjir dan macet bahkan semakin tak tertahankan di hampir semua titik di Jakarta. Maka slogan “Serahkan pada ahlinya”, masihkah ada artinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foke malah menyalahkan hujan yang turun terus menerus. Celaka, pemimpin apa yang telah kita pilih ini? Menyalahkan hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari, Rasulullah saw mengatakan; “Idzaa wussidal amru ilaa ghoiri ahlih, fantadziris saa’ah! ‘Apabila suatu perkara diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, jika yang terjadi adalah banjir terus menerus menerjang Jakarta tanpa ada penanggulangan yang berarti, apakah benar-benar warga Jakarta menyerahkan urusan kepada ahlinya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-9033591058619079862?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/9033591058619079862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/10/foke-ternyata-bukan-ahlinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/9033591058619079862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/9033591058619079862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/10/foke-ternyata-bukan-ahlinya.html' title='Foke, ternyata bukan ahlinya!'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-5571866222002594739</id><published>2010-10-13T18:52:00.000-07:00</published><updated>2010-10-13T18:56:13.464-07:00</updated><title type='text'>FITNAH KEJI ITU TERJADI DI ITB</title><content type='html'>Pesan ini masuk ke akun saya malam Selasa 11 Okt 2010;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirahmanirahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalkan saya …… mahasiswa …….. ITB semester ... Alumni ………………………………... Kemarin hari ahad, 10-10-10. di ITB kami mahasiswa Seni Rupa ITB mengadakan momen 4 tahunan Pasar Seni ITB yang ke-10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kaget sekali ketika ada patung 3 Mojang mejeng yang sebelumnya dipasang di Bekasi Barat. patung itu dipasang tepat di spot strategis acara tersebut. Saya dan kawan-kawan mahasiswa dari unit Keluarga Mahasiswa ………….. serta Keluarga Mahasiswa Seni Rupa (KISR-ITB), benar2 tdk tw patung itu akan ditampung disana. Bahkan ketua pelaksana pun tidak dapat mencegahnya, karena yang berwenang saat itu adalah dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya lebih kaget lagi adalah ada foto Pemuda PERSIS Bekasi yang sedang berdemo, dipasang dengan spanduk besar melintang di acara tersebut. Saya sangat risih dengan kata-kata yang disebutkan di dalam spanduk tersebut, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Patung ini dibongkar paksa oleh pemkot Bekasi atas desakan dari sekelompok kecil ormas Islam dengan dalih yang tidak jelas. Apakah kekuasaan Negara dapat diombang-ambingkan oleh kekuasaan Premanisme di negeri ini?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana saya benar2 tdk enak hati, seolah-olah Islam lah yang disalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan ini tidak lain, kami sebagai Mahasiswa Muslim di ITB ingin tau lebih lanjut peristiwa sebenarnya yang terjadi dengan kasus 3 Mojang ini. Dan saya harap dengan peristiwa baru di acara Pasar Seni ini, Kita sebagai Muslim tidak langsung Agresif menyalahkan acara tersebut. Saya yakin kita sudah faham dengan tidak berdosanya orang yang tidak memiliki ilmunya. Kita sebagai Muslim insya Allah bisa menghargai seni. Dan kami disini sedang berusaha membuat Seni yang bisa menghargai Islam. Dengan adanya thagut di acara tersebut tdk mnjadikan acara tsb jelek. Kami disini pun sudah mengupayakan semaksimal mungkin agar segala sesuatu yg bersifat tdk menghargai Islam supaya tidak di pajang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami dsni masih berupaya berjihad mendidik saudara2 kami yang BELUM memahaminya agar dapat saling menghargai. karena dunia Islam dan Seni benar2 dunia yang berbeda, Seni bukanlah suatu agama, sehingga mereka yg bergelut dibidangnya bisa secara bebas mengartikannya. Dan tentu saja seniman tidak semuanya Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya faham bahwa seni yang baik adalah seni yang bisa disimpan pada tempatnya, jika 3 Mojang itu disimpan di Vihara, ya tentu kita bisa bertoleransi, namun kalau sdh dipajang di sebuah Kota yang notabene berpenduduk Muslim, saya juga pastinya mendukung dengan penggusuran patung tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kedepannya tidak terjadi lagi peristiwa seperti ini lagi. Insya Allah dengan pendidikan, orang akan lebih memahami dan menerima dibanding sengan sikap frontal yang hanya akan menyebabkan kita DISANGKA bergerak tanpa dasar dan dalih yang tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saudara2 kita bisa membuka hati dan menerima hidayah Allah, Amin ya rabbal `Alamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakumullah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Saya (Pemuda Persis Bekasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Alaikumussalam wr wb...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jazakallah khair atas infonya kang ……. Ini betul2 mengejutkan sekaligus mengerikan karena mereka telah menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah patung 3 mojang sebenarnya adalah kasus intoleransi kaum minoritas kristiani di Bekasi. Mereka gencar melakukan kristenisasi di Bekasi dengan salah satu simbolnya patung 3 mojang (3 Bunda Maria) itulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau boleh, harap dikirimkan foto patung dan gambar saya tsb kalau ada, agar bisa saya tindak lanjuti. Foto saya tsb sebenarnya bukan foto saat mendemo patung itu, tapi saat mendemo pemotongan ilegal anjing dan babi di daerah tambun Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga tidak tahu kenapa patung itu tiba2 berada di sana. Karena kabarnya dulu akan dibawa ke jogja. Patung itu sendiri berdiri tanpa izin dari pemkot Bekasi. Jadi bukan semata-mata persoalan patung itu adalah simbol kristenisasi di Bekasi, tetapi pendiriannya tanpa izin sehingga dirobohkannya oleh aparat pemkot sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya tidak benar apa yang tertulis dalam spanduk tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga sepakat bahwa seni diakui dalam Islam, bahkan dihargai selama tidak menyalahi nilai-nilai syariat dan tidak melanggar kepatutan legal law.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memandang ada konspirasi keji yg dilakukan pihak/oknum ITB/dosen atas keberadaan patung itu di sana. Sekaligus merupakan penghinaan kepada masyarakat Bandung yang terkenal religius. Seharusnya antum dan kawan2 aktivis Islam tidak boleh tinggal diam. Karena saya perkirakan keberadaan patung itu di sana adalah ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intanshurullah yanshurukum wa yusabbit aqdaamakum!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum wr wb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-5571866222002594739?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/5571866222002594739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/10/fitnah-keji-itu-terjadi-di-itb.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/5571866222002594739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/5571866222002594739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/10/fitnah-keji-itu-terjadi-di-itb.html' title='FITNAH KEJI ITU TERJADI DI ITB'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-4153154196194456997</id><published>2010-09-28T05:53:00.000-07:00</published><updated>2010-09-28T05:55:03.504-07:00</updated><title type='text'>IDE PLURALISME ITU PALSU !</title><content type='html'>Judul tulisan saya ini diambil dari penggalan kalimat dalam Buletin Dakwah yang diterbitkan oleh Hizbut Tahrir Indonesia edisi 523 Tahun XVI. Memang cukup provokatif, tetapi saya mengerti sekali mengapa kalimat tersebut muncul. Ada sejumlah data maupun bukti empiris yang membuktikan ide pluralisme itu palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa aktivis pluralisme, kelompok liberal, termasuk tokoh agama non-muslim mempolitisir kasus yang dianggap mengganggu kebebasan menjalankan ibadah. Mereka itu tidak mengerti akar permasalahan mengapa sejumlah orang, kebetulan mayoritas umat Islam, yang dianggap sebagai “pengganggu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivis pluralis, kelompok liberal, maupun tokoh agama non-muslim tersebut sesungguhnya kelompok minoritas. Mereka itu mencoba mempropagandakan kezaliman umat Islam, seolah umat Islam tidak toleran atau tidak menghargai kebebasan beragama. Apakah mereka tahu akar permasalahannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda tahu akar permasalahan kasus kampung Ciketing, Kecamatan Mustika Jaya, Bekasi, tempat dimana terjadi bentrokan antara jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan warga, pasti Anda tidak akan menuduh Front Pembela Islam (FPI) sebagai dalang kerusuhan. Maaf, saya bukan anggota FPI, lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Monas I Juni 2008 saat terjadi bentrokan antara kelompok AKKBB dan umat Islam dalam rangkaian pelanggaran yang dilakukan oleh kelompok Ahmadiah juga dipolitisir sebagai isu tidak menghargai kebebasan beragama. Apakah Anda umat Islam benar-benar tahu Ahmadiah? Bagi kaum pluralis, kelompok liberal, maupun tokoh agama non-muslim, tak akan peduli Ahmadiah itu aliran Islam atau sesat atau mensekutukan Allah. Yang mereka tahu kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai umat Islam akan dibuat pusing dengan isu-isu pluralisme ini. Apalagi media-media sekarang juga cenderung liberal. Mereka dengan berbagai cara memprovokasi. Di buletin tersebut mencontohkan artikel “Romo Benny: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Pelaku Kekerasan” (Detik.com) atau “Kebebasan Beribadah Terancam” (Media Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda? Kepala Litbang Departemen Agama, Atho Mudzar mengungkap, sejak 1977 sampai 2004, pertumbuhan rumah ibadah Kristen malah lebih besar dibandingkan dengan masjid. Rumah ibadah umat Islam pada periode itu meningkat hanya 64,22 persen, sementara gereja Kristen Protestan meningkat 131,38 persen dan gereja Kristen Katolik meningkat hingga 152 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, data-data tersebut baru saya tahu. Jadi saya pikir mana yang disebut tidak menghargai kebebasan beribadah ya? Tapi itulah media yang selalu tidak mau mengungkap fakta. Begitu hebatnya aktivis pluralis, kelompok liberal, maupun tokoh agama non-muslim menyimpan data itu dan lebih menonjolkan sisi kriminal, sehingga orang awam seperti saya terkontaminasi dengan isu pluralisme. Jadi tidak salah kalau Hizbut Tahir Indonesia dalam buletin dakwahnya mengeluarkan pernyataan: Ide Pluralisme itu Palsu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-4153154196194456997?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/4153154196194456997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/09/ide-pluralisme-itu-palsu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/4153154196194456997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/4153154196194456997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/09/ide-pluralisme-itu-palsu.html' title='IDE PLURALISME ITU PALSU !'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-7296651261741738329</id><published>2010-09-21T20:33:00.000-07:00</published><updated>2010-09-21T20:37:30.120-07:00</updated><title type='text'>Siapakah Damien Dematra dan Gerakan Peduli Pluralisme (GPP)?</title><content type='html'>Saya mengenal nama Damien Dematra dan Gerakan Peduli Pluralismenya sekitar sebulan yang lalu saat FPI bersama  GPP di Jakarta, pada Jumat malam (20/08) pukul 21.30 sampai dengan dini hari 01.15 melangsungkan pertemuan tertutup antara Koordinator Gerakan Peduli Pluralisme (GPP), Damien Dematra dengan Habieb Rizieq (Ketua Umum FPI) di markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan. Dalam pertemuan ini hadir juga empat petinggi FPI lainnya (perwakilan Dewan Syuro, Sekjen, Wakil Sekjen, dan Ketua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya agak kaget tatkala menyaksikan FPI bergandengan dengan GPP, pertanyaan yang menggelayut adalah apakah FPI tidak tahu soal pluralisme. Ah..mustahil. Bagaimana mungkin Ust. Habib Ridzieq tidak tahu sementara beliau kalau tidak salah sedang menyelesaikan disertasi doktoralnya di Malasyia tentang pemikiran Islam atas dorongan kawan-kawan INSIST terutama Dr. Adian Husaini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan GPP dan FPI itu menghasilkan beberapa kesepakatan yang diantaranya adalah: &lt;br /&gt;bahwa ada kesamaan platform konsep pluralisme antara GPP dan FPI, di mana pluralisme yang dianut kedua belah pihak adalah pluralisme sosial dan bukan pluralisme agama, yang artinya adalah tidak ada penyamarataan agama dan setiap orang menghargai kemajemukan atau ke-bhinneka-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, benarkah? Saya pikir FPI tidak akan gegabah untuk begitu saja membelakangi FATWA HARAM MUI tahun 2005 tentang Pluralisme yang menyebutkan ada perbedaan antara pluralisme dan pluralitas bahwa;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relative; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga. Sementara Pluralitas agama adalah sebuah kenyataan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu seyogyanya jika yang dimaksud dengan pluralisme itu adalah tidak ada penyamarataan agama dan setiap orang menghargai kemajemukan atau ke-bhineka-an, maka lebih tepat disebut dengan istilah pluralitas bukan pluralisme sosial. Sekalipun disebut tidak ada penyamarataan agama, saya pikir ini masih umum dan mengambang. Karena bisa jadi yang dihati dengan yang dilisan berbeda. Kenapa? Bisa anda cek ke pemikiran-pemikiran tokoh-tokoh yang menjadi rujukan dan idola Damien dan GPPnya. Apakah Gus Dur dan kawan-kawan di Wahid Institute dan Ma’arif Institute akan mau menyebut bahwa hanya mereka dan agama mereka saja yang benar. Tidak akan. Apakah juga mereka akan tega menyebut bahwa para pemrakarsa dari kalangan agama lain pasti masuk neraka kalau tidak kembali kepada agama yang haq (Islam). Apakah mungkin GPP akan berbeda pemahaman pluralismenya dengan tokoh-tokoh yang justru menjadi dasar berdirinya GPP?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, sesuai dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki; pluralisme adalah ideologi asing sebagaimana democracy, humanism, liberalism, dsb yang tidak bisa dimaknai seenaknya saja. Sayangnya seringkali pluralisme dipahami secara simplistis sebagai toleransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan bahwa “pluralisme agama adalah toleransi agama” adalah anggapan subyektif yang jelas-jelas ditolak oleh para pakar dan penganjur pluralisme sendiri. Seperti Diana L. Eck dalam “What is Pluralism?”, Albert Dondeyne dalam “faith and the World” dan Arnold Toynbee dalam “An Historian’s Approach”, yang memiliki pandangan miring terhadap toleransi. Pendapat-pendapat mereka dapat disimpulkan bahwa pluralisme itu lebih dari sekedar toleransi, menurut mereka seorang pluralis perlu melampaui toleransi menuju pemahaman yang konstruktif. Yakni jika hanya sekedar saling memahami dan menghargai maka toleransi adalah kebaikan yang menipu dan sebuah eksfresi ketidak toleranan yang sistematis. Dalam Istilah lain, toleransi dengan begitu hampir sinonim dengan intoleransi yang moderat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu bagi kalangan pluralis sejati, pluralisme tidak hanya sekedar kesetaraan dalam hak politik, sosial dan ekonomi semata. Tetapi lebih kepada “kesamaan’ dan “kesetaraan” dalam segala hal, termasuk “beragama”. Dimana setiap pemeluk agama harus memandang kebenaran yang sama pada semua agama dan pemeluk-nya. Hal inilah yang selama ini disalah pahami oleh kalangan pluralis di Tanah Air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memandang, apapun dalih GPP bahwa pluralismenya adalah pluralisme sosial sementara GPP lahir dari kecintaan terhadap pemikiran-pemikiran liberalnya Gus Dur, Syafii Ma’arif dan sebangsanya. Sangat diragukan bahwa pluralisme yang dimaksud adalah pluralisme sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah data-data terkait Demain Dematra dan Gerakan Peduli Pluralismenya yang saya copas dari www.damiendematra.com dan www.gerakanpedulipluralisme.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROFIL&lt;br /&gt;Damien Dematra adalah seorang novelis, penulis skenario, sutradara, produser, fotografer internasional, dan pelukis. Ia telah menulis 62 buah novel dalam bahasa Inggris dan Indonesia, 57 skenario film dan TV series, dan memproduksi 28 film dalam berbagai genre, di antaranya Obama Anak Menteng. Sebagai fotografer, ia memperoleh dua gelar tertinggi fotografi: Fellowship di bidang Portraiture dan Art Photography dari Master Photographer Association, dan berbagai penghargaan internasional, di antaranya International Master Photographer of the Year. Sebagai pelukis, Damien Dematra telah menghasilkan 365 karya lukis yang diselesaikan dalam waktu 1 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel-novel yang telah diterbitkan dalam bahasa Indonesia adalah: Yogyakarta, Obama dari Asisi, Si Anak Panah, Ketika Aku Menyentuh Awan, Obama, Anak Menteng, Si Anak Kampoeng, sebuah novel yang diangkat berdasarkan kisah nyata Buya Syafii Maarif, Sejuta Doa untuk Gus Dur, Sejuta Hati untuk Gus Dur, Ternyata Aku Sudah Islam, novel yang terinspirasi kisah nyata grup musik Debu, Demi Allah, Aku Jadi Teroris, Tuhan, Jangan Pisahkan Kami, Soulmate-Belahan Jiwa, Angels of Death-Kumpulan Kisah Malaikat Maut, If Only I Could Hear-Kisah Suara Hati. Dua buah novel lainnya yang menggunakan nama lain adalah: Tarian Maut (Katyana) dan Ku Tak Dapat Jalan Sendiri (Mark Andrew).&lt;br /&gt;Novelnya yang segera diterbitkan oleh Gramedia adalah Kartosoewirjo: Pahlawan atau Teroris? sebuah novel sejarah, Demi Allah, Anakku Jadi Teroris ( akan difilmkan) dan Mama, Aku Harus Pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damien Dematra adalah penggagas dan koordinator nasional Gerakan Peduli Pluralisme yang dicetuskan pada Februari 2010 untuk memberi apresiasi terhadap perjuangan pluralisme Buya Ahmad Syafii Maarif dan Gus Dur, para guru bangsa. Gerakan ini dapat diakses di: www.gerakanpedulipluralisme.com.&lt;br /&gt;Facebook: Damien Dematra &lt;br /&gt;E-mail: damiendematra@gmail.com (damiendematra.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GERAKAN PEDULI PLURALISME&lt;br /&gt;Gerakan Peduli Pluralisme (GPP) adalah gerakan yang lahir pasca wafatnya Gus Dur, tanggal 11 Februari 2010, di PP Muhammadiyah Jakarta, bersamaan dengan diluncurkannya novel Si Anak Kampoeng yang diinspirasikan kisah hidup Buya Ahmad Syafii Maarif. GPP merupakan apresiasi terhadap perjuangan pluralisme Gus Dur dan Buya Ahmad Syafii Maarif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damien Dematra yang adalah penulis novel-novel Gus Dur dan Buya Syafii Maarif, dalam pidatonya mencetuskan ide gerakan ini dan langsung mendapat dukungan spontan dari mereka yang hadir, antara lain Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, Sofyan Wanandi, Bachtiar Effendi, Mgr. I. Suharyo, Sudhamek AWS SE, SH, Prof. Drs. H. Abdul Malik Fadjar, M.Sc., Pdt. Dr Andreas. A. Yewangoe, Yahya Muhaimin, Romo Franz Magnis Suseno, Sofjan Wanandi, Hajriyanto Y Thohari, St Sularto, Dr. Rizal Sukma, Dr. M Syafi'i Anwar, Eddie Lembong, dan tokoh-tokoh lainnya yang hadir dalam acara itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damien Dematra kemudian menghubungi para tokoh masyarakat yang tidak menghadiri peluncuran novel tersebut untuk mengajak bergabung. Ia memperoleh antusiasme tinggi dan dukungan dari mereka, dan mereka menyatakan kesediaan sebagai pemrakarsa. Para tokoh ini antara lain adalah KH. A. Mustafa Bisri, MA, Dr. KH. Said Agil Siroj, KH. Masdar Farid Masudi, Anita Wahid, Bikkhu Pannyavaro Mahathera, Mgr. Johannes Pujasumarta, Budi Tanuwibowo, Hj. Aisyah Hamid Baidlowi Wahid, Umar Wahid, Drs. Nyoman Udayana Sangging, SH, MM, Dr. KH. Nuril Arifin. HSN, MBA, Romo Mudji Sutrisno SJ, KH. M Yusuf Chudlori, Franky Sahilatua, Mohamad Sobary, Pdt. Gomar, dan lain-lainny dengan total 61 tokoh nasional sebagai pemrakarsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Peduli Pluralisme memiliki visi menciptakan kesadaran dan kepedulian terhadap pluralisme dalam masyarakat khususnya pada generasi penerus, dan membawa misi menjadikan pluralisme sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat. Program tahun 2010 yang akan dijalankan Gerakan Peduli Pluralisme ini, adalah: mengadakan forum diskusi tentang pluralisme secara berkala, mengadakan perlombaan esai tentang pluralisme di lingkungan masyarakat lokal, mengadakan perlombaan menggambar tentang pluralisme, membuat iklan layanan masyarakat untuk mensosialisasikan peduli pluralisme, bekerjasama dengan gramedia menerbitkan buku buku tentang pluralisme, membuat film dokumenter tentang pluralisme, mengumpulkan satu juta pendukung gerakan peduli pluralisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi&lt;br /&gt;Menciptakan kesadaran dan kepedulian terhadap pluralisme dalam masyarakat khususnya pada generasi penerus. &lt;br /&gt;Misi&lt;br /&gt;Menjadikan pluralisme sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat.  (Naudzubillah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan Visi Misi FPI&lt;br /&gt;VISI &amp; MISI&lt;br /&gt;Sesuai dengan latar belakang pendiriannya, maka FPI mempunyai sudut pandang yang menjadi kerangka berfikir organisasi ( visi ), bahwa penegakan amar ma´ruf nahi munkar adalah satu-satunya solusi untuk menjauh-kan kezholiman dan kemunkaran. Tanpa penegakan amar ma´ruf nahi munkar, mustahil kezholiman dan kemunkaran akan sirna dari kehidupan umat manusia di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FPI bermaksud menegakkan amar ma´ruf nahi munkar secara káffah di segenap sektor kehidupan, dengan tujuan menciptakan umat sholihat yang hidup dalam baldah thoyyibah dengan limpahan keberkahan dan keridhoan Allah ´Azza wa Jalla. Insya Allah. Inilah misi FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Visi Misi FPI adalah penegakan amar ma´ruf nahi munkar untuk penerapan Syari´at Islam secara káffah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara apakah GPP, Gus Dur, Syafii Ma’arif, Wahid Institute, Ma’arif Institute, Frans Magnis Suseno, PGI, Walubi dan individu serta organisasi pendukung berdirinya menginginkan penerapan syariat Islam secara kaffah sebagaimana FPI? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program GPP 2010&lt;br /&gt;1.  Mengadakan forum diskusi " Pluralisme" secara berkala.&lt;br /&gt;2. Mengadakan perlombaan esai tentang pluralisme di lingkungan masyarakat lokal.&lt;br /&gt;3. Mengadakan perlombaan menggambar tentang pluralisme &lt;br /&gt;4. Membuat iklan layanan masyarakat untuk mensosialisasikan peduli pluralisme.&lt;br /&gt;5. Bekerjasama dengan gramedia menerbitkan buku buku tentang pluralisme.&lt;br /&gt;6. Membuat film dokumenter tentang pluralisme.&lt;br /&gt;7. Mengumpulkan satu juta pendukung gerakan peduli pluralisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah jelas siapa itu Damien Dematra dan apa itu Gerakan Peduli Pluralisme (GPP). Semoga saya yang mungkin keliru dan kurang ilmu, karena saya sungguh-sungguh sangat tidak ingin meragukan perjuangan kawan-kawan FPI dalam li i’lai kalimatillah untuk izzul Islam wa muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hanya tergelincir, mungkin terkelabui, mungkin terlalu baik sangka, mungkin dan mungkin. Saya harap, sebagai orang yang bukan apa-apa di kancah pergerakan dan pemikiran Islam, keheranan saya ini dapat terjawab setidaknya saya bisa kembali menguatkan komitmen untuk makin tsiqah mendukung perjuangan FPI. Allahu Akbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wildan Hasan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-7296651261741738329?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/7296651261741738329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/09/siapakah-damien-dematra-dan-gerakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/7296651261741738329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/7296651261741738329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/09/siapakah-damien-dematra-dan-gerakan.html' title='Siapakah Damien Dematra dan Gerakan Peduli Pluralisme (GPP)?'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-2065819842687621841</id><published>2010-09-20T20:25:00.000-07:00</published><updated>2010-09-20T20:27:47.645-07:00</updated><title type='text'>Solusi Konflik Ciketing</title><content type='html'>Oleh: Jeje Zaenudin&lt;br /&gt;Ketua Umum PP Pemuda Persis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insiden kekerasan di Ciketing-Bekasi sudah berlalu, para pelaku tampaknya segera diproses di peng adilan, se dang kan kesehatan dua korban berangsur pulih. Namun, buntut insiden itu belum berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya-upaya penyelesaian yang terbaik masih be lum disepakati. Usulan solusi permanen yang terbaik bagi konflik SA RA seperti di Ciketing sangat bergantung pada ketepatan men g analisis akar masalah pemicu konflik. Beragam tanggapan dan masukan dari berbagai pi hak, termasuk aspirasi pihak yang bertikai patut dires pons, dicermati, dan dianalisis secara komprehensif. Setidaknya ada empat pandangan sekaligus usulan untuk penyelesaian menyeluruh terhadap berbagai kasus konflik antarumat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, pandangan yang berkeyakinan akar ma salah kerusuhan Ciketing dan kasus serupa lainnya ada pada tataran regulasi yang tidak tepat dan tidak kuat, yaitu Peraturan Bersama Dua Menteri, yaitu Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 8 dan No 9 Tahun 2006 yang mengatur tempat dan pembangunan rumah peribadatan. Kare na itu, menurut pandang an kelompok ini, solusi menye luruh adalah mencabut peraturan dua menteri itu dan menggantinya dengan Undang- Undang Kerukunan Be ragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kelompok yang memandang akar utama konflik antarumat beragama berada pada tataran teologis dan ideologis sekelompok penganut agama Islam yang berpaham radikal. Solusi yang ditawarkan ke lompok ini adalah menuntut dibubarkannya ormasormas Islam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pandangan resmi pemerintah yang menyatakan akar masalahnya bukan pada Peraturan Dua Menteri melainkan pada tataran pelaksanaan regulasi tersebut di tingkat daerah, yang tidak di jalankan sesuai prosedur yang benar. Pandangan ini sejalan dengan ditemukannya fakta di lapangan manakala prosedur pembuatan izin pembangunan rumah ibadah ditempuh dengan potong kompas dengan menyuap pihak tertentu yang mempunyai kewenangan. Warga setempat dianggap menyetu juinya dengan bukti fotokopi KTP dan tanda ta ngan persetujuan. Namun, banyak dari mereka yang tidak tahu itu untuk persetujuan dan perizinan pembangunan gereja. Maka, solusinya adalah menegakkan peraturan secara benar dan pelanggaran terhadap prosedur resmi harus ditindak tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, mereka yang berpandangan akar masa lah ada pada kesenjangan budaya antara pemeluk agama pendatang dan penduduk asli setempat. Dalam konteks Ciketing adalah antara pendatang yang beretnis Batak-Kristen dan penduduk Bekasi-Muslim yang mayoritas dari etnis Betawi. Pendapat inilah yang disampaikan para tokoh Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKMB) Baghasasi kepada anggota Watimpres yang diwakili KH Ma’ruf Amin. Menurut hemat penulis, dari empat pandangan dan masukan di atas apa yang disampaikan para tokoh BKMB paling menarik dan patut dipertimbangkan secara serius. Sebagai penduduk Bekasi yang terlibat langsung dalam berbagai forum dan aktivitas keagamaan dengan warga, penulis tidak hanya dapat menyimak apa keluhan mereka, tetapi juga dapat menghayati langsung apa yang menjadi kegelisahan warga setempat. Dengan fenomena merebaknya pembangunan gereja di sana-sini, penggunaan ‘rumah ibadah ilegal’ yang membuat kebisingan, deretan kendaraan&lt;br /&gt;memadati jalan perumahan atau jalan kampung yang seringkali mengganggu lalu lintas, sementara warga asli ja rang sekali yang mempunyai kendaraan, iringiringan rombongan yang datang seakan sengaja mendemon strasikan soliditas budaya mereka tanpa berbasa-basi dan sopan santun terhadap tetangga kiri-kanan, sudah pasti mengusik rasa budaya warga setempat. Demi kian pula, munculnya kebiasaan yang cenderung dido minasi budaya luar, seperti bermain kartu, terkadang dengan minuman keras, rumah makan dengan bau amis daging babi dan anjing, sungguh suatu pergeseran budaya yang sulit diteri ma masyarakat Bekasi yang sangat Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergeseran budaya itu kemudian dengan sederhana ditaf sir kan oleh warga setempat sebagai arogansi budaya agama tertentu di luar Islam, yang dianggap mengancam kelangsungan tradisi Bekasi yang Islami. Pendek kata, seiring dengan membanjirnya pendatang baru yang dinilai warga asli tidak bersahabat dengan norma budaya dan nilai etika yang dianut masyarakat setempat—ditambah adanya kesenjangan ekonomi—menimbul kan kesenjangan budaya dan kecemburuan sosial yang tanpa disadari berakumulasi menjadi kejengkelan kolektif pada sebagian besar penduduk asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka solusinya adalah mela ku kan pendekatan terhadap kesenjangan budaya itu. Diharapkan pencarian solusi kasus Ciketing dan la innya tidak hanya bersifat formalitas. Karena dalam kenya taannya, kesadaran bu da ya dan normaetika sosial lebih mengikat perilaku masyarakat daripada atur an baku dan for mal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks ini juga harus dimengerti mengapa sering terjadi setelah prosedur resmi pembangunan rumah ibadah dipenuhi sesuai aturan, warga setempat tetap menolak dan berkeberatan. Hal ini karena prosedur formal belum menjamin terpenuhinya prosedur budaya yang menuntut jaminan keberadaan rumah ibadah tersebut tidak akan mempengaruhi tradisi, norma, dan nilai masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempertimbangkan argumentasi di atas, solusi yang lebih tepat dan sejalan dengan aspirasi masyarakat Bekasi untuk mengatasi kemelut berkepanjangan di Ciketing adalah pendekatan kesepahaman antarbudaya. Kesepahaman budaya meniscayakan adanya dialog antarbudaya. Namun, dialog ini tidak akan bermakna apa-apa jika dilakukan sekadar basa-basi dan formalitas pada tingkat elite. Dialog yang dibutuhkan adalah dialog yang tulus, jujur, dan transparan dengan spirit persaudaraan insaniah dan wathaniyah (kemanusiaan dan kebangsaan) untuk hidup rukun dan damai. Isu sensitif, seperti kristenisasi warga setempat deng an berbagai kedok kegiatan sosial keagamaan dan munculnya budaya yang mengancam tradisi asli Bekasi, harus dijawab jujur dan ter buka oleh sau dara-saudara ki ta dari etnis Batak yang Kris ten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka harus mampu membuktikan kepada masyarakat Bekasi semua isu itu isapan jempol. Demikian juga, pembangunan rumah ibadah Kristen di lingkungan masya rakat asli Bekasi dan lingkungan mayoritas Muslim ditempuh dengan prosedur perizinan yang jujur dan transparan, dengan memberi jaminan tidak akan terjadi sikap dan perilaku yang arogan, provokatif, dan menyepelekan budaya agama setempat. Dengan cara seperti itu, kita yakin masyarakat Bekasi juga akan sangat toleran dan nyaman dengan kehadiran saudara mereka yang berbeda etnis dan agama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-2065819842687621841?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/2065819842687621841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/09/solusi-konflik-ciketing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/2065819842687621841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/2065819842687621841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/09/solusi-konflik-ciketing.html' title='Solusi Konflik Ciketing'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-680001672035076716</id><published>2010-09-17T20:45:00.000-07:00</published><updated>2010-09-17T20:46:15.868-07:00</updated><title type='text'>POLISI DALANG TERORISME?</title><content type='html'>Teorisme Sengaja Dipelihara?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamis, 26 Agustus 2010, saya mendapat undangan diskusi ke-59 Forum Kajian Sosial dan Kemasyarakatan (FKSK) di Graha Intiland Jl. Sudirman Jakarta. Diskusi kali ini cukup menarik karena temanya sesuai dengan isu yang tengah hangat, yaitu tentang terorisme. Diskusi ini sendiri secara spesifik diberi topik, ”Polisi Dalang Terorisme?” Dalam diskusi itu dihadirkan pembicara dari kepolisian, Kombes Zulkarnaen, pengamat terorisme Mardigu W. Prasetyo, ketua FPI Munarman, sekjen FUI M. Al-Khaththat, dan anggota Komisi III DPR-RI Fahri Hamzah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi berjalan sangat menarik. Pertanyaan-pertanyaan kritis dilontarkan terus sepanjang acara oleh modertaor M. Lutfi Hakim yang juga pengacara Abu Bakar Ba’asyir. Dalam diskusi terungkap berbagai fakta yang mengarah kepada kesimpulan bahwa ada peran Polri sendiri dalam kasus teoririsme. Kasus ini sengaja dipelihara karena ada dana besar yang dikucurkan pihak asing, dalam hal ini Amerika. &lt;br /&gt;Dari Polri tidak banyak yang bisa digali karena lebih banyak memilih diam dan menjawab tidak tahu. Jawaban-jawaban yang diberikan sangat normatif, tidak beda dengan yang disampaikan Edward Aritonang di berbagai media. Mardigu juga tidak mengungkap banyak fakta. Ia hanya berkesimpulan akhir bahwa diduga memang isu ini sengaja dipelihara oleh pihak-pihak tertentu. Sebab, ia sudah mengusulkan banyak masukan. Kelihatannya tidak ada yang secara serius dilaksanakan. Dugaannya mengarah ke sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini, atas izin penanggung jawab acara, secara khusus tanya jawab yang dilontarkan moderator kepada panelis Munarman, Fahri Hamzah, dan M. Al-Khaththat saya kutipkan untuk jamaah milis. Transkrip dibuat oleh kawan saya yang saya ajak dalam diskusi. Data-data yang terungkap sangat penting untuk diketahui publik. Selamat menyimak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Munarman, SH:&lt;br /&gt;Aktifis FPI dan Direktur An Nashr Institute&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak Lebih Tidak Kurang, Ini Proyek!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada anggapan sementara orang, pelaku di Aceh adalah orang-orang yang secara rekayasa direkrut oleh Sofyan Sauri, kemudian terjadilah kejadian ini. Apa yang bisa anda jelaskan dari orang-orang yang saya yakin telah anda investigasi itu? Mengapa itu bisa terjadi? Apa versi mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, jadi ini fakta. Kita bisa saling melengkapi. Jadi, fakta ini juga hasil riset investigasi saya, Sofyan Sauri ini masuk ke Aceh di awal bulan Februari 2009. Tahun 2009 dia masuk Aceh, dia menawarkan diri sebagai pelatih dalam latihan para mujahidin relawan ke Gaza. Pada waktu itu kita tahu bersama bahwa Israel membombardir Gaza, itu Desember 2008 sampai Januari 2009. Nah, FPI menyelenggarakan pelatihan untuk relawan ke Gaza. Karena tidak ada polisi dan tentara yang mau jadi pelatih, tiba-tiba dalam kesulitan mencari pelatih datanglah orang bernama Sofyan Sauri. Jadi ini kalau pernyataan dari Pak Edward Aritonang menyatakan bahwa Sofyan Sauri direkrut oleh FPI, itu kebalik. FPI yang direkrut oleh Sofyan Sauri. Kenapa saya katakan FPI yang direkrut, dari sekitar 67 relawan latihan ke Gaza, itu ada lima belas orang yang kemudian direkrut oleh Sofyan Sauri pada bulan Maret. Jadi setelah latihannya itu pada Februari, kemudian Sofyan Sauri mengundang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak-anak yang hasil pelatihan di Aceh 2009 itu diundang sebanyak lima belas orang, tanpa sepengetahuan dari pengurus-pengurus FPI. Ada lima belas yang diundang. Diundang, dibiayai, dikasih uang transport, dikasih uang saku selama satu bulan. Padahal dia desertir, jadi gak punya sumber keuangan yang tetap, ini maksud saya. Dengan dibiayai pelatihannya selama satu bulan, saya dapat data dari lima belas ini kemudian ada enam yang ikut pelatihan Aceh 2010. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ada sembilan anak-anak sekarang yang tengah saya lindungi. Jadi jangan digerebek nih, karena latihan yang di Mako Brimob legal kan? Di Mako Brimob! Jangan ditanya alamatnya nih, ini yang ini nggak boleh digerebek ini. Karena yang ini sumber informasi kita, ini penting. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dari lima belas yang dilatih, dilatih setiap hari. Siang latihannya latihan di samping Mako Brimob, fisik, olahraga. Kemudian dari beberapa sesi-sesi latihan fisik itu ada beberapa sesi yang masuk ke dalam Markas Brimob dan diberikan senjata dengan peluru tajam. Jadi ini asli latihan menembak. Ada latihan fisik, ada latihan menembak. Malamnya di doktrin selama satu bulan, dikasih buku-buku jihad, versi Sofyan Sauri tentu saja. Jadi ini ceritanya terbalik betul, bukan FPI yang merekrut Sofyan Sauri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada gak pertanyaan mereka pada Sofyan mengapa...&lt;br /&gt;Ini saya mau cerita, jadi kalau malam sesinya didoktrin bahwa halal merampok orang-orang di luar ’kelompok kita’ untuk membiayai jihad ini. Disebut ’jihad ini’. Ini disampaikan oleh Sofyan Sauri. Ini doktrin yang ditanamkan. Buku-buku jihadnya juga diberikan. Nah, kemudian ini anak-anak, ketika diundang di Aceh awal Maret, anak-anak ini sengaja diajak ngobrol di ruang tamu, kemudian di situ ditinggalkan surat pemecatan Sofyan Sauri (sebagai polisi-red). Surat pemecatan itu berisi tiga hal kenapa Sofyan Sauri dipecat. Satu, karena jarang masuk kerja. Kedua, karena poligami. Yang ketiga karena kegiatan jihad. Saya kira polisi walaupun sampai sekarang menangkapi orang-orang yang dalam tanda petik ’mujahidin-mujahidin’ tapi tidak akan berani polisi menuliskan kata “jihad” sebagai alassan pemecatan anggotanya. Paling-paling akan menuliskan terlibat terorisme, perampokan, atau semisalnya. Tidak mungkin nulis terlibat jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nah, Sofyan Sauri surat pemecatannya ’terlibat jihad’. Ini menimbulkan tanda tanya. Kok ini sepertinya memang didesain surat pemecatan itu untuk meyakinkan anak-anak Aceh bahwa dia memang pejuang, bahwa dia mujahidin. Dipecatnya pun karena jihad. Ada kesan begitu. Nah, karena itu yang berhasil direkrut lebih lanjut oleh Sofyan Sauri untuk mensurvey pelatihan Aceh di tahun 2010 itu hanya enam orang dari lima belas orang. Hanya enam orang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang sisanya kemana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sisanya tentu saja tidak mau ikut. Karena dia melihat ada keanehan dari Sofyan Sauri. Yang sembilan tidak ikut kegiatan pelatihan militer di Aceh yang dihubung-hubungkan dengan terorisme. Informasi kita ini sangat kuat. Nah, jadi pengakuan dari yang sembilan orang yang sekarang kita bisa kontak dengan aman sampai sekarang ini bisa saya tanya terus, kita lindungi. Jadi dari sumber informasi inilah, yang sembilan orang ini, yang mengkonfirmasi bahwa Sofyan Sauri-lah yang memberikan pelatihan militer, yang menyuplai senjata, senjata di Aceh itu ada enam belas pucuk senjata terdiri dari AK-47 sembilan pucuk, sisanya M-16. Itu semua konfirm disuplai oleh Sofyan Sauri dan melibatkan Abdi Tunggal sama Tatang (anggota polisi-red).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebentar, waktu latihan di Brimob itu di ruangan-ruangan Brimob atau di mana? Di lapangan tembak Brimob?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lapangan tembak Brimob! Jadi terkonfirmasi itu. Bohong kalau Pak Edward Aritonang menyatakan dia di luar Markas Brimob. Katakanlah di luar Markas Brimob, kok yang pelatihan di Aceh tahu yang di samping Markas Brimob nggak ketahuan? Itu pertanyaan yang akal sehat ya, karena itu dia latihan tembak beneran ini. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalau ini keterangannya jelas ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas. Ini bukan pistol-pistolan, bukan peluru-peluruan. Katakanlah kita pakai Markas Brimob, katakanlah di samping, kok Brimobnya nggak ketahuan, nggak kedengaran dar der dor.. Empat puluh butir loh itu satu orang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selama berapa lama itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu minggu. Nah, saya mau cerita. Selain Sofyan Sauri membiayai yang di Markas Brimob, kemudian yang di Aceh, menjelang pelatihan di Aceh yang Januari 2010, ini antara yang 2009 ada jeda waktu Maret sampai dengan Desember waktunya kan, Itu Sofyan Sauri keliling daerah Jawa Tengah dan Solo sekitarnya. Menemui beberapa Ustadz dan menawarkan uang lima ratus juta kepada setiap Ustadz kalau mau membuat pelatihan di Jawa. Kalau tidak mau bikin pelatihan di Jawa, ikut ke Aceh. Dia yang akan membiayai. Ini juga Ustadz-Ustadznya tidak mau. Alhamdulillah tidak mau direkrut oleh Sofyan Sauri. Nah, dalam konteks ini, menurut saya kalau kita.. ini teorinya jadi menghubung-hubungkan ini jadinya ya, ada Sofyan Sauri yang menyuplai senjata..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebentar, ini bukan su’udzhon ini ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan, ini analisa. Dan berdasarkan fakta analisa kita ini. Dan terkonfirmasi semua ini. Nah, kalau kita lihat, yang mendesain sepenuhnya, kalau menurut saya, pelatihan militer yang di Aceh 2010 ya, bukan yang 2009, yang 2010 itu ya adalah Sofyan Sauri. Karena apa? Karena yang direkrut di Aceh itu, selain anak FPI yang enam orang, kemudian ada relawan Mer-C. Relawan Mer-C ada juga ada yang direkrut. Kemudian yang merekrut dari daerah Banten juga Sofyan Sauri. Yang merekrut dari Jawa Tengah juga Sofyan Sauri. Nah, Sofyan Sauri yang sekarang ditahannya di tahanan Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. Dan di situ juga ada website yang saya baca yang mengklarifikasi, ”Sofyan Sauri ini mujahidin, jangan dituduh begitu dong! Mestinya datang!” Nah, kalau boleh dikeluarkan itu Sofyan Sauri wawancara sama kita boleh itu, kita uji itu validasinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di mana ditahannya Sofyan Sauri itu? Di Polda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Polda Metro Jaya. Dekat kamar saya yang dulu itu. (hahaha...) Kalau nggak salah informasinya di kamar saya yang saya tinggali dulu itu. Nah, jadi di lantai empat itu ditahan. Nah, saya sangat heran, ketika Kapolri bersama Menkopolkam, ketika kasus Aceh, pelatihan militer di Aceh itu meledak ya, mereka konferensi pers itu berdua tanpa sama sekali menyebut peran sentral dari seorang Sofyan Sauri, atau Abdi Tunggal, atau Tatang. Ini nama Abdi Tunggal dan Tatang ini belakangan keluar ini setelah Ustadz Abu ditangkap, karena kita keluarkan fakta tentang kronologi pelatihan militer di Aceh. Baru kemudian  Irjen Edward Aritonang dengan terpaksa menjawab dan menyebutkan keterlibatan Bripda Tatang dan Abdi Tunggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurut saya, ini untuk yang pelatihan militer 2010, kenapa saya katakan begini, ini dalam kaitannya dengan Ustadz Abu ini. Kenapa dalam kaitannya dengan Ustadz Abu? Ustadz Abu ditangkap semata-mata karena keterangan dari orang-orang yang ditangkap tanpa didampingi oleh pengacara yang independen. Nah, yang aneh adalah bukti yang diajukan kuat, ini saya punya BAP-nya nih, karena saya pengacaranya Ustadz Abu punya hak untuk dapat BAP... Nah, saya baca di BAP-nya Ubaid, alias Luthfi Haedaro, itu ada satu pertanyaan, pertanyaan nomor enam ditanya, ”Tolong ceritakan bagaimana anda mulai kenal dengan Dulmatin sampai dengan peristiwa di Aceh?” Pelatihan militer di Aceh tahun 2010. Satu pertanyaan itu dijawab oleh Ubaid atau Luthfi Haedaro itu dengan tujuh puluh delapan jawaban. Ada dua puluh lima lembar. Jadi bayangkan. Pengalaman saya sebagai terpidana nggak ada yang mau ngaku. Apalagi menceritakan dengan sukarela sebanyak tujuh puluh delapan jawaban&lt;br /&gt;dengan dua puluh lima lembar halaman. Jadi menurut saya ini ada yang aneh. Dan Luthfi Haedaro inilah yang menjadi kunci sebetulnya nanti dalam kasus Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Karena apa? Karena dia yang menyatakan, dia yang mempertemukan Dulmatin dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Itu pernyataannya Luthfi Haedaro. Tanpa ada konfirmasi dari pihak lain. Karena apa? Karena Dulmatin sudah mati ditembak. Jadi nggak bisa dikonfirmasi nih. Pernyataan dari Luthfi Haedaro tidak bisa dikonfirmasi dengan siapapun, karena bertemunya Luthfi Haedaro mengantarkan Dulmatin seorang diri dengan Ustadz Abu. Jadi cuma tiga orang, Luthfi Haedaro pun tidak ikut pertemuan. Bicaranya apa dia tidak tahu. Jadi ini tidak terkonfirmasi ini. Nah, inilah bukti yang dijadikan alat bagi polisi untuk menangkap Ustadz Abu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itu yang dikatakan oleh Polisi punya alat bukti yang cukup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu yang oleh polisi disebut punya alat bukti yang cukup. Padahal dalam hukum unus testis nulus testis, satu saksi bukan saksi. Tidak bisa itu dijadikan alat bukti.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terakhir, apa menurut Anda target dari kegiatan untuk melakukan, katakanlah memenjarakan Ustadz Abu dan beberapa orang lainnya ini? Apa target di balik ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya kira ini proyek lah ya. Tidak lebih tidak kurang ini adalah proyek. Misalnya, Polisi mengklaim... (Munarman menunjukkan dua gambar wajah yang ditembak tim Densus 88 di Cawang-red). Saya sudah kemukakan, ini gambar dua orang yang mati ditembak di Cawang. Klaim dari pihak Densus 88 bahwa polisi dalam menarget tersangka-tersangka terorisme itu memiliki data-data yang kuat, fakta yang kuat. Nah, tetapi dalam peristiwa Cawang, dua orang ini ditembak tanpa tahu identitasnya apa, tanpa tahu peristiwa apa keterlibatan dia, dalam peristiwa terorisme yang mana. Ini dua orang dikuburkan sampai dengan dikuburkan jenazahnya tidak diketahui siapa. Ini harus dipertanggungjawabkan ini. Dunia akhirat ini. Ini menyangkut nyawa orang. Membunuh orang dengan sadis ini. Dua orang ini tidak terkonfirmasi. Padahal, klaimnya dalam pemberantasan terorisme sasarannya, targetnya itu tertentu, sudah pasti ini. Ternyata, faktanya ini. Ini sekali lagi saya katakan... Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa sebetulnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, saya mau ambil laporan dari Human Rights Watch ya, laporan ini dikeluarkan tahun 2003, Maret 2003. Ini ada menyinggung tentang Indonesia. Ini laporan di seluruh dunia atas nama terorisme ternyata telah terjadi berbagai pelanggaran. Nah, saya mau lihatkan... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Munarman menunjukkan laporan dari Human Rights Watch yang berkantor di New York dengan judul laporan “In the Name of Counter-Terrorism: Human Rights Abuses Worldwide, A Human Rights Watch Briefing Paper for the 59th Session of the United Nations Commission on Human Rights March 25, 2003”) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ternyata Densus 88 dibiayai sepenuhnya pembentukannya oleh dana yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat.. ”On a visit to Jakarta in 2002, U.S. Secretary of State Collin Powell announced a new $50 million program to assist the security forces in the campaign against terrorism.” Jadi ada 50 juta US Dollar untuk kampanye anti terorism. Ini kampanye ya, kampanye bisa ke media, bisa lewat seminar, bisa perguruan tinggi, bisa brosur. Itu kampanye disebut ya. Kemudian, ”The U.S. Congress approved legislation giving Indonesia’s police force $16 million, including $12 million to set up a special anti-terrorism unit.” Ya, Densus ini maksudnya. Jadi kemudian untuk membantu polisinya ada 16 juta US Dollar. Dari 16 juta ini, dibantu kepada polisi secara keseluruhan,  12 juta US Dollar khusus untuk pembentukan Densus 88. Ini proyek loh ini. 12 juta US Dollar itu dana yang tidak kecil, 120 milyar itu. Nah, ada sebetulnya satu yang mungkin selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebetulnya tidak diketahui oleh masyarakat. Densus 88 ini memang lembaga formalnya... Tapi, yang melakukan, kalau istilah polisinya tim buser (buru sergap-red), ini data ini sudah saya konfirmasi juga dengan dua anggota polisi, satu aktif bintang tiga, satu pensiunan bintang satu, saya konfirmasi ini, yang mengendalikan ada sebuah unit kecil yang bernama Satgas Anti Bom di bawah jenderal bintang tiga, Gories Mere. Dialah yang mengendalikan operasi-operasi di lapangan untuk penangkapan. Khusus penangkapan, dia tim busernya. Dan dia menggunakan tempat pelatihan di beberapa pulau di daerah Lampung Selatan. Dan dia menggunakan beberapa rumah pengusaha yang dijadikan Posko dari Densus 88. Bahkan,  beberapa posko itu dibuat spanduk besar ”Welcome to Indonesian Guantanamo.” Jadi ini Guantanamo-nya Indonesia. Nah, ini yang sebetulnya dibelakang layar, yang selama ini banyak yang tadi termasuk melakukan penembakan terhadap dua orang ini, ini adalah timnya&lt;br /&gt;Gories Mere.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ini di luar kendali Densus 88?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar kendali. Karena Densus 88 itu pekerjaannya, selain dia melakukan pengamatan dan melakukan fungsi-fungsi intelijen pencegahan, Densus 88 ini dia juga melakukan proses penyelidikan. Jadi formal, berita acara. Pembuatan berita acara. Sementara Satgas ini dia tidak ada urusan dengan pembuktian. Dia urusannya dengan penyergapan. Makanya saya sebut tim buser. Tapi ini tidak di bawah kendali dari kepala Densus 88 yang bintang satu. Karena nggak mungkin yang bintang satu memerintah bintang tiga. Justru sebaliknya. Nah, inilah undercover dua tim yang bekerja secara langsung, sementara yang bintang tiga ini aksesnya luar biasa. Kita ingat misalnya waktu penangkapan, cerita penangkapan Noordin M. Top di Jawa Tengah, yang mengumumkan itu kan Perdana Menteri Australia. Karena mendapat laporan dari yang bintang tiga tadi, dari Gories Mere. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahri Hamzah, SE:&lt;br /&gt;Wakil Ketua Komisi III DPR RI&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ini Pengalihan Isu!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pak Fahri, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir seorang ulama, seorang yang betapa pun dihormatilah... Dan dia itu sudah jelas dua kali dibebaskan dari ancaman hukuman disebut sebagai teroris. Artinya, dia tidak pernah terbukti dengan tuduhan-tuduhan yang sudah dilayangkan selama ini. Kemudian ditangkap dengan cara seperti itu... Saya kira semua sedihlah dengan cara penangkapan seperti itu... Apa yang bisa Anda katakan dengan peristiwa ini sebagai Wakil Ketua Komisi III Bidang Hukum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, itulah yang sangat sayangkan karena polisi dan juga pemerintahan transisi itu tidak mau mendengar kita tentang apa yang terjadi dalam transisi. Jadi, Mas Zulkarnaen (Fahri Hamzah menyindir Kombes (Pol) Kabid Mitra Div. Humas Polri yang hadir di dalam forum mewakili pihak kepolisian-red) bukan saja sebagai Muslim, Anda sebagai anak bangsa Indonesia itu harus tahu diri kita. Bangsa kita ini ada apa, terjadi apa, sehingga kita ini bisa secara genuine mengambil penyelesaian dari dalam, dari apa yang kita punya, dari bangsa kita sendiri. Bukan karena dititip-titip orang, yang disebut oleh saudara Munarman itu sebagai proyek. Kalau saya menganggap selama industri senjata itu menjadi andalan perekonomian Amerika, ya selama itu juga perang mesti ada di mana-mana. Mau perang melawan negara, Amerika itu sudah menang dua kali melawan negara dalam perang dunia satu dan perang dunia kedua. Udah enggak ada negara yang diperangi sekarang dia memerangi rakyat melalui kegiatan terorisme dan sebagainya. Dan ini yang mereka selalu kalah, yang dimulai dari perang Vietnam kan mereka kalah di situ. Nah, jadi itu picture global nanti. Yang saya sedih, kita tidak tahu siapa itu Abu Bakar Ba’asyir. Sayang polisi nggak mau tahu. Atau pura-pura tidak tahu. Kan kita tahu siapa beliau, siapa Pak Abdullah Sungkar, posisinya di depan rezim Orde Baru, kan kita tahu semua. Bahkan, setahun yang lalu saya berkunjung sebagai anggota komisi, saya belum pimpinan waktu itu, saya berkunjung ke Kapolda Jawa Tengah, waktu itu saudara Alex Bambang sebagai Kapoldanya. Dia meyakinkan saya bagaimana dekatnya dia dengan Ustadz Abu. Dia cerita, ”Waduh saya sama Ustadz Abu itu calling-callingan tiap hari, ketemu, ngobrol. Beliau orang baik. Kami memang ada perbedaan pendapat beberapa. Tapi ya kita semua bisa mengerti. Saya undang dia ke sini, kalau beliau nggak cocok beliau nggak datang. Kalau cocok beliau datang. Saya datang ke&lt;br /&gt;Ngruki.” Lha kalau dia tahu Ustadz Abu, dari dulu ya dia bilang dia teman. Jadi kalau ada orang bilang Ustadz Abu dipantau, ini pengakuan terbuka bahwa seorang perwira polisi itu memang mengenal Ustadz Abu secara dekat. Apalagi kalau cara penangkapannya, kan bengong. ”Lex, Lex, itu Pak Abu kita mau minta keterangan tolong undang dia,” ya kan bisa dong. Orang dia bilang ke kita baik kok hubungannya. Nah, ini yang begini ini yang menandakan polisi itu tidak menjalankan mandat bangsanya sendiri. Dia menjalankan mandat orang lain. Itu persoalannya begitu. Jadi kita harus tahu apa kita. Saya punya teman-teman di sini mungkin masih banyak, orang Islam di Indonesia ini punya masalah dengan negara sejak lama. Belanda menindas orang Islam. Jepang menindas orang Islam. Orde lama menindas orang Islam, bubarkan Masyumi, tapi memang partai lain juga dibubarkan. Tapi khusus kepada Masyumi dan sekitarnya, kekejaman orde lama lain. Orde baru kalau anda lihat&lt;br /&gt;begitu juga. Sampai harus ada ijin baca khutbah segala macam. Orang seperti Ustadz Abu, ia mempunyai perbedaan paham tentang ideologi negara yang sekarang ini sudah kita tuntaskan semua. Soeharto kan jatuh gara-gara itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Orde yang sekarang ini bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang salah paham ini polisi doang atau bos-bosnya juga ini. Kalau ustadz Abu punya pandangan berbeda pada waktu itu wajar. Karena perbedaan pendapat itu tidak diberi ruang. Tetapi disertai dengan represi yang luar biasa. Jadi wajar orang marah. Wajar orang hijrah, lalu kemudian pindah ke Malaysia karena istilah mereka “thogut”-nya tidak sekasar yang di sini gitu... (hahaha...) Kalau sekarang “thogut” Malaysia lebih parah makanya Azhari segala macam pindah ke sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ceritanya kan begitu. Kalau negara ini mau dikritik, termasuk kalau orang mau diskusi membuat negara Islam, mau apa? Lha wong ini ruang terbuka kok. Asal orang tidak berpikir, atau bukan berpikir, berpikir dibebaskan, asal tidak ada bukti orang itu melakukan pencederaan kepada wilayah publik, kepada kehidupan bersama, dan sebagainya. Kan itu saja yang tidak boleh. Jadi itu pandangannya. Nah, mobilitas itu pada jaman sekarang itu harus kita akomodasi dengan cara yang berbeda. Pimpinan-pimpinan negara harus bicara, bahwa negara ini sudah berbeda sekarang. Ini negara sudah terbuka. Kita mau apakan terserah kita. Jangan minta restu dari negara lain terus. Ini demokrasi katanya. Kita harus dengar rakyat kita sendiri, rakyat mau apa ya kita dengar dong. Rakyat mau caci maki pejabat publik boleh...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pak Fahri, apakah Kapolri sudah menjelaskan kepada Komisi III tentang penangkapan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda mau bicara polisi, menurut saya semua kejadian belakangan ini adalah residu dan efek daripada problem internal kepolisian. Mereka pusing, bikin agenda supaya mengalihkan isu-isu internalnya kepada ini semua. Saya sebagai pimpinan komisi kan nggak ngerti ini semua. Susno misalnya, mengapa Susno ditangkap itu. Apa salahnya Susno? Orang itu bongkar kasus. Dia bilang dipanggil sama Satgas, “Eh, Pak ini ada mafia. Namanya Syahril Djohan, Haposan, Gayus Tambunan, ini mafianya.” Dibongkar, ketahuan benar. Dalam Undang-Undang LPSK pasal 11, orang seperti ini kita sebut sebagai Whistle Blower. Negara ditugaskan oleh Undang-Undang untuk melindungi dia. Nah, kok tiba-tiba tiga orang ini bikin kesaksian, “Oh, nggak. Mafianya termasuk Susno.” Susno ditarik, masukin penjara nggak boleh dikunjungi. Kan ngawur itu. Ini nggak bisa dijelaskan yang begini ini. Karena itu saya mengatakan ini soal internal yang tidak selesai, mau meledak letupkan yang&lt;br /&gt;lain. Sampai kapan? Kita nggak tahu lah, ada orang yang di atas lagi. Ada orang yang namanya tiga huruf itu kan. Lihat sajalah mudah-mudahan dia bisa menjelaskan ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maksudnya tiga huruf itu SBY?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita jelaskan semua, audiens nanti kurang cerdas. Jadi cara berpikirnya mesti begitu. Ini soal kita kok, ya Allah... Orang mau jihad, mujahidin, orang mau ganas pada negara, anti negara dan sebagainya, hadapi dong. Kita nggak ada maksud jahat. Islam artinya keselamatan. Tidak ada Islam itu merancang pembunuhan untuk kejahatan atas orang lain. Kalau tidak ada jalan keluar, jalan keluar itu kita buka. Termasuk orang yang tidak setuju dengan ideologi, kita buka. Kok takut, kan katanya demokrasi. Tapi demokrasi setengah-setengah. Giliran orang berbeda pendapat, pusing dia. Ngeluh aja kerjaannya tuh. Jadi saya kira kita memerlukan jalan baru untuk memandang persoalan... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana soal hubungan kepolisian dan terorisme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini proyek, saya termasuk yang menganggap bahwa ini proyek. Sudahlah ya, jangan main-main. Rakyat ini mengetahui, memantau. Saya janji, karena saya dipilih oleh masyarakat, oleh umat juga, kita buka pintu komisi seterbuka-terbukanya kapanpun. Memang ada persoalan masa sidang  dan sebagainya. Nggak masuk masa sidang ini, masa sidang yang akan datang. Kumpulkan data sebanyak-banyaknya, bongkar masalah ini. Kita mencintai Republik ini, kita nggak mau orang lain yang mengatur. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Muhammad Al Khaththath&lt;br /&gt;Sekjen Forum Umat Islam (FUI)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penangkapan Abu Bakar Ba’asyir Mirip Sinetron&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ustadz Khaththath, ini tentu menyesakkan sekali bagi kita, penangkapan Ustadz Abu yang ketiga kalinya ini. Kita tahu beliau aktifitasnya itu, untuk menghadirkan beliau, untuk pengajian itu butuh waktu kadang-kadang lebih dari satu bulan sebelumnya, saking sulitnya karena padatnya jadwal beliau berceramah ke berbagai daerah. Padat sekali. Kemudian begitu saja ditangkap dengan cara yang nista sekali, kasar sekali lah begitu. Sangat tidak patut, sangat tidak perlu pula. Lain kalau dia melawan dengan senjata. Sangat tidak perlu. Bagaimana perasaan umat dengan kejadian ini?&lt;br /&gt;Saya sebelum bicara ingin mengingatkan kepada kita semua... Firman Allah Swt dalam surat Al Buruj (10),&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;إِنَّ الَّذينَ فَتَنُوا المُؤمِنينَ وَالمُؤمِنٰتِ ثُمَّ لَم يَتوبوا فَلَهُم عَذابُ جَهَنَّمَ وَلَهُم عَذابُ الحَريقِ&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang menfitnahi orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab neraka Jahanam dan azab api yang membakar.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ini Firman Allah, bukan karangan saya. Ini berlaku untuk semua, termasuk kepada saya kalau terlibat fitnah kepada orang-orang mukmin. Nah, kalau ditanya bagaimana Ustadz Abu ditangkap, saya kira polisi itu sudah tahu jadwal Ustadz Abu itu dimana-mana, makanya ditangkap setelah pengajian. Jadi sudah tepat polisi itu. Cuma tidak tepatnya itu kok pakai kayak sinetron. Itu nggak tepatnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maksudnya, gimana yang kayak sinetron itu?&lt;br /&gt;Ya, itu kan dibuat filmnya di lapangan Polres Banjar Patroman. Padahal, saya beberapa tahun sebelumnya, di Banjar Patroman itulah Ustadz Abu bersama saya, bersama Sobri Lubis, itu tabligh akbar umat Islam satu alun-alun penuh puluhan ribu orang dan Bapak Kapolres-nya saat itu sangat hormat dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Bahkan, termasuk Pak Walikota-nya. Biasanya Walikota itu, seremonial dia sambutan terus pulang. Ini nggak, sampai akhir jam dua belas mengikuti. Jadi saya saat itu sangat salut sekali dengan Kapolres Banjar Patroman yang mengerahkan seluruh anggota Polres untuk menjaga pengajian Ustadz Abu pada waktu itu. Karena saya ikut sampai saya sangat salut kepada polisi pada waktu itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anda bisa jelaskan yang tidak sampai diberitakan tentang bagaimana...&lt;br /&gt;Ya, itulah. Makanya, jadi beberapa tahun lalu saya sangat salut dengan polisi. Lha, kok pas di kota yang membuat saya salut sama polisi kok jadi eneg saya pas lihat aksi polisi. Mohon maaf lho ini... Kemudian pengalaman pribadi saya lagi dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir itu adalah di Bandung. Di tempatnya Pak Atian, ditawari ceramah. Beliau itu cerita, kenapa dia ini kok diuber-uber sama Amerika. Satu-satunya jawaban itu adalah beliau itu cuma lempeng aja menyampaikan Islam. Islam itu ya begini, cara menjalankan Islam itu ya begini. Tidak bisa seperti cara-cara seperti sekarang yang ada. Pasti Islam nggak akan bisa dijalankan. Allah itu menurunkan Islam dan juga termasuk menurunkan cara bagaimana melaksanakan Islam. Jadi Islam itu seperti kata beliau, sesuai dengan keadaan Islam itu seperti yang dilakukan oleh Rasulullah, itu adalah diterangkan Islamnya dan dicontohkan juga cara menjalankannya oleh Rasulullah di mana Rasulullah itu sebagai penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul itu adalah atasannya polisi. &lt;br /&gt;Nah, mengenai penangkapan di Banjar Patroman, ini bukan pengalaman pribadi saya. Saya tidak ikut yang ditangkap di situ, saya tidak menyaksikan. Tapi saya sebagai Sekjen Forum Umat Islam selalu mendapat informasi-informasi juga laporan-laporan antara lain kesaksian istrinya Ustadz Abu yang bersama beliau ikut ditangkap pada waktu itu. Kesaksian ini yang menarik, perlu dicatat ini. Yaitu adalah bahwa, ini karena ini yang nggak ada di tivi ya, kalau yang ada di tivi kan sudah disiarkan TV One yang disebutkan TV polisi itu, ya TV One, yang adalah bahwa kaca mobil pecah, sopir ditelungkupin, ditodong senjata, diinjak gitu kan yang ada... Yang nggak ada di televisi polisi itu adalah Ustadz Abu ditodong dengan senjata, kemudian Ustadz Abu alhamdulillah tidak pingsan, tidak lemes karena ditodong. Bahkan dikatakan, “Akan kutembak kau!” Kemudian Ustadz Abu kemudian malah menyumpahi polisi, “Kamu dilaknat aleh Allah Swt!” Sampai polisi itu lari, saya juga&lt;br /&gt;heran. Diuber oleh Ustadz Abu yang sudah hampir 80 tahun. Polisi yang masih muda dan gagah itu lari. Kalau ini ditayangin dibikin film bagus banget itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua yang juga tidak ada adalah ternyata rombongan Densus 88 itu setelah menangkap Ustadz Abu itu bareng-bareng tertawa terbahak-bahak. Itu didengar oleh istri Ustadz Abu. Nah, ini jadi yang saya bilang kok kayak sinetron. Biasanya kalau kita nonton sinetron, habis biasanya marah-marahan ya, pukul-pukulan, pas terakhir-terakhirnya kan ditayangin tuh, yang cekikikan-cekikikan itu. Ya itulah maka saya bilang penangkapan Ustadz Abu itu adalah mirip sinetron. Lha, pertanyaannya buat kita sebagai umat kok tega-teganya? Apa nggak takut itu, kalau saya orang Jawa, kalau kualat bagaimana itu?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalau Gories Mere itu gimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah sampaikan kepada Kepala Suara Pembaruan, “Hati-hati Pak, Gories Mere ini. Kalau masyarakat sudah tahu dan marah, nah itu gak tahu reaksi masyarakat.” Saya sendiri itu nggak ingin terjadi. Tapi ini sudah semakin tahu orang. Jadi tidak hanya polisi yang tahu. Karena yang memberi tahu tentang Gories Mere itu juga polisi dan juga ada orang dalam yang polisi-polisi yang baik itu. Nah, TNI juga sudah tahu bagaimana Gories Mere, dan sekarang umat juga sudah mulai tahu. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Hendropriyono, Suryadharma Ali, Frans Magnis Suseno, dan Syafi’i Ma’arif pernah melakukan diskusi Deradikaliasi Islam di PP Muhammadiyah beberapa tahun yang lalu. Al Khaththath yang sempat hadir pada waktu itu menceritakan apa yang dibicarakan saat itu dan seputar isu terorisme lainnya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Hendropriyono dan cs itu mengatakan bahwa teroris ini akan menguasai negara ini dengan senjata. Bahkan akan menyerang Filipina, Malaysia, lalu disatukan menjadi khilafah. Pada waktu itu saya katakan saya ini alumni Hizbut Tahrir. Dua puluh lima tahun saya di Hizbut Tahrir, diajari teori mendirikan negara. Dan itu tidak mungkin mendirikan negara dengan senjata, itu nggak mungkin, nggak masuk akal. Apalagi yang bersenjata juga yang itu-itu doang kan... Yang ikut pelatihan di Mako Brimob, itu pun disposal senjatanya, mau menguasai negara... Polisi saja itu empat ratus ribu. Pak Susno yang jenderal bintang tiga saja nggak berani kok melawan polisi pakai senjata. Nah, apalagi tadi yang teroris yang mau mendirikan negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang nggak masuk akal. Banyak yang nggak masuk akal. Termasuk Nasir Abbas yang dijadikan narasumber itu nggak masuk akal. Kenapa? Dia kok bisa kayak selebritis lha wong dia itu nggak jelas. Saya ini adalah anggota tim penanggulangan terorisme Departemen Agama. Waktu berapa tim itu kita tanyakan si Nasir Abbas ini. Anda ini apa? KTPnya mana? Paspornya apa? Nggak ada semua. Saya bilang aja, “Ya ini, dia ini Green Card ini.” Tapi nggak katanya. Green Card ini maksudnya dari Amerika, warga Amerika. Jadi itulah Nasir Abbas, jadi nggak layak dia. Makanya, heran saya. Tapi itu dipakai terus oleh televisi... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasir Abbas jelas mengatakan dia bukan teroris seperti Imam Samudera. Tapi dia adalah mujahid di Afganistan, tapi dia masuk daftar teroris internasional. Nah, saya jadi bingung. Saya ingat Pak Munarman pernah cerita badan intelijen dari Amerika itu dapat daftar teroris dari Pak Hendro. “Nih daftar teroris dari Indonesia.” Nah, lalu oleh pimpinan intelijen Amerika bilang, “Oh, itu sudah out of date. Nih yang up to date.” Nah, jadi Pak Hendro bawa yang up to date. Siapa yang up to date? Dua ribu daftar mujahid yang ada di Afganistan, yang pulang ke Indonesia. Jadi selama yang dua ribu masih ada, kelihatannya pemain-pemain atau yang dimainkan, atau yang dikorbankan menjadi teroris itu akan tetap ada. Itulah kenapa rahasianya kenapa setelah menangkap Ustadz Abu kok tertawa terbaha-bahak. Karena memang cuma sinetron. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Firmansyah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-680001672035076716?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/680001672035076716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/09/polisi-dalang-terorisme.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/680001672035076716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/680001672035076716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/09/polisi-dalang-terorisme.html' title='POLISI DALANG TERORISME?'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-1147935602275417877</id><published>2010-09-16T03:53:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T03:56:15.330-07:00</updated><title type='text'>INILAH KEJADIAN SEBENARNYA INSIDEN CIKETING BEKASI</title><content type='html'>KLARIFIKASI FPI BEKASI ATAS INSIDEN HKBP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua puluh tahun, umat Islam Bekasi, khususnya warga perumahan Mustika Jaya - Ciketing, mulai gerah dan merasa terganggu dengan pola tingkah Jemaat HKBP yang semakin hari semakin arogan, bahkan nekat memanipulasi perizinan warga sekitar untuk GEREJA LIAR mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali pun kesal, kecewa dan marah, umat Islam Bekasi tetap patuh hukum dan taat undang-undang. GEREJA LIAR HKBP di Ciketing diprotes dan digugat melalui koridor hukum yang sah, sehingga akhirnya GEREJA LIAR tersebut disegel oleh Pemkot Bekasi. Tapi HKBP tetap ngotot dengan GEREJA LIAR nya, bahkan solusi yang diberikan Pemkot Bekasi untuk dipindahkan ke tempat lain secara sah dan legal pun ditolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HKBP menebar FITNAH bahwa umat Islam Bekasi melarang mereka beribadah dan mengganggu rumah ibadah mereka. Lalu secara demonstratif jemaat HKBP setiap Ahad keliling melakukan KONVOI RITUAL LIAR dengan berjalan kaki, dari GEREJA LIAR yang telah disegel ke lapangan terbuka dalam perumahan di depan batang hidung warga muslim Ciketing, dengan menyanyikan lagu-lagu gereja, tanpa mempedulikan perasaan dan kehormatan warga muslim disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, terjadi insiden bentrokan antara HKBP dengan warga muslim Ciketing pada Ahad 8 Agustus 2010, tiga hari sebelum Ramadhan 1431 H. Dalam insiden tersebut, dua pendeta HKBP sempat mengeluarkan PISTOL dan menembakkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, tatkala umat Islam Bekasi masih dalam suasana Idul Fithri, pada Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 September 2010 M, Pendeta dan Jemaat HKBP kembali melakukan provokasi dengan menggelar KONVOI RITUAL LIAR sebagaimana yang dulu sering mereka lakukan. Kali ini terjadi insiden bentrokan antara 200 orang HKBP dengan 9 IKHWAN WARGA BEKASI yang berpapasan saat konvoi. Peristiwa tersebut DIDRAMATISIR oleh HKBP sebagai penghadangan dan penusukan pendeta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media pun memelintir berita peristiwa tersebut, sehingga terjadi PENYESATAN OPINI. Akhirnya, banyak anggota masyarakat menjadi KORBAN MEDIA, termasuk Presiden sekali pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Bekasi Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 Sept 2010 M, BUKAN perencanaan tapi insiden, BUKAN penghadangan tapi perkelahian, BUKAN penusukan tapi tertusuk, karena 9 warga Bekasi yang dituduh sebagai pelaku adalah IKHWAN yang sedang lewat berpapasan dengan KONVOI RITUAL LIAR yang dilakukan 200 HKBP bersama beberapa pendetanya di lingkungan perkampungan warga muslim Ciketing. Lalu terjadi perkelahian, saling pukul, saling serang, saling tusuk dan saling terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta dan jemaat HKBP yang dirawat di Rumah Sakit dibesuk pejabat tinggi, mendapat perhatian khusus Presiden dan Menteri, namun siapa peduli dengan warga Bekasi yang juga terluka dan dirawat di Rumah Sakit ? Bahkan salah seorang dari 9 warga Bekasi tersebut, justru ditangkap saat sedang dirawat di sebuah Rumah Sakit akibat luka sabetan senjata tajam HKBP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari gunakan LOGIKA SEHAT : Jika peristiwa tersebut PERENCANAAN, mana mungkin 9 ikhwan melakukannya secara terang-terangan dengan busana muslim dan identitas terbuka ! Jika peristiwa tersebut PENGHADANGAN, mana mungkin 9 orang menghadang 200 orang, apa tidak sebaliknya ?! Jika peristiwa tersebut PENUSUKAN, mana mungkin 9 ikhwan lebam-lebam, luka, patah tangan, bahkan ada yang tertusuk juga !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal PENON-AKTIFAN Ketua FPI Bekasi Raya oleh DPP-FPI bukan karena salah, tapi untuk melancarkan roda organisasi FPI Bekasi Raya yang teramat BERAT tantangannya, sekaligus meringankan beban tugas sang Ketua yang sedang menghadapi UJIAN BERAT dalam menghadapi tuduhan dan proses hukum. Jadi, putusan tersebut sudah tepat, dan merupakan langkah brillian dari DPP mau pun DPW FPI Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah tersebut bukan saja cerdas, tapi menjadi bukti TRADISI FPI yang berani, tegas dan bertanggung-jawab. Ketua FPI Bekasi Raya, baru disebut-sebut namanya saja oleh pihak kepolisian, sudah dengan gagah langsung serahkan diiri ke Polda Metro Jaya secara sukarela didampingi DPP-FPI untuk diperiksa. Dan siap menjalani proses hukum bila dinilai bertanggung-jawab dalam insiden Bekasi, walau pun beliau tidak ada di lokasi kejadian. Bandingkan dengan SIKAP PENGECUT Pemred Palyboy Erwin Arnada yang melarikan diri dari VONIS DUA TAHUN PENJARA yang sudah ditetapkan Mahkamah Agung sejak 29 Juli 2009. Bandingkan dengan sikap pengecut DEWAN PERS dan LSM KOMPRADOR yang berusaha melindungi dan membantu Sang TERORIS MORAL tersebut dari putusan tetap Mahkamah Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi segenap pengurus, anggota, aktivis, laskar dan simpatisan FPI dari Pusat hingga ke Daerah, bahwa Ketua FPI Bekasi Raya adalah PEJUANG bukan pecundang. Beliau TIDAK ADA DI LOKASI kejadian saat peristiwa. Beliau hanya kirim SMS AJAKAN kepada umat Islam untuk membela warga Ciketing beberapa hari sebelum peristiwa, tapi dituduh sebagai provokator, sedang Para Pendeta HKBP yang mengajak, membawa dan memimpin massa Kristen serta memprovokasi warga muslim dengan KONVOI RITUAL LIAR, tak satu pun diperiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini yang menjadi pertanyaan adalah :&lt;br /&gt;1. Kenapa Para Pendeta HKBP yang jadi PROVOKATOR dan PENGACAU tidak diperiksa ?&lt;br /&gt;2. Kenapa kegiatan HKBP setiap Ahad di Ciketing yang menggelar KONVOI RITUAL LIAR keliling perumahan warga muslim dengan lagu2 Gereja secara demonstratif dibiarkan ?&lt;br /&gt;3. Kenapa dua pendeta yang bawa PISTOL &amp; menembakannya ke warga pada insiden 8 Agustus 2010 tidak ditangkap ?&lt;br /&gt;4. Kenapa dua jemaat HKBP, Purba &amp; Sinaga, yang bawa PISAU saat insiden 12 September 2010 sudah ditangkap lalu dilepas kembali ?&lt;br /&gt;5. Kenapa jemaat HKBP yang memukul dan menusuk 9 ikhwan warga Bekasi tidak ditangkap ?&lt;br /&gt;6. Kenapa Presiden dan Para Menteri serta pejabat dan sederetan Tokoh Nasional memberikan simpatik kepada PENGACAU sambil menyalahkan warga muslim Bekasi ?&lt;br /&gt;7. Kenapa banyak pihak senang mengambil kesimpulan dan keputusan hanya berdasarkan OPINI dan ISSUE media ?&lt;br /&gt;8. Kenapa di Indonesia yang merupakan negeri mayoritas muslim terbesar di dunia, justru yang terjadi adalah MAYORITAS TERTINDAS OLEH TIRANI MINORITAS ?&lt;br /&gt;9. Kenapa MINORITAS di Indonesia terlalu dimanjakan, sehingga mereka jadi tidak tahu diri, bahkan menjadi angkuh dan sok jago ?&lt;br /&gt;10. Kenapa ketika terjadi insiden kecil terhadap SEORANG PENDETA semua teriak nyaring, tapi ketika RIBUAN umat Islam dibantai di Ambon, Sampit dan Poso teriakan macam itu tak terdengar ? Bahkan saat sebuah Masjid dibakar di Medan belum lama ini tidak ada satupun media nasional meliputnya, kemana suara yang selalu mengatasnamakan kebebasan beragama dan beribadah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laa ilaaha illallaah, Muhammadur Rasuulullaah. Jawablah semua pertanyaan tersebut dengan jiwa bersih dan akal sehat serta argumentasi Syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, Keadilan harus ditegakkan ! Hukum tidak pilih kasih ! Jika 9 Ikhwan warga Bekasi sudah ditahan karena dituduh terlibat langsung dalam perkelahian tersebut, dan Ketua FPI Bekasi Raya pun sudah ditahan karena dituduh terlibat secara tidak langsung, maka mereka yang terlibat langsung mau pun tidak langsung dari kelompok HKBP harus ditahan juga !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, segenap pengacara Bantuan Hukum Front (BHF) dari DPP-FPI dan Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB) akan tetap dan terus berjuang melakukan pembelaan hukum terhadap Ketua FPI Bekasi Raya dan seluruh warga Bekasi yang ditahan akibat peristiwa tersebut. Tekad Bulat BHF dan KUIB adalah membuktikan bahwa mereka TIDAK BERSALAH, karena mereka hanya KORBAN AROGANSI HKBP dan OPINI SESAT MEDIA MASSA. Bahkan BHF dan KUIB akan tetap dan terus berjuang membela hak-hak warga Ciketing yang selama ini dirampas dan dirusak oleh HKBP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekasi kota religi. Bekasi kota Islami. Siapa ingin kotori atau kacaukan Bekasi silakan keluar dari Bekasi !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-1147935602275417877?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/1147935602275417877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/09/inilah-kejadian-sebenarnya-insiden.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/1147935602275417877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/1147935602275417877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/09/inilah-kejadian-sebenarnya-insiden.html' title='INILAH KEJADIAN SEBENARNYA INSIDEN CIKETING BEKASI'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-8691134816735102174</id><published>2010-09-15T22:42:00.000-07:00</published><updated>2010-09-15T22:44:26.776-07:00</updated><title type='text'>KLARIFIKASI FPI ATAS INSIDEN BEKASI</title><content type='html'>Jakarta, Suara Islam.com-- Berikut adalah klarifikasi dari Dewan Pengurus Pusat Front Pembela Islam (FPI) tentang Insiden Bekasi yang terjadi pada hari Ahad, 12 September 2010 lalu. Klarifikasi ini dikirimkan oleh Habib Muhammad Rizieq Syihab kepada Suara Islam (SI) melalui layanan pesan pendek (sms) pada Kamis pagi (16/9/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut pernyataan selengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Bekasi Ahad 3 Syawwal 1431 H / 12 September 2010 M, BUKAN perencanaan tapi insiden, BUKAN penghadangan tapi perkelahian, BUKAN penusukan tapi tertusuk, karena 9 pelaku adalah IKHWAN yang sedang lewat berpapasan dengan 200 (orang jemaat) HKBP, lalu terjadi perkelahian, saling pukul, saling serang, saling tusuk, saling terluka.&lt;br /&gt;Jika perencanaan, mana mungkin 9 ikhwan berbaju muslim dengan identitas terbuka!. Jika penghadangan, mana mungkin 9 menghadang 200!. Jika penusukan, mana mungkin 9 ikhwan lebam-lebam, luka, patah tangan, bahkan ada yg tertusuk juga!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua FPI Bekasi Raya (Ustadz Murhali Barda, red) dinon-aktifkan DPP FPI bukan karena salah, tapi untuk melancarkan roda organisasi FPI Bekasi Raya yang teramat berat tantangannya. Beliau PEJUANG bukan pecundang. Beliau tidak ada di lokasi kejadian. Beliau hanya kirim SMS AJAKAN kepada umat Islam untuk membela warga Ciketing, tapi dituduh sebagai provokator, sedangkan para Pendeta HKBP yang mengajak, membawa dan memimpin massa Kristen serta memprovokasi warga muslim, tak satu pun diperiksa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya: &lt;br /&gt;Kenapa para Pendeta HKBP yang jadi PROVOKATOR insiden tadak diperiksa?. Kenapa kegiatan HKBP setiap Ahad di Ciketing yang menggelar KONVOI keliling perumahan warga muslim dengan lagu-lagu Gereja secara demonstratif dibiarkan?. Kenapa dua pendeta yang membawa PISTOL dan menembakannya ke (arah) warga pada Insiden 8 Agustus 2010 tidak ditangkap?. Kenapa dua jemaat HKBP, Purba &amp; Sinaga, yang membawa PISAU saat insiden 12 September 2010 sudah ditangkap lalu dilepas?. Kenapa jemaat HKBP yang memukul dan menusuk 9 ikhwan tidak ditangkap?. Keadilan harus ditegakkan!. Kezaliman harus dilawan.!.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-8691134816735102174?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/8691134816735102174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/09/klarifikasi-fpi-atas-insiden-bekasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/8691134816735102174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/8691134816735102174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/09/klarifikasi-fpi-atas-insiden-bekasi.html' title='KLARIFIKASI FPI ATAS INSIDEN BEKASI'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-8682082737868067163</id><published>2010-09-15T22:41:00.000-07:00</published><updated>2010-09-15T22:42:12.303-07:00</updated><title type='text'>Tirani Minoritas</title><content type='html'>Ayyuhal Ikhwah, marilah kita belajar dari masa lalu agar tidak lagi tertipu di masa kini dan masa depan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBERANIAN kelompok Kristen radikal di Indonesia menentang golongan&lt;br /&gt;Islam mencapai momentum puncak di era reformasi di bawah kepemimpinan&lt;br /&gt;presiden Abdurrahman Wahid yang memang sejak lama sangat membela&lt;br /&gt;golongan minoritas itu. Golongan Kristen bahkan berani membantai ummat&lt;br /&gt;Islam secara biadab di berbagai wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantaian yang terjadi di Pesantren Walisongo, Poso Sulawesi Tengah&lt;br /&gt;bukan kepalang biadabnya, di mana 200 orang warga pesantren itu dibasmi&lt;br /&gt;secara keji terdiri 152 santri pondok, puluhan guru/ustadz, pengelola&lt;br /&gt;pondok keluarganya termasuk anak-anak, bayi dan orang tua, dibantai&lt;br /&gt;dengan mencincang--cincang bagai jagal rumah hewan memotong-motong sapi.&lt;br /&gt;Kasus Poso ini serangkaian dengan pertikaian Islam-Krisen di Maluku yang&lt;br /&gt;terjadi lebih dahulu di mulai sejak 19 Januari 1999 di mana saat ummat&lt;br /&gt;Islam merayakan Idul Fitri diserang golongan Kristen dan mengobarkan&lt;br /&gt;perang yang tak kunjung henti hingga tepat dua tahun sekarang ini&lt;br /&gt;(Januari 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan Media Dakwah sejak lima tahun terakhir keberanian&lt;br /&gt;golongan Kristen melawan golongan Islam dimulai dengan test case di&lt;br /&gt;berbagai daerah, di mana mereka mayoritas seperti di Nusa Tenggara Timur&lt;br /&gt;(NTT) dan Timor Timur. Pada 1995 hingga 1996 marak berhembus isu anti&lt;br /&gt;pendatang di NTT dan Timor Timur sehingga acap kali terjadi pembakaran&lt;br /&gt;rumah-rumah pendatang termasuk pembakaran masjid. Berpuluh-puluh masjid&lt;br /&gt;dibakar di dua daerah ini, namun reaksi ummat Islarn Indonesia&lt;br /&gt;dingin-dingin saja. Hal ini menjadi modal, cikal-bakal, dan embrio&lt;br /&gt;rencana raksasa golongan Kristen untuk melawan golongan mayoritas Islam&lt;br /&gt;di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada 1970-an prakarsa Sidang Dewan Gereja Dunia yang nekat akan&lt;br /&gt;diselenggarakan di Indonesia, terhenti begitu saja setelah salah seorang&lt;br /&gt;pastur dari luar negeri dibunuh oleh Hasyim Yahya; tapi kini di era&lt;br /&gt;reformasi ini justru sebaliknya. Telah terjadi pembantaian golongan&lt;br /&gt;Islam oleh galongan Kristen secara massal di Indonesia, namun tidak ada&lt;br /&gt;reaksi ganti memerangi golongan Kristen. Umat Islam bagai pasrah oleh&lt;br /&gt;berbagai pembantaian di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Maluku/Ambon, NTT-Timor Timur, hingga Poso jelas-jelas proyek&lt;br /&gt;mereka yang sukses fantastis kini mereka telah menampilkan diri menjadi&lt;br /&gt;rejim tiran sebagai minoritas di negeri Muslim terbesar di dunia. Belum&lt;br /&gt;lagi jika diperhitungkannya berbagai kasus pembantaian ummat Islam&lt;br /&gt;secara amat terlengas dalam kasus Sambas Kalimantan Barat di mana warga&lt;br /&gt;pendatang Madura (Muslim) dibantai oleh Suku Dayak yang. menganut&lt;br /&gt;animisme dan Kristen. Lagi, kasus-kasus pembantaian guru-guru agama dan&lt;br /&gt;ustadz di Banyuwangi, Malang membawa korban tewas dibantai rakyat dengan&lt;br /&gt;isu dukun santet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian mengerikan di Banyuwangi, disusul Malang dan Ciamis di mana&lt;br /&gt;guru-guru agama menjadi korban pembantaian, namun hingga hari ini tidak&lt;br /&gt;pernah jelas siapa yang menjadi otak serangkaian pembantaian tersebut.&lt;br /&gt;Peristiwa dua tahun itu kini terjadi lagi di daerah Cianjur Selatan.&lt;br /&gt;Lebih seratus jiwa melayang terdiri sebagian besar guru agama, tokoh&lt;br /&gt;Islam di pedesaan. Motifnya mirip atau sama dengan kasus Banyuwangi,&lt;br /&gt;Malang, Ciamis, yakni tuduhan dukun santet. Enam puluh orang dilaporkan&lt;br /&gt;dibunuh keji dan mayatnya digantung di pohon--pohon di daerah&lt;br /&gt;terpencil. Sementara lebih empat puluh mayat lagi ditemukan di sungai,&lt;br /&gt;hutan, sawah, dan diduga banyak lagi korban yang tidak diketemukan karena&lt;br /&gt;dikubur mayatnya. Hebatnya, keluarga korban tidak ada yang berani&lt;br /&gt;melaporkan kepada aparat keamanan, karena ancaman hendak dibantai lagi&lt;br /&gt;anggota keluarga lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkap sudah illustrasi di atas untuk menggambarkan betapa dihinakan&lt;br /&gt;eksistensi ummat Islam di negerinya sendiri yang jumlahnya hampir 90%&lt;br /&gt;dari 210 juta jiwa bangsa Indonesia sekaligus bangsa Muslim terbesar di&lt;br /&gt;dunia. Bukan hanya dihina bahkan dibantai, dicincang, bahkan pemusnahan&lt;br /&gt;massal (geno-cide) seperti kasus Poso dan berbagai perkampungan Islam di&lt;br /&gt;Maluku, NTT, dan Timor Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah peranan presiden Abdurrahman Wahid semenjak lebih sepuluh tahun&lt;br /&gt;silam; selalu menjadi pembela golongan Kristen secara getol, dan&lt;br /&gt;sebaliknya kendati ia tokoh Islam, justru acap menyakiti ummat Islam.&lt;br /&gt;Kini dengan jabatannya sebagai orang. nomor satu di negeri ini makin&lt;br /&gt;leluasa membela golongan minoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak penting lagi untuk mengusut motif Abdurrahman mengapa ia yang&lt;br /&gt;tokoh Islam justru membela golongan minoritas itu, dan kiranya kini&lt;br /&gt;terjadi konspirasi yang membentuk rejim tiran kaum minoritas di negeri&lt;br /&gt;ini. Yang jelas kini telah muncul secara nyata kekuatan tiran minoritas&lt;br /&gt;melawan mayoritas Islam di mana posisi ummat Islam sungguh ironis&lt;br /&gt;terkalahkan, terbantai terus menerus. Darah ummat Islam yang terus&lt;br /&gt;menerus bertumpahan di negeri ini bagai menjadi bahan bakar bensin untuk&lt;br /&gt;terus memacu mesin sang tiran melanjutkan pembantaian dan penghancuran&lt;br /&gt;ummat Islam di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana munculnya kekuatan moral-material kaum minoritas Kristen&lt;br /&gt;melawan dan hendak menghancurkan ummat Islam? Bukan mustahil mereka&lt;br /&gt;mengambil inspirasi kasus faktual yang dialami bangsa Palestina yang&lt;br /&gt;telah dicaplok Israel lebih setengah abad terakhir. Upaya puluhan negara&lt;br /&gt;Islam di kawasan Titnur Tengah yang mengepung Israel yang kecil tak&lt;br /&gt;pernah berhasil menghancurkan Israel yang jelas-jelas diback up raksasa&lt;br /&gt;Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah dokumen mulai terkuak. Golongan Kristen Indone-sia kini juga&lt;br /&gt;mulai mendapat dukungan penuh Kongres Amerika Serikat. Sebuah surat&lt;br /&gt;kongres AS telah dilayangkan ke presiden Gus Dur agar membantu Doulos.&lt;br /&gt;Jika umat Islam tidak segera menyadari kenyataan ini, niscaya umat Islam&lt;br /&gt;tinggal menunggu waktu saja untuk diluluh-lantakkan, oleh golongan&lt;br /&gt;minoritas Kristen yang kini terang-terangan tampil menjadi rejim tiran&lt;br /&gt;yang amat keji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kasus Ciketing Bekasi, bukanlah juga kasus yang berdiri sendiri, melainkan kasus yang direkayasa oleh konspirasi Kristen dan Zionis global. Jika tidak begitu, lalu atas wangsit apa Presiden SBY yang biasanya lamban mirip SiBuYa..tiba-tiba menjadi sangat reaktif, tegas, lugas dan cepat menyikapi isu dusta ‘penusukan’ itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wal ‘Iyadzu Billah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5125985863579273937-8682082737868067163?l=wildanhasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wildanhasan.blogspot.com/feeds/8682082737868067163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/09/tirani-minoritas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/8682082737868067163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5125985863579273937/posts/default/8682082737868067163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wildanhasan.blogspot.com/2010/09/tirani-minoritas.html' title='Tirani Minoritas'/><author><name>Wildan Hasan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09596603815494791847</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_YiF2XJjh6NU/S34G67QuZFI/AAAAAAAAACo/e0HYFwaeX7E/S220/sore+di+selat+sunda.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5125985863579273937.post-9202993913483217759</id><published>2010-09-09T06:33:00.000-07:00</published><updated>2010-09-09T06:44:26.248-07:00</updated><title type='text'>Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamdu</title><content type='html'>Wahai...saudaraku para kekasih Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idul fitri telah menghampiri&lt;br /&gt;para pecinta Tuhan sejati&lt;br /&gt;yang sebulan memberi bukti&lt;br /&gt;dengan amalan tanda berbakti pada Ilahi yang Maha suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon dirimu sudi melengkapi&lt;br /&gt;dengan menga
